Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Menghilang?


__ADS_3

Suasana malam ini memiliki kesan tersendiri untuk Putri dan Tahta, sudah dua jam lamanya berbagi kasih diatas ranjang, kini mereka saling berpelukan erat setelah mencapai puncak untuk yang kesekian kalinya


Putri ambruk diatas tubuh Tahta dengan keringat yang membanjiri tubuhnya. Ia hirup aroma tubuh dari laki-laki yang akan ia rindukan selama beberapa hari kedepan


Sangat menyiksa. Ya, sangat menyiksa berpisah dengan Tahta meski sementara. Karena Putri tidak terbiasa dengan itu


Begitu pun dengan Tahta, ia mengusap kepala Putri, membelai halusnya rambut panjang hitam milik istri kecilnya yang akan selalu ia rindukan. Kedunya saling memuja tubuh satu sama lain untuk yang terakhir kalinya, dalam arti perpisahan sementara yang akan dimulai esok hari


Tahta melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Putri dan mengambil posisi duduk dengan perlahan, membuat Putri berada dipangkuannya. Ia raih dagu istrinya itu dan ia kecup kedua mata yang terlihat merah, ia tahu istrinya itu sedang menahan tangis, terlihat dari raut wajahnya yang sangat mendukung


"Hmm. Mau nangis, ya?". Tanya Tahta sambil tersenyum meledek


"Engga, kok". Gumam Putri


"Hehe, aku tau kamu, sayang". Ucap Tahta mencolek hidung Putri


"Jangan sedih, aku janji akan pulang secepatnya". Ucap Tahta meyakinkan, Putri mengangguk pelan lalu melingkarkan kedua tangannya pada leher Tahta


Ia sandarkan kepalanya disalah satu bahu kokoh Tahta. Menutupi rasa sedih yang sudah jelas tidak ia bisa sembunyikan lagi dari suaminya itu, Tahta sangat tahu tentangnya


"Dingin, bersih-bersih dulu, yuk". Ucap Tahta, Putri mengangguk setuju


Tanpa balutan apapun ditubuh mereka, Tahta menggendong Putri layaknya anak koala kedalam kamar mandi. Mereka membersihkan diri setelah melalui malam hangat dan in tim yang dibalut kesedihan


---


"Baik-baik sama mama ya, sayang. Makan yang banyak biar kamu cepat besar".


Putri tersenyum haru sambil mengusap kepala Tahta. Rasa sedih berpisah dari Tahta semakin besar, namun ia harus siap berhubungan jarak jauh


Tahta mengangkat kepalanya dari perut Putri. Tatapannya beralih menatap kedua bola mata Putri yang sudah tergenang air, dengan cepat ia menyeka air mata itu dengan ibu jari sebelum memberikan ciuman lembut dibibir istrinya


Cukup lama berpagutan bibir, momen mereka harus berakhir karena Dewa memanggil Putri dari luar kamarnya. Putri dan Tahta pun segera bersiap, Putri dengan tas kuliahnya, sementara Tahta dengan koper ditangannya


"Semangat kuliahnya, jangan capek-capek, ingat apa yang aku bilang". Ucap Tahta mengacak puncak kepala Putri


"Iya, aku ingat. Hati-hati dijalan, ya. Kabarin aku kalo udah sampe hotel".


"Siap, nyonya". Ucap Tahta yang diakhiri dengan kecupan pada kening Putri


Putri, Raja dan Dewa mengantar Tahta sampai pintu utama. Tahta pun berpamitan setelah memasukkan kopernya kedalam mobil


"Gue titip Mput". Ucap Tahta menatap kedua kakaknya


"Sip, tenang aja". Ucap Raja


"Iya, fokus sama kerjaan lu disana". Ucap Dewa menepuk bahu Tahta


Tahta mengangguk, ia percaya kedua kakaknya itu akan menjaga istri dan calon anaknya dengan baik


"Aku berangkat, ya". Ucap Tahta, Putri tersenyum simpul lalu mencium punggung tangan Tahta sebelum Tahta pergi dengan mobilnya


"Cemberut terus, senyum dong". Ucap Dewa sambil menarik sudut bibir Putri kesisi kanan dan kiri, membuat senyum dibibir adiknya itu


"Kalo mamanya cemberut, dede bayinya ikut cemberut juga". Ucap Raja mencolek hidung Putri


"Hehe, ayo berangkat, kak". Ucap Putri menatap Dewa


"Loh, katanya berangkat sama Raja?". Ucap Dewa


"Tadi mendadak gue dapet telfon dari kantor, jadi ngga bisa antar Putri". Ucap Raja


"Oh, yaudah..."


"Yuk, sama kakak aja". Ucap Dewa sambil merangkul bahu Putri dan membawanya memasuki mobilnya


Diperjalanan, Putri hanya terdiam menatap keluar jendela, ia termenung dengan satu pikiran yang memenuhi otaknya, apalagi kalau bukan Tahta. Baru beberapa menit berpisah ia sudah merindukan suaminya itu


Dewa tersenyum tipis sambil menggenggam satu tangan kecil yang membuat pemiliknya itu menoleh menatapnya


"Mau kakak beliin apa? Biar ngga sedih terus". Ucap Dewa


"Aku ngga sedih kok". Ucap Putri

__ADS_1


"Kamu ngga bisa bohongin kakak, ya, anak kecil". Ucap Dewa mencubit gemas hidung Putri


"Eum...beli apa, ya". Gumam Dewa sambil melirik sisi jalan dengan laju mobil yang sudah ia lambatkan


"Aha. Tunggu ya, kakak turun dulu sebentar". Ucap Dewa saat melepas seatbeltnya dan buru-buru turun dari mobil


Putri menautkan kedua alisnya sambil memperhatikan Dewa yang terlihat menghampiri sebuah pedagang disisi jalan


"Permen kapas?"


"Kak Dewa beli permen kapas?"


"Haha, ada-ada aja"


Putri menyunggingkan senyumnya melihat Dewa membawa satu permen kapas berukuran cukup besar berbentuk kucing berwarna pink dan putih. Sangat cantik, lucu, dan mengemaskan


"Buat adik cantik kesayangan kakak". Ucap Dewa sambil memberikan permennya dan diterima dengan senyum manis dibibir Putri


"Aah, terharu. Ini lucu banget, makasih, kak". Ucap Putri


"Sama-sama, sayang. Dimakan, ya".


"Hmm? Ngga tega, nanti rusak kalo dimakan, ngga lucu lagi".


"Hahaha, ada-ada aja kamu. Yaudah kalo ngga mau dimakan gapapa, bawa aja ke kampus..."


"Paling ada yang nanya, anak TK dari mana ini, hahaha".


"Ish, kakak! Yaudah aku makan, tapi kakak dulu".


Putri menarik sejumput permen kapas itu dan ia suapkan untuk Dewa


"Duh, kemanisan. Kakak ngga bisa makan yang kayak gini". Keluh Dewa sambil meringis


Putri yang penasaran dengan rasa permen itu, segera menyuapnya kedalam mulut


"Manisnya pas, kok". Ucap Putri berkomentar


"Engga. Ini tuh manis banget, kayak kamu". Ucap Dewa


"Jadi sebenarnya ini kemanisan atau lagi ngegombal?". Tanya Putri disela tawanya


"Beneran kemanisan menurut kakak, tapi kalau kamu emang manis banget". Ucap Dewa


"Ih, bisa aja jawabnya". Ucap Putri mencubit gemas pipi Dewa


"Hehehe, kakak senang liat kamu ketawa gini. Makin cantik".


"Tuh, kan. Sejak kapan pinter gombal gini?".


"Loh, ngga gombal. Itu fakta".


"Haha, udah kak. Bisa terbang kalo dipuji terus".


"Wajar sih kalo terbang, kamu kan bidadari".


"Kak Dewa!".


"Hahahahaha, okay. Udahan".


Setibanya dikampus, Putri segera menuju gedung fakultasnya. Masih ada waktu lima belas menit lagi sebelum kelas dimulai, Putri memutuskan ke toilet terlebih dahulu, sekedar mencuci tangan dan menyempurnakan kembali tatanan rambutnya


"Semangat, sayang. Kita fokus bimbingan skripsi, okey?". Batin Putri sambil mengusap perut dari luar pakaiannya


Beberapa jam berlalu, Putri sedang bersiap meninggalkan kelasnya, begitu pun dengan Nindi yang menghampiri Putri untuk meninggalkan kelas bersama


"Heh bumil, lu dijemput siapa?". Tanya Nindi


"Kak Raja". Jawab Putri


"Yah, ikut gue aja, yuk. Temenin gue ke mall, mau beli jaket buat kak Dewa".


"Hmm, tapi gue izin dulu sama kak Raja".

__ADS_1


"Sip".


Dua jam telah berlalu, dua laki-laki tampan terlihat kompak menunjukkan kegusarannya. Dewa dan Raja, kakak beradik itu masih menunggu kabar dari Putri dan Nindi yang meminta izin untuk pergi ke pusat perbelanjaan setelah kegiatan kuliah mereka


Ponsel Dewa bergetar untuk yang kedua kalinya, panggilan masuk dari Tahta. Laki-laki pemilik sah dari wanita kecil bernama Putri, yang saat ini menghilang tanpa kabar bersama Nindi, sahabatnya


"Gimana? Mput udah pulang belum?"


"Belum, gue barusan kerumah ayah tapi Putri ngga ada disana"


"Cari ke tempat lain dong!"


"Cari kemana lagi? Raja udah nyari ke kampus, nyari ke mall tujuan mereka, gue juga nyari kerumah Nindi, ke apartment lu, tapi ngga ada"


"Ck, lu berdua ngga becus! Belum ada satu hari gue tinggal, tapi Mput udah hilang kayak gini!..."


"Gue balik sekarang, gue sendiri yang cari Mput..."


"Dan kalo sampai kenapa-napa, gue habisin lu berdua! Jadi kakak ngga ada gunanya, bangsat!"


Dewa melempar ponselnya keatas meja setelah Tahta memutus sambungan telfonnya. Dewa menghela nafas panjang lalu melirik Raja yang sedang memijat kening sambil menatap layar ponselnya


"Tahta ngamuk. Dia mau balik sekarang". Ucap Dewa


"Mampus. Ini HP Putri ngga bisa di lacak, lagi". Ucap Raja menunjukkan layar ponselnya


"Ya Tuhan". Gumam Dewa mengusap kasar wajahnya


"Cari lagi. Kemana aja, sampai mereka berdua ketemu". Ucap Dewa bangun dari duduknya. Raja mengangguk setuju


---


"Heh, sini lu!".


Bugh


Bugh


Brak


Tahta memberikan dua bogem mentah tepat diwajah Dewa sebelum mendorong tubuh sang kakak sampai terhempas kearah kursi tunggu yang ada dirumah sakit


Nindi dengan kepala yang diperban, mencoba melerai kejadian tersebut, ia mendorong tubuh Tahta agar menjauhi Dewa. Namun Tahta menyingkirkan Nindi dan kembali menghajar Dewa bertubi-tubi


Dewa pasrah, ia membiarkan Tahta melampiaskan emosi terhadapnya, karena ia sadar ini adalah kesalahannya, ia yang telah lalai dalam menjaga Putri


Disisi lain, Raja yang terlebih dahulu dihajar oleh Tahta saat diparkiran mobil, hanya bisa menatap Dewa yang sudah terkulai lemas diatas dinginnya lantai malam itu


Raja memahami kalau adiknya itu merasakan kecewa yang mendalam terhadap dirinya dan Dewa. Kalau saja ia melarang Putri pergi dengan Nindi, atau ia ikut menemani dua perempuan itu, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Itu lah penyesalan yang Raja rasakan sekarang


"Stop, kak! Ini salah aku. Aku yang ajak Putri ke mall, bukan salah kak Dewa". Ucap Nindi menatap Tahta


"Kamu diam, ya. Kakak udah percayain Putri ke Raja, ke dia!". Ucap Tahta menunjuk Dewa


"Tapi apa? Mereka yang ngga becus jagain Putri, sekarang Putri kayak gini. Salah siapa? Salah mereka!". Sambung Tahta


"Ini kecelakaan, kak. Ngga ada yang mau kejadian kayak gini". Ucap Nindi


Pintu ruangan terbuka, terlihat seorang dokter wanita keluar dari ruangan tersebut


"Apa disini ada suami dari pasien?".


"Saya, dok. Ada apa sama istri saya?".


"Ikut saya keruangan ya, mas. Ada yang mau saya jelaskan terkait kandungan istri mas".


Tahta mengusap kasar wajahnya. Seketika rasa takut dan pikiran buruk menyelimuti perasaannya. Dengan gusar, Tahta mengikuti dokter tersebut menuju ruangannya. Menyisakan Nindi, Dewa dan Raja yang mulai larut dalam kegelisahannya masing-masing


---


yoooo wassap guys, maap baru update hihi


up satu aja, ah. besok aku update lagi, okey

__ADS_1


tetap dukung cerita ini sampai tamat ya, tenchuuuu


__ADS_2