Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
BAB 8 PUTRI SEMALAM


__ADS_3

Tepat pukul 04.00 sore Aku dan Kakak-kakakku sudah mempersiapkan semuanya.Ini adalah pesta dengan bangsawan dari luar negeri.Kami adalah putra dan putri yang terdidik,tentu saja kami sudah bisa berbahasa asing.Para pria menyiapkan pakaian dan mobil yang akan dipakai.Para Wanita dengan pelayan wanita sibuk akan persiapan pakaian dan make up nanti malam.


"Luna,Dandani Xana dengan Dandanan style Kerajaan Inggris Tema orenj tapi tidak terlalu terang.Beri gradasi,karena kulit Xana sudah cukup putih."Ibu memberi arahan kepada pelayan yang akan mendandani Xana.


3 jam kemudian semua sudah siap dan rapi.Xana turun dengan kakak kesayannya,Sean.Ibu,ayah,Kak Albert,dan Kak Petra sudah menunggu di aula bawah.Xana mengenakan Gaun mahal yang ia beli kemarin,Gaun yang berhiaskan bunga mawar disertai aksesories bando cantik di kepalanya.


"Kalian bertiga dengan Xana satu mobil.Ayah dan Ibu akan menaiki mobil lainnya.Ketika turun tetaplah bersama."Ibu selalu memberi arahan disaat-saat begini.


"Aku duduk di depan dengan Kak Sean!"Seru Xana yang sudah memeluk erat Kakaknya itu.


"Dasar,kalian itu sudah seperti suami istri,susah dipisahkan!"Kesal Kak Petra.


Mereka menaiki mobil dengan rombongan.Mau bagaimana pun ayah bukan sembarang orang.Kami dikelilingi penjagaan ketat.Samar-samar banyak lampu yang mengiringi selama perjalanan.Suasana ini sudah biasa sejak Xana kecil.Ia sering diajak ke pesta pertemuan penting karena ia adalah satu-satunya putri dan bungsu di keluarganya.Beberapa menit kemudian kami memasuki gedung parkir.Ada begitu banyak mobil bermerek disana yang tak ternilai harganya.


"Kita sampai,ingat kata ibu,kan?"Ingat Kak Sean.


Xana keluar dengan di damping Kak Sean di sebelah kanan dan Kak Albert di sebelah kiri.Kak Petra mengiring ibu dan ayahnya.Mereka dikawal puluhan orang dari belakang.Menaiki Lift satu persatu.Dan sampailah ke aula besar yang sudah berisi sekitar 30 orang.Ini adalah pertemuan pebisnis dalam dan luar negeri,jadi tidak akan seramai pesta pernikahan.


"Tuan Lant Wijaya?Kemari ikut saya,"Salah seorang pelayan mendekati ayah.


Kami duduk di meja berbeda.Kak Petra,Ayah dan Ibu duduk di meja yang sama.Sedangkan Xana dengan Kak Sean dan Kak Petra.Semua mata memandang keluarga Wijaya yang terkenal itu.Mereka memperhatikan Kedua wanita yang duduk diantara pria tampan tinggi dan rupawan itu.Betapa beruntungnya berada di keluarga bangsawan seperti mereka.


"Kita sambut bintang tamu kita hari ini,Bangsawan dan Pebisnis terkenal dari Eropa,De Venorm Family!"Host di acara itu menyambut.


Tampak satu persatu keluar dari samping tempat duduk kami.Ada Ayah,Ibu,Dan Kedua Putranya.Mereka hanya punya 2 anak pria yang dimana satunya sudah bertunangan dan satunya sudah sekolah.Xana memperhatikan seksama salah seorang pria di panggung penyambutan itu.Matanya tertuju pada seorang Pria tinggi dengan Pakaian berjas dan celana hitam dengan kemeja merah persis yang dikatakan pelayan saat ditoko itu.


"Astaga!Bagaimana mungkin?Aku berpasangan dengan anak dari Bangsawan yang satu ini?!aku tidak tahu apa ini kesialan atau sebuah keberuntungan?"Batin Xana.


"Perkenalkan ini adalah Kepala Keluarga Sekaligus CEO dari European De Venorm Group,Tuan Reon De Venorm dengan istrinya Nyonya Xeila De Venorm,dengan Anak Sulungnya Tuan muda Regi De Venorm dan Putra bungsunya Tuan muda Leon De Venorm."Ucap host itu.


Xana sontak kaget.Ia mengingat kejadian itu.Kejadian Penculikannya beberapa minggu lalu.


"Aku Xana,Kamu siapa?"tanya Xana.


"LEON,"JAWAB PRIA ITU.


Apa mungkin ini adalah Leon yang sama?Apakah ini takdir? Pakaian kami sudah berpasangan dan sekarang kami bertemu di pertemuan private ini.


Xana mengingat akan gelang itu.Xana memperhatikan tangan kanan pria itu.Namun sayang,Ia tak bisa melihatnya karena tertutup baju jas panjang dengan kemejanya.Ia masih penasaran dan harus memantapkan kecurigaannya.

__ADS_1


"Para Hadirin,Mari kita mulai dengan sedikit tarian Dansa dengan diiringi lagu yang merdu,ditambah lagi pasti Eropa memiliki kebiasaan seperti ini."Host itu memberi arahan.Kemudian Semua punya pasangan.Ketiga Kakak kerennya tidak suka wanita jadi mereka memperebutkan Xana.Tetapi Xana tidak memperhatikan itu.Ia sesekali terus melihat ke arah Pangeran atau Tuan Muda Leon itu.


"Aku ingin mendengar suaranya,aku ingin lihat tangannya,kumohon tuhan,"Xana berdoa.


Tiba-tiba saja ada yang menepuk pundaknya dari belakang.Xana melihat kebelakang dan benar saja itu adalah Tuan Muda Leon.Tuan Muda itu menatap dingin Xana dan mengulurkan tangan ala Eropa yang berarti mengajak berdansa Xana.Kak Sean memperhatikannya.


"Mau berdansa denganku,Ladies?" Ucap pria tinggi itu.


"Ba-baik,"Xana menggenggam tangan pria itu.


Mereka berdansa di alunan lagu yang merdu.Xana terus menatap mata pria bermata merah itu.Begitupun sebaliknya.Suara pria tadi sedikit berbeda,Xana perlu banyak mendengar.


"Apa kau mengenaliku?Aku melihat kau terus melirik kepadaku,Nona."dia bertanya.


"Tuan Leon,Apa kau...memiliki kenalan bernama Xana?"tanya Xana.


"Tunggu?Bagaimana kau tahu?Aku sedang mencari mati-matian gadis itu.Aku mengenalnya,ketika kami diculik minggu lalu."Jelas Leon yang sedikit menurunkan kecepatan ia berdansa.


"Apa dia mengenakan Gelang tali sepasang dengan motif Pasangan Hati?"tanya Xana lagi.


"Iya,"Jawab Leon.


Lantas Leon terpelongo dan melotot.Ia tak percaya gadis mungil cantik rupawan yang baru saja berdansa bersamanya adalah gadis yang sama dengan gadis lemah saat itu.Xana memperlihatkan gelang yang berpasangan dengan Leon.Benar saja,dibalik baju dan kemeja yang berpasangan dengan Xana itu ia memakai gelang tali pasangan dengan Xana.Leon Yang terkenal dingin itu kemudian sedikit tersenyum dan memeluk Xana.


Tentu saja semua orang melihatnya,terutama dari keluarga kedua belah pihak.Orang tua mereka dan para tamu yang hadir melihat mereja berpelukan dengan mesra.Kemudian Kak Sean dengan Kak Regi De Venorm mendekati adik-adiknya itu.


"Leon,apa yang kau lakukan?memeluk anak gadis orang?"tanya Kak Regi pada dua sejoli yang sedang mesra-mesraan itu.


"Xana,Ada apa?kenapa memberi hormat dan memeluk pria ini?"tanya Kak Sean.


Mereka berdua mengajak kedua belah pihak keluarga untuk berbicara private di belakang panggung.Xana menceritakan itu pada semuanya.


"....jadi,aku dan Leon bertemu dan saling bertemu di kejadian penculikan itu.Saya ada bukti jika perlu,"Jelas Xana.


"Baby,memang benar bahwa Leon minggu lalu diculik,tetapi mengapa ia tidak bercerita bahwa ia bersamamu?"Ibu dari Keluarga De Venorm itu mendekati Xana.


"Mom,Leon tidak bercerita karena tidak mau kalian kepikiran.Leon jujur dan benar kalau saat itu sebenarnya,Xana bersama Leon."ujarnya.


"Astaga,Putra dan Putri kita sudah menyatukan kedua keluarga ini dengan pertemuan tanpa sengaja mereka."ujar Ayah Leon.

__ADS_1


Mereka kembali ke aula depan dengan bangga.Leon dan Xana menjadi akrab dan bercerita.Namun Leon adalah sosok yang dingin dan kaku.Ia hanya mendengarkan Xana dengan seksama.Ia memperhatikan gadis itu,ia tak percaya gadis yang terlihat polos,lugu dan lemah ini bisa berkelahi tanpa senjata tajam.


"Bagaimana kau bisa selamat saat itu,Leon?"tanya Xana.


"Ah,bom meledak tepat di dekatku.Aku berlari ke pintu keluar dan ingin membawamu,namun aku mengetahui bahwa itu bukan bom bahaya,tetapi hanya menghasilkan suara ledakan dan asap."Jelasnya.


"Dan kau tahu bahwa itu adalah bantuan?"tanya Xana lagi.


"Tentu,terutama aku mendengar banyak hentakan kaki mengarah pada ruangan itu,jadi aku harus pergi agar tidak ada yang melihat sosok diriku,"jawab Leon.


"Ah,aku benar-benar minta maaf.setelah kejadian itu aku melupakan namamu dan baru mengingat gelang ini kemarin,"Xana memelas.


"Tidak masalah,aku pun begitu,mencarimu mati-matian dan menemukanmu tanpa sengaja."jawab Leon.


"Xana kau kelas berapa?"tanya Leon.


"Eum,9 aku akan lulus 3 bulan lagi," jawab Xana.


Xana sedikit menyesali karena ia masuh benar-benar muda dibanding Leon.


"Ah kita beda 3 tahun,ya"lanjut Leon.


"Benarkah?anda kelas 12? Bagaimana mungkin?"tukas Xana.


"Apa aku terlihat tua dan beruban?"tanya Leon sambik membuka kedua tangannya.


"Tidak,hanya saja kau terlihat begitu dewasa dan tampan,"Xana menjawab tersipu malu.


Leon sedikit tersipu dengan pujian Xana.Itu pertama kalinya ia tersipu dengan pujian gadis,Leon memiliki banyak penggemar dan jutaan pujian tetapi hanya pujian Xana yang melekat di hatinya.


"Kalau ada waktu,maukah kamu menemaniku dengan keluargaku keliling melihat-lihat Kota?"tanya Leon.


"Te-tentu!kapan pun kau panggil aku akan datang jika tidak mendesak,hehe"Jawab Xana.


Mereka bertukar nomor telepon dan berpisah di parkiran.Xana hanya melambai tangab pada Leon saat akan masuk Mobil.Ibu Xana dengan Ibu Leon berpelukan haru karena sudah saling bertemu,Ayah mereka ikut berjabat tangan.


--Bersambung


PERHATIAN!!

__ADS_1


Yuk,dukung penulis dengan Like,Favorite dan Vote agar penulis semangat!ಡ ͜ ʖ ಡ


__ADS_2