
Criiippp criiippp.....
Suara syahdu burung di lagi hari menemani siswa siswi bersiap mengikuti pelajaran.Xana begitu antusias akan Kehidupan damai nya hari ini.Pakaian rapi dan anggun dengan ciri khas anak Aesthetic dan Ulzzang. Serta Lea dengan Vibes anak orang kayanya.
"Hah~ gw nanti ke perpus bentar,ya"Lea memberitahu Xana di tengah jalan.
"Lah? mau ngapain?" tanya Xana.
"Ada urusan bentar doang kok," Lea kembali melihat hp nya.
Pagi ini semua siswa tampak sangat cantik.Kenapa mereka berdandan begitu rapi dan cantik? Padahal hari ini adalah pelajaran yang mereka benci,paduan suara dan musik.Satu lagi,sejak kapan Lea mau datang ke kelas ini dan ke perpus jam segini? Biasanya Lea akan melewatkan kelas musik dan paduan suara dengan mengikuti kelas seni lukis yaang baginya mudah.
"Wahh, aku ngerasa ada yang berbeda hari ini,"Xana bergumam.
"Udah ya,gw ke perpus dulu!" Lea langsung lari pergi.
"Terserah deh,selama itu tidak mengganggu ku ya not my problem." Xana jalan santai ke gedung Seni musik dan paduan suara.
Wah! Kok rame banget si? Biasanya hanya kurang dari 100 orang yang mau datang ke kelas ini. Tetapi hari ini hampir seluruh murid ke gedung ini hingga seakan tidak ada sisa tempat duduk. Kok tiba-tiba begini?! Ada apa dengan orang-orang ini?!
Xana duduk paling depan dengan tempat yang tersedia untuk 2 orang. Lea menggeser sekelompok wanita lainnya agar Xana bisa duduk. Ini adalah pelajaran seni yang paling dibenci, apa yang membuat gedung ini ramai begitu saja.
"Kalo rame gini gua gak bisa nafas lama-lama," Lea mulai mengeluh.
Kemudian seluruh isi gedung teriak hingga memekik yang membuat telinga Xana sakit. Ada sekelompok orang tinggi dengan pakaian hitam masuk gedung itu.
"Kak Petra..." gumam Xana tanpa pendengar.
"Wuahhh, cowomu tuh, Hahahahha," Candaa Lea.
Kak Petra dengan anak Asrama lainnya berjalan menuju depan papan tulis besar dengan layar infokus yang sudah tersedia.
Guru masuk dan mulai bicara," Anak-anak, kali ini kalian akan di ajari oleh Siswa dari asrama pria dengan lulusan terbaik,jaga sikap kalian." Guru itu turun dari panggung lalu meninggalkan ruangan.
"Hai, My name is Petra," Kak Petra dengan senyum dinginnya mulai bicara.
"Saya adalah Rian, saya harap kalian Produktif dalam pembelajaran kami,"ucap Salah satu pria di samping Kak Petra.
"Oke,kali ini apa yang akan ia lakukan? awas aja macem-macem!" Xana menatap tajam ke Kak Petra.
"Tatapan matanya indah dan imut, jadi sayang~" Kak Petra senyum.
Tidak ada yang spesial, Para Senior itu hanya menjelaskan beberapa materi dalam Seni lalu mengakhirinya. Bagi Para gadis di sana yang sedari tadi tak bisa berhenti menatap Kak Petra dan kawanannya yang menawan ini adalah waktu yang terlalu singkat. Berbeda untuk Xana, pelajaran kali ini di mata nya sangat berbelit-belit dan terlalu lama hingga membuatnya frustasi.
"Ya Tuhaaannn, Aku ga kuat dengan kelakuan kakakku satu ini!! Anak siapa sih ah!" tekanan batin Xana.
×××××××××××××××××××××××××××××××××××××××××××××
__ADS_1
"fyuuuhhh.... Aku beruntung bisa keluar tanpa bertemu dengan Sherly dan 3 sejoli itu." Xana lega.
"Hahhh~ padahal kau senang bertemu dengan Petra,xixixi," goda Lea.
"Dih, Amit-amit!" Xana jijik mendengarnya.
Di tempat lain Sherly menyatakan perasaannya pada Petra. Ia mengatakannya sembari memberi coklat dengan kota Love yang sudah bernama kan "to Petra".
"Cih, lo kira gua ga tau apa yang lo lakuin sama Xana?" Petra mendorong Sherly ke pohon.
"HAHAHAHAHA,Baguslah kalau kamu tahu, jadi sebaiknya kamu menuruti kemauanku jika ingin Xana selamat," ucap Sherly sambil tersenyum.
"Hah! Kau mengancam ku?" Petra mengangkat sebelah alisnya.
"Dengar, Aku bisa rahasiain ini dari Xana,kok. Aku tahu semua tentang keluargamu. Aku tahu kok kalau Keluargamu tidak memiliki anak perempuan, tapi aku akan mengisi kekosongan itu." Sherly mengatakannya dengan nada sombong.
"Hahahahhaha, tapi sayang sekali, wanita seperti Xana lebih pantas daripada dirimu.Apa tadi? rahasiakan dari Xana? ckck jangan naif." Petra meninggalkan Sherly.
Sherly terdiam membatu. Ia tak menyangka bahwa seorang Sherly yang selalu populer dengan wajah cantik dna rupawan terkalahkan oleh Xana yang tidak ada apa-apanya dari dia.
"ARRGGHHH...Ini semua gara-gara Xana!! Kalo ga adaa cewek ganjen itu, Petra bakal terima cinta gua!!" Sherly membuang coklat mahal yang sudah ia beli.
Sementara itu, Kak Petra mendatangi Xana dan Lea. Kak Petra ingin bicara berdua dengan Xana dan menyuruh Lea pergi. Lea pergi karena tidak ingin menjadi nyamuk antara mereka.
"Semangat Xana~" Lea menggoda.
"isss Kak!! Ngapain sih, pake acara ngajari Asrama putri segala! Jadi bahan ucapan tau!" Xana memarahi kakaknya.
"Astaga, Baby~ Aku tidak ada maksud untuk membuatmu bermasalah, dengar ya aku ada tugas sekolah dan itu tugasnya!" Kak Petra menjelaskan dengan lemah lembut.
"Oke-Oke! Aku akan memberitahumu sesuatu,kemari lah." Xana menyuruh Kak Petra mendekatkan telinganya ke Xana.
"Feeling gua ga enak,pasti dia mau nampar." Kak Petra berkeringat dingin.
"I-iya..." Kak Petra mendekatkan telinganya.
Cuuu~
Kak Petra kaget bukan Kepalang. Ia berasa terjungkal,terkayng,terpental,melayang,dan tidak karuan.
"Astaga, Kau menciumku?? Ohh Baby~ Aku sangat menyayangimu," Kak Petra memeluk Xana.
Xana tidak bisa marah dengan keluarganya sendiri.Keluarganya adalah kelemahan Xana.
"Sudah, Aku ingin pergi." Xana melepaskan pelukan Kak Petra dan pamit pergi.
"Ohh, oke. See u Baby~" Manja Kak Petra.
__ADS_1
Singkatnya, Ketika Xana akan naik tangga ia bertemu dengan Sherly seorang diri. Xana sudah menduga bahwa Pasti akan ber adu mulut dengan wanita itu.
"Heh,Xana." Sherly memanggil.
Xana berhenti tepat di depan Sherly.
"Lo harus tahu sesuatu." Sherly mendekati Xana.
"Kak Petra punya gue! dan Lo ataupun Lea,ga bisa ngehalangi gue buat dapetin tu cowok. Oh ya, gue ga masalah ya mau dijadiin wanita kedua sekalipun."
Xana mengangkat sebelah alisnya.
"Lalu?" Tanya Xana.
"Ya yang jelas gue bakal miliki Petra secepatnya meski dia masih punya lo,pacar lo." Sherly tersenyum sombong dan pergi.
"Cih, selama aku hidup. Cuma aku yang bisa restui kakakku dengan siapapun itu." Xana menjawab ketika Sherly telah pergi.
Xana menaiki tangga dan melihat Lea diatas tangga yang sudah berdiri terpaku meratapi Xana. Astaga,dia Pasti mendengarnya!
"L-Lea...??" Xana pura-pura tidak tahu.
"Jadi Lo Adek Petra?!Seriusan?!" Lea terkejut bukan maen.
"Hehe, I-Iya. Jangan bocorin ke siapa-siapa ya?"
"Astaga Xanaaaa!!! Gue kira lo beneran pacaran sama Kak Petra eh rupanya.... Huh! Aku udah usahain Ikhlas buat lo bestie guee!!" Lea langsung merangkul Xana jalan ke kamar.
"Asli gue ga nyangka, Lo anak Konglomerat terkenal di dunia tapi no Publish!!" Lea masih terkagum.
"Eh,tapi kenapa lo malah ga pake marga lo si?" Lea bertanya.
"Gua ga ada teman sebelumnya, Dan cuma lo yang pertama kali nyebut gue bestie Hehe," Xana tersenyum manis.
"Cieee...Heh, tapi gw kudu gimana nih biar bisa jadi Kakak Ipar lo?" Lea bertanya dengan sungguh-sungguh.
"Mampus,Akhirnya dia nanya gini ke gue dengan pandangan gue adik Kak Petra," Xana tertekan.
"Ahh, i-itu... Yaaa, ga ada sii. Pokoknya selagi emm Mamaku setuju and Papa oke ya aku Ikut oke aja. Hehe...." Xana kebingungan.
"Okeeyy~ Gue ga pernah seantusias ini sebelumnya,tapu fine!! Gue bakal berusaha!" Lea semangat.
"Apa Novel ini akan berganti judul menjadi 'temanku Kakak Iparku?" Xana tidak bisa bicara.
Setelahnya mereka mandi dan mengerjakan tugas. Hal paling menyenangkannya adalah makan malam kali ini full daging!!
-Bersambung
__ADS_1
Yuk,dukung penulis dengan Like,Vote,Favorite dan Komen apa saja tentang cerita ini~!!(人 •͈ᴗ•͈)