Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Pergi Bersama Dewa


__ADS_3

"Jadi Kak Dewa diundang ke acaranya pak Adrian?". Tanya Putri


"Iya, kamu kan diundang juga, kita bareng aja ya, kakak jemput". Ucap Dewa


"Tapi aku izin dulu sama kak Tahta, takut ngga boleh". Ucap Putri


"Kakak aja yang izin ke Tahta". Ucap Dewa


"Yaudah". Ucap Putri mengangguk


"Ini mau turun dirumah ayah? Udah deket nih". Ucap Raja


"Yaudah kak, dirumah ayah aja". Jawab Putri


"Emang Tahta disana?". Tanya Raja


"Masih di kampus, aku nunggu kak Tahta dirumah ayah aja". Jawab Putri


"Kenapa sih ngga turun di rumah kamu sama Tahta aja? Rahasia banget kayaknya..."


"Ayah ngga mau ngasih tau, Tahta juga, kamu juga, pada suka nyimpen rahasia ya". Ucap Raja


"Udah lah, ngga usah kepo". Ucap Dewa


"Jangan bilang lu tau Putri sama Tahta tinggal dimana?". Tanya Raja pada Dewa


"Engga, gue ngga tau". Jawab Dewa


"Bohong, gue ngga percaya". Ucap Raja


"Terserah". Ucap Dewa


"Ngga ada yang tau sekarang aku tinggal dimana, bahkan ayah sama ibu ngga aku ajak pindahan". Ucap Putri


"Ck, kamu lakuin ini karna pengen jauhin aku ya?". Tanya Raja


"Engga, aku cuma pengen hidup bahagia sama kak Tahta, tanpa pengganggu". Jawab Putri


"Mampus, dibilang pengganggu". Ucap Dewa menatap Raja


"Maksud kamu aku pengganggu?". Tanya Raja


"Menurut kakak? Deketin istri orang terus apa namanya?". Tanya Putri


"Haha, bangga banget sekarang jadi istrinya Tahta". Ucap Raja


"Iya dong, aku senang jadi istrinya kak Tahta..."


"Udah ya, aku turun dulu". Ucap Putri sambil melepas seatbelt nya saat mereka sudah tiba didepan rumah


"Jangan lupa nanti malem, kakak jemput". Ucap Dewa mengusap kepala Putri


"Iya kak". Jawab Putri


Putri melangkah cepat memasuki gerbang rumahnya, sementara Dewa segera berpindah posisi ke kursi bagian depan melalui celah yang berada di tengah-tengah kursi


"Gue heran sama tu anak, bucin banget sama Tahta". Ucap Raja


"Ya namanya cinta. Putri juga kayak gitu waktu bucin sama lu..."


"Dah ayo, jalan". Ucap Dewa


Raja tidak merespon, ia segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah orang tua Putri


"Secinta apa sih Putri sama Tahta? Padahal pacaran sama gue jauh lebih lama di banding jadi istri Tahta yang belum sampai sebulan". Ucap Raja


"Lu bakal tau kalo udah denger kabar baiknya". Ucap Dewa


"Kabar baik apa?". Tanya Raja


"Kabar kehamilan Putri mungkin? Kalo Putri hamil berarti lu tau secinta apa Putri sama Tahta". Ucap Dewa


"Haha, mustahil bang. Waktu pacaran sama gue, dia ngga mau gue tidurin, padahal dia secinta itu sama gue". Ucap Raja


"Heh, bodoh. Putri juga mikir lah, ngapain tidur sama orang yang belum tentu jadi suaminya? Untungnya Putri nolak, karna lu ngga akan jadi suaminya hahahaha".


"Puas banget ngetawain gue..."


"Besok Putri ulang tahun, gue udah siapin kejutan buat dia, tapi sebelumnya gue mau ajak dinner dulu". Ucap Raja


"Ngarep. Lu pikir Tahta bakal izinin Putri dinner sama lu? Ngga akan". Ucap Dewa


"Gue culik aja deh, biar ngga ribet izin izin segala". Ucap Raja


"Dih, awas lu ya macem-macem sama Putri, gue hajar habis-habisan lu". Ucap Dewa


"Yo haha abangnya Putri posesif banget". Ucap Raja sambil tertawa meledek


---


"Sayang, kak Dewa udah dateng, aku berangkat ya". Ucap Putri


"Iya sayang, hati-hati". Ucap Tahta


"Siap".


Putri melabuhkan kecupan singkatnya pada bibir Tahta sebelum keluar dari kamarnya

__ADS_1


"Ayah sama ibu belum pulang ya, langsung jalan aja deh". Batin Putri sambil melirik kamar kedua orang tuanya


Putri segera membuka pintu dan menyambut Dewa yang sudah menunggunya


"Kakak?!". Putri terkejut melihat penampilan Dewa


"Ya ampun, ini pangeran dari mana". Ucap Putri


"Haha lebay kamu". Ucap Dewa


"Kakak ganteng banget sih, udah kayak mau ngelamar anak orang". Ucap Putri tersenyum berseri


"Hahaha bisa aja kamu. Kamu juga cantik banget". Ucap Dewa mengusap kepala Putri


"Hehe ayo kita jalan". Ucap Putri memeluk manja lengan Dewa


"Udah pamit ke ayah sama ibu?". Tanya Dewa


"Ayah sama ibu belum pulang kak, tadi siang mereka ke desa, katanya ada undangan pernikahan". Ucap Putri


"Oh, yaudah ayo". Ucap Dewa


Dewa merangkul pundak Putri dan membawanya masuk kedalalam mobilnya


Dua puluh menit perjalanan, mereka sudah tiba di tempat tujuan. Mereka dipersilahkan masuk dan diantar ke sebuah ruangan yang cukup besar tempat acara berlangsung


Dewa membawa Putri untuk menghampiri Adrian yang terlihat sedang berbincang bersama beberapa kolega bisnisnya


Adrian menoleh kearah mereka, terlihat meminta izin untuk memisahkan diri sebelum menghampiri Putri dan Dewa


"Loh, Putri? Kok lu bisa sama temen gue?". Adrian menatap heran sambil menunjuk Dewa


"Pacar gue, ganteng kan". Ucap Putri memeluk mesra lengan Dewa


"Dih? Heh, asal lu tau, bocah ini udah punya suami". Ucap Adrian pada Dewa


"Hahahaha". Putri tertawa terpingkal


"Putri adik gue". Ucap Dewa


"Adik lu? Serius?". Tanya Adrian


"Iya". Jawab Dewa


"Ya Tuhan. Gue kemana aja, gue baru tau lu punya adik cewek?". Ucap Adrian


"Gue ngga pernah ekspos Putri ke laki-laki, apalagi orangnya kayak lu". Ucap Dewa


"Hahaha sialan lu". Ucap Adrian


"Hehehe ngomong-ngomong pak Adrian-"


"Hehe yaudah, kak Adrian selamat ya kak buat ulang tahun perusahaannya..."


"Semoga perusahaannya semakin maju, makin sukses, makin sejahtera". Ucap Putri sambil tersenyum


Adrian tersenyum dan mengusap lembut kepala Putri


"Bener-bener kayak Adinda"


"Aamiin, makasih ya". Ucap Adrian diangguki Putri sambil tersenyum


"Iya kak, oh iya ada bingkisan juga buat kak Adrian". Ucap Putri memberikan sebuah paper bag


"Ya ampun, ini apaan?". Tanya Adrian


"Ada deh, dibuka ya nanti". Ucap Putri


"Hahaha thanks Putri". Ucap Adrian


"Sama-sama kak". Ucap Putri


"Yaudah duduk sana, gue mau nyamperin yang lain dulu". Ucap Adrian diangguki oleh Dewa dan Putri


Dewa membawa Putri menuju salah satu meja bundar yang ada disana


"Kalo diliat-liat kakak sama kak Adrian mirip ya, tinggi badannya juga sama". Ucap Putri


"Haha iya, waktu SMA, kuliah, emang banyak yang bilang kita mirip, kita dikira kakak adik".


"Oh iya, kakak tau ngga soal Adinda? Adiknya kak Adrian yang udah meninggal?..."


"Dia mirip sama aku loh, aku udah liat fotonya di HP kak Adrian".


"Iya kakak tau, kakak dateng waktu pemakamannya, dia emang mirip sama kamu, kayak kembar ya". Ucap Dewa


"Iya kak. Kalo di kantor kak Adrian selalu deketin aku, katanya dia kangen Adinda kalo ngeliat aku". Ucap Putri


"Iya, wajar, karna Adinda adik satu-satunya. Dan sekarang dia cuma tinggal sama mamanya..."


"Mungkin dia kesepian dan kebetulan ada kamu yang mirip sama adiknya, jadi dia deketin kamu". Ucap Dewa


"Oh gitu. Kakak paham banget ya sama kak Adrian, bestie banget". Ucap Putri


"Hehe mungkin karna udah lama temenan..."


"Kakak ambil minum dulu ya, tunggu disini". Ucap Dewa diangguki oleh Putri sambil tersenyum

__ADS_1


"Kak Tahta lagi ngapain ya"


Putri mengeluarkan ponselnya lalu mengirim pesan singkat untuk suaminya


"Kakak?"


"Iya sayang? Udah selesai acaranya?"


"Belum. Kakak lagi ngapain?"


"Lagi makan, sama ibu"


"Ayah sama ibu udah pulang? Terus ayah mana?"


"Ayah lagi mandi, ngga lama kamu pergi, ayah sama ibu pulang"


"Oh, ibu lagi makan atau ngeteh sambil makan kue? Hehe"


"Ibu lagi nyuapin aku"


"Ih, serius kamu?"


"Serius sayang, ibu bilang pengen nyuapin aku, yaudah"


"Hmm, aku cemburu, suami aku disua


pin cewek lain"


"Heh, itu ibu kamu"


"Hahaha yaudah lanjutin sayang, makan yang banyak ya"


"Pasti dong, ngumpulin tenaga sebelum bertempur sama kamu wkwk"


"Ssstt, hati-hati dibaca ibu"


"Woy!". Putri tersentak saat seseorang menepuk bahunya


"Kak Adrian?". Putri mematikan layar ponselnya dan beralih fokus menatap sang pemilik acara


"Ada apa kak?". Tanya Putri


"Liat tuh kakak lu, malah nyantol sama cewek". Ucap Adrian melirik Dewa yang sedang berbincang bersama seorang wanita cantik


"Gapapa, semoga jodoh".


"Haha, asal jodoh jodoh aja. Emang Dewa belum laku?".


"Belum, kak Adrian mau ngga sama kak Dewa?". Tanya Putri


"Sembarangan ni bocah, eum...tunggu sebentar". Ucap Adrian menepuk bahu Putri dan pergi menuju meja minuman


"Nih, gue liat di meja lu belum ada minuman, minum dulu". Ucap Adrian menyodorkan segelas minuman untuk Putri


"Ih, ngga enak kak, masa kak Adrian ambil minum buat tamu". Ucap Putri


"Santai aja, lu itu tamu spesial gue..."


"Di minum dulu, apa mau gue pegangin?".


"Ngga mau, minum sendiri aja". Ucap Putri buru-buru meraih gelasnya


"Uhuk-uhuk". Putri tersedak minumannya


"Pelan-pelan Adindaaa".


Adrian menghapus sisa minuman yang ada di sudut bibir Putri menggunakan sapu tangannya


"Gue bukan Adinda, kak". Ucap Putri


Adrian termangu, ia menatap sendu kedua mata Putri


"Oh iya ya hehe bisa-bisanya gue manggil lu Adinda, sorry Put". Ucap Adrian


"Gapapa kak". Ucap Putri


"Put, ini minumnya sayang". Ucap Dewa menaruh segelas minuman diatas meja


"Telat lu, kelamaan". Ucap Adrian


"Hehe, kamu laper ngga?". Tanya Dewa mengusap tangan Putri


"Laper sedikit..."


"Kakak tadi ngobrol sama calon pacar ya?". Tanya Putri


"Bukan, sayang. Dia cuma rekan bisnis, dulu kita pernah ada kerja sama". Jawab Dewa


"Oh, tapi cantik kok kak, kayaknya jomblo ya, deketin aja hehe". Ucap Putri


"Hiiih...kamu ini". Dewa mencubit kedua pipi Putri dengan gemas


Adrian tersenyum melihat interaksi Dewa dan Putri, ia membayangkan, andai sang adik masih hidup, ia akan memperlakukan adiknya seperti Dewa memperlakukan Putri dengan kasih sayang dan penuh perhatian


---


Bersambung dulu yages

__ADS_1


Aku lanjut besok, jangan lupa like, vote dan hadiahnya, tengkyu🐣


__ADS_2