
Pukul enam pagi, Putri sudah bersiap dengan pakaian untuk berolahraga dan juga sepatunya, karena pagi ini ia berencana untuk lari santai mengelilingi komplek perumahan, karena kalau ia pikir-pikir, sudah lama sekali ia tidak berolahraga meski hanya lari pagi
Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya yang sedang menikmati secangkir teh hangat, Putri segera berjalan menuju keluar rumah, melakukan pemanasan ringan selama lima menit sebelum berkeliling membakar kalori
"Kalo joging sama Raja pasti seru". Batin Putri sambil mengencangkan tali sepatunya sebelum mulai berlari santai
Tiga puluh menit sudah berlalu, Putri berhenti sejenak untuk mengatur nafas dan menyeka keringat dengan handuk kecil ditangannya
Dari kejauhan, ia melihat pedagang bubur ayam yang sedang berjualan dibawah pohon rindang. Sebenarnya ada rasa lapar saat melihat pedagang bubur ayam tersebut, mengingat pagi ini Putri baru meminum susu hangat sebelum memulai aktifitasnya
"Sarapan dulu nggak ya".
"Hey, mau minum ngga?". Tawar seseorang sambil menyodorkan sebotol air mineral untuk Putri
Putri yang tersentak, segera menoleh ke sisi kanannya, memperhatikan sosok lelaki dengan perawakan tubuh tinggi dan tegap, dengan kaos tanpa lengan yang menunjukkan otot-otot lengannya serta celana pendek yang menunjukkan kaki jenjangnya. Tidak lupa juga, keringat yang membanjiri pelipis lelaki tersebut, cukup membuat Putri hilang fokus beberapa saat
"Na, Than?". Ucap Putri berhati-hati, karena ia baru beberapa kali bertemu dengan sosok tetangganya ini, ia tidak mau salah mengenali orang
"Iya". Ucap Nathan sambil tertawa kecil
Putri pun tersenyum kaku, kemudian memperhatika gerak-gerik Nathan yang sedang membuka botol air minum tersebut
"Nih minum dulu". Ucap Nathan sambil menyodorkan air nya
Melihat Putri yang tampak ragu-ragu menerima botol minum tersebut, Nathan kembali tertawa
"Ini minuman baru Put, aku sengaja beli buat kamu, ambil". Ucap Nathan meyakinkan
Putri pun tersenyum simpul dan menerima minuman tersebut
"Makasih". Ucap Putri
"Iya sama-sama". Ucap Nathan dengan senyum tidak kalah manis
Putri pun segera meneguk minumannya, sementara Nathan masih setia menatap dirinya, membuat Putri sedikit tidak nyaman karena terus diperhatikan
"Dari tadi aku perhatiin kamu, kayaknya kamu kecapean makanya aku beliin kamu minum".
Putri tertawa kecil membalas ucapan Nathan, entah apa yang harus Putri lakukan, yang pasti suasana seperti ini sangat membuatnya canggung
"Oh iya kamu udah sarapan belum? Disana ada penjual bubur ayam, sarapan dulu yuk". Tawar Nathan sambil menunjuk pedagang yang tadi sempat menyita perhatiannya
"Aduh, tadi juga kepikiran buat sarapan dulu, gimana ya".
"Hey, ayo". Ucap Nathan
"Yaudah deh, sekali-kali gapapa sarapan bareng".
"Yaudah". Ucap Putri sambil mengangguk
Nathan pun tersenyum, mereka berdua segera berjalan menuju gerobak bubur ayam tersebut
Setelah memesan dua porsi bubur ayam dan dua gelas teh hangat, Nathan menghampiri Putri yang sedang duduk sambil melihat lurus kedepan. Ia pun mengambil posisi duduk tepat dihadapan Putri, membuat Putri tersentak dan seketika memalingkan wajahnya
"Astaga, kenapa duduk di depan gue".
Jujur saja, entah mengapa Putri merasa canggung dan malu duduk berhadapan seperti ini, tapi sepertinya tidak dengan Nathan, ia terlihat sangat santai dan terus menerus tersenyum sambil menatap wajahnya
"Oh iya, gimana kabar ayah kamu? Sehat?". Tanya Nathan
"Sehat". Jawab Putri
Hening sejenak, Putri teringat sesuatu tentang sang ayah, yang mana, setiap sang ayah sedang mengalami kondisi darurat atau tiba-tiba sakit, Nathan lah yang selalu mengantar sang ayah kerumah sakit
Putri merasa, ia harus mengucapkan terimakasih atas kebaikan Nathan terhadap keluarganya
"Oh iya Nathan, Putri beberapa kali denger dari ibu, katanya Nathan selalu nganter ayah sama ibu kerumah sakit ya. Putri mau ngucapin terima kasih, karna Nathan udah nolong orang tua Putri". Ucap Putri dengan tulus sambil tersenyum
Nathan pun turut membalas senyuman Putri
"Sama-sama Put, udah kewajiban sesama untuk saling menolong, ayah sama ibu kamu juga baik banget sama aku dan adik aku, jadi pertolongan aku ngga seberapa". Ucap Nathan
"Hehe tetep aja Putri harus ngucapin terima kasih, Nathan baik banget". Ucap Putri
"Hahaha udah ah jangan dibahas". Ucap Nathan
Putri pun mengangguk kecil sambil tersenyum,
Tidak berselang lama, bubur ayam pesanan mereka tiba, mereka segera menyantap sarapan mereka sambil sesekali mengobrol, mengusir suasana canggung diantara keduanya
"Putri aja yang bayar ya". Ucap Putri sambil bangun dari duduknya
"Eh jangan, aku aja". Ucap Nathan sambil memegang lengan Putri. Nathan yang tersadar, buru-buru melepaskan tangannya
"Maaf, maaf, ngga sengaja. Kamu tunggu sini, aku bayar dulu". Ucap Nathan yang terlihat buru-buru menghampiri pedagang bubur tersebut
Putri mengangguk, sambil menunggu Nathan, Putri merapihkan ikat rambutnya lalu berjalan ke depan gerobak bubur
"Yuk, kamu mau lanjut apa pulang?". Tanya Nathan
__ADS_1
"Kayaknya pulang deh".
"Yaudah bareng ya".
"Eh, Nathan ngga lanjut?".
"Engga, pulang aja".
Putri mengangguk lagi, mereka pun berjalan bersama untuk pulang kerumah
---
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, Putri sedang berbaring diatas ranjang sambil memainkan ponselnya, menunggu balasan pesan dari Raja yang sedari tadi ia nantikan
"Jadi kesini ngga sih, kenapa ngga dibales-bales".
Buk, Putri melempar ponselnya ke sembarang arah
"Bete"
Pintu kamar terdengar dibuka oleh seseorang, Putri yang sedang dalam posisi tengkurap, enggan berbalik untuk melihat kearah pintu kamarnya
"Buuu, Raja belum dateng?". Tanya Putri tanpa berbalik
"Udah".
Putri tersentak, suara rendah dan berat khas laki-laki dewasa terdengar di telinganya. Putri pun segera bangun dan mendudukkan tubuhnya
"Sayaang?". Ucap Putri tidak percaya
"Hai". Ucap Raja dengan senyum khasnya
Putri pun segera berlari dan memeluk erat lelakinya itu, begitupun dengan Raja, ia peluk lalu ia angkat tubuh mungil itu diatas gendongannya
"Kok tiba-tiba udah dateng? Aku kan nunggun chat kamu". Ucap Putri dengan tatapan meminta penjelasan
"Hehe maaf sayang, sengaja ngga aku bales, biar surprise". Ucap Raja
"Iih nyebelin". Ucap Putri sambil mencubit hidung mancung Raja
"Oh iya tadi aku masak makanan kesukaan kamu". Ucap Putri
"Kamu masak buat aku?". Tanya Raja
"Iya, makanan spesial buat orang yang paling spesial". Ucap Putri sambil tertawa kecil
"Hmm bisa aja". Ucap Raja
"Rambut kamu udah gondrong sayang, dicukur dong". Ucap Putri
Putri sedikit berjinjit untuk menguncir poni Raja yang sudah mulai panjang. Raja tidak protes, biarlah wanita tercintanya ini melakukan apapun yang ia mau
"Tuh kan, sampe bisa dikuncir". Ucap Putri saat melihat poni Raja yang sudah ia kuncir dan posisinya menjulang keatas, sangat menggemaskan dimata Putri
"Biarin ah, kan mau saingan sama kamu". Ucap Raja
"Iih masa cowok rambutnya panjang". Ucap Putri
"Hehehe cukup itu nya aja ya yang panjang". Ucap Raja dengan suara pelan
"Apa tuh?". Tanya Putri
"Ini loh". Ucap Raja sambil melirik kebawah
"Ih mesum". Bisik Putri
"Hahahaha bercanda, turun yuk, ngga enak sama ayah kalo dikamar, nanti dikira macem-macem". Ucap Raja
"Padahal mau macem-macem ya". Ucap Putri
"Hush, ngga boleh nakal". Ucap Raja
---
Beberapa jam telah berlalu, Raja sudah cukup lama berada dirumah Putri. Selepas makan malam Raja baru diizinkan pulang oleh sang calon ayah mertua setelah seharian ini mereka menghabiskan waktu bersama, mulai dari menikmati kopi, mengobrol santai, bermain catur, bermain karambol, sampai menonton beberapa film laga
Setelah bersiap untuk pulang, Raja berpamitan kepada Ibrahim dan Melly, setelah itu berjalan keluar rumah bersama Putri
"Makasih ya udah dateng, ayah seneng banget main sama kamu". Ucap Putri
"Ngapain makasih segala, kan udah biasa anak main sama ayahnya". Ucap Raja
"Hehe iya sih". Ucap Putri
"Yaudah besok aku jemput ya, aku mau ajak kamu beli sepatu buat acara kita nanti". Ucap Raja sambil menyentuh bahu Putri
"Ok, aku tunggu". Ucap Putri
"Iya, cinta". Ucap Raja
__ADS_1
Cup, Raja melabuhkan kecupannya di kening dan kedua pipi Putri sebelum masuk kedalam mobil
---
Drtt drtt
Drrt drtt
Putri terusik dari tidurnya, dengan gerakan lambat karena masih mengantuk, ia meraih ponselnya yang sedari tadi terus bergetar diatas nakas
"Siapa sih yang nelfon malem-malem gini".
"Kak Siska?". Batin Putri saat melihat nama sang kakak dilayar ponselnya. Tanpa berlama-lama, Putri segera menerima panggilan masuk dari kakaknya itu
"Halo-"
"Put, lu dimana?"
"Dirumah ayah, kenap-"
"Kesini dong, gue kena masalah nih"
"Kemana kak? Masalah apa?"
"Gak usah bawel, cepet ke Oglio sekarang"
"Hah? Oglio kan-"
"Bawel deh, cepet kesini, gak pake lama, penting banget"
"Iya, iya, tunggu kak"
Tanpa mengucap apapun lagi, Siska memutus sambungan telfonnya, sementara Putri terlihat kebingungan
"Ke Oglio? Itu kan club ya? Kak Siska nyuruh gue kesana?"
"Sebenernya ada apa sih".
"Jam satu, emang masih ada taksi jam segini?". Batin Putri sambil menatap jam dinding
Dengan berbalut setelan baju tidur pendek berbahan sutera dan cardigan setengah paha, Putri bergegas menuju lokasi yang telah diberitahu Siska
---
Cahaya sinar rembulan dan sunyi nya suasana dini hari, menemani langkah kaki Putri yang sedang mencari taksi disekitar komplek perumahannya yang sudah berlangsung selama sepuluh menit. Sesekali panggilan telfon dari Siska pun mengiringi perjalanannya seorang diri
"Aduh sabar kek, emang gampang nyari taksi jam segini?". Batin Putri tanpa menjawab panggilan dari sang kakak
"Telfon Raja aja kali ya? Atau kak Dewa? Kak Tahta? Semoga belum pada tidur".
Merasa putus asa karena sedari tadi tidak mendapatkan taksi, Putri memutuskan untuk menghubungi Raja. Namun dari kejauhan, ia dapat melihat lampu dari kendaraan yang melaju kearahnya
"Taksi"
Tanpa fikir panjang, Putri menghentikan taksi tersebut dan langsung menuju lokasi dimana sang kakak menunggu
Setelah lima belas menit perjalanan, tiba lah Putri di tempat yang baru pertama kali ia kunjungi. Kalau bukan karna keadaan mendesak, Putri sangat enggan menginjakkan kakinya disini. Dari luarnya saja, tempat ini sudah dapat menggambarkan keadaan didalamnya,
Dengan langkah berat, Putri memberanikan diri untuk masuk kedalam, mencari keberadaan sang kakak diantara banyaknya pria dan wanita yang sedang menikmati dunia nya. Tatapan dari pria hidung belang pun tak luput dari pengawasannya. Putri sangat waspada, ia takut kehadirannya memancing pria hidung belang disana
"Hay, kamar yuk". Ajak seorang laki-laki muda yang menghampiri Putri
Putri tercekat, ia membeku saat itu juga, tatapan nafsu dari laki-laki itu membuat nya takut setengah mati, ditambah laki-laki itu juga terlihat setengah sadar dan aroma alkohol tercium kuat dari mulutnya
"Ngga mau". Ucap Putri dengan penuh keberanian
"Dua juta". Ucap lelaki itu, Putri menggeleng-gelengkan kepalanya
"Lima juta". Putri menggeleng-gelengkan kepalanya lagi
Lelaki itu tertawa kecil, lalu menatap Putri dari kepala sampai ujung kaki
"Body lu boleh juga, gimana kalo sepuluh juta, sampe pagi?". Bisik lelaki itu tepat ditelinga Putri
"Brengs*k". Ucap Putri sebelum berlari meninggalkan lelaki itu
"Hey, tunggu cantik".
Putri melengos, ia berlari mencari toilet
Brak, Putri bernafas lega saat berhasil kabur dan bersembunyi di toilet. Ia segera membuka ponselnya dan menghubungi Siska
Tut
Tut
"Ya ampun, kakak kemana sih"
---
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan hadiahnya bestieeee, gomawo sarangeeeā„