
Dua minggu setelah pacaran,Leon dan Xana semakin akrab dan mencintai.Kedua sejoli itu sudah saling menyayangi namun mereka masih merahasiakannya dari Kedua orang tua mereka.
"3 hari lagi kita akan Lulus sekolah.Kau meneruskan sekolahmu ke Sekolah lain.Aku akan lulus dan kuliah."Leon sedikit cemberut.
"Ah,sayang.kenapa? kau tidak senang?"tanya Leon.
"Sayang,aku akan kuliah di Inggris."Leon mengatakan itu dengan ekspresi sedih.
"Apa?!"Xana kaget bukan sembarang.
"Aku kehilangan 3 orang terdekat dalam waktu singkat?"lanjut Xana.
"Sayang,Aku mengambil kuliah singkat,supaya kamu lulus aku juga lulus,"ucap Leon.
"Huaaaaa kenapa jadi begini?!Aku tidak mau berpisah lagi,"Xana menangis tersedu.
"Tenang,aku hanya menyukaimu,aku juga seperti kakakmu,tidak menyukai wanita.Xana percayalah,ini demi masa depan kita,"Tutur Leon.
"Kapan kau berangkat?"tanya Xana.
"Seminggu setelah lulus."jawab Leon.
Mereka kemudian berpelukan sangat lama.Di musim itu,bunga sakura sedang mekar dengan meriahnya.Xana menghabiskan waktu yang lama dengan Leon.
××××××××××××××××××××××××××××××××××××
Pulang dari berkencan,Xana di isengi kakaknya dengan mengagetkannya dari baling pintu.
"Duaaarrrr!!!!"Teriak Kak Petra.
"KYAAAAA!!!! Sial Kaget!Apa kau begitu bosan?"Xana kesal dan menjewer Kak petra.
"Akhhh!! tidak tidak! ampun ampun!"Kak Petra kesakitan.
Xana naik ke atas dan istirahat.Ia masuk kamar Kak Sean dan merebahkan badannya.
"Huftt~ Kangen Kak Sean lagi deh,Kak Sean lagi apa ya?"Xana merindukan Kakak tertuanya itu.
Ting Tung~
Suara pesan masuk.Ia langsung melihat dan membaca pesan yang ternyata dari Melisa.
Melisa: [Halo,Kak.Ini Melisa,Aku sedang hamil,Yeay!]
Xana: [sungguh?]
Melisa: [Aku akan mengirim foto]
Xana: [Baiklah]
Triiinggg~
Xana membuka foto yang dikirim Melisa.
"Sudah kuduga dia pasti akan memiliki anak dalam waktu dekat diumur nya yang muda."Xana menepuk jidat.
Xana: [Jika kau perlu uang untuk sesuatu katakan padaku,aku akan langsung mentransfernya saat itu juga,haha]
__ADS_1
Melisa: [Iya iya,Aku sayang padamu,Kak.]
Xana: [Aku juga,ingat untuk selalu mengabariku tentang perkembangan janinmu.]
Melisa: [Iya,Aku tahu.]
Melisa menjelaskan bahwa ia sudah bicara pada gurunya.Ia memahami Melisa.Selama Melisa belum memasuki masa hamil besar,Melisa boleh sekolah semampunya.Tentu Melisa merasa sedikit malu,tetapi seperti kata Kak Xana,Berani berbuat berani bertanggung jawab.Bayi itu tidak bersalah,yang salah ibunya.
"Anakku,Aku tahu kesalahanku masa lalu tidak bisa diubah,tetapi ibu janji akan membuat masa depanmu yang indah,"Melisa mengelus-elus perutnya.
Melisa membeli segala kebutuhan untuk Ibu hamil.Ia dapat membeli semua itu atas biaya dari Xana.Melisa sangat berterima kasih karena telah dipertemukan dengan Xana yang begitu baik hati dan tulus.Ia selama ini selalu menganggap Xana buruk.
"Aku akan menamai dia apa ya,kelak?"Melisa menggumam.
Melisa punya ide,dia akan bertanya pada Xana apa nama yang cocok jika yang terlahir adalah perempuan serta Melisa akan menamai sendiri jika yang lahir laki-laki.
"Eumm,Nama untuk cewek si aku kurang tahu tapi di kepalaku langsung terpikir nama Rosalia bisa dipanggil alia ataupun Ros dan Rosa." jelas Xana di telepon.
"Begitu,ya.Nama yang indah.Baik,jika anak ini Cowok aku akan menamainya Gilang,itu terpikir karena disini malam dan aku sedang melihat bintang yang gemilang,haha."Melisa tertawa kecil.
"Iya,stay safe ya,Mel." Xana menutup telepon.
Besok adalah hari kelulusannya.Ia tidak tahu harus senag atau sedih karena setelah lulus ia akan berpisah dengan Leon.
×××××××××××××××××××××××××××××
Pesta Kelulusan berakhir,Xana berlari ke taman sekitar sekolahnya dan menangis kencang.Ia tak sanggup menemui Leon.Ia tak kuat untuk menahan air matanya.Leon menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
"Sayang,jangan begini.Aku harus kuliah agar bisa bekerja dengan gelar.Aku begini juga demi masa depan kita,"jelas Leon yang masih memeluk Xana dari belakang.
"Leon,Aku terlalu mencintaimu hingga takut kehilanganmu.Jujur Aku tidak ingin kita terpisah seperti ini."Xana menangis kembali.
"Baik,berjanjilah padaku bahwa hanya aku yang ada di hatimu,Leon."Xana mengacungkan Jaru kelingkingnya.
Leon berjanji dan memeluk Xana lagi.Ia tahu ini tidak akan mudah bagi mereka kedepannya.Hubungan jarak jauh bukanlah hal yang mudah untuk mereka lakukan.Tapi mereka yakin bisa melakukan yang terbaik untuk satu sama lain.
Xana pulang diantar Leon.Ia melambaikan tangan pada Leon.Kekasihnya itu akan sibuk menata persiapan kuliahnya selama seminggu lalu pergi.Tidak akan ada lagi canda dan tawa bersama Leon.Xana memasuki rumah,ia lalu menerima pesan foto dari Melisa.Melisa mengirim foto kehamilannya lagi.
Hewwo Bibi Xana,umur aku udah 3 bulan,Yeayy!!(。・ω・。)ノ♡
"Ah,aku tiba-tiba ingin mengunjunginya,tetapi banyak yang harus kupersiapkan,"Xana lalu menutup handphonenya.
"Sayang,kemari."Xana mendekat ke Ibunya.
"Tahun ini kakakmu tidak akan pulang,jadwalnya padat."jelas Ibunya.
"Astaga,aku benci bagian ini dari dunia perkampusan!"Xana kesal dan naik ke atas.
"Baby,sifatmu tidak berubah,ya."Kak Petra menggoda Xana.
"Iya,Sama sepertimu.Masih sama aja gapunya cewe!"Xana pergi meninggalkan Kak Petra.
"Ah,apa Pentingnya Pacaran?"Kak Petra kebingungan dan kesal sendiri.
"Pet,ikut aku."Kak Albert mengajak Kak Petra ke bawah.
"Ma,lihat ini."Kak Albert menyuguhkan beberaoa foto ke ibunya.
__ADS_1
Kak Petra dan Ibunya tampak Senang karena foto itu berisikan Xana dan Leon yang sedang berpacaran.Kak Albert pergi selalu mengikuti Xana akhir-akhir ini.Kak Albert menjadi Overprotective akhir-akhir ini!
"Kau begitu peduli pada adikmu,ya.Sekarang ia tumbuh dewasa dan memiliki pacar seperti Leon.Aku sungguh bahagia."Ucap Ibu yang menatapi foto itu.
"Kak,Kau menjadi detektif handal,ya."Kak Petra tampak mengacungkan jempol pada Kak Albert.
"Aku ingin kalian menjaga Xana.Aku akan pergi Kuliah ikut Kak Sean Seminggu lagi.Tentu Xana akan sedih dengan hal ini nantinya."Jelas Kak Albert duduk dengan ekspresi cemas.
"Jangan cemas,Kak!Aku akan melindungi adik tercinta kita dari buaya darat maupun air!"Kak Petra menepuk dadanya.
"Berkelahi saja masih bodoh,"Xana menjawab dari belakang.Ia sudah berdiri di belakang Kak Petra.
Ia mendengar semuanya.
"Bagus!sekarang aku kehilangan Semua orang terdekatku dalam waktu yang begiiiiitu singkat!"Xana kesal dan duduk.
"Sayang,Kau juga akan kuliah,kelak."Ibu menasehati Xana.
"Ga ah,aku bakal nikah aja Sama Leon.Toh aku sudah punya warisan dan bisnis sendiri,"Xana kesal.
"Gila sih,enak banget jadi anak cewek.Gausah kuliah dah dapet kerjaan,"Ujar Kak Petra yang memakan camilan.
"Iya,dong.Oh,ya aku sekarang sudah akan menjadi Bibi!"Xana yang tadinya cemberut langsung ceria.
"Eh?maksudmu?"Tanya Ibu.
"Itu loh,Melisa.Dia hamil."Jawab Xana santai.
Kak Petra yang akan meminum jus orenj nya tersedak dan hampir kehilangan nafas.
"What?! Kau serius?!"Kak Petra kaget.
"Iya,"jawab Xana santai dengan senyum kecil.
"Dia melakukannya dengan siapa?apa dia bertanggung jawab?"Ibu bertanya-tanya.
"Tidak,dia melakukannya dengan orang rendahan yang tidak perlu kalian ketahui identitasnya,"Jawab Xana.
"Berapa bulan,sayang?"Kak Alberr bertanya.
Yah sudah bukan hal yang mengagetkan karena kami sudah terbiasa sekarang.
"eum 3 bulan hari ini,"jawab Xana.
"Gilaaa belum lama ini pasti dia udah gituan!"Kak Petra kaget bukan kepalang.
"Yep,memang."Xana menjawab dengan santai sambil memakan camilan.
--Bersambung
PERHATIAN!!!
Ayo Dukung Author biar tambah semangat dan rajin update dengan Like,Favorite,Vote dan komen apa saja tentang cerita ini!(灬º‿º灬)♡
See you my readers(´∩。• ᵕ •。∩`)
all pictures by Google&pinterest.
__ADS_1