Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
BAB 26 Ujian!


__ADS_3

"Hari ini hari ujian kenaikan kelas kalian,jangan bermain-main pada soal! saya tidak suka itu." Guru sejarah yang emang sedikit lebay itu menjelaskan.


"Sial apa gue, ngapain dia segala jadi pengawas kita?" Protes Lea dengan sejuta kemarahan dan kekejaman.


"Udahlah, lagian kan kita ga diurusin, dia sibuk main hp anak muridnya sibuk nyontek." Xana kemudian menghela nafasnya perlahan.


Di soal pertama hingga akhir Xana sudah mengerti semuanya. Ga sia-sia deh semalam ia membaca buku sejarah. Akan lebih bagus kalau semuanya masuk.


"Buset, soalnya susah-susah begini niat mau ngasih soal ga si?" Lea kembali jengkel.


"Susah? lo nya aja yang ga belajar," gumam Xana.


"Is ampun deh, lo tau kan gue ga suka baca buku, liat lo yang baca aja ENEEEGGG Gue bacanya Xana," Lea kembali pusing.


"Abis ini gue musti makan yang banyak biar bisa ilangin stress!"


"Gue temenin"


"Deal!" Lea senang.


Satu jam berlalu, Ujian Sejarah selesai. Meski Lea hampir meledak menjawab soal itu,tetapi ia sama sekali tidak bertanya ataupun menyontek. Entah itu kerprbadiannya yang lain atau bagaimana,tetapi Xana menyukainya. Sangat jarang ada wanita seperti Lea di jaman sekarang apalagi di kalangan anak berkelas.


"Yok,Bebs, kita borong Steak Sapi di kantin! Rasa-rasanya gue udah mau makan orang sekarang." Lea kembali kesal dan merangkul Xana.


"Ah,darimana kau tahu menu hari ini Steak sapi Lea?" Xana curiga.


"Eh, Heheh, gue tadi pagi ke kantin dulu,kelaperan!" Lea tertawa manis.


"Pantesan ga masak!" Xana tertawa.


Mereka kembali menemui Sherly dengan komplotannya. Kali ini mereka ingin biasa saja lewat dan berpura-pura tidak lihat.


"Sher,lo tau ga? Kalo di sekolah kita tuh ada si 'Matre'?" Henna berteriak kencang Dengan sengaja.


Mulai lagi deh....


"Ouh,ya? Siapa tuch...." Sherly manja.


"Itu loh,temennya Lea bodoh, bisa-bisa nya si Lea terhasut sama dia!" Oliv menjawab.


"Aduch Aduch, miris ya." Sherly tersenyum jahat.


Xana hanya berlalu dan mengambil hidangan.


"Huuuuu!! Ga tau malu!!" Sorak orang lain dibelakang Xana.


Sorakan macam apa itu? mereka kira aku anak-anak yang akan nangis dengan ejekan konyol ini?


"LUCU!! MATRE TERIAK MATRE!" Xana membalas dengan teriakan manja.


"Heh! yang mereka bilang tuh fakta ya, FAKTA!!" Teriak Sherly.


"Wah,gila sih. Pantas aja dia bisa masuk ke barisan kelas atas,naik ranjang nya Tuan Muda Petra si!" Teriak siswi lain.


"Aduh, kalo gini bisa dibilang Lon...T gga si?" ehek siswi lain.


"Iya dong! kan dia belum nikah!" teriak Oliv menyeru.


"Dibayar berapa Lo Xana?" teriak siswi lain.

__ADS_1


"Hemm ga banyak sii, cuma 700 Miliar,kok." jawab Xana tersenyum.


Yap! Mereka terperanjat kaget dengan nilai yang baru saja Xana sebutkan. Sherly sendiri tak menyangka Xana mengakuinya.


"Tapi lucunya, gw masih perawan. AHAHHAHAHAHAH" Xana tertawa terbahak-bahak.


"Hah? mana ada Pel....acur perawan Xana??" siswi lain bingung.


"Ada lah! Ya gw orang nya!" Xana memakan hidangannya dengan nikmat.


Mereka pun pergi kembali pada kesibukan mereka masing-masing sambil bergosip. Mereka berpikir untuk apa debat dengan orang gila seperti dia.


"Hahaha gila si, 700 Miliar mah dah gaji papaku setahun!" Lea tertawa konyol.


"Eh beneran?" Xana terkejut lucu.


"Bener, gila si kalo bisa lebih dari situ." ujar Lea tak percaya.


"Tapi emang Kakak-kakak gw ngasih suit sukanya segitu?" Xana lebih tercengang.


"Hah? Gila. Emang The Rich Girl ya lo." Lea tersenyum bingung.


Istirahat Selesai.


"Lo bisa ga si, ngungkapin diri lo ke umum gitu?" Lea mulai bertanya.


"Ada waktunya,Lea!" Jawa Xana.


"Ah,ga sabar gue liat yang nge bully lo tersiksa!" Lea kesal.


"Gue yang dibully kok lo yang kesel si,aneh." Xana menggeleng.


"Eh tu si Sherly depan pintu kelas lagi." Lea memberi kode dengan matanya.


Mereka melewati Sherly dan teman-temannya.


Sherly menghadang Xana dan mendekatkan bibirnya ke telinga Xana yang tinggi.


"Gue tegasin sama Lo, Gue benci banget dan ga bakal biarin lo sama Petra,kecamkan itu!" Sherly kemudian pergi dengan tiga sejolinya.


"Dia bilang apa?"


"Cuma anceman cepu!" jawab Xana dengan mata melirik sinis ke arah Sherly yang pergi.


"Lo kesel?" Tanya Lea.


"Iya, rasanya gue pengen cabik-cabik bocah sok itu." Xana kemudian masuk dan duduk di kursinya.


"Ahh, bentar lagi kan Kak Petra lulus, jadi lo ga bakal di ganggu kan?" Lea menghela nafas panjang.


"Seharusnya begitu." jawab Xana nada datar.


"Wew... kali ini dia beneran kesal ya? aura nya kerasa banget!" Batin Lea yang merinding.


Selama ujian Lea tidak bisa fokus dan terus-terusan melihat si Xana yang menjawab soalnya dengan gaya elegan dan tajam.


"Dia begitu udah kayak menyusun rencana pembunuhan tau!" Lea kembali takut.


"Hemm... Dingin." Gumam Lea dengan nada panjang.

__ADS_1


"Ngga tuh." Xana tiba-tiba menjawab dengan nada datar.


"Wadefak?! gue ga berharap lo jawab kali!" Lea tersenyum kaku.


Selesai Ujian hari pertama, Lea dan Xana pergi ke asrama dan mengganti pakaiannya.


"Huft~ hari yang melelahkan." jawab Lea.


"Gue bakal kasih mereka pelajaran yang berguna nantinya," gumam Xana dingin.


"Ya ampun, baguslah kalo lo ada niatan begitu! gue dukung!" Lea girang.


"Hari ini melelahkan, jalan-jalan bentar di taman ga masalah kan?" tanya Lea.


"ga masalah." jawab Lea datar.


mereka ke taman belakang dan menari-nari.


"Eh gimana kabar adik lo, Si Melisa itu lhoo." tanya Lea.


"hem? harusnya beberapa minggu lagi dia bakal melahirkan," Xana tiba-tiba sedih.


"Ah,gue tau. Lo pasti sedih karena ga ada di sisi dia di saat dia susah begini ya?" Lea ikut sedih.


"Iya. Tapi kalo sampe selesai ujian dia memang belum lahiran gue bakal susulin dia buat nemenin persalinannya!" Xana kembali tersenyum berharap.


"Yeah,semoga." Lea senang ketika melihat Xana tersenyum.


"Yaudah,yuk! kita mandi terus belajar bareng!" ajak Lea.


"Tumben,bukannya lo ga suka belajar?" Xana bingung.


"Ah,itu tadi gue kapok ga bisa jawab satu soal pun! jadi ya mau coba-coba aja." Lea tersenyum.


"Baguslah."Xana senang dengan sahabatnya yang mulai mau belajar itu.


"Xana, enak banget ya lo punya kakak bisa manja-manjaan," Lea menhela nafas.


"Yaa gitu lahh... semua kakak gitu semua kali kecuali Kak Petra! paling iseng dia tuh." ujar Xana.


Ditempat lain, Kak Petra bersin dengan kencang hingga ada yang bertanya,"sakit?".


"Ngga...." Kak Petra bingung. Ga sakit ga pilek eh bersin aja.


Balik lagi dengan Xana dan Lea.


"Mana ada wei, Justru Manusia yang Kayak Kak Petra tuh emang kebanyakan gitu! Yang Langka tu Kakak lo yang laen!" Lea tidak menduga bahwa sahabatnya justru menganggap Petra aneh.


"Masa sih? Perasaan semua kakak baik?" Xana tercengang.


"Whut? Semua???? gua ga salah denger kan? Heh! Lo ga tau aja Kakak gue, udah kayak macan ga ada tali!" Lea kesal akan keanehan Xana.


"hehe, gitu ya?" Xana pun bingung sendiri.


"Dah,yuk! Kita harus belajarrr toh besok masih ujian?" Lea menarik tangan Xana.


Akhirnya mereka pun belajar dengan tertekan. Entah apa yang merasuki Lea tetapi ia tampak memaksakan diri.


-Bersambung

__ADS_1


sedikit curahan hati Author:


Belajar adalah kegiatan yang menyenangkan jika kita niat, tetapi akan sebaliknya kalau lagi BETE,Badmood,And "haid". makasi sama-sama.


__ADS_2