Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Nonton Balap


__ADS_3

"Gue kasihan sama Mput, bang". Ucap Tahta


"Putri kenapa? Sakit?". Tanya Dewa dengan wajah yang mendadak serius


"Engga. Dia tau lu mau siapin pernikahan meriah buat Nindi. Gue tau dia sedih, gue tau sebenarnya dia pengen kayak gitu..."


"Tapi dia ngga mau ngomong ke gue, setiap gue tanya soal resepsi dia selalu jawab, ngga mau..."


"Padahal tau sendiri kan, bang. Waktu mau nikah sama Raja, dia antusias banget ngurus acaranya, dia wujudin pernikahan impiannya disitu, tapi kenapa sama gue ngga mau? Gue ngerasa belum sepenuhnya ngebahagiain Mput karna ngga bisa ngasih resepsi yang dia mau". Ucap Tahta


Dewa mengangguk pelan mendengar ucapan panjang lebar dari adiknya


"Mungkin Putri emang ngga mau, Ta. Berarti Putri menganggap resepsi pernikahan ngga penting buat dia..."


"Mikir positifnya, dia udah bahagia sama pernikahannya sekarang, gitu aja..."


"Tandanya dia nerima lu apa adanya, dia ngga muluk-muluk minta resepsi itu ke lu. Putri anaknya gitu kan? Ngga pernah ngelunjak, selalu apa adanya". Ucap Dewa


"Hmm, mungkin begitu". Ucap Tahta sekedarnya


"Gue tau lu selalu pengen ngasih yang terbaik buat Putri, tapi masih banyak kok caranya. Putri juga ngga pernah curhat soal resepsi ke gue..."


"Daripada Putri curhat soal itu, ada hal lebih penting yang sering Putri curhatin ke gue". Ucap Dewa


"Apa? Mput curhat apa?". Tanya Tahta


"Kehamilan, gue sedih banget kalo dia curhat tentang itu". Ucap Dewa


Tahta menghela nafas berat


"Jangan kan lu, bang. Gue juga sedih. Setiap bulan dia tespack, telat sehari langsung di cek, tapi hasilnya selalu negatif. Gue ngga tega ngeliatnya". Ucap Tahta


"Hmm, tadi pagi kalo ngga salah Nindi bilang ke gue, katanya dia ngasih jamu buat Putri?". Tanya Dewa


"Iya, dua botol. Gue ngga tau jamu itu ada efeknya atau engga". Jawab Tahta


"Yaudah diminum aja sampai habis, namanya juga usaha kan, siapa tau berhasil". Ucap Dewa diangguki oleh Tahta


"Putri udah tidur?".


"Belum, lagi ngerjain tugas".


"Gue boleh ke kamarnya?".


"Yaudah, kesana aja".


Dewa bangun dari duduknya dan meninggalkan Tahta yang masih duduk dikursi tepi kolam renang


Tok tok tok


"Put, kakak masuk, ya". Ucap Dewa dari balik pintu


"Iya kak, masuk aja ngga di kunci".


Dewa memutar knop pintunya dan menghampiri Putri di meja belajarnya


"Kok belum tidur?". Tanya Dewa sambil mengusap kepala Putri


"Masih ada tugas kak, aku juga lagi nyari bahan skripsi". Jawab Putri


"Kakak temenin ya?". Tanya Dewa


"Boleh". Ucap Putri sambil tersenyum

__ADS_1


Dewa menarik kursi rias dan duduk di sebelah Putri


"Kita kan sama-sama manajemen bisnis, sini kakak bantu nyari bahannya". Ucap Dewa mengambil alih laptop Putri


"Ih, serius kak?". Tanya Putri


"Serius, sayang,". Jawab Dewa mengangguk


"Waaah, makasih kakakkuuuu". Ucap Putri sambil memeluk lengan Dewa


"Iya, sama-sama. Kakak bikin foldernya dulu, ya. Nanti tinggal kamu buka disitu". Ucap Dewa


"Ok". Ucap Putri


Satu jam berlalu, Tahta baru masuk kedalam kamar, ia melirik Putri yang sudah tidur diatas ranjang sementara Dewa sedang fokus pada laptop milik Putri


"Lu ngapain?". Tanya Tahta saat menghampiri Dewa


"Habis nyari bahan skripsinya Putri. Gue lanjutin besok lagi". Ucap Dewa bangun dari duduknya


"Oh iya, besok pagi bangunin Putri, Nindi mau kesini, ngajak Putri joging". Ucap Dewa


"Iya". Ucap Tahta mengangguk


Keesokan harinya pukul sembilan pagi, setelah mandi dan bersiap, Putri keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga, ia menghampiri Nindi yang terlihat sedang sibuk di dapur


"Calon kakak ipar lagi ngapain?". Tanya Putri sambil memeluk mesra pinggang Nindi


"Ih, geli gue". Ucap Nindi memberontak


"Dipeluk gue geli, dipeluk kak Dewa anteng lu". Ucap Putri


"Hahaha, beda lah. Ini lu kan tadi minta pasta, gue bikinin". Ucap Nindi


"Jamu nya udah diminum belum?".


"Udah bestie, tapi rasanya ngga enak. Aneh".


"Namanya juga jamu, nyonya Tahta. Kalo mau enak lu minum susu aja".


"Hehe, iya juga ya. Eh lu liat kak Tahta ngga? Dia kemana sih? Gue selesai mandi udah ngga ada dikamar".


"Keluar, servis motor, katanya nanti malem mau balapan".


"Ish, dia bilang ngga jadi balapan". Ucap Putri sambil berjalan menuju meja makan


Nindi pun segera menghidangkan pastanya diatas piring dan membawanya menuju meja makan


"Pelan-pelan makan nya, masih panas". Ucap Nindi


"Iya, iya. Thank you".


"Hmm. BTW, kak Tahta sering balapan ya? Kok gue ngga tau?". Tanya Nindi sambil menarik kursi disebelah Putri


"Ngga sering sih. Kalo disuruh temen-temennya aja".


"Disuruh? Maksud lu disuruh balapan? Dapet apa coba? Dan kenapa harus kak Tahta?".


"Dapet uang lah, kayak taruhan gitu sama lawannya. Kenapa harus kak Tahta, karna kak Tahta yang paling bisa diantara mereka..."


"Hmm, bisa dibilang kak Tahta paling jago diantara temennya yang lain. Dan kalo menang, uang itu buat mabok, beli rokok, jajan, kayak gitu deh". Ucap Putri


"What? Berarti kak Tahta udah lama ikut balapan gitu?".

__ADS_1


"Yap, dari SMA. Awal SMA dia balap motor. Waktu dibeliin mobil sama papa, dia belok jadi balap mobil, balap liar".


"Gila, gila. Lu ngga takut kak Tahta kenapa-napa?".


"Ya ampun Nin, dia itu udah ngerasain terbang, jungkir balik, kayang, salto, selama balapan-"


"Hahahaha, apaan sih, bahasa lu random banget".


"Serius, gue mau takut gimana lagi, sih? Dia udah kebal. Udah lah biarin aja, dia balapan juga buat hiburan, nyenengin temen-temennya".


"Sayang, kita jadi ke supermarket ngga?". Tanya Dewa pada Nindi


"Jadi, mau berangkat sekarang? Yuk". Ucap Nindi


"Mau ikut. Masa aku sendirian". Ucap Putri dengan tatapan memohon


"Emang Tahta kemana?". Tanya Dewa


"Kata Nindi ke bengkel, servis motor". Ucap Putri


"Mau balapan dia?". Tanya Dewa


"Iya, nanti malem". Ucap Putri


"Kita liat kak Tahta balapan yuk, mau ngga?". Tanya Nindi pada Dewa


"Ngapain? Rame banget, sayang. Nanti kamu ngga betah, minta pulang". Ucap Dewa


"Engga, kok. Putri juga pasti mau liat..."


"Ya kan?". Tanya Nindi sambil mengedipkan sebelah matanya pada Putri


"Kamu mau liat Tahta balapan?". Tanya Dewa sambil merapihkan anak rambut Putri


"Mau sih, kak. Tapi kalo kak Tahta tau nanti dia marah. Aku kan ngga pernah dibolehin liat dia balapan". Ucap Putri


"Tenang aja, kak Tahta ngga bakal tau". Ucap Nindi


"Hmm, yaudah deh, mau". Ucap Putri


Pukul sepuluh malam, Putri, Dewa dan Nindi sudah tiba di lokasi balapan motor sport yang diikuti oleh Tahta. Suasana disana sangat ramai penonton serta masing-masing pendukung dari pembalap yang akan bertanding malam itu


Menurut info yang mereka dapat, Tahta akan bertanding pada pertandingan urutan ketiga, sementara saat itu masih berlangsung pertandingan urutan pertama


Putri meninggalkan Dewa dan Nindi yang sedang membeli sebuah jajanan pinggir jalan dan minuman dingin yang ada disana. Putri pergi untuk mengetahui dimana lokasi Tahta dan teman-temannya berkumpul


"Eh, itu kan kak Panji"


Putri merapihkan posisi masker dan topi yang ia pakai. Ia sengaja menutupi dirinya karena ia tidak ingin Tahta menyadari keberadaannya disana


"Berarti kak Tahta juga disini kan? Tapi dimana ya"


"Duh, ternyata banyak cewek pake baju se xy, ngga heran sih"


"Semoga mata kak Tahta terlindungi"


"Hmph!".


Mendadak ada yang membungkam mulut Putri dari belakang, Putri pun terkejut membelalakkan matanya


---


Bersambung dulu yaaa aku lanjut besok. Jangan lupa like, vote dan hadiahnya💮

__ADS_1


__ADS_2