
Keesokan paginya, setelah sarapan bersama kedua orang tuanya, Putri kembali ke kamarnya untuk mengambil jaket dan tas nya. Setelah itu menghampiri Tahta yang sedang berdiri menghadap kearah jendela kamar sambil menggendong Azzam
"Ngeliatin apa kak?". Tanya Putri
"Tuh, pacar kesayangan udah dateng" Jawab Tahta sambil melirik kebawah, Putri pun mendekat kearah jendela
"Haha cemburu ya". Ucap Putri
"Hihi cimbiri yi". Ucap Tahta mencibik bibirnya
"Hahaha gemeees".
Cup, Putri berjinjit lalu mengecup sekilas bibir Tahta
"Yaudah aku berangkat ya. Kak Siska lagi dijalan, nanti dede kasih aja ke kak Siska".
"Iya gampang, dah sono, ntar dia kesel kalo kamu kelamaan".
"Kayaknya kamu yang kesel liat kak Raja jemput aku, ya kan?".
"Pikir aja sendiri".
"Hahaha ngambeknya gemes. Yaudah aku jalan dulu". Ucap Putri meraih dan mencium tangan Tahta
"Mama Putri berangkat ya sayang, nanti kita main lagi". Ucap Putri sambil mengusap lembut pipi Azzam sebelum keluar dari kamarnya
Setelah menempuh perjalanan yang cukup membosankan karena kemacetan parah yang terjadi pagi ini, Putri telah tiba di perusahaan magangnya
Masih ada waktu sepuluh menit sebelum memulai pekerjaannya. Putri memilih ke warung terdekat bersama Raja untuk membeli minuman dingin
"Aku minta maaf buat semalem ya, maaf udah curigain kamu". Ucap Raja meraih tangan Putri
"Gapapa, aku ngga marah kok". Ucap Putri
"Karena kecurigaan kamu itu benar. Maafin aku, jujur aku semakin ngerasa bersalah".
"Eum, nanti malem kamu ada waktu ngga?". Tanya Putri
"Ada, kenapa sayang?". Tanya Raja
"Aku mau nonton sama kamu, mau jalan-jalan juga". Jawab Putri
"Yuk, aku jemput ya?". Tanya Raja
"Berangkat dari rumah kamu aja, nanti aku pulang kerumah kamu". Ucap Putri
"Boleh hehe ya ampun aku seneng banget bisa jalan-jalan lagi sama kamu". Ucap Raja sambil tersenyum,
Sementara Putri, matanya mulai berkaca-kaca, ia tidak tega melihat Raja saat ini, cukup menyakitkan hati kecilnya. Terlihat Raja juga sangat senang bisa menghabiskan waktu berdua dengannya
Putri yang masih duduk, mengangkat kedua tangannya untuk memeluk Raja yang sedang berdiri. Dari dalam hati, Putri mengungkapkan permintaan maaf dan rasa bersalahnya kepada laki-laki baik yang telah melakukan banyak hal untuknya
"Sayaaang, kamu kenapa? Kok nangis". Tanya Raja sambil berjongkok didepan kaki Putri, Raja menghapus dengan lembut buliran air mata yang membasahi pipi wanita kecintaannya itu
"Gapapa, aku seneng mau jalan-jalan sama kamu, ngga sabar hehe". Jawab Putri
"Aku juga, ngga sabar". Ucap Raja
"Yaudah aku masuk dulu, nanti kamu jemput aku kan?". Tanya Putri
"Iya sayang, aku jemput kamu, on time". Jawab Raja
"Yaudah, hati-hati dijalan ya, jangan ngebut". Ucap Putri
Cup, Putri mengecup pipi Raja dengan cepat, Raja pun tersenyum haru sambil mengusap tangan Putri
"Yaudah masuk gih, semangat ya, nanti jangan lupa makan siang". Ucap Raja
"Iya, kamu juga, byeee". Ucap Putri yang diangguki oleh Raja sambil tersenyum
"Semoga dengan cara ini bisa sedikit ngurangin rasa bersalah gue sama dia..."
"Dan semoga kak Tahta ngasih izin gue pergi sama Raja".
"Put, kamu nangis?". Tanya Vano yang tiba-tiba muncul disamping Putri
"Ih, lu ngagetin gue!". Ucap Putri
__ADS_1
"Ya maaf, abisnya aku liat kamu lagi ngusap mata, kamu nangis?".
"Kelilipan".
"Ooh, kamu udah sarapan?".
"Udah".
"Oh iya aku semalem nungguin kamu dirumah, tapi kakak kamu dateng sendiri. Kamu kenapa ngga ikut?".
"Males".
"Hmm gitu, padahal aku udah prepare buat nyambut kamu, prepare buat barbeque-an sama kamu, prepare film buat kita tonton juga".
"Dih, lu itu ngerepotin diri sendiri, kan gue ngga janji mau dateng".
"Ya apa salahnya berharap, meski akhirnya kecewa".
"Kan ngga ada yang nyuruh". Ucap Putri sebelum berbelok menuju koridor ruang kerjanya
"Put, nanti makan siang bareng ya". Ucap Vano sedikit berteriak dan direspon sebuah anggukan oleh Putri
---
"Kenapa sayang? Tumben siang-siang nelfon aku? Lagi istirahat ya?"
"Iya lagi istirahat, ini lagi dikantin"
"Udah makan?"
"Belum, baru pesen minuman. Eum, gini kak, aku izin mau jalan sama kak Raja nanti malem, boleh ngga?"
"Kemana?"
"Ke mall, mau nonton sekalian jalan-jalan"
"Jam berapa? Lama ngga?"
"Jam tujuh, tapi ngga tau lama apa engga. Jujur aku mau jalan sama dia karna kasian kak, aku ngga tega liat dia sedih terus"
"Emang ada apa sih?"
"Yaudah"
"Yaudah apa? Boleh?"
"Boleh, tapi ngga lebih dari sekedar jalan-jalan ya, jangan skinship yang berlebihan"
"Berlebihan itu gimana?"
"Ya ciuman, atau yang kita lakuin semalem"
"Kakak ih!"
"Hahaha malu ya? Pasti pipinya merah"
"Tau ah, yaudah aku matiin ya telfonnya"
"Eh tunggu dulu, nanti pulangnya kemana?"
"Kerumah ayah, tapi pulang magang ini aku kerumah kamu"
"Oh yaudah, asal gak macem-macem aja"
"Hehe iya tenang, makasih kak"
"Hmm"
Putri memutus sambungan telfonnya
"Ehem"
"Ih! Lu manusia apa setan sih?! Kenapa suka muncul tiba-tiba?! Ngagetin gue!". Bentak Putri pada Vano
"Ya ampun, aku di marahin mulu deh..."
"Padahal dari tadi aku duduk disini loh, kamu nya aja yang ngga sadar, keasikan telfonan".
__ADS_1
"Ck, trus lu ngapain disini?".
"Kan tadi pagi aku bilang mau makan siang bareng kamu, kamu udah ngangguk loh".
"Oh, terserah lu deh".
---
Pukul lima sore, Putri dan Raja baru tiba dirumah, mereka berjalan menuju dapur untuk membuat minuman dingin bersama sambil menikmati beberapa kue kering yang tersedia di toples kaca diatas meja
"Oh iya sayang, nanti kalo ibu bikin cookies coklat, aku bawa kesini ya buat kamu, kamu harus cobain, enak banget". Ucap Putri sambil mengunyah kue nya
"Boleh, ibu kok bisa sih bikin kue? Belajar sendiri?".
"Kan dulu ibu sekolah tata boga. Terus waktu masih tinggal di desa, ibu juga nyoba-nyoba bikin kue buat jualan".
"Hmm, pantesan. Tiap aku kerumah pasti disuruh makan kue, rasanya enak-enak semua..."
"Tapi aku belum pernah nyobain kue buatan kamu?".
"Kamu ngeledek? Mustahil aku bisa bikin kue, belajar masak aja baru-baru ini".
"Hahahaha iya juga, kan kamu dilarang nyentuh kompor".
"Hmm terus aja ngeledek".
"Hehehe anak manjanya papa sama mama, gak boleh ngapa-ngapain takut anak perempuan satu-satunya kenapa-napa".
"Ih nyindir depan muka".
"Haha siapa yang nyindir sih sayangku. Tapi aku gak peduli biarpun kamu ngga bisa masak, aku tetep cinta sama kamu".
"Emang kenyang makan cinta?".
"Makan bisa order sayang, makan diluar juga bisa, aku butuh cinta kamu aja".
"Hahaha si bucin".
"Iya, aku orang nomer satu yang paling cinta sama kamu". Ucap Raja sambil memeluk erat Putri yang sedang duduk
Putri tersenyum tipis, ia angkat kedua tangannya untuk membalas pelukan Raja
"Dan kamu akan jadi orang nomer satu yang paling membenci aku setelah kamu tau semuanya".
Pukul tujuh malam, Putri sudah selesai bersiap untuk acara kencannya dengan Raja, setelah memakai sling bag nya, Putri mengunjungi kamar Raja untuk mengajaknya turun bersama
"Sayang?". Panggil Putri sambil membuka pintu
Hening, tidak terdengar suara Raja dari dalam
"Sayang? Kamu dimana?". Ucap Putri sambil melangkah masuk kedalam
"Kemana sih?".
"Dikamar mandi kali ya?".
Karena tidak mendapati Raja di ruang TV, Putri melangkahkan kakinya menuju kamar mandi
"DOR!". Raja mengejutkan Putri dengan tiba-tiba muncul dari balik, membuat Putri menjerit sangat keras
"Heh, ada apa sih?". Tanya Dewa dari pintu
"Hahahaha gapapa". Jawab Raja
"Itu Putri kenapa? Nangis?". Tanya Dewa saat melihat Putri ada dipelukan Raja
"Ketakutan gue kagetin hahaha". Jawab Raja
"Ada-ada aja lu". Ucap Dewa sebelum meninggalkan kamar Raja
"Hehe sayang, maaf, aku cuma iseng".
"Jahat!". Ucap Putri memukul lengan Raja
"Hehe maafin aku ya, udah, udah, kita berangkat yuk, udah siap kan?". Tanya Raja diangguki oleh Putri
---
__ADS_1
Bersambung guys
Hayuk di like lagi, biar aku makin semangat updatenya😍