Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
BAB 25 Salah Paham


__ADS_3

Seperti biasa,pagi selalu di awali dengan kegiatan padat yang membuat para siswa/i bosan. Tidak ada hal paling menyerukan selain bisa bebas kemanapun yang kau inginkan. Xana dan Lea sebagai murid kelas atas memiliki tanggung jawab yang cukup besar,yaitu menjadi sekretaris Sekolah.


Setiap anak yang ada di tingkat Asrama berkelas akan diberi tugas dari sekolah,ini menjadi alasan bagus untuk keluar dari segala pelajaran.Maksudku,kau bisa izin dengan mengatakan jika kau diberi tugas oleh pihak sekolah.


"Fyuuhh Aku sedikit kesal karena tugas kemarin,itu membuatku sibuk seharian!" keluh Lea.


"Yaaa,itu tanggung jawab, hehe" Xana menenangkannya.


"Astaga Baby Xanaaa, Lo ga tau seberapa reseh nya tu guru Kesopanan! Gw ga kuat sumpah," Lea terlihat lelah akan kehidupan.


"Betewe gue udah mikir,nih. Kalo gue baik terus sopan dan polos gitu... Terus Siapa yang bakal jadi Preman Kelas kita?!"


"Astaga, bisa-bisanya masih mikirin kek gituan ni anak."Xana menggeleng.


Semenjak Lea tahu bahwa Kak Petra adalah Kakak Xana,Lea selalu berusaha menjadi baik dengan senyumnya yang aneh. Tapi akhirnya gagal, semua justru tambah takut.


"Bego banget, disenyumin malah lari!!" Kesal Lea.


Kami memasuki ruangan kelas Sejarah. Isi kelas yang isinya hanya cerita masa lalu ini di isi cukup banyak siswi tapi tidak sebanyak kelas kemarin.


"Wii ada cewe Petra nih," Salah seorang siswi dari kelas itu melirik ke kami.


"Paan sihh," Lea the sensi.


"Bukan Lo Queen Lea, tapi ituu si Xana gembel lagi deket sama pangeran Wijaya kita," Sella datang menyela.


"Oh,gua..." Xana duduk di kursi dekat Lea.


"Ckckck,Pantes aja kan dia banyak duitnya. Orang dia deket gitu sama Pangeran Petra," Sherly datang dengan raut wajah menjengkelkan.


"Apa tadi? pangeran? Pffftt si bodoh itu dipanggil pangeran?" Batin Xana sambil tersenyum kecil.


"Huh! ****** sepertimu memang tidak tahu malu!" Sherly mendobrak meja.


"Aduuhh kenapa marah-marah sih, kalo suka ya ambil dong..." Xana senyum mengejek.


"Ga tau nih,dikira dia siapa? anak KepSek ga ngaruh buat gua!" Lea membela.


"Cih! Lea, Lo ga tau ya? Dia tuh deket banget sama Petra sampai peluk-pelukan!" Sherly kembali mendobrak meja.


"Eh...?? Tunggu, dia kok tau si?" Xana sedikit tertegun dengan perkataan Sherly.


"Ya urusan dia lah! Toh, dia yang punya kenapa kalian yang sewot??" Lea kembali membela.


"Lea! Lo di kasih pelet apa sih sama ni cewek? Percaya dong sama kita!" Henna kesal dengan segala pembelaan.

__ADS_1


Lea mengerutkan dahinya dan mendekatkan wajahnya ke Henna.


"Gua... Di kasih makan yang bukan di curi dari kulkas gua," Lea melotot dengan tegas.


Henna dan lainnya terdiam karena masih merasa malu akan kejadian hari itu. Itu membuat mereka sadar bahwa mereka memang pernah melakukan kesalahan.


"Ah,cape gua denger ocehan pagi-pagi," Lea mulai menggendong tas nya.


"Yok,Xana! Kita pergi dari sini! Jijik gua deket-deket sama kelas kalangan rendah!" Lea menarik tangan Xana.


Xana membuntuti Lea yang berjalan mengarah ke kantin. Ia masih tidak percaya wanita sekamarnya yang membenci dirinya saat pertama masuk sekolah justru berteman dengannya.


"Thanks ya. Lo teman pertama gue yang kayak gini,hehe." Xana tersenyum manis.


"Bukan,kita ga temanan, Kita ini Best Friends Forever!" Lea menggandeng era tangan Xana.


Xana terkejut dan benar-benar senang mendengarnya, ya selama ini Xana tidak punya teman ataupun pacar kecuali Leo. Bisa dibilang Lea adalah teman pertama Xana.


Di kantin,kita makan apapun yang menurut kami enak. Ya, masa Skors Lea sudah selesai jadi bisa bayar sendiri-sendiri.


"Kadang gua bingung sama Lo," Lea mengunyah.


"Asal usul Lo yang jadi pertanyaan karena bisa masuk kelas atas ditambah kedeketan lo sama Petra yang menjadi pertanyaan satu asrama."


"Gua... Ga bisa cerita ke Lo sekarang, nanti bakal ada waktu yang tepat Lo tau sendiri," Xana tersenyum manis.


Selesai makan kami kembali ke kelas. Kali ini sudah pergantian pelajaran.


Masuk kelas sudah disambut dengan trio sok nakal yang udah bersama kapten barunya,Sherly.


"Heh,enak banget nih, makan pake uang pacar," Sherly memulai pertarungan.


"Iya," Xana tersenyum.


"Tsk! Ga ada malu banget si, masuk kelas atas karena nama pacar!" Henna mulai maju selangkah dengan nada tinggi.


"Iya," jawab Xana lagi.


Lea melihatnya hanya tertawa cekikikan. Bagaimana tidak? Orang yang besar omongannya di tangkis dengan satu kata yang membuat siapapun itu kesal.


"Hah~ udah lah guys, Cewe murahan Kek dia ga tau arti kata-kata mahal kita,"Sherly mengajak trio lawan itu pergi.


"Iyaa~" jawab Xana merdu.


Tentu Mereka kesal dengan respon Xana. Mereka sengaja memancing Xana agar bisa adu mulut dan berharap Xana kalah. Tetapi jiwa mager Xana mengalahkan mereka.

__ADS_1


"Ahh~ Baby thanks ya traktirannya~ Padahal totalnya banyak banget," Lea menggeliat kan tubuhnya lalu duduk.


"hah? maksud? bukannya bayar sendiri" ya?" Xana bingung.


"Heh! Lea!! Lo ga tau diri banget ya?! udah dipungut jadi temen kita malah ngehianatin!" Henna mendobrak meja Lea.


Lea kemudian berdiri dan menatap tajam mata Henna.


"Gua ga pernah ngemis berteman sama lo,Penjilat!!" Kata-kata itu keluar begitu saja dari bibir Lea.


"Satu lagi, Cewek yang kalian sebut-sebut murahan itu sahabat gua!! Lo ganggu? urusan sama gua.Paham?"


Mereka pergi meninggalkan Kami tanpa sepatah kata pun. Kukira Lea akan diam dan hanya mendengar,ternyata ia akan membelaku.


"Thanks,ya." Xana tersenyum.


"Hustt!! Apa sieee... Gausah makasih Bestie~" Lea tersenyum dengan gaya barunya.


"Pfftt Hahahahaha Kau sangat Lucu ketika nge-Swag." Xana memuji Lea.


"Lea gitu lhooo..." Lea kembali melakukannya.


Di tempat lain, di belakang gedung sekolah. Sherly sedang menghisap rokok ditemani tiga sejoli disampingnya.


"kalian ga ngerokok?" Sherly bertanya dengan mata melotot seakan menjadi perintah.


"N-ngga, kita ngga pernah ngerokok," Sela menjawab.


"Ga pernah?? Astaga norak banget kalian?" Sherly menghisap kembali.


Mereka sedikit tergugah akan perkataan "norak" Sherly barusan. Mereka takut Sherly tidak mau berteman dengan mereka. Sekarang hanya Sherly satu-satu nya cewe yang bisa mereka manfaatkan.


"G-gue mau coba!!" Sela langsung mengambil rokok itu dan menyalakannya.


Kemudian di ikuti oleh Henna dan Oliv. Tentu saja Sherly senang melihat mereka patuh seperti hewan peliharaan.


"Nah, gitu dong~" Sherly tertawa jahat.


"Gausah takut kalian, ini sekolahan ayah gua Kepsek nya." Sherly kembali menghasut.


Perkataan Sherly barusan membuat tiga sejoli itu merasa bahwa Sherly sudah ada di pihak nya. Mereka pun ikut tersenyum dalam maksiat itu.


-Bersambung...


Halo, Mortoon di sini.

__ADS_1


Karya ini tidak ada unsur plagiat dari cerita lain dan juga melarang keras untuk di tiru!! Karya murni ide pikir Author(人 •͈ᴗ•͈)


And jangan lupa dukung Author agar bisa semangat Up! Vote,Like,Favorite,and komen~✧◝(⁰▿⁰)◜✧


__ADS_2