Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Sebelum Raja Pergi


__ADS_3

Pukul tujuh pagi, setelah mandi dan sarapan bersama, Tahta membantu Putri bersiap untuk acara kencannya dengan Raja sebelum Raja pergi keluar kota


Saat ini, Tahta sedang menata rambut hitam panjang milik Putri, ia kepang sisi kanan dan kirinya lalu ia satukan di belakang bagian tengah, tidak lupa ia berikan hiasan berupa jepitan pita berwarna pink untuk mempermanis tatanan rambut istrinya


Tahta sangat pandai menata rambut Putri, karena ini adalah kebiasaannya sejak kecil. Putri yang hanya mau rambutnya disisir dan ditata oleh Tahta dan Tahta pun dengan senang hati melakukan itu


"Kakak catok bagian bawahnya ya". Ucap Tahta


"Ok". Ucap Putri mengangguk


Putri patuh, ia memperhatikan kegiatan suaminya dari cermin rias dihadapannya. Tangan suaminya sangat terampil, seperti penata rambut profesional. Raut wajah Tahta juga terlihat berseri, senyum tipis sesekali tergambar dibibirnya. Tahta sangat menikmati waktunya bersama Putri saat ini


Setelah selesai dengan tatanan rambut, Tahta kembali fokus pada riasan wajah sang istri, ia lupa mengoleskan lipcream di bibir istrinya, ia ambil salah satu lipcream yang paling sering digunakan oleh Putri, lalu meminta Putri untuk menoleh kearahnya


"Tipis aja kak".


"Iya, sayang".


Tahta mendekat, matanya terlihat intens menatap ke bibir tipis dihadapannya itu, ia oleskan lipcream yang warnanya sedikit lebih merah di banding warna bibir istrinya


"Boleh cium ngga?". Tanya Tahta secara tiba-tiba


"Hah? Kan lagi- hmpp"


Tahta menekan tengkuk Putri, memperdalam ciuman mereka. Ia sudah tidak tahan dengan bibir Putri yang terus mencuri perhatiannya, ia lu mat habis seluruh bibir mungil milik istrinya, menyapu bersih lipcream yang bahkan belum kering setelah ia oleskan tadi


Setelah beberapa menit, Tahta melepaskan pagutan mereka. Mereka saling bertatapan, sebelum akhirnya Putri tertawa terpingkal saat melihat ada noda lipcream di sekitar bibir suaminya


Ia usap menggunakan ibu jarinya noda itu, sampai bersih. Setelah itu Tahta kembali melanjutkan kegiatannya


"Naaah...selesai. Istri aku jadi makin cantik". Ucap Tahta


"Terimakasih banyak suamiku". Ucap Putri yang diakhiri dengan kecupan di kening Tahta


"Sama-sama, sayang, yuk jalan. Mantan pacar udah nungguin". Ucap Tahta


"Tuh kan ngeledek, sebenarnya boleh apa engga jalan sama kak Raja?". Tanya Putri


"Hehe boleh, istriku, boleh. Aku cuma bercanda kok, yuk". Ucap Tahta sambil meraih tangan Putri keluar dari unit apartment mereka


Lima belas menit perjalanan, Putri dan Tahta sudah tiba dirumah, Putri masuk terlebih dahulu dan menghampiri Dewa yang sedang berdiri disisi meja makan


"Hai kaaaak". Ucap Putri sambil memeluk Dewa dari samping


"Eh, udah dateng. Cantik banget sih". Ucap Dewa sambil mengusap lembut pipi Putri


"Hehe iya dong, di dandanin sama kak Tahta". Ucap Putri


"Hmm, pantesan beda kayak biasanya. Makin cantik..."


"Udah sarapan?". Tanya Dewa


"Udah, kakak baru mau sarapan?". Tanya Putri


"Udah, sayang". Jawab Dewa


"Raja mana?". Tanya Tahta sambil menarik kursi disebelah Dewa


"Masih dikamar, mungkin lagi siap-siap". Jawab Dewa


"Gue kira ngga lu bolehin jalan sama Raja". Ucap Dewa pada Tahta


"Tadinya ngga gue bolehin. Tapi tu anak ngamuk". Ucap Tahta sambil menatap Putri


"Lagian pelit banget kak, ini kan jalan-jalan terakhir sebelum kak Raja keluar kota, masa ngga boleh, sebel aku jadinya". Ucap Putri pada Dewa


"Yaudah gapapa, sekali-kali kan". Ucap Dewa


"Tau nih, posesif, ini ngga boleh, itu ngga boleh". Ucap Putri sambil mencibik bibirnya


"Haha lucu banget sih". Ucap Dewa mencubit pipi Putri


"Inget, kalo macem-macem aku seret pulang kamu". Ucap Tahta


"Ngga takut, wleee". Ucap Putri sambil menjulurkan lidahnya


"Dih, yaudah lah ayo pulang, ngga jadi jalan-jalan". Ucap Tahta bangun dari duduknya


"Ngga mau! Aku pukul nih". Ucap Putri sambil mengepalkan tangannya


"Ngga takut". Ucap Tahta


Putri menoleh saat mendengar suara langkah kaki dari arah tangga. Itu adalah Raja, ia menghampiri Putri di meja makan


"Ayo". Ucap Raja sambil menjulurkan tangannya pada Putri. Putri pun mengangguk sambil tersenyum dan menyambut uluran tangan Raja


"Heh, inget yang gue bilang-"


"Ngga usah bawel, bosen gue dengernya". Ucap Raja saat memotong ucapan Tahta


"Aku berangkat ya". Ucap Putri diangguki oleh Tahta


"Bye kak". Ucap Putri sambil melambaikan tangannya pada Dewa sebelum pergi meninggalkan ruang makan


"Bye, hati-hati ya". Ucap Dewa


Tahta menghela nafas berat, kepalanya ia jatuhkan diatas permukaan meja makan


"Hahaha, gue serius nanya, kenapa lu izinin Putri jalan sama Raja? Karna Putri ngamuk?". Tanya Dewa


"Engga, sih. Biar gimana pun juga Raja masih kakaknya Mput, dan gue pengen Raja senang sebelum berangkat keluar kota, biar disana fokus sama pelatihannya".


"Bagus, gitu dong. Dewasa, jangan bisanya ribut doang kayak anak kecil".


"Heh, jangan lu kira gue ngga overthinking ngebiarin Mput jalan sama Raja. Gue takut Raja macem-macem".


"Ngga akan, Ta. Lu itu terlalu takut".


"Ck, yaudah lah. Ayo temenin gue main PS, bosen". Ucap Tahta menuju ruang keluarga, disusul oleh Dewa

__ADS_1


"Ta, gue mau nanya, tapi lu jangan ngeledek". Ucap Dewa sambil membantu Tahta menyiapkan PS untuk mereka bermain


"Apa?". Tanya Tahta


"Menurut lu Nindi gimana?". Tanya Dewa


Tahta menghentikan kegiatannya saat mendengar pertanyaan Dewa, ia pun menoleh lalu tertawa kecil


"Wah, ada apa gerangan minta pendapat gue soal Nindi? Naksir?". Tanya Tahta


"Engga, cuma nanya". Ucap Dewa


"Hahahahahaha". Tahta tertawa terpingkal


"Malah ketawa, menurut lu Nindi gimana?".


"Ngga tau, gue ngga pernah perhatiin cewek lain selain Mput".


"Ya gue tau, tapi lu kan kenal Nindi, yang lu liat Nindi orangnya baik ngga?".


"Baik. Anaknya asik juga, enak diajak ngobrol".


"Eum, cantik ngga?".


"Ngga ada yang cantik selain istri gue".


"Ck, susah ngomong sama orang bucin".


"Haha, kalo naksir deketin aja, gue liat anaknya juga udah lama naksir sama lu".


"Gitu, ya?". Tanya Dewa diangguki Tahta


"Tapi apa gue ngga ketuaan buat dia? Misalnya dia jadi cewek gue?".


"Dia seumuran Mput kan? Ngga ketuaan lah beda enam tahun doang..."


"Hari gini masih mikirin umur, kalo naksir tembak aja kali, keburu dia bosen karna lu ngga pernah peka kalo dia ada rasa sama lu".


"Gue tau kok dia ada rasa sama gue. Cuma ya, gue...biasa aja".


"Halah, kalo biasa aja ngapain nanya pendapat gue soal Nindi? Tapi menurut gue Mput bakal senang kalo Nindi jadi kakak iparnya, mereka jadi makin deket".


Plak, Dewa menepuk bagian depan topi yang Tahta pakai


"Apaan sih lu?!". Protes Tahta


"Omongan lu kejauhan, udah kakak ipar segala". Ucap Dewa


"Ya gue sih ngomongin baik nya aja. Udah lah, ayo main". Ucap Tahta diangguki oleh Dewa


---


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Putri dan Raja baru tiba dirumah setelah seharian menghabiskan waktu bersama. Di perjalanan pulang, Putri sudah tertidur, Raja pun tidak tega membangunkannya


Akhirnya ia memutuskan untuk menggendong Putri masuk kedalam, menghampiri Tahta dan Dewa yang sedang duduk kursi tepi kolam renang. Kedatangannya menginterupsi kedua saudaranya yang terlihat sedang mengobrol di temani sebotol minuman beralkohol yang ada di tengah-tengah mereka


"Astaga, lu mabok?". Tanya Raja menatap Tahta


"Kenapa lu mau". Ucap Dewa


Raja berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Mput tidur?". Tanya Tahta sambil melirik Putri


"Iya, gue bawa ke kamar lu ya?". Tanya Raja


"Yaudah". Jawab Tahta


"Balik kesini lagi, Ja. Gabung". Ucap Dewa


Raja menghela nafas berat lalu melangkah meninggalkan area kolam renang


"Heh, lu ngga takut Putri di apa-apain tuh?". Tanya Dewa


"Ck, ngga usah kompor, gue lagi berusaha percaya sama Raja, makanya gue ngga ganggu kencan mereka seharian ini". Ucap Tahta


"Telat, giliran orangnya mau pergi, lu baru percaya, selama Raja masih disini ketar-ketir terus lu". Ucap Dewa


"Haha, telat ya". Ucap Tahta


"Lu mau nginep berapa hari?". Tanya Dewa


"Malam ini aja lah, besok balik". Jawab Tahta


"Besok kan Raja udah ngga disini, lu sama Putri tinggal disini aja, lagi. Gue kesepian ngga ada Raja, ngga ada lu, ngga ada Putri". Ucap Dewa


"Gimana, ya". Ucap Tahta seolah berfikir


"Tolong lah, temenin gue". Ucap Dewa memohon


"Makanya nikahin tuh si Nindi buat nemenin lu". Ucap Tahta


"Bacot". Gumam Dewa


"Liat besok deh, kalo Mput mau, yaudah". Ucap Tahta


"Heh, minum nih". Ucap Dewa sambil mengangkat botol minumannya pada Raja yang sudah kembali ke area kolam renang


"Ngga pengen". Ucap Raja mendudukkan bokongnya di samping Tahta


"Besok flight jam berapa?". Tanya Tahta


"Sembilan. Gue mau ke makam nyokap bokap dulu pagi-paginya". Jawab Raja


"Lah, nyokap bokap lu udah meninggal?". Tanya Tahta


"Tolol". Ucap Raja dan Dewa kompak


"Hahahaha, nyokap bokap nya kan sama kayak lu, bodoh". Ucap Dewa pada Tahta

__ADS_1


"Ngga usah diladenin, orang gila". Ucap Raja


"Haha bercanda woy. Berarti besok Mput nganter lu ke bandara?". Tanya Tahta


"Kalo dia mau". Ucap Raja


"Gimana hari ini, senang jalan-jalan sama Putri?". Tanya Dewa pada Raja


"Lu boleh robek hati gue, bang. Banyak bunga-bunganya, hahahaha". Ucap Raja


"Jiah, hahahaha, bisa aja lu". Dewa tertawa terpingkal


"Lebay". Ucap Tahta


"Thanks udah izinin Putri jalan sama gue". Ucap Raja sambil menjulurkan tangannya pada Tahta


Tahta tersenyum dan menerima uluran tangan Raja. Mereka bersalaman tangan khas laki-laki lalu saling berpelukan sambil menepuk punggung


"Semoga pelatihan lu disana berjalan lancar dan cita-cita lu bisa terwujud". Ucap Tahta


"Aamiin. Thanks, thanks". Ucap Raja sambil melepas pelukan mereka


"Wait, gue ambil satu botol lagi, kita perayaan hari terakhir Raja disini". Ucap Dewa bangun dari duduknya lalu berjalan menuju dapur


"Anjing". Gumam Raja


"Haha si Dewa, perayaan katanya hahahaha". Tahta tertawa terpingkal


"Kesannya kayak senang banget gue pergi dari sini". Ucap Raja


"Mungkin, hahahaha..."


"Oh iya, tadi siang Gisel kesini, dia ngasih bingkisan buat lu. Gue ngga tau isi nya apa, tuh gue taro di sofa". Ucap Tahta sambil melirik kearah ruang keluarga


"Kenapa ngga lu buang?". Ucap Raja


"Dih, itu dari oma". Ucap Tahta


"Oh, kok oma ngga chat gue, ya". Ucap Raja sambil merogoh ponsel di saku jaketnya


"Nih, Raja, minum dulu". Ucap Dewa sambil menaruh gelas kecil dan botol minuman di atas meja


"Ngga pengen". Ucap Raja


"Buat gue aja". Ucap Tahta meraih botolnya


Plak, Dewa memukul punggung tangan Tahta


"Ngga bagus kebanyakan minum alkohol, bisa ngerusak kesuburan lu. Katanya mau Putri cepat hamil". Ucap Dewa


Raja tersenyum tipis mendengar ucapan Dewa. Sepertinya memang sudah seharusnya ia merelakan Putri bahagia bersama Tahta, suaminya. Ia pun juga ingin melihat Tahta bahagia dengan memiliki anak bersama Putri


"Kakaaaak". Panggil Putri pada ketiga lelaki yang langsung kompak menoleh kearahnya


Sambil memeluk boneka, Putri mengucek sebelah matanya dan berjalan menghampiri Tahta


"Kenapa, kok bangun?". Tanya tahta sambil meraih pinggang Putri, ia dudukkan Putri menyamping di pangkuannya


"Nyari kakak, aku kira ada di apartment, ternyata di kamar kakak". Ucap Putri


"Iya, aku mau nginep disini malam ini. Kan besok nganter Raja ke bandara". Ucap Tahta


"Oh iya, ya. Eum...ini kok bau whisky? Siapa yang minum?". Tanya Putri


"Bang Dewa". Ucap Tahta


"Lu juga". Ucap Raja menatap Tahta


"Kakaaak. Kan waktu konsultasi dokter bilang ngga boleh minum alkohol". Ucap Putri


"Cuma sedikit, sayang". Ucap Tahta


"Bohong, udah habis sebotol sendirian". Ucap Raja


"Ih, kamu bandel". Ucap Putri sambil mencubit kencang hidung Tahta


"Argh, Raja yang bohong, sayang. Aku cuma minum sedikit, beneran". Ucap Tahta


"Tetap aja kamu minum". Ucap Putri


"Maaf, maaf, janji ngga minum itu lagi. Yaudah ke kamar yuk, bobo lagi, masih ngantuk kan". Ucap Tahta diangguki oleh Putri


Tahta pun membopong Putri meninggalkan area kolam renang


"Ngga boleh minum itu lagi, ya". Ucap Putri


"Iya, istriku, aku janji". Ucap Tahta


Cup, Putri mendaratkan kecupannya pada bibir Tahta


"Lagi dong". Pinta Tahta sambil merajuk


Putri tersenyum, ia kembali mencium bibir Tahta dengan lembut


"Naik tangga dulu, kalo sambil cium nanti kita jatoh". Ucap Putri


"Habis naik tangga boleh cium lagi ngga?". Tanya Tahta


"Masuk kamar dulu, sayang". Jawab Putri


"Ih, habis masuk kamar boleh cium?". Tanya Tahta


"Apapun boleh, terserah kamu". Ucap Putri sambil tersenyum


"Asik, udah kangen banget seharian ngga bareng kamu". Ucap Tahta


"Aku juga, kangen banget, banget, banget". Ucap Putri memeluk erat leher Tahta


---

__ADS_1


Bersambung ya ges


Jangan lupa like, vote dan hadiahnya


__ADS_2