
"Euh...". Putri menggeliat untuk yang beberapa kalinya, ia merasa tidurnya sangat tidak nyaman karena rasa sakit pada kepalanya. Tahta yang terusik dari tidurnya, seketika menyadari kalau tubuh istrinya sangat panas
Rasa panas itu terasa sekali dipermukaan kulitnya yang bersentuhan dengan kulit sang istri. Tahta mulai panik, tangannya secara cepat menyentuh kening Putri yang berkeringat
"Ya ampun, Mput demam"
Tahta memindahkan Putri dari pelukannya menjadi berbaring disebelahnya, agar posisi Putri menjadi lebih nyaman
"Duh, ngga bisa ngambil obat, lagi".
"Mput...bangun sayang". Ucap Tahta menepuk pelan pipi Putri
Tahta menoleh ke sisi kirinya, ada ponsel milik Putri diatas nakas. Dengan sekuat tenaga, ia mencoba mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk bersandar dengan menyeret tubuh bagian bawahnya
"Aris"
Dengan gerakan cepat, Tahta membuka sandi pada ponsel Putri untuk menghubungi Aris yang berada dikamar tamu
"Halo, Ris, Aris tolong gue sekarang"
"Ok, ok, saya kesana"
Tahta memutus sambungan telfonnya lalu kembali menatap Putri
"Ya ampun, kok bisa gini sih sayang". Batin Tahta sambil menempelkan telapak tangannya pada kening Putri
Tok tok
"Mas, saya izin-"
"Masuk aja". Ucap Tahta dengan cepat, Aris pun berlari kecil menghampiri Tahta
"Ada apa mas? Kaki mas sakit?".
"Bukan gue, tapi Putri, dia demam, tolong ambilin obat demam di dalam laci yang itu". Ucap Tahta sambil menunjuk nakas yang ada disamping lemari pakaian
"Air minumnya ada di meja ruang TV". Sambung Tahta, Aris pun mengangguk patuh dan cekatan menjalankan apa yang Tahta ucapkan
"Sayang, bangun, minum obat dulu ya". Ucap Tahta mengguncang bahu Putri
"Ssshh". Putri meringis sambil memegangi kepalanya
"Tolong bantu Putri duduk, Ris". Ucap Tahta
"Baik mas". Aris membangunkan Putri dan membantunya duduk bersandar
"Kak Put, obatnya diminum dulu kak". Ucap Aris diangguki pelan oleh Putri
"Aku aja kak". Ucap Putri menadah tangannya. Aris mengangguk lalu memberikan obat serta air mineralnya kepada Putri
"Maaf mas, ada lagi yang bisa saya bantu?". Tanya Aris
"Engga, engga, makasih banyak Ris". Ucap Tahta
"Sama-sama mas, kalau gitu saya permisi dulu". Ucap Aris sebelum meninggalkan kamar Putri dan Tahta
Setelah meminum obatnya, Putri menaruh gelas tersebut dinakas sebelahnya lalu kembali bersandar sambil menatap Tahta yang juga bersandar disebelahnya
"Sayaaang". Ucap Tahta memeluk Putri
"Hehe aku gapapa kak, cuma demam biasa". Ucap Putri membalas pelukan suaminya
"Pantesan udah beberapa hari aku ngeliat kamu pucat, lemes. Kenapa ngga ngomong kalo ngga enak badan, hmm?".
"Aku ngga mau bikin kamu khawatir". Ucap Putri menatap Tahta dengan tatapan sayu
"Ujung-ujungnya aku tetap khawatir kan. Bandel nih, kalo ngga enak badan tuh ngomong sayangku". Ucap Tahta mencubit hidung Putri
"Iya, iya, maaf hehe, yaudah sekarang kita bobo lagi ya". Ucap Putri diangguki oleh Tahta
---
"Jadi semalem kamu demam?". Tanya Ibrahim
"Iya Yah, tapi udah sembuh kok, soalnya diciumin terus sama kak Tahta hehehe". Jawab Putri
"Bohong". Sanggah Tahta dengan cepat
"Kamu sembuh ya karna minum obat". Ucap Tahta
"Hmm, malu-malu buat mengakui, padahal kamu semangat banget cium aku-"
"Ngga jelas". Ucap Tahta saat memotong ucapan Putri, ia merasa malu atas apa yang Putri ucapkan. Ia berfikir, bisa-bisanya Putri bercerita seperti itu didepan kedua orang tuanya
"Hehe malu dia..."
"Putri inget ibu pernah bilang, istri itu ngga boleh sakit lama-lama, nanti suami, anak, pekerjaan rumah, ngga ke-urus..."
"Iya kan bu?". Tanya Putri menatap Melly
"Iya sayang". Jawab Melly tersenyum
"Hmm, kayaknya ada yang mau jadi istri idaman nih". Ucap Ibrahim
"Mau dong Yah, harus jadi idaman biar kak Tahta ngga berpaling". Ucap Putri
"Bodoh kalo aku sampe berpaling". Ucap Tahta
"Ciee, kamu itu keliatannya cuek tapi sayang banget ya sama Putri". Ucap Melly pada Tahta
"Hehe iya bu, Tahta sayang banget sama anak ibu". Ucap Tahta tersenyum menatap Putri
"Ih kamu, malu tau". Ucap Putri
"Gapapa. Kamu kalo malu cantik banget". Ucap Tahta
"Kakak!". Sentak Putri
Satu sama, kini Tahta berhasil membuat Putri salah tingkah sampai muncul semburat merah di pipinya. Tahta tersenyum puas sambil menatap Putri yang sedang tersipu malu
"Hehehe dipuji suami itu emang bikin salah tingkah". Ucap Melly
"Ehem, kode, istri tercinta pengen dipuji tuh". Ucap Putri menyikut lengan sang ayah yang duduk disebelahnya
"Mulai deh, usil". Ucap Ibrahim menatap Putri
"Hehehe, ayah sama ibu ngga mau ngasih adik buat Putri?". Tanya Putri asal-asalan sambil tertawa
"Waduh". Ibrahim dan Melly kompak terkejut, sementara Tahta menggeleng-gelengkan kepalanya heran
__ADS_1
"Ni anak abis demam jadi error ya?".
"Ibu kamu udah steril sayang, ngga mau punya anak lagi". Ucap Ibrahim
"Iya, mending kamu yang ngasih ibu cucu". Ucap Melly
"Yaudah, ibu sabar aja, cucu ibu lagi dijalan". Ucap Putri
"Alhamdulillah, ayah senang dengarnya". Ucap Ibrahim
"Loh, Putri belum hamil Yah". Ucap Putri
"Oh? Hahaha kirain ayah sudah hamil". Ucap Ibrahim
"Ish, maksud Putri cucu ayah sama ibu masih dalam proses, Putri sama kak Tahta lagi berusaha keras hahaha..."
"Udah ah, jadi malu". Ucap Putri
"Iya tuh, kamu liat, nak Tahta nunduk mulu kamu ngebahas anak hehehe". Ucap Melly
"Kak Tahta malu bu, mukanya lucu deh kalo malu, gemes banget pengen cium". Ucap Putri
"Heh". Sentak Ibrahim
"Sayang, apaan sih". Ucap Tahta
"Hahahaha bercanda, nanti aku cium kamu dikamar aja". Ucap Putri
"Ya Allah anakmu bu". Ucap Ibrahim pada Melly
"Bilangnya malu, tapi ngga tau malu". Ucap Tahta
"Hahahahaha". Ibrahim dan Melly kompak tertawa, sementara Putri mengecup telapak tangannya lalu ia tiupkan kearah Tahta sambil mengedipkan sebelah matanya
"Genit banget. Awas kamu ya". Batin Tahta menatap Putri
---
Jam makan siang telah tiba, seperti biasa, Putri dan Vano sedang makan bersama dikantin. Hubungan keduanya terlihat semakin dekat dan akrab selayaknya teman
Putri tidak terlalu ketus seperti biasanya pada Vano, dan kini, Vano pun telah menyadari posisinya sebagai mantan pacar yang tidak bisa mengharapkan Putri kembali sejak tahu kalau Putri sudah menikah
Kini, hubungan pertemanan adalah jalan yang terbaik untuk mereka berdua
"Hey, kamu, pindah sana".
"Loh? Pak? Pak Adrian?". Vano terbelalak, begitu pun dengan Putri dan para pegawai kantor yang berada di kantin
Bagaimana tidak, Adrian, pengusaha sukses sekaligus investor yang di segani dikantor mereka mendadak mengunjungi kantin dan merebut kursi yang Vano duduki
"Sendirian kan, gue gabung ya". Ucap Adrian pada Putri sambil melepas jas formal yang melekat ditubuhnya
"Maaf pak, Putri lagi makan sama saya". Ucap Vano
"Ck, ambil makanan sama minuman kamu, terus pindah ke meja lain". Ucap Andrian
"Baik, baik pak". Ucap Vano
Putri tertawa kecil sambil menunduk
"Put?". Panggil Adrian
"Gue denger dari Aksa, katanya suami lu koma? Gimana kondisinya sekarang?". Tanya Adrian sambil duduk dikursi hadapan Putri
"Udah sadar kok..."
"Eum, ngomong-ngomong bapak ngapain disini?". Ucap Putri
"Enak aja bapak. Panggil gue Adrian. Gue abis meeting terus gue laper ya gue kesini". Jawab Adrian
"Kenapa ngga makan sama atasan yang lain?"
"Ngga mau, mau nya makan sama lu".
"Aneh".
"Hahaha, oh iya perasaan gue sering banget liat lu berdua sama tu bocah culun?".
"Bocah culun? Siapa?".
"Anak yang tadi disini, sama lu".
"Oh haha Vano? Kita temenan, emang kenapa?".
"Gapapa sih, gue kira dia cowok lu juga..."
"Gue jadi inget waktu lu dijemput sama cowok lu. Gimana akhirnya? Lu ribut sama dia?".
"Iya dan itu gara-gara lu".
"Hahaha terus? Putus?".
"Ya iya lah..."
"Kayaknya lu kepo banget ya sama gue? Jangan naksir gue ya Adrian, gue udah punya suami kesayangan".
"Dih pede banget ini istri orang? Haha gue tuh senang aja ngeliat lu, ngingetin gue sama Adinda, adik gue yang udah meninggal".
Putri terdiam dengan kedua alis yang saling bertautan
"Adik lu yang udah meninggal? Apa hubungannya sama gue?".
"Dia mirip banget sama lu Put. First time ketemu lu di club, gue ngeliat lu dari deket, dan itu bikin gue kangen sama adik gue".
"Hmm gitu". Ucap Putri mengangguk
"Eh bentar, gue pesenin minum dulu ya buat lu, eum, lu udah makan belum?". Tanya Putri
"Belum hehe". Jawab Adrian
"Mau makan apa?".
"Samain aja deh kayak punya lu".
"Ok, tunggu ya". Ucap Putri diangguki Adrian
Dua puluh menit berlalu, Putri dan Adrian telah menyelesaikan makan siang mereka. Adrian sedikit bangun dari duduknya untuk mengeluarkan dompet dari saku celana
"Tunggu sini, biar gue yang bayar". Ucap Adrian
__ADS_1
"Eh, jangan, gue aja". Ucap Putri
"Gue aja. Duduk yang anteng". Ucap Adrian sebelum meninggalkan Putri menuju salah satu pedagang makanan yang ada disana
"Put, kok kamu bisa akrab sih sama pak Adrian?". Tanya Vano menghampiri Putri yang sedang memainkan ponselnya
"Engga, biasa aja". Ucap Putri
"Keliatannya gitu, kamu sama dia deket". Ucap Vano
"Masalah buat kamu?". Tanya Adrian sambil memakai jas formalnya
"Engga pak, maaf saya permisi pak". Vano membungkuk sebelum meninggalkan meja Putri dan Adrian
"Lu mau masuk kan? Ayo sama gue". Ucap Adrian diangguki oleh Putri
"Oh iya, thanks ya traktirannya hehe".
"Iya, santai aja".
"Eum, lu ngga balik ke kantor?". Tanya Putri
"Ngusir?".
"Eh, engga. Gue mana berani ngusir lu, hehe".
"Gue masih mau ketemu sama lu". Ucap Adrian
"Ck, kan gue bilang jangan naksir gue, Adrian".
"Kadang terlalu percaya diri juga ngga bagus, Put".
"Hahaha, gue penasaran, emang semirip apa sih gue sama adik lu?".
"Wait". Adrian meraih ponsel disaku jas nya
"Nih, liat". Ucap Adrian menunjukkan layar ponselnya. Putri terkejut
"Ini sih kembaran gue. Berasa ngaca". Ucap Putri
"Ya kan? Ngeliat lu bikin gue kangen sama dia". Ucap Adrian dengan tatapan sendu
"Sabar". Ucap Putri, Adrian mengangguk pelan
"Gue masuk ya, mau ngadem". Ucap Putri saat sudah tiba didepan ruang kerjanya
"Silahkan". Ucap Adrian tersenyum
---
"Kamu udah tau besok Raja wisuda?". Tanya Dewa
"Udah". Jawab Putri
"Yaudah, besok kakak jemput ya, kita berangkat bareng".
"Eum, aku bingung kak, kayaknya kak Tahta ngga mau dateng, ngga mungkin aku ninggalin kak Tahta dirumah, nanti dia marah".
"Kenapa ngga dateng?".
Putri menarik nafas dalam sebelum memulai ucapannya
"Jadi kemarin kak Raja kerumah, jenguk kak Tahta. Eh mereka malah selisih, ribut gitu". Ucap Putri
"Kebiasaan dua anak itu. Kalo udah begitu Tahta ngga akan mau dateng".
"Kayaknya sih gitu. Tapi coba nanti aku bujuk kak Tahta".
"Yaudah, nanti kabarin kakak ya kamu sama Tahta ikut apa engga".
"Iya kak..."
"Ayo, kakak mau masuk dulu ngga ketemu ayah sama ibu?". Tanya Putri saat mereka sudah tiba didepan rumah
"Besok aja sekalian ya sayang, kakak ada janji ketemu orang, biasa, bisnis". Jawab Dewa tersenyum
"Yaudah kalo gitu". Ucap Putri melepas seatbeltnya
"Salam buat ayah sama ibu ya, besok kakak main kerumah". Ucap Dewa mengusap kepala Putri
"Iya kak. Yaudah aku turun ya. Kakak hati-hati dijalan".
"Siap".
Putri tersenyum sebelum turun dari mobil Dewa. Setelah memastikan Dewa pergi meninggalkan halaman rumahnya, Putri melangkah memasuki pintu utama
"Kak, kak Tahta lagi ngapain?". Tanya Putri saat berpapasan pada Aris ditangga
"Lagi ngerjain tugas kuliah kak Put, mau saya bantu mandi tapi mas Tahta ngga mau. Katanya sama kak Put aja". Jawab Aris
"Haha, yaudah, makasih kak". Ucap Putri sebelum kembali melangkah
"Sama-sama kak Put".
Setibanya dikamar, Putri langsung menaruh tas nya dan menghampiri Tahta yang sedang duduk bersandar diatas ranjang dengan laptop yang berada diatas pahanya. Putri mengucap salam sembari mencium tangan suaminya itu
"Pulang sama bang Dewa kan?". Tanya Tahta
"Iya sayangku. Kamu belum mandi kan? Mandi yuk, aku juga mau mandi, gerah banget".
"Duduk dulu sebentar, kan capek baru pulang".
"Udah ngga betah".
Putri segera melepaskan seluruh pakaian kerjanya, menyisakan underwa*e atas dan bawah, lalu ia gulung tubuhnya dengan handuk
"Ayo mandi, tugasnya lanjut nanti aja. Kamu kan mau terapi sebentar lagi". Ucap Putri sambil meraih laptop Tahta dan ia letakkan diatas meja, setelah itu membantu Tahta melepaskan seluruh pakaiannya
"Udah ngga ada harga dirinya ditelan jangin begini". Ucap Tahta
"Hahaha kan mau mandi sayang". Ucap Putri sambil menutupi tubuh bagian bawah Tahta dengan handuk
Setelah itu menarik kursi roda dan membantu Tahta duduk diatasnya
"Let's go".
---
Syudah. mari kita lanjutkan besok
__ADS_1
yang guanteng, yang cuantek, jangan lupa likenya biar aku semangat updatenya. gomawo, sarangeeeeekā„