Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Kejujuran Putri


__ADS_3

"AARGHH!". Putri menjerit kencang sambil mendorong Raja setelah mengerahkan seluruh tenaganya yang tersisa. Ciuman mereka pun terlepas


Putri berbalik arah menghadap pintu, berkali-kali mencoba membuka pintunya namun gagal karena Raja sudah menguncinya dan tombol kunci itu ada dipintu sisi kemudi Raja


"TOLONG!". Jerit Putri sambil memukul-mukul jendela mobil


"Sayang, istriku-"


"AKU BUKAN ISTRI KAMU!!!". Bentak Putri sambil menghempaskan kedua tangan Raja yang melingkari pinggang rampingnya. Putri sudah emosi, ia sangat marah pada Raja


"BUKA PINTUNYA!". Bentak Putri


"Engga, aku ngga mau". Jawab Raja dengan mata berkaca-kaca


"Sial". Gumam Putri


"TOLONG!! TOLONG!!". Jerit Putri


Putri menoleh ke belakang saat melihat cahaya lampu mobil menyorot masuk kedalam


"Nathan. Itu Nathan".


Putri bernafas lega saat melihat mobil Nathan, tetangga disamping rumahnya. Putri kembali berteriak sekencang mungkin, berharap Nathan dapat mendengarnya


Dan sesaat kemudian Putri terdiam sejenak, memperhatikan Nathan yang turun dari mobil dan sedang membuka gerbang rumahnya


"NATHAN! TOLONG AKU NATHAN! NATHAN!".


Raja panik, tatapannya silih berganti menatap Putri dan Nathan yang terlihat sedang menatap kearah mobilnya


"Engga, ngga boleh". Ucap Raja yang hendak membungkam mulut Putri dengan tangannya


"NATHAN!! NATHAAANN!!". Suara Putri sudah mencapai puncaknya, Nathan kembali menoleh lalu berjalan menghampiri mobil Dewa


"Putri?". Ucap Nathan


"TOLONG AKU!!". Jerit Putri sambil terus memukul kaca mobil tersebut


Nathan paham, Putri dalam bahaya, ia pun melihat Raja yang mencoba membungkam mulut Putri, namun Putri memberontak


Nathan mencoba membuka pintunya dari luar namun gagal


"Dikunci"


Nathan berlari menuju mobilnya, membuka bagasi belakang dan mengeluarkan sebuah besi berukuran cukup panjang yang ia gunakan untuk mengganti ban


Prang, Nathan memecahkan kaca yang ada di pintu sisi kemudi dengan besi tersebut. Membuat Putri dan Raja terkejut


Dengan gerakan cepat, tangan Nathan masuk dan menekan tombol kunci tersebut


"Keluar Put!". Ucap Nathan, diangguki oleh Putri


"Sayang...sayang...jangan pergi". Raja menarik cardigan yang dipakai Putri, namun tangannya ditarik secara kasar oleh Nathan


"Lepasin Putri!". Sentak Nathan


"Jangan...ikut...campur". Ucap Raja


Putri berhasil lolos dan berlari masuk kedalam rumah untuk memanggil Aris


Grep, Raja mencengkram kuat ujung jaket yang dipakai Nathan


"Anak ingusan...ngapain ikut campur urusan gue, hah?".


Nathan menautkan kedua alisnya


"Mabok?"


"Gue ngga takut sama lu". Ucap Nathan


"Brengsek!". Sentak Raja


"Berhenti!". Aris berteriak saat Raja hendak memukul Nathan


"Nathan, kamu pulang ya, nanti dia mau pukul kamu lagi". Ucap Putri mendorong tubuh Nathan menjauh dari mobil Dewa


"Tapi kamu gapapa Put?". Tanya Nathan


"Gapapa, aku gapapa. Makasih banyak ya udah nolongin aku". Ucap Putri menyentuh lengan Nathan


"Iya, iya, syukur lah kalo kamu gapapa".


"Putri!". Raja berteriak sambil berjalan menghampiri Putri. Dengan cepat Putri bersembunyi dibalik tubuh Nathan


"Pergi! Jangan ngerusuh didepan rumah orang! Atau saya panggil keamanan buat usir mas nya". Ucap Aris menahan bahu Raja


"Aargh!". Raja memberontak dan berbalik menuju mobilnya


"Aku ngga akan nyerah gitu aja Put!!". Teriak Raja saat berhenti dan berbalik


Raja masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Putri


"Nathan, sekali lagi makasih ya udah nolongin aku".


"Iya sama-sama Put".


"Aku masuk duluan ya".


"Iya".


Putri dan Aris segera masuk kedalam rumah, sementara Nathan kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda


"Maaf kak Put, tadi itu abangnya mas Tahta kan? Yang kemarin kesini?". Tanya Aris


"Iya kak. Kak Aris jangan cerita kejadian tadi ke kak Tahta ya..."


"Soalnya aku keluar rumah ngga izin sama kak Tahta, aku takut kak Tahta marah karna tau kejadian kacau kayak tadi".


"Iya kak, saya ngerti".

__ADS_1


"Yaudah, aku kekamar dulu kak".


"Baik, kak Put".


Didalam kamar. Putri meraih cermin kecil yang ada didalam nakas, ia menatap fokus kearah bibirnya yang terasa sakit. Ternyata bibirnya mengalami sedikit luka memar akibat ciuman kasar yang dilakukan Raja


"Kak Raja kenapa kayak gitu sih"


"Padahal pelan-pelan gue udah maafin dia atas apa yang dia lakuin ke kak Tahta"


Putri menaruh cermin kecil itu kembali ke tempatnya, lalu menatap sang suami yang masih tertidur pulas


"Maafin aku, tapi sebaiknya kamu ngga tau soal ini"


---


Keesokan paginya, Putri sudah selesai membantu Tahta bersiap. Sentuhan terakhir, Putri menyisir rambut Tahta dengan jari-jarinya, merapihkan rambut suaminya yang sedikit berantakan


"Udah..."


"Hmm, suamiku ganteng banget". Puji Putri


"Haha muji-muji, mau minta apa?". Tanya Tahta mengusap pipi Putri


"Cium". Jawab Putri


Tahta menyunggingkan senyumannya, tatapannya beralih pada bibir Putri yang hendak ia cium


"Sayang, bibir kamu kenapa?". Ucap Tahta menatap bibir Putri dengan seksama. Seketika Putri terkejut


"Eum, emang bibir aku kenapa?". Tanya Putri berpura-pura tidak tahu


"Sebelah sini kok merah banget? Coba hapus dulu lipstick nya, aku ngga salah liat kan?". Tahta mengusap-usap bibir Putri dengan ibu jarinya sambil ia tekan untuk menghilangkan lipstick yang menutupi luka memar tersebut


"Matanya jeli banget, padahal udah gue tutupin lipstick"


Tahta termangu heran, alisnya saling bertautan saat melihat dengan jelas luka memar dibagian bawah bibir tipis istrinya itu


Warna merah muda natural pada bibirnya terlihat sangat kontras dengan warna merah kebiruan dari luka memar yang Putri dapat


"Sayang? Bibir kamu kenapa? Bener loh merah". Tanya Tahta dengan raut wajah cemas


"Ke gigit". Jawab Putri dengan cepat


"Ke gigit? Kok bisa?".


"Iya, tadi ngga sengaja ke gigit waktu cicipin kue bikinan ibu". Ucap Putri yang sudah pasti berbohong


"Lebih baik bohong daripada jujur. Aku ngga mau kak Tahta sama kak Raja ribut lagi"


"Oh. Tapi ini sampe biru sayang, sakit ya?".


"Hehe iya. Yaudah aku pake lipstick nya lagi ya. Bentar lagi kak Dewa dateng". Ucap Putri sambil berjalan menuju meja riasnya


Tahta menatap Putri, ia merasa heran dengan istrinya yang terlihat gugup saat ditanya perihal luka pada bibirnya, seperti sedang menyembunyikan sesuatu


"Kalo lidah yang ke gigit masuk akal. Tapi bibir? Kok bisa?".


---


Serangkaian upacara kelulusan telah selesai dilaksanakan, kini Raja resmi mendapat gelar Magister Hukum atas kerja kerasnya menuntut ilmu setelah bertahun-tahun lamanya


Dengan pakaian toga khas wisudawan, Raja tersenyum ceria menghampiri Dewa, Ibrahim, Melly, Putri dan Tahta


Raja memeluk Dewa dengan erat, mengungkapkan rasa bahagianya karena telah berhasil lulus S2 dengan hasil yang cukup bagus, Dewa pun mengucapkan selamat sambil menepuk-nepuk punggung Raja, menunjukkan rasa bangganya sebagai seorang kakak


Raja beralih pada Tahta, ia sedikit membungkuk untuk memeluknya. Tahta pun mengangkat kedua tangannya untuk membalas pelukan sang kakak sambil mengucapkan selamat. Tidak berlangsung lama, Tahta sudah menjauh, ia kembali duduk seperti semula karena ia sadar hubungannya dengan Raja tidak baik-baik saja


Kini Raja beralih pada Ibrahim dan Melly, sepasang suami istri yang sudah ia anggap seperti orang tua kandungnya. Raja bahagia atas kehadiran mereka yang sangat berarti untuknya, Raja pun bergantian mencium tangan kedua pasangan suami istri itu


"Selamat ya nak, semoga ilmunya berkah dan bermanfaat, dan semoga kamu menjadi orang yang sukses di masa depan". Ucap Ibrahim sambil menyentuh kepala Raja saat Raja mencium tangannya


"Aamiin, terimakasih Yah".


Sejenak Raja menatap Putri yang terlihat sedang memandang ke sembarang arah. Sebenarnya sejak kedatangannya tadi, Putri seperti tidak antusias atas kelulusannya. Terlihat dari sikap Putri yang sedari tadi memalingkan wajahnya kearah lain


Raja mendekat kearah Putri, ia angkat tangannya untuk menyentuh bahu Putri dengan tujuan agar Putri menatap kearahnya. Namun reaksi Putri diluar dugaan, Putri menjerit sekaligus terlonjak kaget dan langsung bersembunyi dibalik tubuh Dewa. Membuat yang lain menatap heran kearahnya


"Kamu kenapa sayang?". Tanya Tahta, direspon dengan gelengan cepat dari kepala Putri


Putri kembali merasakan takut, seketika bayangan tentang Raja semalam melintas dipikirannya. Sikap kasar Raja dan teriakan Raja malam itu masih terekam jelas diotaknya


"Selamat...ya...kak". Ucap Putri terbata-bata dibalik punggung Dewa


Raja tersenyum dan berjalan semakin dekat kearahnya, Putri pun semakin merapat sambil mencengkram outer yang dipakai sang kakak dengan kencang


"Putri kenapa ya? Kayak takut deket sama Raja. Ada yang ngga beres". Batin Dewa


"Eum, kita foto-foto dulu ya sebelum pulang". Ucap Dewa yang mencoba mencairkan suasana


"Boleh, ayo nak. Kita abadikan momen bahagia ini untuk kenang-kenangan". Ucap Ibrahim sambil tersenyum


"Syukur lah, gue selamat".


Putri bernafas lega, cengkramannya pada Dewa terlepas


"Kamu hutang penjelasan sama kakak". Bisik Dewa seolah mengetahui apa yang terjadi antara Putri dan Raja


---


Satu jam telah berlalu, kini semuanya telah tiba dirumah Ibrahim dan Melly. Mereka berkumpul untuk merayakan kelulusan Raja dengan makan bersama masakan yang sudah dimasak oleh Melly


Dibantu Dewa, Melly menyajikan berbagai menu masakan diatas meja sekaligus menyuguhkan beberapa macam kue yang sudah ia buat


Semua itu Melly siapkan untuk Raja, meski Raja tidak menjadi menantunya, tetapi Raja tetap lah sosok anak yang ia sayangi. Dan hari ini, Melly menaruh perhatian besar pada Raja,


Tidak menjadi masalah, ia hanya mencoba menjadi sosok ibu yang lembut dan hangat di hari bahagia Raja, ia tahu, Raja sangat membutuhkan sosok itu untuk saat ini


"Makan yang banyak sayang, ibu masak khusus buat kamu". Ucap Melly menyentuh bahu Raja

__ADS_1


"Iya bu, terimakasih". Ucap Raja dengan senyuman


"Nak Tahta sama Putri masih diluar bu?". Tanya Ibrahim pada sang istri


"Iya Yah, katanya mau jalan-jalan dulu sebentar, cari angin hehe". Jawab Melly


"Siang-siang gini? Kan panas". Ucap Ibrahim


"Engga Yah, adem kok, agak mendung". Ucap Melly


"Yasudah kita makan duluan saja, kasihan nak Raja dan nak Dewa mungkin sudah lapar". Ucap Ibrahim


Disisi lain, Putri dan Tahta sedang menikmati waktu berjalan-jalan di taman komplek perumahan mereka


Taman yang terbilang sangat sepi karena jarang sekali warga perumahan berkunjung kesini, ditambah cuaca yang mendung, langit sudah gelap dan sudah hampir hujan


Sambil menikmati ice cream, Putri mendorong pelan ayunan yang dinaiki Tahta. Meski Tahta sedikit yakut karena kakinya tidak bisa menjadi tumpuan tubuhnya, Putri meyakinkan Tahta kalau semuanya akan baik-baik saja


"Pelan-pelan sayang, takut jatoh". Ucap Tahta


"Hahaha udah berapa kali kamu ngomong gitu kak, tenang aja. Aku jagain". Ucap Putri


"Hehe kan kalo jatoh ngga lucu".


"Tapi kakak seneng ngga?".


"Seneng, udah lama ngga naik ayunan, hahaha terakhir naik waktu masih ada ayunan di depan rumah".


"Ih, itu udah lama banget".


"Iya, haha. Kamu masih inget ngga, kamu jatoh terus dari ayunan itu, kakinya luka, mama marah, ayunannya dibuang sama mama".


"Iya aku inget, aku juga nangis waktu ayunannya dibuang".


"Haha, mama ngga mau kamu jatoh terus luka lagi. Itu juga alasan kenapa kamu ngga boleh naik sepeda, ngga boleh bawa motor kan?".


"Iya, mama lebay ya kak, semuanya ngga boleh".


"Hahahaha, mama ngga mau kamu kenapa-napa, sayang..."


"Oh iya kakak boleh nanya sesuatu ngga? Jujur kakak kepikiran soal itu daritadi".


Putri mengambil posisi jongkok didepan kali Tahta


"Mau nanya apa?". Tanya Putri


"Soal Raja, tadi bang Dewa bilang kaca mobil dia pecah setelah Raja pake mobilnya buat kerumah ayah".


Putri terkejut, Putri memalingkan wajahnya sambil merapihkan anak rambutnya. Putri mulai panik, ia mencoba menutupi rasa gugupnya


"Sayang?". Panggil Tahta


"Eh, iya, kenapa? Ada apa sama kak Raja?". Tanya Putri berusaha setenang mungkin


"Emang kapan Raja kerumah?". Tanya Tahta


"Ngga tau". Jawab Putri dengan cepat, Tahta pun menautkan kedua alisnya


"Tapi kenapa kaca mobilnya bisa pecah ya?". Ucap Tahta bertanya-tanya


"Aku...ngga tau kak".


Tahta menatap lekat wajah Putri, entah mengapa Tahta merasa curiga karena seketika Putri kelihatan gugup dan terus saja mengalihkan wajahnya, Putri terlihat enggan menatap matanya seperti sebelumnya


"Kamu tau sesuatu?". Tanya Tahta


"Engga, aku ngga tau apa-apa". Ucap Putri membuat Tahta tersenyum tipis


Tahta meraih tangan Putri yang sedang memegang kedua lututnya


"Tangan Mput keringetan? Biasanya Mput kayak gini kalo ngerasa ketakutan".


"Sayang?". Panggil Tahta


"Hmm? Kenapa kak?". Putri mendongak menatapnya


"Ada yang kamu sembunyiin dari aku?".


"Engga". Ucap Putri sambil menarik tangannya yang sedang digenggam Tahta, namun dengan cepat Tahta kembali meraih tangan Putri


"Jujur sama kakak". Ucap Tahta


"Jujur soal apa kak?". Ucap Putri


"Kapan Raja kerumah?..."


"Jujur kakak juga ngerasa aneh sama kamu, tiba-tiba kamu takut di deket Raja, ngga mau satu mobil sama Raja, sikap kamu ke dia beda. Ada apa sih?". Tanya Tahta


Putri terdiam, ia kembali memalingkan wajahnya, membuat Tahta menghela nafas dalam sambil melepaskan tangan Putri yang ia genggam


"Kakak udah yakin ada yang kamu sembunyiin. Dari sikap kamu aja udah keliatan". Ucap Tahta


"Iya, iya, aku nyembunyiin sesuatu dari kakak". Ucap Putri menatap Tahta


"Apa?".


"Semalem kak Raja kerumah. Jujur aku pikir itu kak Dewa. Aku keluar dan aku liat kak Raja mabok..."


"Aku sempet minta kak Raja buat masuk, aku mau telfon kak Dewa, tapi kak Raja ngga mau. Kak Raja narik aku kedalem mobil, pintunya dikunci-" Putri menarik nafas dalam sebelum melanjutkan ucapannya, ia merasa sangat takut kalau Tahta akan marah mendengar semua cerita kejadian semalam


"Kak Raja cium paksa aku, aku coba dorong dia berkali-kali tapi ngga bisa-"


"Bentar". Ucap Tahta saat memotong ucapan Putri


"Jadi kamu bohong soal bibir kamu kegigit karna makan kue? Itu karna Raja?". Tanya Tahta, Putri mengangguk pelan


Tahta menghela nafas dalam sambil mengusap kasar wajahnya


---

__ADS_1


Bersambung dulu deh


Udah kepanjangan nih 2000+ kata. Awas ya kalo ngga di like, aku marah sama kalian!


__ADS_2