
"Nanti pulangnya di jemput Tahta ya". Ucap Raja sambil mengusap pipi Putri
"Yaudah, tapi aku izin kerumah ayah dulu". Ucap Putri
"Iya sayang, boleh kok". Ucap Raja
Cup. Raja melabuhkan ciuman lembutnya pada bibir beraroma strawberry itu, setelah itu membiarkan Putri untuk melepas seatbelt dan turun dari mobilnya
"Dadaah". Ucap Putri sambil melambai kecil. Raja pun tersenyum dan membalas lambaian tangan itu lalu pergi meninggalkan area kantor Putri
---
Beberapa jam kemudian, waktu istirahat makan siang pun tiba. Saat ini Putri sedang duduk seorang diri disebuah kantin kantor tempat ia melaksanakan magang, sambil berbalas pesan singkat dengan Raja, Putri menyeruput es coklatnya ditemani beberapa camilan. Putri sengaja hanya memesan itu, karena merasa siang ini perutnya tidak terlalu merasa lapar
Senyuman yang sedari tadi mengembang karena membaca balasan pesan dari Raja, sirna seketika saat mendapati sosok Vano yang entah sejak kapan sudah duduk dihadannya dengan tangan yang ia gunakan untuk menopang dagu
Sambil menatap lekat wajahnya, Vano menyunggingkan senyuman termanisnya kepada Putri. Bukannya membalas senyuman itu, Putri justru memasang wajah datar tanpa ekspresi apapun
"Ngapain senyum-senyum gitu?". Tanya Putri
"Ngeliatin kamu, seneng banget kayaknya senyum-senyum sendiri ngeliatin HP?". Ucap Vano
"Masalah buat lu?". Ucap Putri
"Hehehe engga kok".
Hening sejenak, Putri kembali menatap layar ponselnya. Sementara Vano masih setia memandangi wajah dari wanita cantik yang sampai saat ini masih memiliki tempat spesial didalam hatinya
"Oh iya Put, nanti malem kamu ikut acara makan-makan ngga?".
"Nggak". Jawab Putri tanpa menatap Vano
"Yaaah, kenapa?". Tanya Vano dengan nada kekecewaan
"Ada acara".
"Oh ya? Acara apa?".
"Ck, gak usah kepo bisa ngga sih?". Tanya Putri sambil menatap tajam mata Vano
"Iya, iya, maaf. Yaudah kalo kamu ngga ikut aku juga ngga ikut deh. Gak seru kalo ngga ada kamu". Ucap Vano
"Terserah". Ucap Putri
"Hmm Put, aku boleh nanya ngga?".
"Apa?".
"Tapi jangan marah ya".
"Kalo pertanyaan lu bikin gue marah, mending gak usah nanya".
"Ya ampun, dengerin dulu pertanyaan aku".
"Yaudah cepet".
"Aku denger dari Panji, katanya kakak ketiga kamu punya perasaan juga ya sama kamu, jadinya cinta segitiga?". Tanya Vano dengan hati-hati
"Apaan sih, itu bukan urusan lu". Ucap Putri
"Iya aku ngerti. Tapi lucu aja, dulu mereka nentang kita pacaran, sekarang mereka ngerebutin kamu". Ucap Vano sambil tertawa kecil
"Gak usah dibahas". Ucap Putri
Vano mengangguk sambil tersenyum,, sebelum melanjutkan ucapannya
"Kalo aku bikin jadi cinta segi empat boleh ngga?". Tanya Vano
"Maksudnya?". Tanya Putri
"Ya aku ikut ngerebutin kamu, ikut bersaing". Jawab Vano percaya diri
"Hahahahaha". Seketika suara tawa Putri menyambar saat mendengar jawaban Vano
"Heh PD banget lu?". Ucap Putri sambil tertawa
"Emang kenapa? Ngga ada yang salah kan?". Tanya Vano
"Please lah, lu mau bersaing sama kak Raja dan kak Tahta? Haha gak usah buang-buang waktu, Van". Ucap Putri
"Buang-buang waktu gimana coba, aku serius". Ucap Vano
"Duh, sorry, lu sama kak Tahta aja beda jauh. Apalagi bersaing sama kak Raja yang sempurna dari segala sisi..."
"Udah jelas banget gue bakal tetep sama kak Raja". Ucap Putri
"Ya ampun Put kamu jahat banget, kamu patahin semangat aku buat dapetin kamu lagi". Ucap Vano
"Ck, makanya kalo hubungan lagi baik-baik aja, jangan tiba-tiba putusin sepihak terus nikah sama cewek lain". Ucap Putri
"Iya, aku nyesel". Ucap Vano dengan suara pelan
"Dah gue masuk dulu, obrolan lu ngga jelas". Ucap Putri sambil menyambar dompet kecil diatas mejanya dan pergi meninggalkan area kantin
Vano hanya bisa menatap punggung wanita mungil itu yang semakin menjauh dengan tatapan penuh kesedihan dan penyesalan
__ADS_1
"Andai aja waktu bisa diulang, pasti kita masih pacaran, dan aku ngga akan pernah lepasin kamu. Aku nyesel, aku nyesel".
---
"Yah jadi kamu ngga ikut acara nanti malem?". Tanya Aksa sambil memperhatikan Putri yang sedang merapihkan alat kerjanya
"Engga kak, soalnya mau makan malem juga sama keluarga". Ucap Putri
"Ooh gitu, ya udah gapapa, ngga wajib juga kok". Ucap Aksa
"Yaudah kalo gitu saya duluan ya kak, udah dijemput". Ucap Putri
"Iya, iya, hati-hati Putri". Ucap Aksa
"Iya kak". Ucap Putri sebelum meninggalkan ruang kerjanya
Setelah keluar dari gedung perusahaan, Putri melangkahkan kakinya ke sebelah gedung, menghampiri mobil Tahta yang telah menunggunya dibawah pohon
"DOR! LAGI NGAPAIN?". Pekik Putri sambil memeluk Tahta yang sedang berdiri membelakanginya, Tahta pun tersentak dan segera berbalik menyambut pelukan Putri
"Kirain belum keluar". Ucap Tahta
"Hehe, serius banget kayaknya, chatan sama siapa?". Tanya Putri
"Cieee kepo ya". Ucap Tahta
"Aku tebak, pasti lagi chatan sama ayang ya?". Tanya Putri
"Engga, kan ayang nya ada disini". Ucap Tahta sambil mencubit-cubit hidung Putri
"Ih apaan sih, ayo pulang". Ucap Putri
"Haha, yuk".
Tahta segera membukakan pintu mobilnya untuk Putri, lalu beralih ke kursi kemudinya
---
Di perjalanan pulang, Putri sibuk mengunyah sosis bakar jumbo yang sempat Tahta belikan sebelum menjemput Putri, sementara Tahta menyetir mobilnya sambil sesekali mengajak obrol Putri
"Makan nya pelan-pelan sayang, ngga ada yang minta kok". Ucap Tahta sambil mengusap noda saus di sudut bibir Putri
"Hehehe abisnya enak banget, kakak tau aja aku lagi pengen sosis..."
"Oh iya kak, kita kerumah ayah yuk". Ucap Putri
"Kerumah ayah? Ngapain? Ada apa?". Tanya Tahta
"Tadi pagi kak Siska nelfon katanya aku disuruh nemenin Azzam, soalnya kak Siska kerja, ayah sama ibu pergi". Ucap Putri
Dua puluh menit perjalanan, Putri dan Tahta sudah tiba dirumah orang tua Putri. Kedatangan mereka telah dinantikan oleh Siska yang terlihat sudah bersiap untuk pergi bekerja. Setelah sedikit berbasa-basi, Siska menyerahkan bayi yang belum genap berusia satu tahun itu kepada Tahta,
"Lu sama Putri ngga kemana-mana kan? Ngga ada acara?". Tanya Siska
"Ada sih, tapi nanti malem". Jawab Tahta
"Oh yaudah, nanti ayah sama ibu juga pulang, titipin aja kalo lu mau pergi sama Putri". Ucap Siska
"Iya, gampang". Ucap Tahta
"Main dikamar aja". Ucap Siska sambil berjalan kearah pintu utama
"Hmmm". Tahta hanya berdehem menjawab ucapan Siska
Tidak berselang lama, Putri yang baru keluar dari toilet disebelah dapur, segera menghampiri Tahta yang sedang memangku Azzam disofa ruang tamu
"Kak Siska udah pergi, kak?". Tanya Putri
"Udah". Jawab Tahta
"Hmm, ke kamar aja yuk, aku mau ganti baju". Ucap Putri
"Yuk". Ucap Tahta
Sambil menggendong Azzam. Tahta mengikuti Putri menaiki tangga menuju kamarnya, mereka pun bermain bersama Azzam diatas tempat tidur setelah Putri mengganti pakaiannnya
Satu jam telah berlalu, Azzam yang telah puas bermain sampai lelah, tertidur pulas setelah meminum susu yang dibuat oleh Tahta, Putri dan Tahta pun berbaring bersama diatas tempat tidur,
"Kakak ngantuk ngga?". Tanya Putri
"Sedikit, kamu ngantuk?". Tanya Tahta sambil menyelipkan rambut ke belakang telinga Putri
"Iya, mau bobo". Jawab Putri
"Yaudah bobo, dedenya kakak yang jagain, nanti kakak yang bikinin susu". Ucap Tahta
Putri tersenyum mendengar ucapan sang kakak ketiga, ia pun segera berbalik memeluk Tahta dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang tersebut
"Ya ampun, kangen banget dipeluk kak Tahta kayak gini, rasanya nyaman".
"Kak?".
"Apa?".
"I miss you hehe".
__ADS_1
"Hahaha, i miss you too sayangku".
---
Dua jam telah berlalu, Putri dan Tahta baru tiba di restauran tempat mereka akan makan malam bersama. Setelah turun dari mobil, mereka bergegas memasuki resto tersebut karena mereka sudah telat dua puluh menit dari waktu yang dijanjikan
"Nah, ini dia orangnya kak". Ucap Nindi pada Dewa dan Raja
Dua lelaki tampan yang sedang memainkan ponselnya itu, kompak menoleh kearah Putri dan Tahta yang sedang tersenyum tanpa rasa bersalah
"Kak Dewa, maaf ya kita lama, macet banget". Ucap Putri
"Gapapa, duduk, duduk". Ucap Dewa sambil tersenyum. Putri dan Tahta pun segera mendudukkan bokongnya dikursi masing-masing
"Macet apa keenakan tidur, hmm?". Tanya Raja sambil mencubit pelan hidung Putri
"Hehe macet sayang". Jawab Putri
"Kata Tahta kamu susah dibangunin? Baru bangun pas udah mepet trus buru-buru mandi". Ucap Raja
Putri terbelalak, ia segera menoleh kearah Tahta dan memberinya tatapan tajam
"Hehehe kakak cuma ngomong apa adanya". Ucap Tahta sambil tertawa kecil
"Udah, gapapa, yang penting sekarang udah kumpul semua". Ucap Dewa
Dewa kembali memanggil pelayan resto untuk memesan berbagai makanan yang akan mereka santap malam itu. Sambil menunggu, mereka mengobrol santai guna mencairkan suasana
"Btw malam ini Nindi cantik banget, iya kan kak?". Ucap Putri pada ketiga lelaki di hadapannya
Dewa, Raja dan Tahta hanya tersenyum dan mengangguk sekedarnya, sementara Nindi, ia tersipu malu, ia memang sengaja tampil sedikit berbeda dari biasanya untuk menarik perhatian Dewa, tentunya Putri sangat paham dengan sahabatnya ini
"Kak, Nindi cantik ya?". Tanya Putri pada Dewa
"Iya, Nindi cantik". Jawab Dewa sambil tersenyum menatap Nindi
"Haha ada yang salting". Batin Putri
"Tanggung jawab lu, hati gue berantakan di tatap kak Dewa kayak gitu". Batin Nindi sambil melirik Putri, yang ditatap hanya tersenyum lalu menjulurkan lidahnya
"Ayah sama ibu ada?". Tanya Raja
"Ada, tadi ayah nanya, katanya kapan kamu main kerumah". Ucap Putri
"Besok ya".
"Bener? Ayah nungguin kamu loh".
"Iya sayang, besok aku kerumah".
"Ok". Ucap Putri sambil tersenyum
Hampir dua jam mereka menghabiskan waktu di restoran, setelah menikmati makan malam bersama, mengobrol dan saling bertukar cerita, mereka bersiap untuk meninggalkan restoran
"Lu bawa mobil Nin?". Tanya Putri
"Engga, mobil gue lagi dibawa sepupu, tadi gue naik taksi". Jawab Nindi
"Kak, anterin". Bisik Putri
Dewa terdiam sejenak sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Hmm kakak anterin ya, udah malem, bahaya kalo pulang sendiri". Tawar Dewa
"Jiakh". Ucap Putri sambil meledek sang kakak
"Ada yang khawatir nih". Ucap Putri
"Bukan gitu-"
"Udah sana anterin, ngga usah ngeles". Ucap Putri sambil mendorong Dewa mendekat kearah Nindi, membuat Nindi semakin salah tingkah
"Hahaha Mput, Mput". Ucap Tahta sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Hati-hati ya kalian berdua". Ucap Putri sambil melambaikan tangannya. Nindi dan Dewa saling bertatapan sejenak, kemudian berjalan dengan keadaan canggung menuju mobil Dewa
"Haha kamu sengaja banget sih". Ucap Raja
"Bagus dong, siapa tau lama-lama mereka jadian". Ucap Putri
"Jadian aja semua, gue doang yang jomblo". Gumam Tahta
"Makanya, punya muka tuh dipake, manfaatin buat nyari cewek, muka lu ngga jelek-jelek amat". Ucap Raja
"Anjir, maksud lu gue cukup jual tampang doang?". Tanya Tahta
"Hahahaha, dah ah gue mau nganterin Putri balik..."
"Ayo sayang, udah malem". Ucap Raja sambil merangkul pinggang Putri
"Aku pulang ya kak". Ucap Putri
"Iya Mput, hati-hati". Ucap Tahta
"Sip". Ucap Putri sambil mengangkat ibu jarinya
__ADS_1
---