
Beberapa jam telah berlalu, Putri sudah selesai dengan mata kuliahnya. Setelah berpisah dengan Nindi diparkiran, Putri kembali melangkahkan kakinya menuju gerbang kampus untuk menunggu Tahta menjemputnya
Saat sedang menunggu, Vano pun menghampiri dirinya dengan berjalan kaki sambil membawa sebuah minuman ditangannya
"Ngapain?". Tanya Putri
"Nunggu dijemput, ngga bawa mobil". Jawab Vano
"Oh". Ucap Putri
"Mau ngga?". Tanya Vano sambil menyodorkan minumannya
"Gak". Jawab Putri
"Oh iya, kamu magang dimana?". Tanya Vano
"Kepo". Ucap Putri
"Hmmm, kamu tau ngga aku udah cerai sama Nadya". Ucap Vano
Mendengar ucapan Vano, seketika Putri menoleh dan menatap kedua mata Vano dengan intens
"Cerai? Cepet banget". Ucap Putri
"Mama aku udah ngga suka sama dia, soalnya dia mandul". Ucap Vano
"Tau dari mana?". Tanya Putri
"Sempet cek kerumah sakit, dia ada penyakit yang bikin dia mandul". Jawab Vano
"Penyakit apa?". Tanya Putri
"Aku lupa namanya, yang pasti ada radang didalem rahimnya". Jawab Vano
"Ooh, miris ya, orang tua lu yang jodohin lu sama dia..."
"Tapi tau dia mandul, malah dibuang mentah-mentah". Ucap Putri
"Makanya orang tua aku nyesel ngejodohin aku sama dia. Percuma ngga bisa ngasih keturunan, ngga ada penerus". Ucap Vano
"Lu juga jahat, ngga kasian sama Nadya". Ucap Putri
"Buat apa kasian, sampe sekarang aku ngga cinta sama dia, aku tau dia mandul pun baru sekali nyoba, itu juga terpaksa..."
"Setelah itu mama nyuruh kita cek kerumah sakit". Ucap Vano
"Haha ngga kebayang kalo gue yang ada diposisi Nadya". Ucap Putri
"Kalo itu kamu, aku ngga akan cerain kamu Put, aku pasti terima kamu apa adanya karna aku cinta sama kamu". Ucap Vano
"Cinta. Maaf ya, tipe orang tua kayak nyokap bokap lu itu ngga akan ngerti yang namanya cinta..."
"Yang mereka butuhin cuma penerus, calon pewaris, kalo ngga berguna tetep aja dibuang, Nadya buktinya". Ucap Putri
"Hmm, iya aku paham, orang tua aku terlalu gegabah ngejodohin aku". Ucap Vano
"Gue yakin lu bakal terus dijodohin sampe nemu cewek yang pas. Haha main-main sama pernikahan". Ucap Putri
"Kamu ngga mau balikan sama aku?". Tanya Vano
"Ngga". Jawab Putri
"Kenapa? Udah bener-bener ngga ada rasa lagi? Ngga cinta lagi?". Tanya Vano
"Iya, udah mati". Ucap Putri
"Hmm aku ngerti, ini salah aku..."
"Oh iya kamu mau ikut aku ngga kerumah sakit, Bella sakit kanker hati". Ucap Vano
"Bella? Yang anak kecil itu? Anaknya tante Lia?". Tanya Putri
"Iya, sepupu aku. Udah dua minggu dia dirawat, dia sering nyariin kamu". Ucap Vano
"Ya ampun, anak sekecil itu, dirawat dimana?". Tanya Putri
"Rumah sakit X. Kalo kamu mau jenguk dia, ikut aku yuk sebentar, hampir tiap hari dia nyariin kamu". Ucap Vano
"Serius?". Tanya Putri
"Buat apa aku bohong, aku ngga tega pake nama Bella buat bohongin kamu". Ucap Vano
"Yaudah gue ikut, nanti gue balik sendiri". Ucap Putri
"Syukur lah, iya gapapa, makasih ya Put, Bella pasti seneng bisa ketemu kamu lagi". Ucap Vano
"Hmm". Jawab Putri sambil mengangguk
"Kamu lagi nungguin kakak kamu kan? Nanti nyariin ngga?". Tanya Vano
"Lagi isi bensin, gampang lah nanti gue chat". Ucap Putri
"Ooh, ok". Ucap Vano
Hampir sepuluh menit menunggu, supir Vano pun sudah tiba untuk menjemput mereka. Vano pun mempersilahkan Putri untuk berjalan terlebih dahulu menuju mobilnya
Saat sang supir membukakan pintunya, tangan Putri sudah dicegah oleh Tahta. Putri pun mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil Vano
"Ngapain sih masuk ke mobilnya? Mau kemana?". Tanya Tahta pada Putri
"Hmmm, itu, aku mau ikut-"
"Pulang". Ucap Tahta sambil menarik tangan Putri meninggalkan mobil Vano
"Bang, bang tunggu bang". Ucap Vano sambil mengejar Tahta dan Putri namun diacuhkan oleh Tahta
Tahta pun buru-buru memasukkan Putri ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan area kampus
"Susah banget sih disuruh nunggu sebentar, malah ikut sama mobilnya, ngapain coba". Ucap Tahta
"Kakak ngga tau kan aku sama dia mau kemana, makanya dengerin dulu". Ucap Putri
"Ngga penting kamu mau kemana, yang jelas kakak ngga suka ngeliatnya". Ucap Tahta
"Yaudah sih biasa aja". Ucap Putri
"Lagian buat apa kamu masih deket sama dia? Mau dijahatin lagi sama istrinya?". Tanya Tahta
"Dia udah cerai". Jawab Putri
"Oh, terus mau balikan?". Tanya Tahta
"Engga, siapa juga yang mau balikan". Jawab Putri
"Bagus deh". Ucap Tahta
"Aku mau ke kantornya kak Dewa". Ucap Putri
"Ngapain?". Tanya Tahta
"Ngasih surat magang". Jawab Putri
"Yaudah, kakak anterin". Ucap Tahta
"Hmmmm". Jawab Putri
---
Hampur tiga puluh menit perjalanan, mereka sudah tiba dikantor Dewa, mereka pun dipersilahkan masuk oleh security yang bertugas disana dan diantar menuju lobby untuk menunggu seseorang yang akan mengantar Putri menuju ruangan personalia
__ADS_1
"Kak Putri ya, mari ikut saya ke ruangan HRD". Ucap salah satu staff saat menghampiri mereka di lobby
"Iya, terima kasih". Ucap Putri sambil tersenyum
"Tunggu ya kak". Ucap Putri pada Tahta
"Iya". Ucap Tahta
Putri pun segera mengikuti langkah staff laki-laki tersebut menuju ruangan personalia, dimana ia akan melakukan wawancara terkait program dari tugas kuliahnya kali ini
Hampir dua puluh menit berlalu, Putri sudah selesai dengan wawancara dan mengurus hal lain menyangkut program magangnya
Ia pun diperkenankan untuk meninggalkan ruangan personalia dan diminta kembali dalam beberapa hari kedepan untuk memulai kegiatannya di perusahaan sang kakak
Putri pun segera memasuki lift dan kembali menuju lobby tempat Tahta menunggu. Disana pun terlihat Tahta sedang duduk bersama Dewa sambil meminum kopi nya masing-masing
"Selamat siang pak Dewa". Ucap Putri
"Hehe udah selesai?". Tanya Dewa sambil meraih tangan Putri
"Udah pak, mulainya minggu depan..."
"Bapak jangan megang tangan saya, ngga enak banyak yang liatin". Ucap Putri sambil menarik pelan tangannya dari genggaman Dewa
"Jangan manggil pak dong, aneh". Ucap Dewa
"Bapak kan atasan saya". Ucap Putri
"Hahahahaha ngakak". Ucap Tahta
Dewa kembali meraih tangan Putri dan mengecup punggung tangannya
"Yaudah terserah kamu deh, udah makan belum?". Tanya Dewa
"Belum, abis ini mau makan sama kak Tahta". Ucap Putri
"Yaudah sana, kakak mau nemenin kamu tapi ada meeting sebentar lagi". Ucap Dewa
"Iya gapapa..."
"Ayo kak". Ucap Putri pada Tahta
"Yuk..."
"Pak Dewa, terima kasih untuk kopinya". Ucap Tahta sambil tersenyum
"Banyak omong, sana cabut, bawa Putri makan". Ucap Dewa
"Siap pak". Ucap Tahta
"Hehe semangat pak Dewa". Ucap Putri
"Iya, makasih sayang". Ucap Dewa sambil mengusap pipi Putri
Tahta pun segera membawa Putri untuk meninggalkan lobby menuju parkiran
---
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Putri yang telah memiliki janji untuk makan malam bersama Tahta sudah selesai bersiap dan merias diri
Ia pun meraih tas dan paper bag berisi jaket untuk Tahta. Setelah itu berkunjung sejenak kekamar orang tuanya untuk berpamitan
"Hmm ayah udah tidur". Ucap Putri
"Iya sayang, abis minum obat..."
"Anak ibu cantik banget, mau kemana?". Tanya Melly
"Mau makan bu sama kak Tahta, dinner hehe". Jawab Putri
"Hmm dinner romantis ya?". Tanya Melly
"Hehehe engga kok bu, yaudah Putri pamit ya bu, mau nunggu kak Tahta dibawah". Ucap Putri
"Iya bu". Ucap Putri
Putri pun mencium tangan Melly sebelum beranjak meninggalkan kamarnya
Lima menit menunggu, Putri mendengar suara bel dari pintu utama. Ia pun segera bangkit dari sofa dan melangkah menuju pintu utama
"Permisi, paket". Ucap Tahta sambil menutupi wajahnya dengan buket bunga mawar ditangannya
"Hahaha ngga jelas". Ucap Putri sambil menyingkirkan buket bunga tersebut dari wajah Tahta
"Baa!..."
"Eeeh cantik banget tuan putri, mau kemana?". Tanya Tahta
"Hehe kan mau dinner". Ucap Putri
"Sama siapa?". Tanya Tahta
"Kan sama kakak". Jawab Putri
"Aku cuma kurir pengantar bunga, kamu ngga malu dinner sama aku?". Tanya Tahta
"Iiihh ayooo". Ucap Putri sambil memegang lengan Tahta
"Hehehe iya, iya..."
"Ambil dulu nih, buat kamu". Ucap Tahta sambil memberikan buket tersebut kepada Putri
"Dari siapa?". Tanya Putri
"Dari kakak lah sayang". Jawab Tahta
"Tumben deh..."
"Hmm wangi banget". Ucap Putri sambil menghirup buket ditangannya
"Wangi, cantik, indah, kayak kamu". Ucap Tahta
"Hehe bisa aja..."
"Aku simpen dulu ya". Ucap Putri
"Yaudah sana". Ucap Tahta
Putri pun membawa buket bunga tersebut keruang keluarga, dan ia letakkan diatas meja, setelah itu kembali menyusul Tahta didepan pintu utama
"Itu bawa apa?". Tanya Tahta sambil melirik paper bag ditangan Putri
"Ntar aja, ayo jalan dulu". Ucap Putri
"Yaudah". Ucap Tahta
Tahta pun membukakan pintu untuk Putri, setelah itu segera pergi melajukan mobilnya menuju tempat makan
---
Empat puluh menit perjalanan, mereka sudah tiba disebuah tempat makan. Tempat makan yang sangat indah dilihat pada malam hari karena dihiasi lampion berwarna-warni
Tempat makan tersebut juga menghadap langsung kearah danau buatan dengan bunga-bunga indah disekitarnya, tidak lupa, dekorasinya pun membuat tempat makan tersebut menjadi lebih romantis
Tahta menggenggam tangan Putri dan membawanya menuju meja yang terletak paling sisi dari deretan meja tersebut, sangat persis ditepi danau buatan
"Silahkan duduk tuan putri". Ucap Tahta sambil menarik kursi untuk Putri
"Makasih kak". Ucap Putri sambil mendudukan bokongnya
__ADS_1
Tahta pun tersenyum dan segera duduk dihadapan Putri
"Kakak kok tau ada tempat sebagus ini?". Tanya Putri
"Dikasih tau temen hahahaha". Jawab Tahta
"Ooh hahaha kirain pernah ngajak cewek kakak kesini". Ucap Putri
"Kamu ngeledek kejombloan kakak yang udah bertahun-tahun?..."
"Sejak kapan kakak pernah bawa cewek kesana-kesini". Ucap Tahta
"Hahahaha ganteng-ganteng tapi jomblo abadi, sayang banget". Ucap Putri
"Kamu udah ada yang punya sih". Ucap Tahta
"Eh, maksudnya?". Tanya Putri
"Hehe engga". Ucap Tahta
Mereka pun segera memesan makanan dan minuman untuk mereka santap malam ini, setelah itu kembali mengobrol sambil menunggu pesanan mereka
"Kak Raja lagi ngapain?". Tanya Putri
"Main PS sama bang Dewa". Jawab Tahta
"Dia ngga bete ngeliat kakak mau dinner sama aku?". Tanya Putri
"Engga, di bolehin kok, kata dia yang penting jangan diapa-apain". Ucap Tahta
"Hahahahaha emang nya mau diapain coba..."
"Oh iya lupa, aku tuh bawa kado buat kakak". Ucap Putri sambil menaruh paper bag nya diatas meja
"Ooh jadi ini kado". Ucap Tahta
"Iya, nih". Ucap Putri
Tahta pun meraih paper bag tersebut dan mengeluarkan isinya
"Hmm tau banget selera kakak yang kayak gini". Ucap Tahta saat melihat jaket pemberian Putri
"Tau dong, kakak suka ngga?". Tanya Putri
"Suka banget, makasih sayang". Ucap Tahta
"Iya sama-sama". Ucap Putri
Hampir satu jam berada di tempat makan, mereka pun memutuskan untuk pergi setelah puas mengobrol dan mengabadikan beberapa foto bersama
"Udah yuk kak, dingin lama-lama". Ucap Putri
"Yuk". Ucap Tahta
Tahta melepaskan outernya dan ia pakaian pada Putri yang terlihat sedang kedinginan karena angin malam
Setelah itu ia meraih paper bag serta tangan Putri dan ia bawa keluar dari tempat makan tersebut
"Mau pulang kemana?". Tanya Tahta
"Ke rumah kakak, kangen sama kak Raja hehe". Jawab Putri
"Iya sih tadi dia juga nyuruh kakak bawa kamu pulang". Ucap Tahta
"Hehe let's go". Ucap Putri sambil tersenyum
---
Setibanya dirumah, mereka tidak melihat adanya mobil Raja yang terparkir disana. Putri pun segera turun dari mobil dan mengecek ke garasi, ternyata mobil Raja pun tidak ada didalam garasi
"Kak Raja ngga ada". Ucap Putri dengan nada kekecewaan
"Dia ngga ngabarin kamu pergi kemana?". Tanya Tahta
"Engga". Jawab Putri sambil membuka ponselnya
"Yaudah masuk yuk, nunggu didalem". Ucap Tahta sambil mengusap kepala Putri dan membawanya kedalam rumah
"Kak, kak Raja kemana? Kok mobilnya ngga ada?". Tanya Putri pada Dewa yang sedang duduk diruang makan
"Keluar sayang, sama temennya". Jawab Dewa
"Siapa?". Tanya Putri
"Cewek yang kemarin". Jawab Dewa
"Ih dia mulu sih, ini lama-lama kak Raja deket sama dia". Ucap Putri
"Emang kemana sih? Dari tadi?". Tanya Tahta pada Dewa
"Iya dari tadi, ngga tau kemana..."
"Tuh hp nya ketinggalan". Ucap Dewa sambil menunjuk kearah meja diruang keluarga
"Tau ah, mau pulang". Ucap Putri sambil berjalan meninggalkan ruang makan
"Kejar, anterin pulang". Ucap Dewa dan diangguki oleh Tahta
"Mput, nunggu didalem aja ya, paling sebentar lagi juga pulang". Ucap Tahta sambil meraih tangan Putri
"Udah lah kak, sekarang dia lebih pentingin temennya, TTM nya..."
"Buat apa aku nungguin, percuma". Ucap Putri
Putri pun melepas outer Tahta dan ia berikan diatas tangan Tahta
"Udah, aku mau pulang, capek". Ucap Putri
"Ini rumah kamu juga, disini aja". Ucap Tahta
"Engga". Ucap Putri sambil berjalan cepat keluar pintu utama
"Yaudah kakak anterin kamu pulang". Ucap Tahta sambil meraih tangan Putri namun Putri segera menghampaskan tangan Tahta dengan kasar
"Aku bisa pulang sendiri!". Ucap Putri
Putri pun berlari kecil keluar gerbang untuk menghindari Tahta yang terus mengikutinya dari belakang
TIN TIN TIN
"Arrghh!!!". Putri memekik saat ada mobil yang melaju kencang kearah dirinya
Bruk, hantaman keras dari mobil itu membuat Putri terpental sampai ke sisi trotoar hingga kepalanya terbentur dan mengeluarkan darah
"Putri!".
Tahta berteriak saat melihat sang adik sudah tergeletak diatas dinginnya aspal tepat didepan rumahnya
Pengendara mobil tersebut sempat berhenti sejenak dengan niat ingin melihat keadaan Putri, namun ia urungkan karena panik saat melihat Tahta
"Mput...bangun sayang". Ucap Tahta sambil menepuk pipi Putri yang tidak sadarkan diri
"Ya ampun...darah". Ucap Tahta saat memegangi kepala Putri
"Non Putri. Non Putri kenapa den?". Tanya bi Ida pada Tahta
"Putri kenapa?!". Tanya Dewa saat menghampiri Tahta dan Putri
"Ketabrak mobil...bawa kerumah sakit bang, ini kuncinya". Ucap Tahta sambil memberikan kunci mobil nya pada Dewa
__ADS_1
Dewa pun bergegas untuk mengeluarkan mobil Tahta. Sementara Tahta segera membopong Putri untuk mereka bawa kerumah sakit
---