Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Bersama Raja dan Dewa


__ADS_3

(warning!18+)


...¤¤¤...


Dua puluh menit sudah berlalu, Putri dan Tahta sedang berbaring ditempat tidur tanpa satu pun pakaian yang melekat ditubuh mereka


Tahta menoleh kearah Putri, memperhatikan sang istri yang sedari tadi masih tertawa terpingkal sambil membungkam mulutnya


Putri tidak bisa menahan tawa karena momen malam pertamanya dengan Tahta tertunda karena tiba-tiba Tahta merasakan sakit pada kakinya, dan raut wajah Tahta saat itu sangat lucu dimatanya


Padahal mereka baru melakukan pemanasan, masih sangat awal, belum masuk ke bagian penting dari malam pertama. Namun Tahta kelihatan sudah ragu dan hendak menyerah


"Ck, belum puas ketawanya?". Tanya Tahta


"Hahaha sumpah aku ngakak ngebayangin muka kamu tadi hahahahaha..."


"Aduh kaki aku sakit, aduh kaki aku nyeri hahaha". Ucap Putri menirukan suara Tahta


"Kamu seneng ya liat aku kesakitan?".


"Aku ketawa karna muka kamu lucu hahaha".


"Tau ah, males".


"Hehe yaudah aku aja yang diatas". Ucap Putri mengedipkan sebelah matanya


"Ngga mau, malu lah aku sebagai suami". Ucap Tahta


"Hahaha kan ada yang namanya women on top sayang, sah-sah aja kalo posisi istri diatas, kan bisa gantian biar kaki kamu ngga terlalu sakit".


Tahta menghela nafas dalam


"Ngga boleh gagal, ini satu-satunya cara bikin Raja nyerah ngejar Mput"


"Yaudah lanjutin deh, aku aja, kayak tadi". Ucap Tahta


"Kaki kamu udah ngga sakit?". Tanya Putri


"Sebenarnya ngga sakit banget sayang, cuma belum kuat kalo lama-lama..."


"Aku coba lagi deh. Mumpung masih on". Ucap Tahta


"Apanya yang on haha".


"Ini, punya ku".


Tahta bangun dari posisinya dan mengambil posisi bersimpuh diantara kedua paha Putri yang sudah ia buka lebar-lebar


Putri mengatupkan mulutnya rapat-rapat saat menatap benda pusaka milik Tahta yang ukurannya jauh lebih besar dari yang biasa ia lihat saat mereka mandi bersama


Benda itu terlihat sangat tegak, seperti sudah siap menerobos masuk kedalam sarangnya


"Apa segitu bisa masuk semua?"


"Langsung aku masukin aja ya, kan tadi udah pemanasannya". Ucap Tahta


"Hehe yaudah. Bismillah dulu". Ucap Putri


Tahta menarik nafas dalam, ia sentuh kema luan istrinya dengan benda tumpul miliknya, ia gesekan dengan lembut secara beraturan dari atas kebawah, membuat area inti Putri semakin licin dan basah


"Eugh". Putri mengerang


Benda besar itu mulai masuk kedalam lubangnya, membuat Putri mencengkram punggung Tahta yang sudah ia peluk dengan erat


"Sa...kit...kak".


"Tahan...sayang".


Tahta semakin masuk kedalam, Putri mulai meronta kesakitan, perlahan air matanya mengalir dari sudut matanya


"Apa sesakit ini ya"


"Sayaaang, jangan nangis, aku jadi ngga tega". Ucap Tahta mengusap air mata Putri


"Sakit banget kaaak". Ucap Putri


"Tahan ya".


Tahta kembali mendorong miliknya, ia mulai dari hentakan kecil sampai hentakkan yang kencang, berkali-kali, ia tidak berhenti sebelum seluruh benda miliknya ditelan habis oleh milik Putri


"AAKHH". Putri menjerit keras saat merasakan perih sekaligus rasa terkoyak pada area intinya


Tahta telah masuk sepenuhnya, ia bernafas lega karena usaha kerasnya untuk menembus lubang kecil itu berhasil


"Hiks...hiks...sakiittt".


Cup, Tahta mengecup kedua mata Putri


"Maaf ya, jangan nangis..."


"Boleh kakak mulai sekarang?". Tanya Tahta diangguki pelan oleh Putri


Putri memejamkan matanya, rasa aneh dibawah sana sangat bercampur aduk ia rasakan, ia semakin mengeratkan pelukannya saat Tahta mulai bergerak


Dimulai dari tempo perlahan ke tempo sedang, rasa sakit itu semakin terasa, milik suaminya masih sangat asing didalam miliknya, rasanya sangat sesak dan penuh


Putri dapat merasakan benda suaminya itu naik turun secara teratur, mencoba membiasakan diri pada satu-satunya lubang yang boleh Tahta masuki


Putri dan Tahta mende sah bersama, rasa nikmat mulai mereka rasakan. Tahta sudah bisa mengendalikan permainan diimbangi dengan gerakan Putri yang membuat suasana malam itu sangat menggairahkan


Mereka bekerja sama mencapai puncaknya, berbagai posisi mereka coba, tak melulu Tahta yang mengendalikan permainan, Putri pun cukup pandai membuat suaminya mende sah hebat menikmati permainan yang ia ciptakan


Setelah dua jam lamanya, Putri terkulai lemas diatas tubuh Tahta, ia berhasil membuat Tahta mengeluarkan cairannya sebanyak empat kali, bersamaan dengan keluarnya cairan miliknya


Rasa penasaran sebagai pasangan muda sekaligus pengantin baru, menuntut mereka untuk bermain dengan durasi yang cukup lama. Namun mereka harus mengakhiri permainan nya karena sudah tidak ada tenaga yang tersisa


Kini mereka sedang mengatur nafas serta debaran jantung yang masih memburu, mengistirahatkan seluruh tubuh mereka setelah melewati malam yang cukup panjang


Tahta tersenyum bahagia, akhirnya, adik perempuan yang selalu ia manjakan, kini telah menjadi istrinya yang seutuhnya. Tahta memeluk Putri yang masih berbaring diatasnya, ia usap punggung hangat istrinya sambil ia kecup-kecup puncak kepala beraroma rosemary itu

__ADS_1


"Mput?".


"Hmm?".


"Terimakasih".


Putri menyunggingkan senyumannya, ia angkat kepalanya untuk menatap wajah tampan suaminya yang masih dipenuhi keringat di dahinya


"Terimakasih juga kak, i'm happy". Ucap Putri sambil tersenyum


"Kakak juga, kakak bahagia". Ucap Tahta mengusap kepala Putri


Putri kembali bersandar pada dada bidang suaminya, ia sangat menikmati berbaring diatas tubuh telan jang Tahta, aroma tubuh khas laki-laki sangat memanjakan indera penciumannya, aroma yang sangat Putri suka


"Kak, besok kakak ke kampus ngga?". Tanya Putri


"Iya, kenapa sayang?".


"Eum, aku pengen dianter kakak ke kantor".


"Yaudah, nanti kakak anterin ke kantor sebelum ke kampus".


"Beneran?".


"Beneran, istriku".


"Hehe, thank you".


"Iya, yaudah, mau bersih-bersih dulu ngga?".


"Mau, tapi capek banget, lemas kak".


"Kakak bersihin pake tisu aja ya".


"Hmm". Putri mengangguk


Putri segera turun dari tubuh suaminya dan berbaring menatap langit-langit. Sementara Tahta, membuka laci disebelah tempat tidur untuk mengeluarkan satu kotak tisu basah


Ia buka kembali paha Putri dan ia bersihkan area intinya yang terlihat sangat basah dan licin karena cairan mereka


"Kaki kakak ngga sakit?". Tanya Putri


"Ngga terlalu sakit, tadi cuma kayak kesemutan aja, kadang muncul kadang hilang". Jawab Tahta


"Syukurlah, pantesan kakak kuat lama-lama diposisi kayak tadi, hehe".


"Mau dilanjutin juga masih kuat kok".


"No, kak! Please".


"Hahahaha bercanda, udah nih, udah bersih, wangi..."


"Kakak kekamar mandi dulu mau pipis". Ucap Tahta bangun dari posisinya


"Ok".


Sepeninggal Tahta kekamar mandi, Putri menutupi tubuh polosnya dengan selimut, entah kemana gaun tidur yang Tahta lepaskan tadi, ia enggan untuk mencarinya


"Aaahhh...i'm so happyyyy". Putri berteriak didalam bantal


---


"Gue cuma anak magang, Adrian. Ngapain lu undang gue ke anniversary perusahaan lu? Gue bukan pengusaha". Ucap Putri


"Heh, gue bukan ngundang lu sebagai pengusaha, tapi sebagai temen gue" Ucap Adrian


"Tapi gue malu lah, circle lu beda jauh sama gue..."


"Gue ngga mau dateng, ngebayanginnya aja udah minder duluan".


"Lebay banget. Kalo lu ngga dateng, gue tarik semua saham gue disini, biar kantor ini rugi besar-"


"Eh jangan!..."


"Jangan lakuin itu". Ucap Putri


"Yaudah, tinggal dateng apa susahnya?". Tanya Adrian sambil mengangkat kedua alisnya


Putri menarik nafas dalam


"Dateng atau enggaknya tergantung suami gue ngasih izin atau engga". Ucap Putri


"Astaga, iya! Gue lupa, lu kan punya suami ya? Duh ngeliat lu kayak anak kecil sih, gue jadi lupa kalo lu punya suami". Ucap Adrian menggeleng-gelengkan kepalanya


"Hehe gue ngga janji ya bisa dateng apa engga".


"Ok Put, ok".


"Yaudah gue masuk dulu ya..."


"Data yang lu minta tadi udah gue kirim ke E-mail sekretaris lu. Di cek dulu ya, takut gue salah".


"Hehe iya, thanks".


"Hmm".


Putri memasuki ruang kerjanya setelah berpisah dengan Adrian di koridor. Adrian menyunggingkan senyumannya saat Putri menghilang dari pandangannya


"Bukan cuma mukanya yang mirip Adinda, tapi sifatnya juga. Kadang lucu, kadang galak, penakut juga..."


"Andai lu bisa jadi pengganti Adinda, Put. Gue pasti bahagia punya adik kayak lu"


---


Tin, tin


"Itu kak Dewa"


Putri berlari kecil menghampiri mobil Dewa yang sudah menunggunya disamping gedung perusahaan

__ADS_1


"Hai...kak De- kak Raja?".


Putri menggeleng-gelengkan kepalanya cepat, ia mengurungkan niatnya untuk memasuki mobil Dewa


"Ngga boleh kejebak lagi"


Putri menutup pintu mobilnya kasar dan berjalan cepat menjauhi mobil Dewa


"Put, Put, tunggu Put, kamu mau kemana?".


"Lepasin kak!". Jerit Putri sambil memberontak saat Raja menggenggam tangannya


"Engga, kamu masuk dulu, kita pulang". Ucap Raja


"Pulang? Pulang kemana yang kakak maksud?".


"Kerumah kita".


"Ck, rumah aku itu sama kak Tahta, bukan sama kak Raja. Jadi, lepasin aku!".


"Engga, masuk dulu ke mobil". Ucap Raja


"Lepasin atau aku teriak biar kakak dipukulin orang-orang?". Ancam Putri dengan wajah serius


Raja menghela nafas lalu melepaskan tangan Putri dari genggamannya


"Kenapa kakak disini? Kak Dewa mana?". Tanya Putri


"Dia ada urusan, jadi nyuruh aku jemput kamu".


"Bohong?".


"Ya ampun aku ngga bohong, ini aku jemput kamu sekalian mau jemput dia..."


"Emang kamu ngga cek HP? Katanya dia udah kasih tau kamu".


Putri merogoh ponsel didalam saku jaketnya, dan benar saja ada pesan masuk dari sang kakak


"Kak Dewa gimana sih, kemarin nyuruh aku jauh-jauh dari kak Raja, sekarang malah nyuruh kak Raja jemput aku, aneh"


"Yaudah deh. Tapi awas ya kalo kakak macem-macem lagi kayak waktu itu".


"Ngga akan, aku janji".


Putri dan Raja segera masuk kedalam mobil dan menuju perjalanan untuk menjemput Dewa di sebuah restoran .


"Nanti malem lu jadi ke acara temen lu?". Tanya Raja pada Dewa


"Jadi, gue pake motor lu ya, males bawa mobil". Ucap Dewa


"Yaudah, gue juga ngga kemana-mana". Ucap Raja


"Emang kakak mau kemana?". Tanya Putri menoleh ke belakang, menatap Dewa yang sedang bersandar sambil menyisir rambut dengan jari-jarinya


"Ke acara anniversary perusahaan temen kakak, kamu mau ikut ngga? Temenin kakak". Ucap Dewa


"Eh?". Putri terdiam sejenak, is seperti mengingat sesuatu


"Adrian kan juga ngundang gue ke acaranya nanti malem"


"Kenapa?". Tanya Dewa


"Aku baru inget, aku juga diundang sama investor di kantor magang aku, dia ada acara anniversary perusahaan juga nanti malem". Jawab Putri


"Hah? Kamu diudang sama investor di kantor kamu, kok bisa?". Tanya Dewa


"Karna kita kenal, eum, baru kenal sih, beberapa kali makan siang bareng kalo dia lagi di kantor aku, namanya Adrian, pak Adrian Pratama, hehe". Jawab Putri


"Apa? Adrian Pratama?". Tanya Dewa yang sudah mengubah posisinya maju mendekati Putri


"Iya, kakak kenal?". Tanya Putri


"Hahahaha dunia sempit banget ya, Adrian itu temen SMA kakak, bahkan kita satu fakultas". Jawab Dewa


"Ya ampun. Jadi kakak udah kenal lama sama dia?".


"Lama banget, sayang. Kita sama sama bangun perusahaan dari nol, tapi kita sama sama pernah gagal..."


"Kakak ngebantu dia waktu perusahaannya collapse. Dan dia ngelakuin hal yang sama waktu perusahaan kakak collapse kemarin". Ucap Dewa


"Hmm, the real bestie". Ucap Putri


"Hahaha kakak ngga nyangka kamu kenal sama dia". Ucap Dewa


"Hehe iya, dia orangnya baik ya kak, dia ngga mau aku panggil bapak, dan dia santai banget sama statusnya sebagai investor plus pemilik perusahaan..."


"Dia ngga suka terlalu disegani, dia maunya biasa biasa aja, gayanya pun tengil, ngga ada wibawanya hahaha". Ucap Putri


"Hahaha iya dia emang kayak gitu". Ucap Dewa


"Tapi kakak sama Adrian vibesnya sama, pengusaha muda kaya raya, tampan, mapan, baik hati, perhatian, uh laki-laki idaman kayak di novel". Ucap Putri


"Hahaha bisa aja kamu". Ucap Dewa


"Ngomongin Adrian, dia cowok yang waktu itu di warung sama kamu kan? Yang dia bilang, kamu dianter sama suami kamu, sebelum aku tau kamu menikah sama Tahta?". Tanya Raja


"Iya kak, hehe". Jawab Putri


---


Bersambung~


Oh ya wak, maap ya kalo adegan ehem-ehem nya kurang pedezzz wkwk


Jujur lagi ngga dapet pencerahan buat nulis adegan ranjang wkwk


Dah lah intinya mereka udah bikin adonan cimol. Cung, siapa yang pengen cimolnya cepet jadi?


Kita doakan aja ya buat pasutri ini 😚

__ADS_1


Jangan lupa dilike dulu biar besok aku update lagi. Tengkyu kesayanganku


__ADS_2