Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
BAB 23 PENGACAU DATANG~


__ADS_3

Singkat cerita Kak Petra akhirnya pindah ke sekolah Sama yang tenang dan Damai. Bagi Petra suatu kesenangan tersendiri bisa bertemu adik perempuannya. Berbeda dengan Sama,kedatangan Petra merupakan Kekacauan di hidupnya.


Tentu saja Kak Petra masuk dengan identitas Putra keluarga Wijaya. Ternyata saking dihormatinya pihak sekolah mengadakan penyambutan khusus untuk Kak Petra.


"Astaga,ini petaka!" gumam.


"Astaga!! Kau tahu sebentar lagi salah satu anak keluarga wijaya akan masuk ke sekolah asrama ini!! Kudengar anak-anak wijaya pada cakep!!" Lea histeris.


Wow aku masih ga nyangka itu Lea. Dia yang selalu terlihat ingin dijadikan Ratu lalu tiba-tiba menginginkan Raja.


"Apanya yang bagus,"gumam Xana diantara kerumunan para histeriser.


Padahal suaranya lirih dan sangat rendah mengapa tumpukan wanita ini malah melihat Xana?


"Aku bercanda," ga gitu ga aman.


Kyaaaaaaaaaaaa!!!!


Teriakan yang langsung menggema saat mobil sport datang dengan suara bising nya.


Kak Petra turun dari mobil dan disambut langsung oleh para Guru dan Kepala sekolah,tentunya ada Sherly di sana.


"Ahh~ Kak Petra anda sangat tampan hari ini" sherly langsung mendempetkan dirinya.


Ah, sial kok aku kesel ya?


"Panggil Tuan," Kak Petra pergi.


"huh! tunggu saja aku akan membuatmu jatuh ke pelukanku lalu aku akan membuangmu!! " Sherly mengumpat dalam hati kecilnya.


KYAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!


Suara teriakan para wanita benar-benar memekakkan telinga Xana. Kak Petra akan pergi ke gedung asramanya sendiri. Itu bagus karena tidak akan ada keributan lagi. Kak Petra menuju ke arah jalan yang benar ke gedung, sayangnya ada Xana di sana.


Xana sontak kaget sudah ada petra di depannya. Kak Petra berjalan sedikit lebih lambat dan melirik Xana. Xana yang sudah mengode dari ekspresi manyun kesalnya membuat Kak Petra paham. Kak Petra mengedipkan sebelah matanya dan pergi.


"sial! dia tampan ya kalau diam dan tidak bertingkah kenakan," Xana sudah seperti akan mimisan.


"Wow! dia ganteng banget kan?! gilaaaa!!!" Lea berseru.


WTF?! dia ga liat kan Kak Petra dengan kedipannya?! aduh aku hampir lupa kalo ada si Lea.


Sesudahnya Xana pikir ia akan tenang dan damai dengan Gedung yang terpisah,tapi siapa sangka kalau ini akan jadi topik panas di sekolah maupun di media sosial. Setiap sudut dan pojokan sekolah selalu membincangkan Kak Petra dari Keluarga Wijaya. Termasuk Lea.


"huh~ apa kau tidak bosan memuja seorang pria seharian?" Xana bosan dengan ocehan Lea.


"Kau gila ya? bagaimana mungkin bisa kau gak tertarik sama Cowo Seganteng dia?!" Lea baru menyadari temannya yang ilfeel dengan segala yang terjadi sekarang.

__ADS_1


"Aduuhh... aku ga bisa denger nama itu lagi kayaknya! Aku bosen banget sumpah! oke dia ganteng and Kaya! tapi ga akan menyangkal bahwa persaingan banyak," Xana mengomel.


"Wah! kau bisa bicara seperti itu?! Gila si kok bisa lo ga suka Cogan menawan kek Petra?" heran Lea.


"Itu Karena dia Kakakku!" Xana benar-benar sebal.


"Yaaa... ga tau juga si,hehe." habis ide.


"Uwaaahhh!! ini benar-benar sudah sangat Sore!! ayo kita kembali ke asrama,Xana!" ajak Lea.


"yuk ah," Xana lelah dengan hari ini.


Padahal cuma dengerin ocehan orang-orang tentang Kak Petra tapi tetep aja kesel. Emang dasar! ngapain juga si dia ikut-ikutan sekolah sini? Kesal kalo terusan mikirin Kakak ga ada akhlak kek dia.


Setelah turun tangga kami pun menuruni tangga dan barbelok ke lorong menuju kamar asrama kelas atas.Entah kenapa ada keramaian di sepanjang jalan hingga membuat sesak. Tentu saja Aku dan Lea tidak ingin tahi apapun. Tapi.... aku punya firasat buruk.


Keluar dari kerumunan Aku dan Lea langsung ingin membuka pintu. Kami dikejutkan oleh Kak Petra yang sudah ada di depan pintu kamarku. Apa yang dia lakukan di sini?!


Kak Petra tersenyum menatapku.


"eum,Ada apa?" tanya Xana dengan ragu-ragu.


"Kita harus bicara,nona Xana." Kak Petra mendekatkan wajahnya dan tersenyum.


"Ah,baik." Xana pun mengikuti Kak Petra dari belakang.


Kami pun tiba di taman yang tidak terlihat dari manapun kecuali ada yang mengikuti.Kak Petra langsung memelukku dan mencium jidat polosku.


"Stop! gimana kalo ada yang liat?!" Xana mengerutka dahinya.


"ckckck aku heran denganmu kenapa sangat suka menjadi orang rendah?" Kak Petra memasang muka menyebalkan nan nakalnya itu.


"Karena seru," Xana memanyunkan wajahnya.


"Huh,Aku sangat kangen padamu, jadi jangan berpikir aku akan jauh-jauh darimu!" Kak Petra tersenyum.


"Is tuh kan ngacauuu" Xana mulai kesal.


"Toh ga bakal ada yang berani komen terus gangguin kamu?" Kak Petra kembali memeluk adik kecilnya.


"Iya! tapi aku benci jadi orang special karena status!" Xana pun mengkesal.


"Yah,terserah deh. Pokoknya aku kangen banget!!" Kak Petra memeluk erat kali ini.


"Uwaaahh sakit tauu!!" Xana berusaha melepaskan diri.


Sementara itu ada seseorang bersembunyi di balik semak-semak. Sherly mendengan percakapan Xana dengan Kak Petra. Sherly salahpaham akan apa yang ia dengar. Bukan menyangka bahwa ternyata Xana adalah adik kandung Kak Petra tapi malah menyangka bahwa Kak Petra punya pacar gelap yaitu Xana.

__ADS_1


"sial! saingan ku ternyata kau Xana!!" batin Sherly yang sudah muak dengan dua makhluk yang sedang bercumbu itu.


Sepulangnya Xana kembali sedikit malam lalu akan mandi. Lea bertanya-tanya kemana mereka pergi dan ngapain aja. Xana hanya menjawab untuk mengobrol.


"Ih,kok bisa sih kamu diajak kencan di hari pertama sekolah sama Petra, emang ngomongin apa aja?" Lea semakin penasaran.


"Itu......rahasia!?!" Xana langsung masuk kamar mandi.


"Hei....Tung-"


"Astaga, apa yang ia bicarakan si?" Lea bingung.


Esoknya, ketika makan siang Kak Petra pun ikut makan di dekat Xana sambil menatapinya. Xana merasa sangat sangat sangat ingin memukul si Tuan Muda Wijaya itu.


Sorenya Xana di ajak ngobrol seperti kemarin.Xana terus saja memarahi Kak Petra. Menceramahi Kak Petra sama saja berbicara dengan dinding,tidak ada gunanya.


"Apa kau bisa tidak mengikutiku?!" Xana bertanya dengan mata melotot.


"hihi iya iya," Kak Petra memeluk Xana lagi.


Haaaaaa- ini percuma saja, dia tidak akan mengerti.


Sherly memoto adegan mereka berpelukan. Sherly merencakan hal buruk pada Xana karena cemburu akan Kak Petra. Ia sangat benci saat melihat Xana dekat dengan Kak Petra.


Siang makan selalu bersama dengan Kak Petra dan Sore jalan-jalan dengan Kak Petra itu sudah seperti rutinitas sekarang akibat Kak Petra. Xana bingung apa yang harus ia katakan jika ada pertanyaan di publik.


"Woi! Xana! Lo mikirin Petra ya?" Kesal Lea.


"Hah?Kenapa? eh e-enggak kok!" Xana baru tersadar dari lamunannya akan alasan hubungannya dan melupakan bahwa sesnag mengerjakan pr dengan Lea.


"****! Kau bohong denganku?! Hei wajamu mengatakan Semuanya!" Lea mulai kesal dan menggit lengan Xana.


AAAAAAAAAAAKKKKHHHH....


"Sakit tau!" Xana mengelus-elus lengannya.


"Makanya!" Lea kembali mengerjakan tugasnya.


-Bersambung


PERHATIAN!!


KARYA INI DIBUAT MURNI DARI IDE DAN PIKIRAN AUTHOR DAN TIDAK ADA MAKSUD MENIRU KARYA ATAU PLAGIAT KARYA LAIN!!! JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH,TEMPAT,ATAU SEDIKIT ALUR,ITU ADALAH TINDAK KETIDAKSENGAJAAN DARI SAYA DAN MOHON MAAF!!


-MORTOON


Yuk,dukung penulis dengan Like,Vote,Favorite dan Komen apa saja tentang cerita ini~!!(人 •͈ᴗ•͈)

__ADS_1


__ADS_2