
"Heh, Mput mana?". Tanya Tahta
"Toilet". Jawab Raja
Tanpa pikir panjang, Tahta berlari menuju toilet
"Mput? Kamu didalem, sayang?".
Putri tidak menjawab, namun pintu toilet terbuka, memperlihatkan sosok Putri dengan pakaian kotor dan rambut yang basah serta berantakan
Tahta terkejut melihat keadaan istri kecilnya. Ia menarik kedua bahu Putri dengan cepat untuk lebih dekat kearahnya
"Kamu kenapa, sayang? Kok bisa begini". Tanya Tahta
"Gara-gara Nagita".
"Ceweknya Raja itu? Dia ngelakuin apa?". Tanya Tahta
"Tiba-tiba dia siram aku pake jus strawberry, aku ngga tau apa masalahnya, kak".
"Kurang ajar". Gumam Tahta
"Aku mau pulang kak". Ucap Putri
"Yaudah, kita pulang ya, pake ini dulu". Ucap Tahta sambil melepaskan jaketnya dan ia pakaikan ditubuh Putri
Setelah itu ia melepas karet gelang berwarna hitam yang ada di pergelangan tangannya, ia gunakan untuk mengikat rambut Putri keatas, sedikit terlihat lebih rapi dari sebelumnya
"Ayo". Tahta membawa Putri meninggalkan toilet, menghampiri Raja dan Nagita
"Mana kunci mobil". Ucap Tahta
Raja merogoh saku jaketnya dan menaruh kunci mobil Tahta diatas meja, di ganti dengan kunci motor yang Tahta berikan pada Raja
"Lu ceweknya Raja?". Tanya Tahta sambil menatap Nagita
"Iya, kenapa?". Tanya Nagita dengan tatapan angkuh
"Cewek kayak lu ngga diterima di keluarga gue". Ucap Tahta sebelum meninggalkan resto bersama Putri
"Ck, siapa lagi sih itu?". Tanya Nagita
"Adik kandung aku, suaminya Putri". Jawab Raja
"Apa? Jadi adik kandung kamu nikah sama adik angkatnya?".
"Hmm".
"Haha, kok mau ya sama bekas kakaknya".
Seketika Raja memicingkan kedua matanya mendengar ucapan Nagita
"Bekas? Maksud kamu apa?". Tanya Raja
"Jangan kira aku ngga tau apa-apa antara kamu sama Putri".
"Apa yang kamu tau? Dan dari mana kamu tau tentang aku sama Putri?".
"Vivi, kamu kenal Vivi kan? Aku sepupunya".
---
"Ya ampun, itu kamu kenapa kok kotor kayak gini?". Tanya Dewa sambil menyingkap jaket Tahta yang dikenakan Putri
"Rambut kamu juga kotor, kenapa sih?". Sambung Dewa
"Gara-gara pacarnya kak Raja, nyebelin". Ucap Putri
"Kacau tu cewek". Ucap Tahta
"Emang kenapa?". Tanya Dewa
"Nanti aja jelasinnya, Mput mandi dulu". Ucap Tahta
"Iya yaudah, mandi dulu". Ucap Dewa
Tahta membawa Putri kedalam kamarnya memasuki kamar mandi
"Kak, tolong bersihin rambut aku, ya. Tadi di toilet udah aku coba bersihin tapi masih kotor, ngga keliatan". Ucap Putri sambil duduk di tepi bathub
"Iya, sayang, kakak bersihin. Buka baju dulu, ayo". Ucap Tahta, Putri pun mengangguk, ia membiarkan Tahta melepaskan pakaiannya satu persatu dan bersiap untuk membersihkan diri
Sambil membantu Putri, Tahta kembali membahas insiden di resto tersebut saat Vivi menemui Putri di toilet, karena ada beberapa hal yang belum Tahta ketahui sepenuhnya dari kejadian itu
"Oh iya, sayang. Sejak kapan Vivi tau kalo sepupunya itu pacaran sama Raja?". Tanya Tahta
"Vivi bilang sih, belum lama".
"Vivi ngga suka sepupunya itu pacaran sama Raja?".
"Iya. Setau aku Vivi itu masih suka sama kak Raja. Vivi kan senang aku putus sama kak Raja, tapi kak Raja malah pacaran sama sepupunya..."
"Vivi ngaku kalo dia kesel, dia pengen Nagita putus sama kak Raja, makanya Vivi cerita tentang masa lalu aku sama kak Raja". Ucap Putri
"Tapi cerita dia itu keterlaluan, sayang. Masa dia cerita soal gaya pacaran kamu sama Raja? Tau dari mana coba? Kan jatuhnya fitnah". Tanya Tahta
"Fitnah dari mana sih kak? Meski sebenarnya Vivi ngga tau, tapi hubungan aku sama kak Raja emang kelewat batas, udah ngga wajar..."
"Vivi sengaja jelek-jelekin kak Raja, bikin image kak Raja jelek dimata Nagita. Biar Nagita kecewa dan putusin kak Raja...". Putri menarik nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya
"Aku kasihan sama kak Raja, gara-gara masa lalunya sama aku, hubungan dia terancam kayak gini".
"Tapi Raja bisa ngelak. Toh Vivi cuma fitnah, dia ngga ada bukti kamu sama Raja pernah macem-macem, ya kan?".
"Iya sih, kak".
"Tergantung Raja, kalo mau hubungannya baik-baik aja dia harus ngelak..."
__ADS_1
"Tapi bener-bener deh si Vivi, kurang kerjaan banget ngerusak hubungan orang, sepupunya sendiri". Ucap Tahta
"Vivi itu pengen dapetin kak Raja tapi ngga bisa, kak. Jadi ngelakuin ini". Ucap Putri
"Hmm, gapapa sih selagi ngga ngebahayain kamu". Ucap Tahta
"Tapi kasihan kak Raja". Ucap Putri
"Iya, kakak ngerti". Ucap Tahta
Tok tok tok
"Put, kakak masuk, ya".
"Siapa itu? Raja ya?". Tanya Tahta
"Iya".
"Ini rambutnya udah bersih, tinggal mandi aja. Kakak keluar dulu". Ucap Tahta
"Makasih kak". Ucap Putri
"Iya, sayang". Ucap Tahta sambil mengeringkan tangannya dengan handuk
Tahta segera keluar dari kamar mandi dan membukakan pintu untuk Raja
"Kenapa?". Tanya Tahta
"Putri mana?". Tanya Raja
"Mandi, mau ngapain?".
"Ada yang mau gue jelasin ke dia".
"Soal cewek lu? Mput udah tau semuanya, dari dalang nya langsung, si Vivi. Jadi lu ngga perlu repot-repot ngejelasin apapun ke Mput". Ucap Tahta sambil menutup pintu kamarnya
Setelah Putri membersihkan diri, Tahta menghampiri Putri yang sedang mengeringkan rambutnya sambil membawa tiga buah map kertas dengan warna berbeda. Ia tunjukkan ketiga map tersebut kepada Putri di kursi riasnya
"Itu apa kak?". Tanya Putri
"Hadiah buat kamu". Jawab Tahta sambil menarik kursi belajar ke hadapan Putri
"Hadiah? Haha, dalam rangka apa ngasih aku hadiah?".
"Hmm, apa ya. Pengen ngasih hadiah aja, karna kamu udah jadi istri terbaik dan sempurna buat aku..."
"Coba kamu baca deh". Jawab Tahta, Putri mengangguk patuh dan mengambil satu persatu map tersebut dan ia baca dengan seksama
"Ini...sertifikat rumah". Gumam Putri
"Hah? Ini kok atas nama aku?". Tanya Putri
"Iya". Jawab Tahta mengangguk
"Bentar deh, emang kita punya rumah, kak? Bukannya kita cuma ada unit apartment?". Tanya Putri
"Kakak beli rumah?".
"Iya, istriku. Coba kamu baca yang lain". Ucap Tahta
Putri kembali mengambil satu map yang lain
"Ini...sertifikat kepemilikan coffee shop". Gumam Putri
"Atas nama aku lagi?". Tanya Putri, Tahta mengangguk sambil tersenyum
"Kak? Kamu sadar ngga sih? Kamu ngasih ini buat aku?". Tanya Putri
"Sadar. Mau aku kasih ke siapa lagi selain istri dan anak aku nanti?..."
"Masih ada, sayang. Satu lagi". Ucap Tahta
Putri menghela nafas panjang sebelum mengambil satu map yang tersisa. Yaitu map yang berisi beberapa lembar kertas yang menjelaskan perihal kepemilikan harta benda yang dimiliki Tahta
Dimulai dari satu unit apartment yang sempat mereka tempati, satu buah mobil mewah dan dua buah motor sport serta sertifikat pembelian tanah yang akan dibangun untuk cabang kedai kopi mereka. Semua itu Tahta berikan untuk Putri
Tahta telah mengubah seluruh nama kepemilikannya menjadi nama Putri
"Kak, kenapa kayak gini? Ini semua kan hasil kerja keras kamu". Ucap Putri
"Dan aku kerja keras buat kamu". Ucap Tahta
Putri menatap lekat kedua mata Tahta, begitu pun sebaliknya. Tahta tersenyum sambil mengusap tangan Putri
"Kamu itu harta yang paling berharga dibanding ini semua". Ucap Tahta sambil menyentuh ketiga map nya
"Aku lakuin ini karna aku ngga mau kamu kekurangan apapun.."
"Meski aku bukan pemilik perusahaan besar, tapi aku mau nunjukkin kalo aku mampu bahagiain kamu secara finansial dengan hasil kerja keras aku". Ucap Tahta
"Huaa..."
"Aku sedih dengernya". Ucap Putri sambil memeluk leher Tahta
"Tiba-tiba kakak ngasih aku semua kayak gini, berasa kakak mau meninggal".
"Astaghfirullah, Mput". Ucap Tahta sambil melepaskan tangan Putri dari lehernya
"Kamu nyumpahin aku mati?". Tanya Tahta
"Engga, ih. Tapi ini udah mirip kayak suami yang mau mati trus ngasih warisan ke istrinya".
Ctik, Tahta menyentil kening Putri, membuat Putri meringis sambil mengusap keningnya
"Kebanyakan nonton sinetron". Ucap Tahta, Putri hanya tertawa kecil sambil mengusap air di sudut matanya
"Aku terharu, aku harus lakuin apa buat berterimakasih buat kakak?". Tanya Putri
__ADS_1
"Ngga perlu lakuin apa-apa. Karna kamu berhak dapetin ini semua..."
"Tetap jadi istri terbaik dan istri sempurna yang aku punya, itu aja". Jawab Tahta sambil mengusap pipi Putri
Seketika Putri terdiam, tatapannya berubah menjadi sendu setelah mendengar ucapan Tahta. Istri terbaik dan sempurna? Putri rasa tidak, Tahta sudah memberikan semua ini untuknya, tapi apa yang sudah ia berikan untuk Tahta? Tidak ada
"Aku bukan istri terbaik, kak. Aku bukan istri sempurna, karna aku ngga bisa ngasih kamu anak". Ucap Putri tersenyum nanar
"Sayang, jangan mikir begitu. Kamu itu yang terbaik dan yang paling sempurna di dunia ini-"
"Kak, jangan tutupin kekurangan aku dengan pujian kayak gitu". Ucap Putri sambil menyentuh tangan Tahta
Tahta menundukkan kepalanya, tangannya menggenggam erat tangan Putri yang tadi menyentuhnya. Ia melakukan ini semata-mata ingin menyenangkan hati istrinya, tapi entah mengapa berakhir dengan pembahasan perihal anak yang menurutnya sangat sensitif, membuat Tahta tidak bisa berkata apa-apa
"Kak, terimakasih untuk kerja keras kakak buat aku..."
"Kalo boleh jujur, kadang aku suka mikir, apa yang bikin kamu bertahan sama aku yang ngga bisa ngasih kamu-"
"Bukan ngga bisa, tapi belum". Ucap Tahta saat memotong ucapan Putri
"Ah iya, belum". Ucap Putri sambil tersenyum
"Jujur aku ngga tega sama kamu setiap kita bahas ini. Hati aku ikut sakit, ikut nyesak. Jadi aku mohon ya, jangan bahas ini dulu..."
"Niat aku mau bahagiain kamu dengan ngasih semua hasil kerja keras aku. Bukan mau bikin kamu sedih". Ucap Tahta
"Iya, aku ngerti. Aku bahagia liat suami aku sukses..."
"Oh iya, kak. Terimakasih juga udah mau ngertiin aku, udah terima aku apa adanya..."
"I love you".
Cup, Putri mendaratkan kecupannya tepat di bibir Tahta. Tahta yang enggan melepas bibir tipis istrinya, segera menekan tengkuk Putri dan menuntun Putri untuk duduk dipangkuannya tanpa melepaskan pagutan bibir mereka
Ciuman mereka semakin intens, kedua tangan mereka saling memeluk tubuh satu sama lain, memperdalam ciuman mereka, menyalurkan rasa cinta yang amat dalam dihati keduanya
"I love you too, istriku".
---
"Put, Vivi ngomong apa aja ke kamu?". Tanya Raja saat melihat Putri berjalan menuju meja makan
"Ya gitu, kak. Jangan dibahas ya, ngga enak". Ucap Putri
"Kakak minta maaf. Jujur kakak ngga tau kalo Nagita itu sepupunya Vivi. Dan kakak ngga nyangka kalo Vivi bakal cerita yang engga-engga ke Nagita". Ucap Raja
"Iya, kak. Udah lah, lupain aja". Ucap Putri
"Makan dulu, kakak ambilin ya". Ucap Dewa diangguki oleh Putri
Dewa pun menyajikan makanannya diatas piring yang sudah ia siapkan untuk Putri
"Tahta kemana? Kok ngga makan?". Tanya Dewa
"Masih ada kerjaan, kak". Jawab Putri
"Denger-denger itu anak mau balapan mobil nanti?". Tanya Dewa
"Iya". Jawab Putri mengangguk
"Ck, masih aja". Ucap Raja
"Katanya balapan itu hobby". Ucap Putri
"Emang iya sih. Udah dari dulu". Ucap Raja
"Sekalian kakak suapin ya". Ucap Dewa sambil duduk disebelah Putri
"Gue aja..."
"Kakak yang suapin ya". Ucap Raja pada Putri
"Hmm?". Putri menatap heran kearah kedua kakaknya
"Sini gue aja". Ucap Raja sambil merebut piring Putri dan segera duduk di sebelahnya, membuat Putri berada ditengah-tengah mereka
"Kak, kapan kita belajar sepeda?". Tanya Putri pada Raja
"Besok. Kamu suka ngga sepedanya?". Tanya Raja
"Suka, lucu banget. Warna pink terus ada tempelan kupu-kupunya banyak".
"Syukur lah kalo suka. Belajarnya mau pagi atau sore?". Tanya Raja
"Kayaknya enak pagi-pagi. Sekalian menghirup udara segar, hehe". Ucap Putri
"Bangunnya aja siang mulu". Ucap Dewa sambil mengupas buah jeruk ditangannya
"Hehe, kadang-kadang kesiangan. Kakak samperin aku aja ke kamar". Ucap Putri
"Yang ada diusir Tahta". Ucap Raja
"Iya juga, sih. Yaudah pokoknya besok aku ngga kesiangan..."
"Oh iya kak, nonton kak Tahta balapan lagi yuk". Ucap Putri menyentuh tangan Dewa
"Ngga ah, kemarin aja sampai rumah kakak dimarahin Tahta karna bawa kamu ke tempat balapan, udah gitu disana kamu kabur nyari Tahta sendirian". Ucap Dewa
"Dih, bahaya kemana-mana sendirian. Disana banyak cowok, kalo kamu diapa-apain gimana?". Tanya Raja
"Hehe, iya, iya. Yaudah, ngga jadi". Ucap Putri
---
Bersambung
sorry guys baru update, sibuk banget
__ADS_1
jangan lupa tetap dukung aku ya para kesayanganku