Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Penghinaan?


__ADS_3

Tahta tersenyum tipis sebelum menghampiri Putri dan Raja didepan rumah mereka


"Udah bisa naik sepeda sendiri?". Tanya Tahta sambil menyelipkan rambut ke belakang telinga Putri


"Belum, masih takut, kak. Belum bisa dilepas".


"Hmm, yaudah. Besok belajar lagi. Sekarang masuk dulu, sarapan". Ucap Tahta, Putri mengangguk patuh dan menuntun sepedanya masuk kedalam garasi


"Belum move on dari istri gue?". Tanya Tahta


"Kalo lu tanya kayak gitu, gue akan jawab, belum". Jawab Raja sebelum pergi meninggalkan Tahta


"Heh, maksud lu apa?". Tanya Tahta sambil mencengkram bahu Raja. Raja pun berbalik kearahnya


"Bukan apa-apa". Ucap Raja


Raja menyingkirkan tangan Tahta dengan kasar, lalu bergegas masuk kedalam rumah. Disusul oleh Tahta yang mulai terbawa emosi dengan kata-kata Raja


"Gue belum selesai ngomong". Ucap Tahta sedikit berteriak,


Putri yang sedang melakukan panggilan video dengan Dewa, seketika menoleh menatap Raja dan Tahta


"Kenapa itu?". Tanya Dewa


"Ngga tau kak". Jawab Putri menatap Dewa di layar ponselnya


Raja mengacuhkan Tahta, ia mendudukkan bokongnya nya di hadapan kursi makan Putri, sedangkan Tahta tepat disebelah Putri


"Ada apa sih kak?". Tanya Putri


"Ngga ada apa-apa". Jawab Tahta


"Hmm, yaudah, kita sarapan ya, aku suapin". Ucap Putri, Tahta mengangguk


Putri pun bangun dari duduknya untuk menyiapkan sarapan Tahta


"Heh, Raja. Gue mau ngomong sama lu". Ucap Dewa


Raja berdecak, ia menggeser ponsel Putri kearahnya


"Kenapa?". Tanya Raja


"Nanti selesai urusan gue disini. Bawa Nagita kerumah, gue tunggu..."


"Emang ngga ada niat buat kenalin ke gue? Ke Tahta?". Tanya Dewa


"Halah, Raja itu nyari cewek buat pelarian, jadi buat apa dikenalin? Kayak serius aja". Celetuk Tahta, Dewa mengernyit mengernyit mendengar ucapan Tahta


"Begitu?". Tanya Dewa pada Raja


"Ck, ngapain lu dengerin sih". Ucap Raja


"Kenyataan". Ucap Tahta


"Udah, udah. Masih pagi jangan ribut, sarapan yang tenang ya, anak-anak ganteng". Ucap Putri


"Sini, aku makan sendiri aja, kamu lanjutin sarapannya". Ucap Tahta sambil merebut piringnya ditangan Putri


"Yaudah, iya". Ucap Putri


"Maksud kak Tahta ngomong gitu apa, ya? Cuma pelarian?"


---


Setibanya di area kampus, Putri bersiap untuk turun dari mobil, setelah melepas seatbeltnya, Putri memberi ciuman singkat dibibir suaminya, setelah itu mencium tangannya sebelum turun dari mobil


Tahta pun masih berada di posisinya, memastikan Putri benar-benar memasuki gedung fakultasnya


Beberapa jam berlalu, Putri telah selesai dengan kegiatannya di kampus. Ia segera meninggalkan kelasnya dan menghampiri mobil Tahta yang sudah menjemputnya


"Itu kak Tahta"


Putri mempercepat langkahnya menyusuri beberapa mobil yang parkir berjajar ke belakang, menghampiri mobil Tahta yang berhenti cukup jauh dari posisinya


Namun langkah Putri harus berhenti saat salah satu mobil tiba-tiba membuka pintunya secara kasar, beruntung Putri tidak menabrak pintu mobil tersebut


"Ini dia nih, cewek gatel. Ulet bulu..."


"Udah punya suami tapi masih nempel sama cowok orang". Ucap Vivi


Putri menautkan kedua alisnya, ternyata sosok yang membuka pintu mobil itu adalah Vivi. Sepertinya Vivi berencana menyakiti Putri dengan menabrakan pintu mobil kearahnya


"Lu sengaja ya?". Tanya Putri


"Iya, kenapa? Kaget?". Tanya Vivi


"Mau lu apa sih? Jauh-jauh kesini cuma buat ketemu gue?". Tanya Putri

__ADS_1


"Ngga usah kepedean deh, cewek gatel". Ucap Vivi


Pintu mobil pada kursi kemudi terbuka, menampakkan sosok Nagita yang keluar dari mobil tersebut. Nagita tersenyum tipis sebelum menghampiri Putri


"Gimana rasanya udah pernah tidur sama cowok gue? Raja?". Tanya Nagita


"Hah? Tidur sama kak Raja? Ngga pernah". Jawab Putri


"Ck, gue tau lu pasti malu buat ngakuin itu". Ucap Nagita


"Kak Nagita bisa tanya kak Raja kalo ngga percaya, gue sama kak Raja ngga pernah ngelakuin itu". Ucap Putri


"Bullshit". Ucap Vivi


"Lu fitnah apa lagi sih, Vi? Lu ada bukti gue sama kak Raja ngelakuin itu? Ngga ada kan?..."


"Dan kak Nagita, buat apa jauh-jauh kesini cuma ngebahas hal gak penting kayak gini?..."


"Kak Nagita lawyer kan? Sepi job ya? Hal begini aja diributin". Ucap Putri sambil tertawa kecil


"Kurang ajar". Gumam Nagita


"Ada apa, sayang". Ucap Tahta saat menghampiri Putri


Tahta segera menghalangi tubuh Putri lalu menatap Nagita dan Vivi bergantian


"Lu mau ngapain lagi?". Tanya Tahta


"Heh, gue ngga terima Raja masih belain cewek ini, Raja bentak-bentak gue di depan umum, cuma gara-gara dia..."


"Apa bagusnya sih, si Putri ini? Sampai Raja lebih pentingin dia daripada gue?..."


"Mending lu hati-hati deh, takutnya istri lu ini selingkuh sama Raja dan ngelakuin hal aneh-aneh lagi di belakang lu". Ucap Nagita menatap Tahta, Tahta tertawa kecil mendengar ucapan Nagita


"Lu ngomong apa sih? Daripada peringatin gue, mending lu sendiri yang hati-hati sama sepupu lu ini..."


"Dia fitnah Raja, ngejelek-jelekkin Raja biar lu ilfeel sama Raja..."


"Sepupu lu mau hubungan lu hancur, karna dia suka sama Raja". Ucap Tahta


Mendengar ucapan Tahta, Nagita menoleh dan menatap tajam kearah Vivi


"Benar lu suka sama Raja?". Tanya Nagita


"Engga, itu ngga benar". Jawab Vivi


"Ayo, sayang. Buang-buang waktu ngeladenin dua orang ini". Ucap Tahta sambil meraih tangan Putri dan membawa Putri meninggalkan Vivi dan Nagita


Putri pun menoleh dan memberikan lambaian tangan sambil tersenyum. Membuat Vivi dan Nagita geram


---


"Ibu senang deh bisa makan bareng kalian lagi..."


"Ini, sayang. Ibu masak khusus buat kamu. Dihabisin ya". Ucap Melly sambil menyajikan makanan dihadapan Tahta


"Makasih, bu". Ucap Tahta


"Iya, sama-sama..."


"Nah, ini buat anak cantiknya ibu, yang kemarin bilang pengen tumis ayam kecap. Udah ibu masakin juga". Ucap Melly


"Thanks, mom". Ucap Putri


"You're welcome..."


"Ayo, ayo. Di makan semuanya. Dihabisin, ya". Ucap Melly


Suasana makan malam saat itu berjalan sangat intim dan hangat, rasa kekeluargaan yang kental, membuat hubungan dua anak dan orang tuanya itu terasa semakin akrab


Setelah makan malam, mereka berkumpul diruang keluarga, menonton film bergenre komedi ditemani dengan minuman hangat dan makanan ringan


Sedang asik-asik menertawakan adegan lucu dilayar TV, suasana diruangan itu mendadak hening saat Siska datang membawa anaknya, Azzam


Putri dan Tahta kompak mengernyit saat melihat Ibrahim emosi karena kedatangan Siska. Sepertinya selama mereka tidak tinggal dirumah sang ayah, telah terjadi suatu masalah antara Ibrahim dan Siska


Ibrahim bangun dari duduknya, berjalan menghampiri Siska yang berdiri di sisi sofa


"Masih ingat pulang, Sis?". Tanya Ibrahim


"Siska kesini ngga mau ribut sama ayah, Siska mau ngasih tau kalo sekarang Siska lagi hamil, udah dua bulan". Ucap Siska


"Apa?". Ucap Ibrahim dan Melly kompak. Sama hal nya dengan Putri dan Tahta, mereka tercengang mendengar ucapan Siska


"Kamu hamil?!". Tanya Ibrahim


"Iya, Yah". Jawab Siska

__ADS_1


Ibrahim menghela nafas berat


"Kamu janda, belum menikah lagi. Tapi kamu hamil? Anak siapa itu?". Tanya Ibrahim


"Anak laki-laki yang bayar Siska, Yah". Jawab Siska


"SISKA!!!". Ibrahim berteriak keras didepan wajah Siska, Azzam pun terkejut mendengar teriakan kakeknya


Tahta pun bangun dari duduknya dan mengambil alih Azzam dari gendongan Siska, membawa Azzam menjauh untuk menghindari Azzam dari suasana yang menurutnya kurang pas untuk anak seusianya


"Kamu selalu pulang membawa masalah, ayah sama ibu udah ngga tau harus bereaksi apa lagi dengan kelakuan kamu". Ucap Ibrahim


"Malu-maluin". Ucap Melly


"Terserah ayah sama ibu mau ngomong apa. Siska juga ngga mau sampai hamil kayak gini". Ucap Siska


"Ngga mau? Itu akibat ulah kamu sendiri. Siapa ayah dari anak itu? Suruh dia tanggung jawab, minta dia nikahin kamu". Ucap Ibrahim


"Dia ngga mau, Yah. Dia masih muda, masih kuliah. Dia ngga siap menikah secepat ini". Ucap Siska


"Ayah ngga mau tau, dia harus tanggung jawab. Gimana nasib anaknya itu". Ucap Ibrahim


"Udah lah, Yah. Nanti anaknya kasih ke Putri aja..."


"Kasihan, dia belum punya anak kan? Jangan-jangan mandul". Ucap Siska sambil tersenyum tipis


Mendadak hati Putri berdesir nyeri sekaligus sesak mendengar ucapan Siska. Tahta yang sedang mengajak main Azzam, menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan menyakitkan yang keluar dari mulut Siska


Putri menarik nafas panjang, tatapannya beralih pada layar TV, ia sudah tidak ingin mendengarkan percakapan sang ayah dengan kakaknya. Seketika ia berfikr, apakah kondisinya yang belum memiliki anak sangat menyedihkan dimata orang lain?


"Cukup, Sis. Ucapan kamu keterlaluan..."


"Kamu jangan libatkan Putri dalam masalah kamu. Anak kamu, kamu sendiri yang urus". Ucap Ibrahim


"Yaudah, lah. Intinya Siska udah kasih tau kondisi Siska sekarang..."


"Siska ngga peduli ayah sama ibu terima atau engga. Siska capek, mau istirahat". Ucap Siska sebelum meninggalkan keluarga


"Hiks...hiks"


Setelah kepergian Siska, Putri menangis terisak, ia menutupi wajah dengan kedua tangannya, Melly pun mendekat dan mengusap kedua bahu Putri. Begitupun dengan Tahta yang segera duduk disebelah istri kecilnya itu


Putri menghapus air matanya dan menatap sang ibu


"Emangnya kalo belum punya anak kenapa sih, bu? Apa harus dikasihanin kayak tadi? Harus dihina kayak tadi?..."


"Putri juga mau punya anak, tapi belum waktunya, dan Putri ngga mandul, bu". Ucap Putri


"Udah, udah. Jangan dengerin omongan Siska, sayang". Ucap Melly mengusap air mata Putri


"Anak itu memang keterlaluan, ngga sadar ucapannya menyakiti adiknya sendiri". Ucap Ibrahim


Tahta menatap sendu kearah Putri yang sedang menunduk sambil menutupi wajahnya, ingin rasanya ia menarik Putri kedalam pelukannya


"Nak, bawa Putri kekamar. Tenangin dia". Ucap Ibrahim pada Tahta, Tahta mengangguk patuh


"Sini biar Azzam sama ibu, ibu kangen sama si ganteng". Ucap Melly sambil tersenyum menatap Azzam


Tahta pun memberikan Azzam pada Melly, setelah itu membawa Putri kekamarnya


Setibanya dikamar, Tahta langsung mendekap erat tubuh Putri. Tangisan Putri semakin kencang, ia meluapkannya pada Tahta


Tahta pun membiarkan istrinya menangis. Menunggu sampai Putri merasa lega setelah melepas seluruh emosi yang selama ini ia pendam didalam hatinya


"Udah lega?". Tanya Tahta, Putri mengangguk pelan


"Mau ice cream ngga?". Tanya Tahta


"Mau".


"Aku ambil dulu ya".


Tahta mengacak puncak kepala Putri sebelum turun kebawah untuk mengambil ice cream


"Gue ngga tau salah gue apa, sampe kak Siska tega ngomong kayak gitu"


---


Huhuhu slow update lagi. maaf ya, aku sibuk. thanks buat yang masih setia nunggu cerita ini sampai tamat, aku sayang kalian😚


Dikit-dikit aku bakal spill visual yang belum muncul sebelum ceritanya end, nih


Aku kasih Vano dulu ya, mantan ayangnya Putri yang paling ditentang ketiga kakaknya wkwk



stay tune kalo mau liat visual yang lainnya^^

__ADS_1


__ADS_2