
Sejak kejadian singkat dan tidak disengaja yang membuat mereka canggung, Putri dan Tahta saling terdiam selama di perjalanan. Bahkan ketika sampai dirumah pun mereka berjalan dengan jarak yang cukup jauh tidak berdampingan dan dekat seperti biasanya
Putri pun melangkahkan kakinya menghampiri Raja yang sedang duduk di sofa ruang tamu, sementara Tahta langsung menaiki tangga menuju kamarnya
"Donatnya banyak banget sayang?". Tanya Raja sambil melihat sekotak donat ditangan Putri
"Iya hehe kan beli semua yang warna pink, kamu mau ngga?". Tanya Putri
"Mau, yang ini". Jawab Raja sambil mengusap bibir Putri
"Hehe serius, aku suapin ya". Ucap Putri
"Ngga mau, ngga terlalu suka". Ucap Raja
"Belum juga nyobain". Ucap Putri sambil menyuap donat tersebut kedalam mulutnya
"Hmm tuh kan enaaak". Ucap Putri
"Iya iya enak, ngga usah belepotan juga dong". Raja mendekatkan wajahnya dan menjilat krim strawberry yang berada di sudut bibir Putri
"Ih kamu ngapain sih". Ucap Putri
"Nyobain, enak juga ya. Manis". Ucap Raja
"Modus". Ucap Putri
"Hehe tapi serius manis banget, mau lagi". Raja kembali mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Putri dengan lembut, sambil ia tekan tengkuk Putri untuk memperdalam ciuman mereka
Tanpa mereka sadari, dari ujung tangga ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka
Tahta yang hendak turun untuk mengambil air minum terpaksa menghentikan langkahnya saat melihat pemandangan yang membuat hatinya merasa sesak
Entah perasaaan apa yang muncul dibenak Tahta. Ia merasa tidak suka melihat Putri dan Raja yang terlihat mesra. Tahta pun memutar balik tubuhnya dan kembali berjalan menuju kamarnya
"Kok gue cemburu?". Batin Tahta bertanya-tanya
---
Beberapa jam kemudian, Putri dan Raja sudah berada di butik milik orang tua dari teman Raja. Putri pun sudah melihat-lihat dan mencoba beberapa model kebaya yang terpampang di manequin. Namun Putri merasa belum menemukan kebaya yang sesuai dengan proporsi tubuhnya
"Suka semua bunda, bagus bagus banget, tapi kegedean di badan aku". Ucap Putri
"Hehe badan kak Putri mungil dan pinggangnya terlalu ramping, kalau mau bisa bunda kecilkan. Bisa diatur hehe". Ucap bu Miranti
"Kalau bikin baru lama ya bu?". Tanya Raja
"Iya kak, prosesnya bisa dua sampai empat bulan. Gimana kak? Mau bunda kecilin aja?". Tanya bu Miranti
"Yaudah bun, yang tadi udah Putri pilih". Jawab Putri
"Berarti tiga model ya kak Putri...yang bunda kecilkan kebaya untuk akad..."
"Dua gaun untuk resepsinya sudah cocok ya kak?". Tanya bu Miranti
"Iya bunda". Jawab Putri
"Ok. Yuk sekarang giliran kak Raja yang fiting, bunda sudah siapin kemeja dan tuxedo yang cocok dan senada dengan warna gaun kak Putri, mari kak". Ucap bu Miranti pada Raja dan diangguki oleh Raja
"Mau liat boleh?". Tanya Putri
"Boleh kak, silahkan". Jawab bu Miranti sambil berjalan menuju ruangan pakaian pria
"Gak boleh liat, aurat". Ucap Raja dengan suara pelan
"Biasanya juga telan jang di depan aku". Bisik Putri sambil menahan tawa
__ADS_1
"Hush kalo ngomong liat tempat sayaaang". Ucap Raja
"Hehehe ngga ada yang denger..."
"Ayo udah ditunggu tuh". Ucap Putri mendorong Raja menuju ruangan fiting
---
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Putri yang merasa bosan seorang diri didalam kamar, memutuskan untuk keluar dan menuju ruang keluarga, berharap ada Dewa atau Tahta yang bisa menemaninya karena Raja sedang berada di bengkel mobil milik temannya
"Ngga ada orang, pada kemana?". Batin Putri saat mendapati tidak ada seseorang diruang keluarga
"Put, nyari apa sayang?". Tanya Dewa saat keluar dari ruang kerjanya
"Engga kak, kok sepi banget, kak Tahta mana?". Tanya Putri
"Tahta keluar, nongkrong kali. Emang Raja belum pulang?". Tanya Dewa
"Belum". Jawab Putri
"Ooh yaudah temenin kakak aja yuk didalem, tapi mau bikin kopi dulu". Ucap Dewa
"Yaudah". Ucap Putri sambil mendudukan bokongnya di sofa
"Kak, kakak inget kak Panji ngga, anaknya om Heri"?". Tanya Putri
"Hmm yang dulu tetangganya oma ya? Kenapa?". Tanya Dewa
"Tadi pagi waktu ikut kak Tahta ke kampus aku ngobrol sama kak Panji, katanya aku bisa apply magang di kantor om Heri kak, menurut kakak gimana?". Tanya Putri
"Yaudah bagus dong, coba aja, alamatnya dimana?". Tanya Dewa
"Itu dia kak, pas mau tukeran nomer sama kak Panji ngga di bolehin sama kak Tahta..."
"Padahal mau share lok, katanya kalo ada perlu lewat kak Tahta aja, kan jadi ribet ya". Ucap Putri
"Tapi kamu tau nama kantornya?". Tanya Dewa
"Ngga tau juga". Jawab Putri
"Hahaha yaudah coba nanti ngomong sama Tahta, biar ditanyain ke Panji..."
"Emangnya mau magang sekarang?". Tanya Dewa
"Iya kalo bisa, bosen dirumah terus". Ucap Putri
"Hmm yaudah, ayo ikut kakak kedalem". Ucap Dewa setelah membuat segelas kopi, Putri pun mengikuti Dewa memasuki ruang kerjanya
---
Pukul satu dini hari Putri terbangun dari tidurnya karena ingin buang air kecil, Putri pun menyadari kalau diluar sedang turun hujan dengan sangat deras
Setelah menutupi selimut dengan benar pada tubuh Raja, Putri segera turun dari ranjang untuk buang air kecil, setelah itu kembali menuju ranjang untuk melanjutkan tidurnya
Brumm brumm (suara motor)
"Itu suara motor kak Tahta? Jam segini baru pulang?". Batin Putri sambil melirik jam dinding
Putri pun melangkahkan kakinya menuju jendela kamarnya, menyibak tirai gordyn untuk melihat Tahta yang baru tiba dirumah
"Ya ampun, hujan-hujanan, ngga pake helm lagi". Batin Putri
Merasa khawatir dengan Tahta, Putri pun berinisiatif untuk memberikan Tahta handuk. Putri mengambil handuk tersebut didalam lemari pakaiannya, lalu turun menuju pintu utama untuk menemui Tahta
Tahta terkejut saat melihat pintu utama dibuka oleh Putri. Pandangan mereka sempat bertemu selama tiga detik setelah beberapa waktu tidak saling bertemu tatap sejak kejadian tidak disengaja yang mereka alami didalam mobil saat itu
__ADS_1
Namun Tahta mengalihkan pandangannya dan kembali membuka jaket basah yang ia pakai. Putri pun mendekat dan mengeringkan wajah dan rambut Tahta dengan handuk ditangannya
Seketika Tahta terdiam mendapatkan perlakuan hangat dari sang adik, dan Putri tetaplah Putri yang sangat perhatian dan peduli terhadapnya, meski mereka sedang dilanda rasa canggung
"Kenapa hujan-hujanan?". Tanya Putri
"Gapapa". Jawab Tahta
"Kalo sakit gimana? Ngga pake helm lagi, kepalanya jadi basah". Ucap Putri. Setelah mengeringkan rambut Tahta, Putri membungkus tubuh Tahta dengan handuk tersebut dan mereka pun segera masuk kedalam rumah
"Aku bikinin teh anget ya, nanti aku anterin kekamar kakak". Ucap Putri dan diangguki oleh Tahta yang sedang berjalan menaiki tangga
Tidak membutuhkan waktu lama, Putri segera membawa secangkir teh hangat buatannya menuju kamar Tahta dan menghampiri Tahta yang baru selesai mengganti pakaiannya
"Minum dulu kak". Ucap Putri sambil memberikan gelasnya untuk Tahta dan Tahta pun segera meminum setengah dari teh tersebut
"Kakak istirahat ya, teh nya aku taro sini". Ucap Putri sambil menaruh gelas tehnya diatas nakas dan setelah itu berjalan keluar menuju pintu kamar
"Mput". Ucap Tahta. Putri pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Tahta
"Kenapa kak?". Tanya Putri. Grep, Tahta mendekat dan merengkuh tubuh mungil Putri kedalam pelukannya. Rasa panas pun Putri rasakan didalam pelukan Tahta saat kulitnya bersentuhan secara langsung dengan kulit Tahta
"Kakak demam? Aku kompres ya". Ucap Putri sambil mendorong tubuh Tahta
"Sebentar, biarin kayak gini dulu". Ucap Tahta sambil mengeratkan pelukannya. Putri pun mengangkat kedua tangannya untuk membalas pelukan Tahta
"Badan kakak panas". Ucap Putri
"Kakak gapapa". Ucap Tahta
"Kakak abis hujan-hujanan, aku kompres ya, aku ngga mau kakak sakit". Ucap Putri
"Hehe Mput sayang ya sama kakak?". Tanya Tahta
"Sayang banget..."
"Kakak inget ngga dari kecil cuma kakak yang ada buat aku kalo aku sakit, begitu pun sebaliknya..."
"Dan aku yang paling sedih kalo kakak sampe sakit". Ucap Putri. Mendengar ucapan Putri, Tahta tersenyum dan mengecup puncak kepala Putri cukup lama
"Kakak juga sayang banget sama kamu Mput..."
"Tapi rasa sayang kakak kali ini beda". Batin Tahta
"Kak?". Ucap Putri sambil melepaskan pelukan mereka
"Apa?". Tanya Tahta
"Hmm soal magang aku gimana? Kak Panji udah ngasih tau alamatnya?". Tanya Putri
"Hehehe udah sayang, nanti kakak kirim ke kamu ya". Ucap Tahta
"Yaudah". Ucap Putri sambil mengangguk
"Ke kamar gih, bobo sama Raja kan?". Tanya Tahta
"Iya, kakak ngga mau di kompres dulu? Badan kakak panas". Ucap Putri
"Gapapa, nanti juga turun panasnya. Udah sana". Ucap Tahta
"Kalo ngga mau di kompres minum obat aja ya". Ucap Putri
"Ngga usah sayang, gapapa kok". Ucap Tahta
"Hmm yaudah deh kakak istirahat aja". Ucap Putri
__ADS_1
"Siap tuan puteri". Ucap Tahta sambil mengusap kepala Putri. Putri pun tersenyum dan melangkah meninggalkan kamar Tahta
---