Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Mengompol


__ADS_3

"Pikirin lagi sayang. Jangan labil, kakak ngga mau kamu nyesel". Ucap Tahta


"Maksudnya? Nyesel nikah sama kakak?". Tanya Putri


"Iya, kakak ngga mau kamu nyesel dan minta cerai karna mau balikan sama Raja..."


"Karna kakak tau, kamu mau nikah sama kakak karna kesel liat foto itu". Ucap Tahta


"Terus aku harus nunggu apa lagi kak? Hubungan aku sama kak Raja udah ngga ada harapan..."


"Kakak liat sendiri sampe saat ini pun mereka masih ketemu". Ucap Putri


"Tapi kakak ngga mau maksa kamu, kalo kamu ragu lebih baik ngga usah..."


"Karna kakak ngga mau nikah cerai gitu aja". Ucap Tahta


"Padahal tadi kakak bilang tergantung aku, sekarang aku mau tapi kenapa kakak kayak gini". Ucap Putri


"Besok dibahas lagi ya, sekarang bobo dulu". Ucap Tahta sambil mengusap pipi Putri


"Bobo sama kakak lagi". Ucap Putri


"Iya, mau pipis dulu ngga?". Tanya Tahta


"Engga". Jawab Putri


"Yaudah langsung bobo". Ucap Tahta


Tahta membantu Putri berbaring lalu menyelimuti tubuhnya


"Kakak bobo disini sama aku, mau peluk". Ucap Putri sambil menepuk ranjangnya


"Iya sayang, kakak mau ngecek tugas dulu sebentar, kamu bobo duluan ya". Ucap Tahta


"Yaudah deh". Ucap Putri


Tahta mengecup kening Putri lalu ia usap puncak kepalanya dengan lembut sampai Putri tertidur


---


Keesokan harinya pukul delapan pagi, Melly baru selesai membersihkan tubuh Putri dengan handuk basah dan membantu Putri mengganti pakainnya


Saat Melly membuka tirai penutup ranjang tidur Putri, Raja masuk kedalam ruangan Putri dan menghampiri Melly untuk memberi salam dan mencium tangannya


"Tumben pagi-pagi kesini nak? Ngga kuliah?". Tanya Melly


"Dosennya lagi cuti bu". Jawab Raja


"Oh...udah sarapan belum?". Tanya Melly


"Udah bu". Jawab Raja


"Oh yaudah kebetulan kamu disini, ibu nitip Putri ya sayang, mau bawa ini nih, baju dalem Putri, kotor". Ucap Melly sambil menunjukkan tas kecil ditangannya


"Ibuuu, nanti aja nunggu kak Tahta". Ucap Putri


"Katanya nak Tahta dateng malem?..."


"Ibu juga mau ke pasar sayang, beli sayur buat ayah, udah habis". Ucap Melly


"Yaudah biar Raja yang nemenin Putri bu". Ucap Raja


"Iya..."


"Ibu pulang ya sayang". Ucap Melly sambil mengusap kepala Putri dan segera keluar dari ruangannya


"Kamu ngapain sih kesini terus?". Tanya Putri


"Kenapa? Kamu masih kesel sama aku?". Tanya Raja


Putri terdiam tidak menjawab ucapan Raja


"Aku kangen sama kamu". Ucap Raja dengan suara pelan


"Aku juga kangen sama kamu, tapi gak tau kenapa rasanya aku kesel tiap liat kamu". Batin Putri


"Kamu pulang aja, aku mau sendiri". Ucap Putri


"Ngga mau". Ucap Raja


Raja mengeluarkan sekotak cincin dari jaketnya dan ia tunjukkan pada Putri


"Semua surat-surat buat pernikahan kita udah selesai". Ucap Raja


"Pernikahan? Emang kita mau nikah?". Tanya Putri


"Ini? Cincin yang pernah aku tunjukkin ke kamu..."


"Kita udah gagal lamaran, dan aku ngga mau kita gagal nikah". Ucap Raja


"Kamu ngga malu ngebahas pernikahan sama aku?". Tanya Putri


"Kenapa malu? Ini kan rencana kita". Ucap Raja


"Terus gimana sama temen kamu?". Tanya Putri


"Gimana apanya? Dia udah balikan sama Alvin, mereka mau nikah". Jawab Raja


"Hah? Kamu serius?". Tanya Putri


"Serius". Jawab Raja


Raja mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah undangan digital yang dikirimkan oleh Alvin sahabatnya


"Ini undangannya". Ucap Raja sambil menunjukkan layar ponselnya


Putri pun menoleh untuk melihat undangan digital tersebut


"Oh, jadi mereka mau nikah". Ucap Putri


"Iya, semalem dia sama Alvin dateng kerumah buat konsultasi ke aku". Ucap Raja


"Konsultasi apa?". Tanya Putri


"Ya soal hukum, buat penjarain selingkuhannya Alvin yang udah bikin Andin keguguran karna kekerasan..."

__ADS_1


"Jadi dari kemarin tuh aku bantuin mereka, setelah semuanya beres mereka mau nikah". Ucap Raja


"Bukannya Alvin satu jurusan sama kamu? Kok masih nanya-nanya ke kamu?". Tanya Putri


"Beda jurusan sayang, cuma kelasnya deket sama aku". Jawab Raja


"Hmmm, kamu jadi konsultan sekarang". Ucap Putri


"Hahaha ngga gitu juga". Ucap Raja


Putri pun teringat sebuah foto yang sempat dikirimkan oleh Dewa, foto dimana Andin terlihat seorang diri, tidak bersama Alvin, Putri berfikir kalau saat ini Raja sedang membohonginya


"Oh iya, kata kamu semalem kak Andin kerumah sama Alvin?". Tanya Putri


"Iya, ya ngebahas soal itu, emang kenapa?". Tanya Raja


"Kak Andin sama Alvin?". Tanya Putri


"Iya sayang...ya Andin dateng duluan sih, trus ngga lama Alvin dateng". Ucap Raja


"Jadi itu yang sebenernya, gue udah salah paham". Batin Putri


"Hehe aku seneng bisa ngobrol baik-baik sama kamu tanpa kamu marah-marah trus ngusir aku". Ucap Raja sambil tersenyum


"Oh iya ya, secara ngga langsung dia lagi ngejelasin ke gue kejadian yang sebenernya". Batin Putri


"Putri, aku bener-bener minta maaf soal kemarin, kamu kayak gini gara-gara aku..."


"Aku terlalu sibuk sama urusan temen aku, sampe abai sama kamu, kamu maafin aku kan sayang". Ucap Raja sambil mengusap tangan Putri


"Iya, aku maafin. Aku juga salah ngga pernah mau dengerin penjelasan kamu, jadinya sampe berlarut-larut kayak gini..."


"Oh iya kak Raja mau bantuin aku pipis ngga?". Tanya Putri secara tiba-tiba


"Apa? Kak Raja?". Tanya Raja


"Hmm". Jawab Putri sambil mengangguk


"Panggil aku kayak biasanya, baru aku bantuin". Ucap Raja


"Raja, bantuin aku pipis". Ucap Putri


"Engga, bukan itu". Ucap Raja


"Huhh..."


"Sayang,. bantuin aku pipis ya, udah ngga tahan, mau ngompol". Ucap Putri sambil meringis


"Hahaha mukanya lucu banget..."


"Yaudah ayo, aku gendong". Ucap Raja sambil bangkit dari duduknya


"Buruan udah diujung". Ucap Putri sambil memukul-mukul sisi ranjang


Raja segera melepas kantung infus Putri dari gantungannya dan menggendong Putri ala bridal kedalam kamar mandi


Namun belum sempat mendudukkan Putri diatas kloset, Putri sudah mengeluarkan cairan pipis nya digendongan Raja


"Aaakhhh...udah pipis, ngompoool". Ucap Putri


"Yaaah celana aku basah". Ucap Raja


Raja mendudukkan Putri diatas kloset lalu melepas celana panjang yang ia pakai


"Kamu pake celana lagi?". Tanya Putri


"Pake sayang". Jawab Raja


Raja membasuh kakinya yang terkena cairan pipis Putri


"Untung celana yang ini ngga kena, kalo kena aku pake apa". Ucap Raja sambil melirik celana pendeknya


"Hahaha lagian salah kamu kelamaan". Ucap Putri


"Gapapa deh, sekali-kali diompolin sama kamu". Ucap Raja


"Ih nyebelin". Ucap Putri


"Hahaha kamu ada celana lagi ngga?". Tanya Raja


"Ngga tau deh, coba liat di laci kecil, kayaknya ibu bawa lagi tadi". Ucap Putri


"Tunggu ya". Ucap Raja sambil keluar dari kamar mandi


Tidak berselang lama, Raja kembali membawa underw*re dan celana piyama Putri


"Sini buka dulu, ganti". Ucap Raja sambil memegang celana Putri


"Malu". Ucap Putri


"Aku udah pernah liat ngapain malu, ganti dulu nanti gatel". Ucap Raja


Raja melepaskan kedua celana Putri yang basah dan membasuh area inti Putri dengan tangannya sendiri, setelah itu kembali memakaikan celana untuk Putri


"Kemarin-kemarin siapa yang bantuin kamu pipis?". Tanya Raja


"Kak Tahta". Jawab Putri


"Hah?! Dia ngeliat dong? Megang-megang?". Tanya Raja


"Eh engga, cuma bukain celana aja, itu pun ngga ngeliat kayaknya". Ucap Putri


"Ooh". Jawab Raja


Raja kembali menggendong Putri dan membawanya ke ranjang tidur


"Mulai sekarang aku aja, jangan Tahta". Ucap Raja


"Apaan sih, orang aku masih marah sama kamu..."


"Ini karna terpaksa ngga ada orang lagi selain kamu disini". Ucap Putri


"Marah kenapa lagi sih sayang, pusing deh aku". Ucap Raja sambil menghela nafas


"Hehe engga kok..."

__ADS_1


"Oh iya kalo aku sakit gini aku ngga bisa magang dong, telat magangnya". Ucap Putri


"Gapapa, kan bisa nanti pas libur semester, atau pas skripsi sekalian..."


"Yang penting kalo udah sembuh kita nikah dulu". Ucap Raja


"Siapa yang mau nikah sama kamu?..."


"Orang nikahnya sama kak Tahta". Ucap Putri


"Dih jahat ya". Ucap Putri


Ceklek, pintu kamar Putri terbuka, sosok Siska muncul sambil membawa Azzam digendongannya


"Kakak, kok tau aku disini?". Tanya Putri


"Tadi gue kerumah, kata ayah lu dirawat disini..."


"Lu kenapa sih? Parah banget keliatannya". Ucap Siska


"Hehe gapapa, meleng pas mau nyebrang jadi ketabrak...."


"Kakak cuma berdua sama Azzam?". Tanya Putri


"Iya, nih dari ibu, buah-buahan". Ucap Siska sambil menaruh sebuah kantong di meja


"Iya, Azzam nya boleh sama aku ngga kak? Biar ada yang nemenin hehe". Ucap Putri


"Boleh nih". Ucap Siska sambil menyodorkan Azzam pada Putri


"Eh lu ngga bisa gendong ya..."


"Lu aja nih, gue juga mau keluar ada urusan". Ucap Siska sambil menyodorkan Azzam pada Raja


"Ngga repot kan?". Tanya Siska pada Raja


"Engga". Jawab Raja


"Yaudah, nanti sore gue balik lagi ngambil Azzam". Ucap Siska sambil menaruh tas Azzam lalu beranjak meninggalkan ruangan Putri


"Yeeeay ada dede Azzam, taro sini sayang, aku mau pangku". Ucap Putri sambil menepuk kedua pahanya


Raja pun menaruh Azzam dipangkuan Putri sambil ia bantu memegangi tubuh Azzam


"Ya ampun tambah berat, mam nya banyak ya sayang". Ucap Putri sambil mengusap pipi Azzam


"Gembul". Ucap Raja


"Aaaah lucu banget, gemes. Pengen punya". Ucap Putri sambil memeluk Azzam


"Makanya cepet sembuh, nanti kita bikin yang banyak..."


"Bahan dari aku pasti bagus, nanti lucu kayak dede". Ucap Raja


"Hahaha bahan, emang mau bikin kue". Ucap Putri


"Horee bentar lagi dede Azzam mau punya adek". Ucap Raja sambil menggoyang-goyangkan tangan Azzam


Azzam pun terkekeh seolah mengerti ucapan Raja


"Eh ketawa, udah ngga sabar nih mau punya adek". Ucap Raja pada Putri


"Sok tauu, yang ngga sabar tu kamu". Ucap Putri


"Kamu juga kan". Ucap Raja


"Dih apaan sih, udah ngga usah dibahas". Ucap Putri


"Pipinya merah, pengen cium". Ucap Raja sambil mengusap pipi Putri


"Ngga boleh, ada dede". Ucap Putri


Seketika Raja bangun dan mencium bibir Putri dengan lembut selama beberapa detik


"Dede pinter ngga ngeliat papa sun mama". Ucap Raja sambil mengusap kepala Azzam


"Hmm ngomongin pipi yang dicium bibir". Ucap Putri


"Hahaha kangen sama yang manis-manis". Ucap Raja


"Bikinin susu sayang, kayaknya dede ngantuk deh". Ucap Putri


"Siap mama". Ucap Raja


Setelah membuatkan susu untuk Azzam, Raja membaringkan Azzam disisi Putri


"Kamu udah minum obat?". Tanya Raja


"Udah tadi sebelum mandi". Jawab Putri


"Mandi? Emang bisa?". Tanya Raja


"Maksudnya di lap sama ibu". Jawab Putri


"Ooh, yaudah bobo sama dede..."


"Sebagai suami dan ayah yang baik, aku bakal jagain istri dan anak aku yang lagi bobo". Ucap Raja


"Hahahaha ngakak". Ucap Putri


"Udah ngga usah ngakak-ngakak, bobo sekarang, nanti siang bangun, makan". Ucap Raja


"Ih bosen kerjaannya makan tidur, makan tidur doang". Ucap Putri


"Kata siapa? Nanti malem kasih aku jatah lah, udah lama nih". Ucap Raja


"Hahaha masih sempet-sempetnya minta jatah". Ucap Putri


"Wajib, dah buruan bobo". Ucap Raja


"Iya, aku juga ngantuk". Ucap Putri


Sambil memegangi botol susu Azzam, sesekali Raja mengusap kepala Putri sampai tertidur.


Setelah menidurkan Putri dan Azzam, Raja membuka laptopnya untuk mengerjakan tugasnya

__ADS_1


----


Jangan lupa likenya


__ADS_2