Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Kabar Gembira


__ADS_3

"Aku tau mungkin perubahan Nagita ini balasan karna aku ngga pernah bisa bener-bener cinta sama dia..."


"Faktanya aku butuh dia karna dia punya sikap yang sama kayak kamu. Dan sekarang aku masih nunggu dia buat berubah..."


"Tapi kamu jangan berfikir buruk soal aku, jujur aku udah ikhlas liat kamu sama Tahta, aku ngga mau ngerusak kebahagiaan kamu..."


"Aku akan cari caraku sendiri buat dapetin kasih sayang dan perhatian dari orang yang persis kayak kamu". Ucap Raja


"Aku tetap sayang sama kamu kok meski sebagai kakak, tapi aku ngga bisa terlalu perhatian kayak semasa kita pacaran". Ucap Putri


"Iya aku ngerti, gimana pun juga Tahta yang lebih utama, dia yang lebih butuh perhatian kamu..."


"Makasih udah mau dengerin aku, aku tau kamu masih yang terbaik, beruntung Tahta milikin kamu, hehe". Ucap Raja sambil tersenyum


"Kalo kamu butuh teman cerita lagi, aku siap dengerin kamu". Ucap Putri


"Iya, makasih, ya".


Raja mengakhiri ucapannya dengan memberi kecupan dikening Putri, membuat Putri tersenyum tipis


"Hujannya makin deras, jadi mampir ke kafe?". Tanya Raja


"Pulang aja, kak". Ucap Putri, Raja mengangguk paham dan segera melajukan mobilnya


Setibanya dirumah, mereka segera menuju kamar masing-masing, Putri segera membersihkan diri dan berganti pakaian rumahan, lalu turun ke lantai bawah untuk sekedar memakan buah sambil menunggu Tahta pulang dari kuliahnya


"Sepi, ngga ada kak Dewa, ngga ada kak Tahta..."


"Kak Raja kayaknya lagi sibuk dikamar"


Putri menghela nafas panjang sambil menyandarkan tubuhnya, ia menoleh kearah kolam renang, seketika ia tersentak saat melihat beberapa karpet bulu yang basah terguyur hujan


"Loh? Bi Ida belum pulang ya sampai jemurannya belum diangkat?"


Putri pun bangun dari duduknya dan segera menuju pintu pembatas antara dapur dan kolam renang, ia berlari kecil untuk menepikan satu persatu karpet tersebut. Sampai tidak menyadari kalau tubuhnya sudah basah kuyup


"Ya ampun, bodohnya gue. Baru mandi udah basah lagi..."


"Ya udah lah, nanggung"


Putri melanjutkan kegiatannya, ia memindahkan satu persatu karpet tersebut ke tempat yang tidak terjangkau hujan


"Kalau hujan-hujanan gini, jadi inget waktu ulang tahun kak Tahta yang ke sepuluh, kita dansa dibawah hujan, hehe..."


"Andai sekarang ada kak Tahta, pasti udah gue ajak dansa, romantis banget kan?..."


"Kak Tahta peluk pinggang gue, terus kita pegangan tangan kayak gini". Batin Putri sambil mengangkat satu tangannya keudara, seolah sedang menggenggam tangan seseorang saat berdansa


"Terus kita ke kanan...ke kiri...menikmati iringan musik dansa". Batin Putri saat kakinya perlahan-lahan melangkah ke kanan dan kiri,


"Duh, jadi halu. Kayaknya gue udah gila". Putri memejamkan matanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya,


"Eh?". Putri tersentak saat tangannya digenggam oleh seseorang,


"Kak Raja?". Tanya Putri


"Mau dansa?". Tanya Raja sambil tersenyum


"Ah, engga kak. Tadi cuma...ngebayangin aja, hehe..."


"Duh, jadi malu". Gumam Putri


Raja tersenyum, ia pun meraih pinggang Putri dan segera menggenggam tangannya, kini posisi mereka sangat dekat, selayaknya orang berdansa


"C'mon". Ucap Raja


Putri terdiam sejenak, ia masih terkejut dengan kedatangan Raja yang tiba-tiba mengajaknya berdansa. Raja memberi kode Putri untuk menaruh tangannya kebelakang punggungnya

__ADS_1


Putri mengangguk patuh, ia melingkarkan tangannya sampai punggung Raja. Tubuh mereka sudah melekat, dibawah guyuran hujan, mereka mulai bergerak ke kanan dan kiri, selangkah demi selangkah


Mereka saling melempar senyum dan saling bertatapan meski pandangan mereka terhalang hujan. Suasana di tepi kolam renang saat itu terlihat sangat romantis, dinginnya atmosfer hujan kalah dengan hangatnya suasana yang mereka ciptakan


Namun tidak dengan sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka, ia menciptakan suasana yang panas membara, hatinya terbakar api cemburu melihat sepasang mantan kekasih itu sedang berdansa selayaknya pasangan yang dimabuk cinta


"Kurang ajar"


Bruk,


Raja tersungkur, kepalanya terbentur dinding disisi kolam renang


"Kak Tahta?".


Amarah Tahta meledak, ia menghampiri Raja yang sedang meringis kesakitan, ia pun meraih ujung kaos yang dipakainya


"Heh, bangsat..."


"Gue baikin malah ngelunjak lu, ya?!..."


"Maksud lu apa berduaan sama istri gue kayak gini?!". Tanya Tahta sambil mencengkram kuat kaos Raja


"Kak, jangan marah, dulu. Ini bukan salah kak Raja". Ucap Putri sambil meraih tangan Tahta


"Iya! Bukan salah Raja!..."


"Tapi salah kalian berdua! Salah kamu juga!". Ucap Tahta dengan emosi menggebu-gebu


"Iya, ini salah aku! Lepasin kak Raja! Kak Raja ngga salah!". Ucap Putri sambil menarik tangan Tahta yang masih mencengkram Raja


"Heh? Ngebelain? Sayang banget ya sama orang ini?". Tanya Tahta sambil melirik Raja


Raja meraih tangan tangan Tahta dengan niat ingin melepaskan dari kaosnya, namun tangan Tahta semakin kencang, Tahta pun segera memberi bogem mentah pada wajah sang kakak, bertubi-tubi tanpa ampun


"KAK TAHTA, STOP!!!". Jerit Putri dengan mata yang sudah merah berkaca-kaca


Putri menghampiri Tahta, ia raih tangan Tahta dengan kasar


"Ini salah aku juga!". Ucap Putri


"Put, kamu...jauh-jauh". Ucap Raja dengan suara serak, Putri menggeleng-gelengkan kepalanya


"Kenapa diem?!". Tanya Putri menatap Tahta


"Ck, ngga penting". Ucap Tahta sambil menghempas tangan Putri dengan kasar, membuat Putri terhuyung kearah meja


Tahta terkejut, begitu pun dengan Raja. Tahta hendak menghampiri Putri namun didahului oleh kakaknya itu. Putri meringis kesakitan sambil memegangi perutnya


Kini Raja emosi, ia bangun dari posisinya dan menghampiri Tahta yang terlihat linglung dengan tatapan bersalah, Tahta menyesali apa yang ia perbuat, ia telah menyakiti istri kecilnya, wanita yang sangat ia cintai


"Mput...kakak...kakak ngga sengaja".


"Bugh"


Tidak segan Raja pun memberi satu tinjuan kencang disudut bibir Tahta


"Kak Raja...udah, kak". Ucap Putri dengan suara pelan


"Mput!!". Tahta berteriak, Raja menoleh, ia terkejut saat melihat Putri pingsan


Raja berlari kearah Putri, ia angkat kepalanya dan ia letakkan diatas pahanya, Raja berusaha membangunkan Putri


"Ini gara-gara lu, brengsek..."


"Gue ngga akan tinggal diam kalau Putri kenapa-napa". Ucap Raja


Raja segera bangun dan membopong Putri meninggalkan area kolam renang. Meninggalkan Tahta yang sedang menangis diposisinya. Tahta pun meninju lantai berkali-kali sebelum berteriak sekencang-kencangnya

__ADS_1


---


"Ok, thanks"


Raja memutus sambungan telfonnya setelah memberi tahu Dewa perihal kondisi Putri. Raja semakin gelisah, dokter yang menangani Putri tidak kunjung keluar dari ruangannya


Raja mulai kedinginan, sesekali ia memeluk tubuhnya yang belum sempat berganti pakaian. Tidak berselang lama, dokter pun keluar dari ruangannya, Raja bangun dari duduknya dan menghampiri dokter tersebut


"Gimana adik saya, dok?". Tanya Raja


"Adik mas baik-baik saja dan udah siuman dari pingsannya, tidak ada luka dalam diarea yang terbentur, hanya terdapat luka lebam kebiruan..."


"Tapi mas tidak perlu khawatir, saya akan memberikan krim untuk menghilangkan nyeri dan lebam tersebut..."


"Dan beruntung benturan tersebut tidak berpengaruh pada janin yang dikandungnya, janin nya baik-baik saja".


Raja menautkan kedua alisnya mendengar ucapan dokter tersebut


"Janin? Adik saya hamil, dok?".


"Loh, maaf? Mas nya tidak tahu? Adik mas hamil, sudah minggu ketiga".


Seketika Raja membungkam mulut dengan tangan yang ia kepal


"Kalo gitu saya permisi, mas". Ucap dokter itu sebelum meninggalkan Raja


"Ah, iya, dokter, terimakasih". Ucap Raja sambil mengangguk kecil


"Putri hamil, syukur lah". Batin Raja sambil tersenyum


Raja melangkah memasuki ruangan Putri, Putri pun menoleh dengan senyum mengembang dibibirnya


"Kak, kata dokter aku hamil". Ucap Putri, Raja pun mengangguk sambil tersenyum


"Selamat, ya. Kakak senang dengarnya". Ucap Raja mengusap kepala Putri


"Makasih, kak". Ucap Putri, Raja mengangguk sambil tersenyum


"Perut kamu gimana? Masih sakit ngga?".


"Sedikit, kata dokter ada lebam".


"Iya, nanti dikasih krimnya".


"Oh iya, kok kakak belum ganti baju? Nanti masuk angin, kak".


"Mana sempat ganti baju? Kakak panik, buru-buru bawa kamu kerumah sakit". Ucap Raja sambil tersenyum


"Hmm, makasih ya, kak..."


"Maafin aku juga, karna kita dansa, kakak jadi dipukulin sama kak Tahta".


"Bukan salah kamu, ngga usah dipikirin ya. Sekarang kamu fokus sama kehamilan kamu".


---


Bersambung~


bye the way selamat atas kehamilannya neng Mput, akhirnya jadi juga kecebongnya hehehe


Ok, aku bakal spill visual terakhir nih, female lead di cerita ini, bumil kesayangan kita 😍




__ADS_1


tuh aku kasih tiga sekaligus, karena cancik syekali 😍


jangan lupa untuk terus dukung cerita ini ya biar aku samangat update. tenchuuuu


__ADS_2