Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Pengakuan Cinta


__ADS_3

"Ibu jadi bingung deh, kok bisa nak Tahta jadi suka sama kamu sayang?".


"Ngga tau bu". Ucap Putri sambil mengangkat kedua bahunya


"Kalo menurut ayah sih karna terbiasa bersama-sama, jadi muncul perasaan itu". Ucap Ibrahim


"Emang kamu ngga ngerasa ada yang aneh sama sikap nak Tahta ke kamu?".


"Engga, sikap kak Tahta biasa aja bu. Dari dulu juga gitu".


"Hmm memang gini kalo punya anak gadis cantik, jadi rebutan cowok-cowok". Ucap Melly sambil tertawa kecil


Tin tin, suara klakson mobil


"Itu siapa yang dateng?". Tanya Ibrahim


"Raja, Putri berangkat ya Yah, bu". Ucap Putri sambil mencium kedua tangan orang tuanya dan menghampiri mobil Raja


"Good morning Raja ku".


Cup, Putri mendaratkan kecupanya di kedua pipi Raja


"Muka kamu udah jutek loh sayang, masa ditambah-tambahin juteknya". Ucap Putri sambil menatap wajah Raja yang terlihat tanpa ekspresi


"Aku marah sama kamu gara-gara kamu bentak aku semalem".


Putri mengernyit,


"Bentak kamu kenapa?".


"Halah sok lupa, kamu bentak aku gara-gara aku mukul Tahta. Segitunya banget".


"Ooh itu hahahaha".


"Gak usah ketawa".


"Hehe iya maap, sini aku cium lagi, biar senyum".


Cup, kali ini Putri mengecup bibir Raja. Raja pun sedikit menyunggingkan senyumannya


"Duh senyum dikit aja bikin meleleh".


"Apaan sih. Aku masuk dulu ya, mau minta maaf sama ayah". Ucap Raja


"Kenapa?".


"Semalem karna kesel sama Tahta, aku pulang gitu aja, ngga pamit, ngga salim. Ngga sopan banget..."


"Ayah lagi ngapain?". Tanya Raja


"Sarapan sama ibu, nanti sore aja deh. Bentar lagi aku masuk nih". Ucap Putri sambil melirik arlojinya


"Hmm yaudah".


---


Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, setelah mengantar Raja sampai depan pintu rumah seusai mengobrol dengan sang ayah, Putri segera kembali kekamar untuk sekedar bersantai sambil memainkan ponselnya


Tidak berselang lama, Putri mendapat telfon dari Tahta, kebetulan sekali pikir Putri. Mengingat ia memang ingin bertemu dengan Tahta untuk membahas permasalahan yang terjadi diantara mereka dan Raja


Dan juga untuk mengetahui dengan pasti perasaan yang dimililki oleh Tahta untuknya, Putri ingin mendengar semuanya langsung dari mulut sang kakak ketiga


"Halo kak?".

__ADS_1


"Mmm, Putri, ini kak Panji".


"Loh kak Panji? Ada apa kak? Kak Tahta nya mana?".


"Ini kita di tongkrongan, kamu bisa kesini ngga? Tahta sakit, ngga mau pulang".


"Loh, sakit apa kak?".


"Demam, badannya panas banget ini kayaknya abis kehujanan, kamu kesini ya, kasian nih anak".


"Iya kak, tempat kakak yang dibelakang gedung kosong kan?".


"Iya bener, kakak tunggu ya, hati-hati".


"Iya kak".


---


Dua puluh menit perjalanan, Putri sudah tiba di 'tongkrongan' sang kakak. Di pelataran tempat tersebut hanya terlihat sebuah motor sport berwarna merah kombinasi hitam milik sang kakak dan juga sebuah mobil yang sepertinya milik Panji


Tanpa berlama-lama, setelah membayar argo taksinya, Putri berlari kecil memasuki bangunan yang berbentuk rumah dengan ukuran tidak terlalu besar tersebut, perasaannya sudah tidak tenang sejak diperjalanan tadi. Ia sungguh khawatir dengan keadaan Tahta


Hoek, hoek


Baru sampai di ambang pintu, Putri dapat mendengar suara seseorang yang sedang mengeluarkan isi perutnya dari arah kamar mandi, siapa lagi kalau bukan Tahta


"Masuk aja Put". Ucap Panji


Putri mengangguk dan segera menerobos kedalam rumah tersebut menuju kamar mandi sambil mengeluarkan minyak angin yang dari saku jaketnya yang sengaja ia bawa untuk Tahta


"Kakak".


Tahta yang sedang membungkuk kearah wastafel, segera menegapkan tubuhnya dan menoleh kearah Putri yang telah berdiri disisinya


"Kakak pucet banget, udah muntahnya?


"Udah".


"Ayo keluar dulu". Putri melingkarkan tangannya pada lengan Tahta dan memapah Tahta menuju sofa yang berada didekat pintu


"Yaudah gue balik ya Ta, udah ada Putri kan". Ucap Panji


"Hmm, thanks bro".


"Yoi..."


"Kak Panji pulang ya Put. Eh tapi minta nomer dulu dong". Ucap Panji sambil menyodorkan ponselnya pada Putri


"Bacot, balik sana, gue tendang nih".


"Yaelah masih aja galak".


Panji segera meraih kunci mobil dan berjalan menghampiri mobilnya


"Kakak hujan-hujanan lagi?".


Tahta mengangguk


"Ih kebiasaan! Baru kemarin hujan-hujanan sekarang hujan-hujanan lagi! Sakit kan sekarang!". Omel Putri sambil mengoleskan minyak angin di kedua pelipis Tahta


"Maaf, jangan marah-marah dong". Rengek Tahta sambil menekuk bibirnya kebawah


"Siapa suruh hujan-hujanan, udah tau hujan bukannya neduh".

__ADS_1


"Nanggung".


"Nanggung, nanggung! Liat nih akibatnya, demam kan".


"Iya maaf, udah jangan marah-marah mulu, kepala kakak sakit, makin pusing".


Putri menghela nafas


"Yaudah sini boboan, aku pijitin kepalanya".


Tahta menidurkan tubuhnya diatas permukaan sofa dan menjadikan paha Putri sebagai bantalan kepalanya. Tangan Putri pun terulur untuk memijit pelipis serta kepala Tahta guna meringankan rasa sakit kepala yang dirasakan sang kakak


"Ini kakak pake baju siapa?".


"Panji".


"Kakak belum pulang kerumah?".


"Belum, males ketemu Raja".


"Kenapa?".


"Mukanya nyolotin, rasanya pengen nampol kalo ngeliat mukanya".


"Emang berantem lagi?".


"Iya, kemarin pulang dari rumah ayah kakak ribut lagi sama dia".


"Hmmm".


Hening sejenak, Putri dan Tahta larut dalam pikirannya masing-masing


"Kak. Aku boleh nanya sesuatu ngga?".


"Ini udah nanya".


"Ih serius kak".


"Hehe iya sayang, mau nanya apa?".


"Hmm, semalem ayah cerita kalo kakak, kakak, punya perasaan sama aku, emang bener kak?". Ucap Putri dengan gugup dan suara pelan, sungguh ia sangat malu bertanya seperti ini kepada sang kakak


"Ya punya, kakak sayang sama kamu, kamu juga tau kan?".


"Iya aku tau, tapi-"


"Sstt". Tahta berdesis untuk mengentikan ucapan Putri. Ia pun segera mengambil posisi duduk dengan tubuh yang ia condongkan kearah Putri


"Ayah bener, bukan cuma sayang, tapi kakak juga cinta sama kamu".


Putri termangu dengan jawaban Tahta. Entah ia harus percaya atau tidak dengan pernyataan sang kakak, yang jelas, pikirannya seketika buyar, jantungnya pun berdegup kencang mana kala kedua mata Tahta menatap lekat kedua matanya dengan jarak yang sangat dekat


Tahta tersenyum sebelum melabuhkan kecupannya tepat diatas bibir ranum sang adik angkat, membuat Putri tersentak bagai tersengat listrik


"I love you".


Bersambung----


yuk yuk di pencet lagi jempolnya biar aku semangat, gomawo😚


 


 

__ADS_1


__ADS_2