Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
BAB 6 SALING MENCARI


__ADS_3

Hari demi hari Xana lalui di rumah sakit tua itu.Ia masih mencemaskan keadaan rekan penculikannya itu,ditambah ia lupa dengan nama pria itu.Ia sering melamun dan membayangkan bagaiman jika dia sendiri di tempat gelap itu?bagaimana jika ia tidak memasang GPS pada baju pria itu?ia mungkin sudah tidak ada lagi.


"Xana,jangan terus memikirkannya,besok kamu akan pulang.Papa dan Mama mencemaskanmu di rumah."Kak Albert datang.


"Kak,aku tidak berbohong.Kenapa dari kalian seolah tidak percaya denganku?aku tidak pernah bohong,kak."Xana kembali sedih.


Xana duduk melamun melihat keluar rumah sakit.Apa cowok itu baik-baik saja?bagaimana kalau ia tak selamat sebelum Xana mengucapkan terima kasih?atau bagaimana jika cowok itu terluka parah? Pikiran itu selalu muncul di benak gadis rambut panjang itu.


"Xana,nanti Kak Sean akan datang membawa makanan.Aku akan pulang dan menenangkan Mama,"jelas Kak Albert.


"..."Xana tidak menjawab.


Albert mengerti perasaan adiknya yang bercampur aduk itu.Ia sendiri bingung harus percaya atau tidak? Atau dia harus berpikir jika itu hanyalah hayalan Xana agar dirinya tenang.Albert meninggalkan Xana.Kemudia Kak Sean masuk.


"Sayang,Xana,Ayo makan."Kak Sean duduk dan menata makanan.


Xana mulai menyantap makanan berisi ayam goreng dan Kentang goreng itu.Ia menatap Kak Sean sambil malahap makanannya.Kak Sean kemudian sadar dan mengangkat alisnya seolah menanyakan "ada apa?".


"Kak,Apa kakak mempercayai Xana?apa Kakak berpikir Xana bohong?"Xana bertanya dengan mata memelas.


"Xana yang kukenal tidak pernah berbohong sedikitpun.Baby,dengar ya,Kemungkinan memang ada rekanmu di tempat tersebut,tetapi ketika kami ke sana kami hanya melihat belasan orang sudah ada yang mati dan pingsan di hajar."Kak Sean berdiri membereskan tempat makan.


"Kakak melihat sendiri,kamu memegang tongkat cukup besar dan kuat,tetapi tidak ada noda darah padamu.Kau mungkin hanya membuat mereka pingsan.Namun,sisanya mati tertusuk pisau bahkan ada yg luka di bagian vital.Masih menjadi pertanyaan siapa yang menusuk mereka menggunakan pisau,"Kak Sean menjelaskan panjang lebar dan memberu Xana minum.


"Iya,benar! Pisau itu agak sedikit kecil.Entah darimana ia mendapat benda tajam itu tapi ia menyerang mereka dengan sadis.Hanya ada kami berdua di ruangan gelap itu."Xana berusaha mengingat.


"Sayang,ada kemungkinan rekanmh itu selamat.Pintu lain daru arah barat terbobol dengan pisau ukuran kecil.Orang itu cukup kuat,ya."Kak Sean melanjutkan.


"Benar,tapi sayang sekali aku lupa namanya dan tidak melihat wajahnya."


Xana kembali sedih.


"Sudahlah besok kau akan pulang,berhentilah memikirkannya,dia pasti selamat."Kak Sean menenangkan Xana.


×××××××××××××××××××××××××××××××××


Hari ini Xana sudah mulai sekolah.Ia menginap selama seminggu di rumah sakit itu.Dia berubah menjadi sangat pendiam.Ia ingin sekali bertemu pangeran penyelamatnya itu.

__ADS_1


"Andai aku tidak menjauh saat itu,"Xana menyesal dan selalu mengatakannya.


Xana membuka HP nya dan membuka bagian laman berita digital.Ia berharap bisa menemukan sesuatu.


"Ada kemungkinan dikeluarkannya berita penculikan kemarin,"Xana bergumam dan mulai mengetik.


Sayang sekali,ia tidak menemukan apa-apa.Ayahnya pasti telah menutup semua media.Ia lalu menyender dan membaca berita lain.Ia melihat ada kabar bahwa Pangeran bangsawan dari Eropa ada yang berkunjung Ke negaranya.Pangeran itu *** tampan.Tataan rambut pirangnya rapi matanya berwarna merah.Sangat mempesona bagi Xana.


"Yahh seperti kata orang,"Bagai Pria dalam dongeng"" Kata Xana.


Xana pulang sekolah dan menunggu jemputan Kak Sean.Ia kemudia akan mengambil HP nya lagi.Namun tiba-tiba ia tersadar bahwa ia mengenakan gelang bertali hitam dengan bentuk hati separuh.


"Darimana asalnya ini?Dimana pasangannya?"Xana memerhatikan gelang tersebut.


Ia kemudian ingat,pria itulah yang memberi gelang tali yang ia raba pada saat itu.Rupanya itu adalah gelang sepasang yang tidak bisa dipasangksn dengan gelang lain sekalipun.


"Benar,ini adalah bukti jika aku tidak berbohong.Kakak harus tahu."Xana hendak memberitahu kakaknya.


"Eh,tapi bisa-bisa aku akan jadi bahan olokan oleh kakakku,"ia berpikir dua kali.


"Hai,Kak"Sapa Xana.


"Siang Baby,"balas Sean.


Tiba-tiba Xana merasa bahwa susananya canggung.Lalu ada yang menelpon Kak Sean.Xana mendengar suara Wanita.Apa Kak Sean sedang dekat dengan Seseorang?


"Siapa Kak?"tanya Xana.


"Ini Via,dia bilang masih balum tahu siapa rekanmu"jawab Kak Sean.


Ternyata Kak Sean membantu Xana mencari pria itu.Xana merasa sangat senang dan memeluk kakaknya.


"Kakak harus bertemu dengan pria yang sudah membuat adik kakak begini" ujarnya.


"Thanks banget,kak"Xana tersenyum.


×××××××××××××××××××××××××××××××

__ADS_1


Disisi lain,Seorang pria berjas hitam duduk di kursi bos dengan santai.Ia memandang kota itu.Pria itu adalah Leon


De Venorm,Pria yang bersama Xana ketika penculikan itu terjadi.Ia berusaha mencari tahu Xana di kota itu.


"Tuan pendaftaran anda ke SMA terdekat sudah diurus.Anda sudah bisa mulai sekolah besok.Anda akan memasuki kelas terakhir,yaitu 12."ucap seorang asisten pribadinya.


"Bagaimana dengan gadis yang kusuruh cari tahu?"Leon memainkan gelang talu berpasang itu.


"Saya masih mancari tahu,tuan.Banyak anak gadis bernama hampir sama.Ada yang Xana,Sana,Ksana,Hana,shana."jelas asisten itu.


"Bagaimana,ya?Aku menjadi suka dengan gadis itu.Ya Tuhan,pertemukan kami dengan cara terbaikmu,"Leon berdiri dan pergi.


"Astaga,Nona siapakah anda yang sudah membuat Tuan mudaku seperti ini?"Ucap Asisten itu sambik geleng-geleng.


Leon De Venorm adalah Bangsawan Eropa De Venorm yang terkenal kejam.Mereka benar-benar kejam akan segala hal tentang persaingan.Dan tujuan Leon Ke sini sebenarnya adalah untuk bekerja sama dengan Aslant Wijaya alias Tuan Lant Ayah Xana.


×××××××××××××××××××××××××××××××××××


Sepulangnya,Xana dan Sean diberitahukan oleh ayahnya bahwa besok malam akan ada pesta dengan orang-orang luar.Semua keluarganya harus ikut serta karena akan ada Bangsawan Eropa.


"Ah,si Pangeran itu?Aku sudah lihat beritanya,tetapi aku tidak tertarik,ayah"Jelas Xana.


"Baby,nanti Kakak akan ikut,kita pergi bersama,oke?"Ajak Kak Sean.


"Hufftt~ Baiklah,"Xana pun ikut.


Memang,Soal membujuk Xana Kak Sean lah pemenang utamanya.Sedari kecik mereka tidak pernah bertengkar karena Kak Sean adalah tipe pengalah.


"Hey,Xana kita ke toko baju berempat,yuk!Aku ingin tampik keren Besok malam,"Ajak Kak Petra.


Xana mengangguk tanda setuju.Mereka akan memilih baju untuk ke pesta,tentunya harus ke butik terkenal.Mereka sudah tahu di mana butik terkenal yang sering mereja kunjungi.Butik Marvelo adalah butik terbesar di kota ini.Desainernya juga terkenal di seluruh penjuru.Nanti malam mereka akan memilih baju di Butik tersebut.


--Bersambung


PERHATIAN!!!


Yuk,dukung Penulis dengan Like,Favorite,dan Vote agar penulis semangat!!( ꈍᴗꈍ)

__ADS_1


__ADS_2