Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Vano Sakit


__ADS_3

Pukul tujuh pagi, Putri baru terbangun dari tidurnya. Ia mengedarkan pandangannya dan tidak melihat Raja dikamarnya


Putri pun menoleh ke nakas di sisi kirinya, terdapat segelas susu hangat serta roti lapis dan sebuah notes diatas nakas


"Sayang, aku ke kampus ya, ada bimbingan dadakan. Udah aku bikinin roti sama susu, dihabisin ya, love you"


"Tumben so sweet gini". Batin Putri sambil tersenyum


Ceklek, pintu kamar Raja terbuka, sosok Dewa muncul dari balik pintu dan menghampiri Putri yang sudah duduk diatas ranjang


"Eeh udah bangun...mandi yuk, kakak anterin ke kamar". Ucap Dewa


"Kakak ngga ke kantor?". Tanya Putri


"Nanti siang, nunggu Raja atau Tahta pulang biar ada yang nemenin kamu...minum dulu susunya nih". Ucap Dewa sambil meraih susu hangat diatas meja


Setelah meminum susu dan mengabiskan rotinya, Dewa membawa Putri ke kamarnya untuk membersihkan diri


 


Diruang keluarga, Dewa sedang berbaring dikedua paha Putri sambil menonton tv


"Kak, rambut kakak udah mulai ubanan". Ucap Putri sambil menyisir rambut Dewa


"Masa sih?". Tanya Dewa


"Iya, tapi masih dikit". Ucap Putri


"Besok warnain deh, coklatin". Ucap Dewa


"Kakak lebih ganteng rambut hitam..."


"Tapi kalo coklat kayaknya bagus juga". Ucap Putri


"Yaudah besok warnain ya sama kamu..."


"Masa keliatan ubanan gini, malu lah". Ucap Dewa


"Hahaha keliatan tua nya ya". Ucap Putri


"Dih ngeledek". Ucap Dewa


"Siap kak". Ucap Putri


"Permise den, non. Di depan ada mbak Siska". Ucap bi Ida


"Loh, kok ngga ngabarin aku ya". Gumam Putri


"Suruh masuk bi". Ucap Dewa sambil mendudukkan bokongnya


"Baik den". Ucap bi Ida sebelum meninggalkan ruang keluarga


"Oh iya kasus Vivi gimana tuh kelanjutanmya?..."


"Kok gak di sidang, kayaknya lama banget?". Tanya Dewa


"Hmm aku kurang tau kak, kak Raja yang paham hahaha..."


"Harusnya sih minggu depan sidang, kan udah hampir dua minggu dari Vivi ditahan". Ucap Putri


"Ooh bagus deh, harus ditahan bertahun-tahun biar nyesel, kapok". Ucap Dewa


"Kalo kapok, kalo engga?". Tanya Putri


"Masa iya sih ngga kapok". Ucap Dewa


"Puuuut". Ucap Siska sambil berjalan kearah ruang tamu. Putri dan Dewa bangun dari posisinya untuk menyambut Siska yang datang membawa Azzam


"Udah sembuh?". Tanya Siska sambil memeluk Putri


"Udah mendingan kak, udah bisa ngapa-ngapain sendiri". Ucap Putri


"Syukur deh..."


"Apa kabar?". Tanya Siska pada Dewa


"Baik, kamu sendiri?". Tanya Dewa


"Baik". Jawab Siska


"Boleh saya gendong Azzam?". Tanya Dewa


"Boleh kok". Jawab Siska sambil memberikan Azzam kepada Dewa


"Kak Dewa sama kak Siska kayak keluarga bahagia hehe". Ucap Putri


"Puuut". Ucap Dewa sambil menatap Putri. Putri pun tertawa kecil


"Oh iya duduk kak..."


"Kakak ada apa kesini? Ngga ngabarin dulu?". Tanya Putri


"Hp gue ketinggalan, tadinya mau kerumah ayah, tapi sepi. Rumahnya dikunci". Jawab Siska


"Ayah sama ibu kemana?". Tanya Putri


"Ngga tau, gue kira lo tau makanya gue kesini". Jawab Siska


"Ngga tau kak, kakak disini aja dulu, nanti kita kerumah ayah". Ucap Putri


"Gue sebenernya mau nyamperin Arman". Ucap Siska


"Arman? Ayahnya Azzam?". Tanya Putri


"Iya, masa semalem dia talak gue". Jawab Siska


"Hah?". Putri terkejut mendengar ucapan Siska, begitu pun dengan Dewa


"Kamu di talak?". Tanya Dewa


"Iya". Jawab Siska


"Emang karena apa? Ada masalah?". Tanya Dewa


"Gue sebenernya ngga enak cerita ke lu, malu". Jawab Siska


"Gapapa, cerita aja, kamu kakaknya Putri..."


"Saya udah anggap kamu adik saya juga". Ucap Dewa


"Hmm...ayahnya Azzam mulai ngeluh, dia bilang capek ngurusin Azzam, udah ngga mau biayain Azzam..."


"Udah jarang pulang kerumah, dan kata temen-temennya dia punya istri siri, gue baru tau semalem". Ucap Siska


"Lah nikah lagi kak? Udah lama?". Tanya Putri


"Udah seminggu, makanya gak pernah pulang". Jawab Siska


"Trus dia talak kamu dimana?". Tanya Dewa


"Di club, gue samperin semalem, itu pun dia ngga sama istri sirinya, tapi sama cewek lain". Jawab Siska


"Wah parah, terus kakak mau di talak?". Tanya Putri

__ADS_1


"Gapapa, gue ngga peduli dia talak gue. Tapi yang bikin gue kesel dia lepas tanggung jawab soal Azzam". Ucap Siska


"Hmm iya sih, Azzam kan anak kandungnya". Ucap Putri


"Iya, gue mau temuin dia di tempat istri siri nya". Ucap Siska


"Yaudah kamu kesana aja, Azzam sama saya". Ucap Dewa


"Azzam dibawa aja deh, gue gak mau ngerepotin lu sama Putri". Ucap Siska


"Gapapa kak, kita juga ngga ngapa-ngapain kok..."


"Ya kan kak". Ucap Putri pada Dewa


"Iya, kamu selesain dulu urusan kamu sama ayahnya Azzam..."


"Azzam disini aja sama saya, nanti kalau kamu sampe ribut kasian Azzam nya". Ucap Dewa


"Gapapa?". Tanya Siska


"Iya gapapa". Jawab Dewa


"Yaudah, cuma sebentar kok". Ucap Siska


Setelah merapihkan barang-barang milik Azzam. Siska segera pergi meninggalkan rumah Dewa untuk menyelesaikan urusannya


---


Beberapa jam kemudian, Raja baru tiba dirumah. Ia pun segera menemui Putri di kamarnya


"Loh, itu Azzam?". Batin Raja sambil berjalan mendekati ranjang Putri


"Hmm lagi pada bobo siang ya". Ucap Raja sambil mengusap kepala Putri


Raja berinisiatif untuk mengganti pakaian dan membersihkan diri terlebih dahulu,


Setelah itu menyusul ke tempat tidur dan berbaring tepat dibelakang Putri. Sambil ia lingkarkan tangannya di pinggang ramping wanita kesayangannya yang sedang tertidur pulas


"Dasar puteri tidur, aku berangkat masih tidur, aku pulang juga lagi tidur..."


"Bangun sayaaang, aku kangen". Ucap Raja sambil mengecup-ngecup tengkuk Putri, hingga Putri terusik dari tidurnya


"Uughh...".


"Aku pulang". Bisik Raja ditelinga Putri. Putri pun tersentak dan segera menoleh kearah belakang, menatap sosok Raja yang sedang tersenyum kearahnya


"Sayaaang". Ucap Putri sambil memeluk leher Raja


"Hmm bobo terus nih". Ucap Raja


"Hehe ketiduran..."


"Kamu udah pulang dari tadi?". Tanya Putri


"Baru sampe kok, ini Azzam siapa yang bawa kesini?". Tanya Raja


"Kak Siska, dia ada urusan jadi aku suruh Azzam ditinggal dulu disini..."


"Oh iya kak Dewa mana?". Tanya Putri


"Ke kantor, barusan". Jawab Raja


"Hmmm, kamu udah makan?". Tanya Putri


"Belum". Jawab Raja


"Makan dulu, aku ambilin ya". Ucap Putri


"Nanti aja sayang, masih kangen sama kamu". Ucap Raja


"Capek sayang?". Tanya Putri


"Engga sih, cuma kepalaku pusing sepanjang bimbingan tadi". Jawab Raja


"Hehe sabar, sebentar lagi..."


"Gimana tesisnya? Udah selesai?". Tanya Putri


"Dikit lagi sayang, hmm kira-kira dua puluh persen lagi". Jawab Raja


"Waah, kayaknya gampang ya buat orang pinter kayak kamu". Ucap Putri


"Emang aku dukun?". Tanya Raja


"Eh bukan orang pinter, maksudnya cerdas hehehe". Jawab Putri


"Hmm bisa aja. Tadi pagi roti sama susunya diabisin ngga?". Tanya Raja


"Diabisin dong, makasih sayang". Ucap Putri


"Iya..Oh iya besok aku ngga ada jadwal, ke butik yuk, kamu kan belum fitting kebaya". Ucap Raja


"Butik mana?". Tanya Putri


"Punya ibu nya temen aku, tadi dia nawarin buat fitting. Katanya ibunya ada kebaya sama gaun yang baru dibikin..."


"Kamu bisa liat-liat dulu, kalo ada yang cocok kita beli, kalo kurang cocok bikin aja. Gimana?". Tanya Raja


"Boleh". Ucap Putri


"Bener ya? Baju buat keluarga nanti bisa nyusul, yang penting buat calon pengantin dulu". Ucap Raja sambil mencolek hidung Putri


"Iya sayang". Ucap Putri


---


pukul tujuh malam di meja makan


ting nong *suara bel pintu utama


"Biii, ada orang". Ucap Tahta


"Bibi ngga ada lagi beli obat, buka sana". Ucap Dewa


"Aku aja kak". Ucap Putri


"Ngga usah, Tahta aja..."


"Buruan buka pintunya". Ucap Dewa pada Tahta


"Iya iya". Ucap Tahta sambil bangun dari kursi makan menuju pintu utama


"Lah, lu ngapain?". Tanya Tahta


"Malem bang, Putri nya ada?". Tanya Vano


"Ada". Jawab Tahta


"Saya mau jenguk Putri bang, apa boleh?". Tanya Vano


"Ck, mau ngga gue bolehin tapi niat lu baik..."


"Yaudah masuk, tunggu didalem, gue panggilin dulu". Ucap Tahta

__ADS_1


"Makasih...makasih bang". Ucap Vano sambil tersenyum semangat


Tahta membawa Vano menuju ruang tamu, setelah itu kembali menuju meja makan untuk memberitahu kedatangan Vano kepada Putri


"Siapa?". Tanya Dewa


"Vano". Jawab Tahta


"Hah? serius kak?". Tanya Putri


"Serius, tuh orangnya nungguin". Jawab Tahta sambil melirik ruang tamu


"Kenapa lu bolehin ketemu Putri?". Tanya Raja


"Dia bilang mau jenguk Mput masa gue larang". Jawab Tahta


"Yaudah gapapa, aku temuin dulu". Ucap Putri pada Raja


"Jangan lama". Ucap Raja


"Iya". Ucap Putri sambil berjalan menuju ruang tamu


Belum sampai diruang tamu, Putri sudah disambut senyuman hangat dari Vano yang sedang menunggunya. Tentunya Putri membalas senyuman tersebut kemudian duduk di sofa yang berseberangan dengan Vano


"Hai...apa kabar? Udah sembuh?". Tanya Vano


"Udah mendingan kok, lu sendiri gimana?". Tanya Putri


"Lagi kurang sehat hehe...sedikit batuk..."


"Oh iya maaf ya aku ganggu malem-malem gini, jujur baru berani jenguk kamu sekarang..."


"Takut sama abang, eh sama cowok kamu hehe". Ucap Vano


"Gapapa, makasih udah mau jenguk". Ucap Putri


"Sama-sama. Oh iya (uhuk-uhuk)... "


"Gue ambilin minum ya". Ucap Putri


"Ngga usah Put ngga usah". Ucap Vano


"Ini, aku bawa buah-buahan, kue sama coklat buat kamu, terima ya". Ucap Vano sambil menyodorkan paper bag diatas meja


"Kok repot-repot Van". Ucap Putri


"Engga kok (uhuk-uhuk)..."


"Yaudah, aku pamit ya Put". Ucap Vano sambil bangkit dari sofa, Putri pun ikut bangun sambil memperhatikan Vano yang terus batuk beberapa kali


"Van? Lu gapapa?". Tanya Putri


"Gapapa, cuma batuk kok hehe". Jawab Vano


"Duduk lagi deh, gue bikinin teh anget". Ucap Putri


"Ngga usah Put makasih, gak enak sama cowok kamu, sama abang-abang kamu..."


"Lagian udah malem, aku pulang aja". Ucap Vano


"Hmm yaudah". Ucap Putri. Putri pun mengantar Vano sampai depan gerbang rumahnya


"Itu supir lu Van?". Tanya Putri


"Iya Put, aku udah gak nyetir sendiri lagi". Jawab Vano


"Kenapa?". Tanya Putri


"Sering sakit kepala tiba-tiba (uhuk-uhuk)..."


"Jadi lebih baik pake supir daripada nyetir sendiri, bahaya hehe". Jawab Vano


"Ooh gitu". Ucap Putri sambil mengangguk


"Sebenernya Vano sakit apa sih?". Batin Putri


"Yaudah aku pulang ya Put (uhuk-uhuk-uhuk)". Ucap Vano sambil menutup mulut


"Van?". Ucap Putri sambil memegang bahu Vano


"Darah?". Gumam Putri saat melihat bercak darah pada telapak tangan Vano


"Vano? kok batuk darah? Lu sakit apa?". Tanya Putri


"Engga, cuma batuk biasa kok". Ucap Vano


Vano mengeluarkan sapu tangan dari saku jaketnya untuk membersihkan noda darah di telapak tangannya


"Muka lu pucet, sebenernya sakit apa?". Tanya Putri


"Cuma batuk biasa Put". Jawab Vano sambil tersenyum


"Ck, gue tau lu ngga pernah bisa bohongin gue". Ucap Putri membuat Vano terdiam beberapa saat


"Kanker paru-paru". Ucap Vano


"Hah?! Lu...serius?". Tanya Putri


"Iya, masih gejala awal hehehe". Jawab Vano


"Bodoh, masih bisa ketawa? Ini bukan penyakit sepele Van. Sejak kapan lu batuk kayak gini?". Tanya Putri


"Udah tiga minggu". Jawab Vano


"Emang lu masih ngerokok?". Tanya Putri


"Masih". Jawab Vano


"Ooh, yaudah nikmatin aja akibatnya. Gue kira udah stop ngerokok, ternyata belum". Jawab Putri


"Sejak putus sama kamu aku balik ke kebiasaan aku". Ucap Vano


"Kenapa? Emang ngga ada yang ingetin lu? Waktu Nadya masih jadi istri lu dia diem aja ngeliat lu ngerokok?". Tanya Putri


"Bukan karna Nadya, tapi aku yang ngga mau dengerin orang lain, aku cuma mau dengerin kamu, cuma mau nurut sama kamu". Ucap Vano


"Sampe akhirnya kayak gini? Udah batuk darah? Sering sakit kepala? Terus besok apa lagi? Lu ngga sayang sama diri sendiri Van?". Tanya Putri


"Kamu khawatir sama aku Put?". Tanya Vano


"Engga, biasa aja". Ucap Putri


"Bohong, dari muka kamu keliatan kamu khawatir sama aku". Ucap Vano sambil tersenyum


Bruk, Vano menarik Putri kedalam pelukannya. Membuat Putri sedikit terkejut dan terdiam sejenak. Putri dapat merasakan hembusan nafas Vano yang terengah-engah dan menimbulkan sedikit suara


"Van, nafas lu kayak gitu...sakit ngga?". Tanya Putri


"Engga kok hehe". Jawab Vano


Cup, Vano mengecup puncak kepala Putri dengan lembut sambil ia usap kepala Putri dengan penuh kasih sayang


---

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2