Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Mabuk


__ADS_3

Setibanya dirumah, kedatangan Raja sudah ditunggu oleh Andin, teman dekatnya sejak sekolah menengah atas


Andin yang sedang duduk disofa ruang tamu, segera bangkit dan berhambur memeluk Raja sambil menangis


Putri pun menarik tangannya dengan kasar dari genggaman Raja dan berjalan cepat menaiki tangga menuju kamarnya


Raja yang mulai panik, tidak membiarkan Andin untuk memeluknya terlalu lama, ia langsung mendorong Andin sampai terhuyung ke arah sofa


Sementara Tahta yang melihat seluruh kejadian tersebut dari arah ruang keluarga, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menyusul Putri ke kamarnya


"Hayo, mulai deh, ngambek lagi". Ucap Tahta


"B aja". Ucap Putri


"Hehehe abis beli apa tuh?". Tanya Tahta sambil melirik paper bag yang berada diatas ranjangnya


Putri pun buru-buru menyambar paper bag nya dan memasukannya kedalam lemari pakaiannya


"Ngga boleh liat, ini baju khusus cewek". Ucap Putri


"Hah? Baju apaan?". Tanya Tahta


"Itu loh, kayak lingerie gitu, tau ngga?". Jawab Putri


"Tau, baju tidur kamu kan". Ucap Tahta


"Hahaha ngakak". Ucap Putri


"Padahal isinya jaket buat kado". Batin Putri sambil tersenyum


"Besok jadi dinner ngga?". Tanya Tahta


"Jadi dong, cie yang mau ultah, nambah tua". Ucap Putri sambil mencolek dagu Tahta


Tok tok tok


"Put, kakak masuk ya". Ucap Dewa dari balik pintu


"Iya kak". Ucap Putri


Dewa pun seger membuka pintu dan melangkahkan kakinya memasuki kamar Putri


"Ngapain lu?". Tanya Dewa pada Tahta


"Kepo". Jawab Tahta


"Oh iya kak aku ngga sempet beli waffle, belum lama disana, eh udah ditelfon sama kak Tahta disuruh pulang". Ucap Putri pada Dewa


"Siapa yang disuruh pulang?". Tanya Dewa


"Tuh, cowok yang dibawah, yang lagi berduaan sama TTM nya". Jawab Putri


"Haha temen tapi mesra". Ucap Tahta


"Yaudah gapapa..."


"Kakak kesini cuma mau liat kirain kamu ngambek lagi, ternyata engga, ada yang nemenin". Ucap Dewa


"Ganggu lu". Ucap Tahta


"Bodo amat..."


"Oh iya kakak denger dari perawat yang jaga ayah, katanya ayah udah siuman ya, maaf ya kakak belum sempet jenguk". Ucap Dewa


"Ayah udah sadar Mput?". Tanya Tahta


"Udah kak". Jawab Putri


"Besok kakak kerumah ya". Ucap Tahta


"Iya, bareng kak Dewa aja". Ucap Putri


"Ngga bisa sayang masih banyak kerjaan, paling weekend ya". Ucap Dewa


"Hmm yaudah gapapa". Ucap Putri


"Proyek nya banyak tapi pelit banget ngga beliin gue motor". Ucap Tahta


"Besok dianter". Ucap Dewa


"Hah? Lu serius bang?". Tanya Tahta


"Hmmm". Jawab Dewa sambil mengangguk


"Asik hehehe". Ucap Tahta


"Wiih dapet kado motor". Ucap Putri


"Bulan depan kamu yang ulang tahun, mau kado apa?". Tanya Dewa pada Putri


"Ngga usah kak, ngga mau apa-apa". Ucap Putri


"Minta mobil". Ucap Tahta


"Engga engga, ngga bisa nyetir, aku takut juga". Ucap Putri


"Oh iya jangan deh, nanti kakak ngga bisa nganter jemput kamu kalo punya mobil hehe". Ucap Tahta


"Gimana sih, bukannya enak kalo ada mobil bisa kemana-mana sendiri". Ucap Dewa


"Heh lu kayak ngga tau Raja aja, mana boleh Mput kemana-mana sendiri, apalagi punya mobil". Ucap Tahta pada Dewa


"Ya pake supir". Ucap Dewa


"Hahaha kakak lebay, ngga usah sih kak, yang penting ultah ku nanti cukup ada kak Dewa sama kak Tahta aja aku udah seneng..."


"Kak Raja ngga usah diajak, biarin aja dia sama TTM nya, betah banget tuh nemenin dibawah". Ucap Putri


"Kalo cemburu samperin aja Mput". Ucap Tahta


"Engga, biasa aja". Ucap Putri


"Yaudah gak usah dipikirin. Kamu nginep disini?". Tanya Dewa


"Iya kak". Jawab Putri


"Yaudah, kakak mau kebawah dulu, ada kerjaan". Ucap Dewa sambil mengusap kepala Putri lalu beranjak dari kamarnya


"Kamu mau tidur?". Tanya Tahta


"Engga". Jawab Putri


"Yaudah kakak kekamar ya, skripsi sedang menunggu". Ucap Tahta


"Hahaha kakak jadi nyontek skripsi kak Raja?". Tanya Putri


"Ya ampun siapa yang nyontek sih sayang, lagain udah kakak hapus, kakak mikir sendiri". Ucap Tahta


"Hahaha yaudah sih biasa aja, kan cuma nanya, yaudah sana". Ucap Putri


Tahta meraih wajah Putri dan memberikan kecupannya dikedua pipi Putri


"Kakak tinggal ya, jangan mikirin yang ngga penting". Ucap Tahta sambil berjalan kearah pintu kamar Putri


"Iya kak". Ucap Putri


"Maksudnya gak penting tuh apa? Mikirin Raja sama TTM nya? Dih males banget". Batin Putri


Putri meraih ponsel yang berada di dalam tas nya dan segera melakukan pemesanan kue tart untuk Tahta, setelah itu menuju lemari pakaiannya untuk mengganti pakaian tidur


"Huh..."


"Tau gini gue balik aja kerumah ayah". Batin Putri sambil membaringkan tubuhnya diatas ranjang


Putri kembali meraih ponselnya dan membuka pesan singkat, ia memilih untuk berbalas pesan dengan Nindi untuk mengusir rasa jenuhnya didalam kamar


Tidak berselang lama, sosok Raja pun masuk kedalam kamarnya, Raja segera menyusul Putri dan merangkak menaiki ranjangnya


Putri yang merasa waspada dengan kehadiran Raja, buru-buru mengubah posisinya menjadi duduk dan meraih bantal untuk menutupi tubuh bagian depannya


"Kenapa sih?". Tanya Raja

__ADS_1


"Ganti baju, aku ngga mau nyium wangi cewek lain dibadan kamu". Ucap Putri


Raja pun menghirup pakaian yang ia gunakan


"Engga kok, ini wangi parfum aku". Ucap Raja


"Tetep aja pasti ada yang nempel, sana ganti baju". Ucap Putri


"Baju aku dikamar". Ucap Raja


Raja pun melepaskan seluruh pakaian atasnya dan kembali berbaring diranjang Putri


"Enak banget gak pake baju". Ucap Putri


"Katanya kamu ngga mau nyium wangi cewek lain, yaudah aku lepas". Ucap Raja


"Ih nyebelin". Ucap Putri


Putri pun membaringkan tubuhnya membelakangi Raja. Raja yang melihat tingkah Putri mencoba berusaha untuk menahan tawanya


"Kenapa sih sayang". Ucap Raja sambil mengusap rambut panjang Putri yang terurai diranjang


"TTM kamu udah pulang?". Tanya Putri


"Hmm jadi nyonya Raja marah, kan tadi udah janji ngga bakal marah". Ucap Raja


"TTM kamu udah pulang belum?". Tanya Putri


"Ya ampun itu cuma temen-"


"Temen tapi mesra". Ucap Putri saat memotong ucapan Raja


"Hihi gemes kalo kamu marah gini". Ucap Raja


Raja mendekatkan tubuhnya kearah Putri dan memeluk erat tubuh Putri dari belakang


"Ngapain sih, lepasin ngga". Ucap Putri


"Ngga mau..."


"Maaf ya, aku ngga tau kalo dia bakal peluk aku kayak tadi". Ucap Raja


"Ngapain minta maaf, lagian aku ngga marah kok, biasa aja..."


"Aku kan bukan istri kamu, jadi kamu bebas mau pelukan kek, ciuman kek sama cewek lain". Ucap Putri


"Hmm kode minta dinikahin, sabar ya sayang". Ucap Raja


"Apaan sih, siapa yang mau dinikahin". Ucap Putri


"Terus mau nya apa? Di kawinin? Yuk". Ucap Raja


"Dih ngga jelas..."


"Udah sana ke kamar, emang ngga ngerjain tugas?". Tanya Putri


"Gimana mau ngerjain tugas kalo kamu nya marah gini. Aku nya ngga konsen..."


"Balik kesini deh, masa aku ngomong sama kepala kamu". Ucap Raja sambil membalikkan tubuh Putri kearahnya


"Nah kalo gini kan keliatan, cantiknya". Ucap Raja


"Kak Andin kenapa? Kok nangis?". Tanya Putri


"Dia keguguran, di dorong sama selingkuhan cowoknya". Ucap Raja sambil mengusap pipi Putri


"Serius?". Tanya Putri


"Iya, setelah kita temuin dia sama Alvin, mereka sempet baik-baik aja..."


"Terus kemarin, waktu Alvin lagi di kosan nya Andin, ceweknya nyamperin, mereka berdua ribut, Andin didorong ke meja dan dia pendarahan terus keguguran". Ucap Raja


"Kasian dedenya". Ucap Putri


"Iya, sekarang ceweknya lagi dicar polisi, orang tuanya Andin yang laporin". Ucap Raja


"Hmm gitu, kasian ya kak Andin. Pasti sedih banget kehilangan anaknya". Ucap Putri


"Pasti". Ucap Raja


"Tidur gih, aku mau ke kamar". Ucap Raja


"Cium dulu". Ucap Putri


"Tumben minta duluan". Ucap Raja


"Pengen". Ucap Putri


"Pengen apa? Pengen ehem ehem?..."


"Hahahaha jadi inget ayah, lucu banget". Ucap Raja


"Haha ada-ada aja ya". Ucap Putri


Putri segera mendongakkan kepalanya dan menyambar bibir Raja dengan lembut, kedua tangannya pun ia lingkarkan pada leher Raja untuk memperdalam ciuman mereka


Beberapa menit berlalu, mereka segera melepaskan tautan bibir mereka,


Putri segera menutupi tubuhnya dengan selimut dan bersiap untuk tidur, sementara Raja meraih pakaiannya dan keluar dari kamar Putri


"Buset, kayaknya abis setoran nih". Ucap Tahta saat melihat Raja yang bertelan jang dada keluar dari kamar Putri


"Hahahaha kepo lu anak kecil". Ucap Raja sambil berjalan memasuki kamarnya


"Eh bang, besok gue dinner ya sama Mput". Ucap Tahta


"Iya". Ucap Raja


Raja pun segera menutup pintu kamarnya sementara Tahta juga segera masuk kedalam kamar untuk melanjutkan tugasnya


---


Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, Putri terbangun dari tidurnya karena alarm pada ponselnya sudah berbunyi tepat dibawah bantalnya


Ia sengaja mengaktifkan alarm untuk memberikan kejutan kepada Tahta tepat pukul dua belas malam


Setelah mematikan alarmnya, Putri menyingkirkan lengan Raja yang senantiasa memeluknya saat tertidur. Setelah itu ia segera menuju dapur untuk menyiapkan kue tart yang sudah ia pesan


"Hahahaha sumpah lucu banget kue nya gambar doraemon..."


"Kak Tahta pasti kaget dikasih kue begini hehe". Batin Putri sambil tersenyum


Putri segera memasangkan lilin dengan angka dua dan tiga diatasnya, setelah itu menyiapkan minuman berupa bir dengan kadar alkohol rendah dan juga beberapa makanan ringan untuk menemani malam mereka


Setelah semuanya siap, Putri kembali memasukkan kue tart nya kedalam paper bag agar lebih mudah untuk membawanya menuju kamar Tahta


Tidak lupa ia juga membawa nampan berukuran sedang yang berisi satu botol bir dan dua gelas kaca berukuran kecil


"Biasanya jam segini kak Tahta belum tidur, sekarang aja kali ya". Batin Putri sambil melihat kearah jam dinding diruang keluarga


Waktu tersisa lima menit lagi menuju jam dua belas malam. Putri segera menaiki tangga menuju kamar Tahta


Setibanya didepan pintu kamar Tahta, Putri segera memutar knop pintunya secara perlahan, saat ia mencondongkan kepalanya kearah dalam, Tahta tersenyum sambil memperhatikannya dari arah meja belajar


"Ngapain sayang, kok ngga tidur". Ucap Tahta sambil berjalan kearahnya


"Ih bawa minuman, dimarahin Raja loh". Ucap Tahta saat melihat nampan ditangan Putri


"Ssstt jangan berisik kak Raja udah tidur". Ucap Putri


Tahta mengambil alih nampan ditangan Putri dan membawa Putri menuju ruang tv yang terletak di seberang ranjang tidurnya


"Ada apa sih repot banget bawaannya". Ucap Tahta


"Hehe pengen minum sama kakak, udah lama kan ngga minum bareng". Ucap Putri


Putri pun mengeluarkan kotak berisi kue tart dan ia letakkan diatas meja dihadapan mereka


"Ya ampun, kuenya harus doraemon ya, ngga sekalian hello kitty?". Ucap Tahta sambil tertawa


"Hahaha ngakak, sengaja. Yang penting tiup lilin". Ucap Putri

__ADS_1


"Semenjak mama ngga ada, kakak ngerayain ulang tahun cuma bertiga, kakak, kamu sama papa..."


"Sekarang papa ngga ada, cuma kamu yang masih sempet nyiapin ini buat kakak..."


"Dan kalo nanti kamu udah nikah, kakak bakal sendirian, ngga ada yang nemenin kakak ngerayain ulang tahun". Ucap Tahta


"Iiih kok ngomongnya gitu, aku bakal selalu nemenin kakak, kita rayain ulang tahun bareng-bareng". Ucap Putri sambil tersenyum


"Makasih ya Mput". Ucap Tahta


"Iya sama-sama kak. Sekarang tiup lilin ya". Ucap Putri sambil memantik korek gas diatas kedua lilin angka


"Make a wish". Ucap Putri


Tahta mengangguk dan segera memejamkan kedua matanya untuk membuat harapan serta doa di ulang tahunnya kali ini


Harapan dan doanya ini, tentu saja untuk kebaikannya di masa depan. Dan tidak lupa ia menyampaikan keinginan nya agar selalu bisa bersama dengan Putri, adik kesayanganya.


Itu adalah harapan yang tidak pernah terganti disetiap ulang tahunnya


Setelah membuat harapan dan doa, Tahta segera meniup lilin yang berada diatas kue tersebut dan disambut tepukan tangan kecil dari Putri


"Yeay, selamat ulang tahun kakakku sayang". Ucap Putri sambil memeluk Tahta dan disambut dengan pelukan Tahta yang sangat erat


"Makasih ya sayangku". Ucap Tahta


"Sama-sama kak". Ucap Putri


Putri menangkup wajah Tahta dan mendaratkan kecupannya di kedua pipi Tahta dengan penuh kasih sayang


"Kakak ngga usah sedih, aku bakal selalu nemenin kakak ngerayain ulang tahun..."


"Karna dari kecil, cuma kakak yang selalu ada buat aku, kakak juga yang selalu ada di hari ulang tahun aku". Ucap Putri


"Haha udah udah kok jadi sedih gini sih, kakak potongin kue nya ya". Ucap Tahta sambil meraih pisau pemotong kue tersebut lalu ia suapkan untuk Putri


"Eumm enaak". Ucap Putri


"Mau lagi?". Tanya Tahta


"Engga ah, diet". Jawab Putri


"Diet tapi kamu bawa cemilan banyak gini apa bedanya". Ucap Tahta


"Hehe kan buat kakak". Ucap Putri


Putri menuangkan bir didalam botol tersebut kedalam gelas mereka, dan mereka pun bersulang sebelum meneguk minumannya


"Eumm, udah lama ngga minum lagi rasanya kayak aneh". Ucap Putri sambil bergidik


"Perasaan tiap tahun baru minum deh kalo bakar-bakar". Ucap Tahta


"Tahun lalu dong, aku sih udah lama ngga minum..."


"Tapi enak, lagi ah". Ucap Putri sambil menuang kembali minumanya


"Kakak juga dong". Ucap Tahta


Putri mengangguk dan segera menuangkan bir nya kedalam gelas Tahta. Mereka pun kembali meneguk minumannya bersama-sama


"Ngga mabok kan?". Tanya Tahta


"Hmm pusing dikit sih hehe". Jawab Putri


Putri menyandarkan tubuhnya disandaran sofa. Sementara Tahta menghidupkan TV dan memutar film dengan genre komedi, setelah itu ikut menyandarkan tubuhnya disisi Putri


"Kakak lagi ngerjain skripsi ya?". Tanya Putri


"Udahan kok, tadi lagi download film". Jawab Tahta


"Ooh". Jawab Putri sambil mengangguk


Tiga puluh menit telah berlalu, Putri dan Tahta masih bertahan diposisi mereka. Namun kondisi mereka saat ini sudah sama-sama merasakan sakit pada bagian kepala mereka,


Putri pun sedari tadi menyandarkan kepalanya pada bahu Tahta, begitu pun dengan Tahta yang menyandarkan kepalanya diatas kepala Putri


"Mput". Ucap Tahta


"Apa". Ucap Putri


"Kakak pusing banget". Ucap Tahta


Dengan perlahan Putri bangun dari sandarannya dan meraih gelasnya yang masih berisi minuman bir


Gluk gluk


Putri kembali meneguk minumannya setelah itu ia sodorkan kepada Tahta


"Minum lagi nih hehe". Ucap Putri


"Udah ah". Ucap Tahta


Tahta pun meraih botol minuman dihapannya yang sudah diminum habis oleh mereka berdua


"Ini...kebaca ngga? Tulisannya apa? Mata kakak burem". Ucap Tahta


Putri pun mencondongkan tubuhnya untuk membaca tulisan yang berada dibotol tersebut


"Red...wine..."


"Bukannya...cuma ada ini...di kulkas?". Tanya Putri


Bugh


Tahta menjatuhkan botol tersebut dari genggaman tangannya karena tangannya sudah merasa lemas


"Gak tau deh...kakak lupa...sakit banget". Ucap Tahta sambil menyandarkan tubuhnya kembali


Putri pun ikut kembali bersandar disofa


"Tidur...yuk". Ucap Putri


"Kamu...mau tidur sama kakak". Ucap Tahta


"Iya hehehe". Ucap Putri


Putri bersandar pada Tahta sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Tahta


"Kakak wangi". Ucap Putri saat mengendus aroma tubuh Tahta


"Hmmm? Apa yang wangi". Ucap Tahta


"Kakak wangi". Ucap Putri


"Apanya". Ucap Tahta


Putri kembali mengendus aroma tubuh Tahta sampai ke ceruk lehernya


"Geli sayang". Ucap Tahta


"Hehehe suka...wanginya". Ucap Putri


Tahta menggeliatkan area lehernya karena merasa geli yang amat menggelitik karena ulah Putri


"Mpuuut". Gumam Tahta


"Hmmm".


Putri mendongakkan kepalanya untuk menatap mata Tahta


Cup, Tahta mendaratkan ciumannya pada bibir Putri


Merasakan sesuatu yang kenyal dan hangat pada bibirnya, Putri pun secara tidak sadar membalas ciuman hangat dari Tahta dengan lembut dan intens sampai mereka larut terbawa suasana


Tahta mengangkat Putri keatas pangkuannya tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Putri pun segera mengeratkan pelukannya pada leher Tahta, sementara Tahta mengunci rapat pinggang Putri dipelukannya


"Eungh"


"Hmpph"


Suara lenguhan serta decakan dari bibir mereka turut memenuhi seisi ruangan tv dikamar Tahta. Mereka saling berbalas 'suara' disela-sela ciuman mereka

__ADS_1


---


Bersambung


__ADS_2