
Jam menunjukkan pukul dua dini hari. Putri terbangun dari tidurnya karena merasa ingin buang air kecil
Ia pun menundukan kepalanya untuk melihat Raja yang sedang tertidur pulas dengan wajah yang terbenam diantara kedua payu dara nya
Seketika Putri merasa malu, semburat merah terpampang dikedua pipinya saat teringat kejadian 'panas' yang telah mereka lewati berdua
Meski kondisinya masih kurang baik, tetapi ia dan Raja tidak kuasa lagi untuk menahan hasratnya yang telah memuncak,
Hingga mereka pun harus melewati malam yang panjang dengan saling 'memuas kan' satu sama lain. Sangat nikmat namun tidak sampai melewati batas
Setelah mengingat kejadian sebelum mereka tertidur, Putri segera membangunkan Raja untuk mengantarnya ke kamar mandi
Raja pun terbangun dari tidurnya dan langsung menjahili Putri, ia hi sap kembali salah satu pu ting payu dara Putri dengan gemas sampai Putri meloloskan suaranya
"Sayaaang...udah dong, ayo pipis, keburu ngompol". Ucap Putri
"Haha iya cintaku". Ucap Raja
Raja segera bangun dari posisinya dan membopong Putri kekamar mandi untuk buang air kecil
"Aaakhh...sakiiit". Ucap Putri sambil meringis
"Apanya yang sakit sayang? Kaki? Tangan apa kepalanya?". Tanya Raja dengan panik
"Ini aku, perih". Jawab Putri sambil menyentuh area inti nya
"Astaga, aku kekencengan ya". Ucap Raja
"Tau ah...udah tuh kamu pegangin aja semprotannya, aku yang bilas sendiri. Perih nanti kalo dipegang kamu". Ucap Putri sambil menunjuk shower kecil di kloset duduknya
Raja pun mengangguk patuh dan meraih shower tersebut, ia arahkan ke area inti Putri sementara Putri membasuhnya dengan perlahan sambil meringis
"Hmm perih bangeeeet". Ucap Putri
"Maaf sayang, aku ngga sengaja". Ucap Raja
Putri terdiam, ia menahan perih di bagian bawahnya setelah semalaman Raja men cum bu area intinya menggunakan mulut serta lidahnya dengan sangat kuat, hingga menyebabkan miliknya menjadi kemerahan dan menimbulkan rasa perih di bagian tertentu
Setelah selesai dengan kegiatannya, ia mengeringkannya dengan handuk dan Raja kembali memakaikan underw*re nya
"Ya ampun, sampe merah banget..."
"Maafin aku ya, Mungkin emang sakit karna ini pertama kalinya buat kamu". Ucap Raja
"Terus maksud kamu bakal ada yang kedua kalinya, ketiga kalinya? Seterusnya? Aku ngga mau. Sakit". Ucap Putri
"Tapi kan enak sayang, buktinya kamu sampe-"
"Diem ngga. Aku siram nih kalo ngomong terus". Ucap Putri sambil menutup mulut Raja dengan tangannya
"Ayo keluar, aku masih ngantuk". Ucap Putri
"Iya iya". Ucap Raja
Raja segera membawa Putri keluar dari kamar mandi dan kembali membaringkannya diatas ranjang
"Perih banget ya sayang?". Tanya Raja
"Hmmm". Jawab Putri
"Padahal semalem hampir aku masukin, tapi kasian. Jujur kayak ngeliat punya anak kecil..."
"Masih merah, kulitnya tipis, kecil lagi, bikin ngga tega". Ucap Raja
"Udah kek diem, kalo ngomongin itu lagi kamu ngga boleh tidur disini". Ucap Putri
"Iya iya maap, udah sih ngga usah ngambek". Ucap Raja
"Itu terakhir kalinya ya, aku ngga mau lagi. Kamu kalo udah nafsu sampe segitunya". Ucap Putri
"Dih masa terakhir kalinya sih, aku kan pengen lagi. Enak tau". Ucap Raja
Ctik, Putri menyentil kening Raja setelah Raja menyelesaikan ucapannya
"Diem, aku ngantuk". Ucap Putri sambil memejamkan kedua matanya
Raja pun menghela nafas berat, ia segera beringsut menuruni tubuh Putri dan kembali memeluk pinggangnya sampai kembali tertidur
.
Pukul tujuh pagi, Putri dan Raja baru selesai membersihkan diri, setelah mereka berpakaian, mereka segera turun kebawah untuk sarapan. Raja pun membopong Putri menuruni tangga menuju meja makan
"Waaaaw kak Tahta se xy banget". Ucap Putri saat melihat Tahta sedang berenang hanya menggunakan celana pendek ditubuhnya
"Apaan sih, tutup mata ngga". Ucap Raja sambil mendudukkan Putri di kursinya setelah itu menyiapkan sarapan untuk mereka berdua
"Seger pagi-pagi liat yang kayak gini". Ucap Putri
"Sayaaaang makan dikamar aja deh kalo kamu ngeliatin Tahta terus". Ucap Raja
"Hahahaha emang kenapa sih. Orang cuma ngeliat, ngomong-ngomong punya kak Tahta boleh juga ya hehe". Ucap Putri
"Sayang! Aku marah!". Ucap Raja
"Hahahahaha ngakak. Bercanda, lagian ngga keliatan dari sini. Lebay deh". Ucap Putri
"Kamu marah ngga kalo aku ngeliatin badan cewek lain?". Tanya Raja
"Hehe ya jangan dong, kan cuma bercanda". Ucap Putri
"Ngomongin apa sih". Ucap Dewa sambil berjalan menuju meja makan
"Ada deh. Kakak udah sarapan?". Tanya Putri
"Udah sayang. Oh iya nanti jam sembilan oma sama yang lain mau kesini". Ucap Dewa
__ADS_1
"Oma Ratna?". Tanya Putri
"Iya, oma, tante, om, Gisel, sama Arka". Jawab Dewa
"Cieee ada kak Gisel". Ucap Putri pada Raja
"Apaan sih..."
"Mau pada ngapain kesini?". Tanya Raja pada Dewa
"Main aja, udah lama juga kan ngga ngumpul". Jawab Dewa
"Oma sama yang lain tau ngga sih kak kalo aku bukan anak kandung papa sama mama?". Tanya Putri
"Oma sih tau, tapi kalo yang lain kakak ngga tau juga". Jawab Dewa
"Hmmm gitu". Ucap Putri
"Kita kerumah ayah yuk". Ucap Raja pada Putri
"Loh kan oma mau dateng, masa kita pergi". Ucap Putri
"Ngehindarin Gisel kali". Ucap Dewa
"Hah? Kamu ngajak aku kerumah ayah karna ngehindarin kak Gisel? Iya?". Tanya Putri pada Raja
"Engga, kata siapa". Jawab Raja
"Jujur. Bilang aja takut baper. Masih naksir ya?". Tanya Putri
"Engga, biasa aja. Cuma males ketemu". Ucap Raja
"Bohong, kamu masih suka sama dia makanya kamu ngehindar". Ucap Putri
"Apa sih, ngga gitu". Ucap Raja
"Udah udah ngga usah diterusin. Nanti ujung-ujungnya marahan lagi". Ucap Dewa
"Kebiasaan kalo cemburu ngomongnya ngelantur kemana-mana". Ucap Raja
"Siapa juga yang cemburu". Ucap Putri
"Terus kenapa sewot, sok tau lagi". Ucap Raja
"Lu bisa diem ngga, heran gue ngga mau ngalah". Ucap Dewa pada Raja
"Kenapa sih, jangan-jangan Raja emang takut baper ketemu kak Gisel..."
"Biar gimana pun juga mereka saudara jauh dan dulu mereka saling suka. Meskipun ngga jadian tapi rasanya cemburu banget". Batin Putri
"Kok bengong, ini...makan lagi". Ucap Raja sambil menunjukkan sendok ditangannya
Putri pun kembali membuka mulutnya dan menerima suapan dari Raja
"Siap-siapin hati. Takut baper ketemu mantan gebetan". Ucap Putri
"Lah dari kemarin gue ngajak lu nikah di KUA lu ngga mau". Ucap Putri
"Ngomongnya kasar ih". Ucap Raja
"Udahan, aku kenyang". Ucap Putri
"Yaudah, aku ambil obat dulu dikamar". Ucap Raja sambil bangkit dari kursinya meninggalkan meja makan
"Jadinya mau magang kapan sayang?". Tanya Dewa
"Libur semester aja kak, semoga udah sembuh". Jawab Putri
"Harus sembuh dong, kalo ngga sembuh bukan cuma magang yang ke tunda. Pernikahan kamu juga. Kan ngga nyampe sebulan lagi Raja lulus". Ucap Dewa
"Hehe perasaan kalo liat kak Raja kuliah kayaknya cepet banget, udah mau S2 aja. Kok aku berasa lama ya ngga kelar-kelar". Ucap Putri
"Sama aja, kan S2 cuma dua tahun. Apalagi Raja lulus S1 pas kamu lulus SMA, jadi rasanya kayak cepet". Ucap Dewa
"Mpuuut ku...ahh kangen banget". Ucap Tahta saat menghampiri Putri dan Dewa di meja makan
"Kangen kenapa. perasaan ketemu terus..."
"Aduuh serangan mendadak, hmm-"
Tahta meraih wajah Putri dan mengecup kedua pipinya dengan gemas
"Cium-ciumin mumpung ngga ada pawangnya". Ucap Tahta sambil terus menciumi pipi Putri secara bergantian
"Hahaha dasar". Ucap Dewa
"Udah ih basah". Ucap Putri sambil memegang bahu Tahta
"Hehe yaudah kakak mandi dulu". Ucap Tahta dan segera meninggalkan meja makan
"Hmmm". Jawab Putri
---
Tiga jam telah berlalu, rumah mereka sudah kedatangan nenek dan sanak saudara mereka dari keluarga sang papa
Mereka pun berbincang diruang keluarga sambil menikmati suguhan yang telah disajikan oleh bi Ida diatas meja setelah makan siang bersama
Putri pun duduk ditengah-tengah antara Raja dan Tahta, mendengarkan Dewa yang sedang asik berbincang dengan nenek serta om dan tantenya
"Oh iya tante denger Tahta mau nikah ya sama Putri, selamat ya. Udah mau jadi suami istri". Ucap Gina, kakak mendiang Sultan
"Eum bukan sama kak Tahta tante, tapi sama kak Raja". Ucap Putri
"Hah". Gina dan yang lain terkejut mendengar ucapan Putri
__ADS_1
"Sama Raja?". Tanya Gisel
"Loh kata oma Sultan sama istrinya bikin wasiat kan buat kamu sama Tahta". Ucap Gina
"Kenapa ngebahas ini". Batin Putri sambil menghela nafas berat
Melirik kearah Putri yang sepertinya tidak merasa nyaman, Tahta berinisiatif untuk segera menyelesaikan perbincangan tersebut
"Hehe Tahta ngga bisa tante, lagian Putri sama bang Raja pacaran, dan Tahta juga punya pacar. Jadi Putri nikahnya sama bang Raja aja". Ucap Tahta
"Emang boleh gitu ma? Mereka ngga nurutin wasiat Sultan?". Tanya Gina pada Ratna, sang mama
"Gapapa, lagi pula apa bedanya, toh sama-sama anaknya Sultan. Kita juga ngga bisa memaksakan kehendak, kalo anaknya ngga mau yasudah". Ucap Ratna
"Syukur lah oma ngerti". Batin Putri
"Jadi kapan rencana kalian menikah?". Tanya Bagas pada Putri dan Raja
"Bulan depan om, setelah Raja lulus". Jawab Raja
"Ooh yaudah, semoga lancar-lancar sampai hari H. Jangan sungkan minta bantuan om dan tante kalo butuh sesuatu ya". Ucap Bagas
"Iya makasih om". Ucap Raja
"Arka patah hati nih kakaknya mau nikah". Ucap Bagas pada sang anak, Arka, yang sejak kecil mendambakan Putri sebagai pendampingnya di masa depan
"Ah masih kecil, sekolah dulu yang bener". Ucap Raja
"Enak aja masih kecil, mau lulus SMP, curang nih bang Raja tiba-tiba mau nikahin kak Putri ". Ucap Arka
"Biarin. Masa kak Putri nikahnya sama anak SMP". Ucap Raja
"Kan nunggu aku lulus kuliah baru nikah". Ucap Arka
"Kelamaan, kak Putri udah nenek-nenek". Ucap Raja
"Ih rese". Ucap Putri sambil memukul tangan Raja, sementara yang lain menertawakan ucapan Raja yang sedang meledek sepupu nya
"Permisi den, ruang tamunya sudah bibi bersihkan". Ucap bi Ida pada Dewa
"Oh iya, makasih bi". Ucap Dewa
"Sama-sama den, bibi permisi". Ucap bi Ida sambil membungkuk dan pergi meninggalkan ruang keluarga
"Oma istirahat dulu ya, oma pasti capek abis perjalanan jauh". Ucap Dewa
"Ayo sayang, pinggang dan kaki oma sudah sakit dua jam duduk dimobil". Ucap Ratna
"Ayo oma, Dewa anter". Ucap Dewa
Dewa meraih tongkat milik sang oma dan memapahnya menuju kamar tamu
"Bang, main PS yuk". Ucap Arka pada Tahta
"Kuy". Ucap Tahta
"Ikutan ngga pah". Ucap Arka pada Bagas
"Boleh boleh, kamu nyalain tuh". Ucap Bagas pada Arka
"Siap". Ucap Arka
"Kamu mau kekamar sayang?". Tanya Raja pada Putri
"Ayo Put, aku boleh kan ikut ke kamar kamu?". Tanya Gisel
"Boleh kak, istirahat dikamar aku aja". Jawab Putri
"Tante, tante kalo mau kekamar Putri naik aja ya". Ucap Putri pada Gina
"Iya, nanti aja, paling tante nemenin oma disana". Ucap Gina sambil melirik kekamar tamu
Putri pun mengangguk sambil tersenyum. Raja segera membopong Putri menuju kamarnya diikuti dengan Gisel dibelakang mereka
"Mau pipis dulu ngga?". Tanya Raja
"Engga". Jawab Putri
"Yaudah aku tinggal kebawah ya, kalo butuh apa-apa chat aku". Ucap Raja
"Iya sayang". Ucap Putri
Raja pun mengusap pipi Putri sebelum meninggalkan kamarnya tanpa berbicara sepatah kata pun pada Gisel
"Sini kak, tiduran aja gapapa kok". Ucap Putri sambil menepuk sisi ranjang
Gisel pun mengangguk dan duduk diatas ranjang Putri
"Raja masih sama ya, orangnya cuek banget". Ucap Gisel
"Hehe emang gitu kak". Ucap Putri
"Ngomong-ngomong kamu serius mau nikah sama dia? Abis dia lulus?". Tanya Gisel
"Iya". Jawab Putri
"Hmm, selamat ya...beruntung banget bisa dapetin Raja, perfect hehehe". Ucap Gisel
"Iya kak". Ucap Putri sambil tersenyum tipis
"Udah mulai kecium bau-bau orang sirik plus munafik..."
"Gue pengen tau kak Gisel masih suka sama Raja apa engga ya, gue pancing deh". Batin Putri
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa likenya, terimakasih~