
"Ini kak Tahta kemana ya, udah jam satu tapi belum pulang"
Putri menaruh ponselnya diatas meja dan mengunjungi kamar Dewa
Tok tok tok
"Kak? Aku masuk ya".
Tok tok tok
"Kakak?".
Tok tok tok
"Kak Dewa pasti lagi tidur"
Klek
Putri menoleh saat mendengar suara pintu terbuka disisi kanannya, ternyata suara itu bersumber dari pintu kamar Raja yang terbuka
Sosok Raja pun keluar dan berjalan menghampiri Putri
"Kamu ngapain? Kok ngga bobo?". Tanya Raja
"Nyari kak Dewa, tapi kayaknya kak Dewa lagi pulas, ngga jawab aku".
"Dewa ngga ada, kan tadi berangkat keluar kota sama temennya itu. Siapa? Adrian".
"Oh iya ya, lupa". Ucap Putri menepuk jidatnya
"Ada apa nyari Dewa? Siapa tau kakak bisa bantu?".
"Hmm, kak Tahta belum pulang kak. Aku mau minta kak Dewa buat anterin aku ke tempat balapan..."
"Soalnya kak Tahta aku telfon, aku chat ngga direspon".
"Tunggu aja, bentar lagi juga pulang, bobo lagi sana". Ucap Raja mengusap kepala Putri
"Ngga mau, anterin aku ke tempat balapan yuk, kak".
"Gimana ya, nanti kakak dimarahin Tahta bawa kamu kesana".
"Please, kak". Ucap Putri memegang tangan Raja
Raja menghela nafas sambil mempertimbangkan sejenak permintaan Putri
"Yaudah, ayo. Tapi disana jangan kabur-kabur ya". Ucap Raja, Putri pun mengangguk cepat sambil menyunggingkan senyumannya
"Aku ambil jaket dulu ya, kak".
"Yaudah, kakak tunggu dibawah, mau minum dulu".
"Ok".
Setelah mengambil jaketnya, Putri berlari kecil menuruni tangga, menghampiri Raja yang sedang berjalan mendekati tangga
"Pelan-pelan turunnya". Ucap Raja sambil mengulurkan tangannya pada Putri
"AKH!"
Grep
Kaki Putri terkilir saat menuruni tangga, beruntung Raja dengan cepat menaiki tiga anak tangga dan menangkap tubuh Putri yang hampir tersungkur kearah anak tangga
"Kan udah kakak bilang pelan-pelan, ngapain sih buru-buru".
"Hiks...hiks...sakit kak".
Raja pun membopong Putri menuju sofa ruang tamu
"Jangan nangis". Ucap Raja mengusap air mata Putri
"Hiks hiks...sakit".
Raja pun berjongkok didepan kaki Putri, mengamati kaki Putri yang terkilir dengan seksama
"Ini yang sakit?". Tanya Raja sambil menekan pergelangan kaki Putri
"Akh...iya kak...itu sakit". Ucap Putri
"Kakak urut sebentar, ya".
"Ngga usah kak, nanti aja. Kan kita mau ke tempat kak Tahta".
"Terus gimana kamu bisa jalan kalo ngga diurut? Mau kakak gendong? Nanti Tahta ngomel".
"Hmm, yaudah deh, sebentar aja".
"Iya, tunggu".
Raja mengacak puncak kepala Putri sebelum pergi mengambil minyak pijat di meja TV ruang keluarga
Setelah itu ia kembali menghampiri Putri dan duduk di sebelahnya, ia naikkan kaki Putri yang terkilir keatas pahanya, lalu ia olesi bagian yang terkilir dengan minyak tersebut
"Sakit ngga, kak?". Tanya Putri menatap Raja
__ADS_1
"Sakit sedikit, tahan ya". Jawab Raja sambil tersenyum
Raja pun mulai menjalankan aksinya, memijat kaki Putri dengan teratur. Putri meringis kesakitan
Kedua tangannya mencengkram kuat lengan Raja, menyalurkan rasa nyeri dan ngilu yang menurutnya sangat menyiksa. Ia menyesal, tidak seharusnya ia menuruni tangga sambil berlari. Rasa cemas dan khawatir membuatnya terburu-buru untuk bertemu dengan suaminya
Sambil menunggu Raja selesai mengurut kakinya, Putri mengalihkan rasa sakitnya dengan mengajak obrol Raja perihal hubungan Raja dengan Nagita, kekasihnya
Mengingat masa lalu Putri dan Raja saat berpacaran, pasti berpengaruh pada hubungan Raja dan Nagita saat ini
"Kak, aku boleh nanya ngga. Tapi kalo ngga mau jawab gapapa". Ucap Putri
"Nanya aja, pasti kakak jawab".
"Eum. Hubungan kakak sama kak Nagita gimana sekarang? Setelah kak Nagita tau masa lalu kakak, waktu..."
"Pacaran sama aku". Ucap Putri bersuara pelan
"Apa? Pacaran sama siapa?". Tanya Raja sambil tersenyum
"Sama...aku". Ucap Putri bersuara pelan lagi, Putri malu untuk mengatakannya, raut wajah Raja pun terlihat seperti meledek
"Siapa? Ulangin". Tanya Raja lagi
"Ih, waktu pacaran sama aku. Puas?".
"Hahahahaha". Raja tertawa terpingkal
"Kok ketawa sih, kak? Kakak jujur ke kak Nagita soal masa lalu kita itu?..."
"Malu kalo jujur, itu kan aib". Ucap Putri
"Engga, kakak ngga jujur. Kakak bilang kalo Vivi itu fitnah".
"Syukurlah. Jadi hubungan kakak baik-baik aja?".
"Engga, kakak marah sama dia".
"Loh, kenapa?".
"Karna sikap dia ke kamu udah keterlaluan. Ditambah, dia jelek-jelekin kamu, kakak ngga suka".
"Oh, kalo itu gapapa. Yang penting hubungan kakak baik-baik aja".
"Kok dijelek-jelekin gapapa?".
"Gapapa, aku sadar diri, masa lalu aku emang bukan cewek baik-baik, hehe..."
"Ngga heran juga sih kalo kak Nagita jelek-jelekin aku, udah pasti karna Vivi".
"Itu Tahta pulang". Ucap Raja saat mendengar deru mesin mobil dengan suara knalpot besar khas mobil balap memasuki pekarangan rumah mereka
"Tau gitu nunggu aja dirumah. Jadi kaki kamu ngga kayak gini". Ucap Raja
"Hehe, tadi itu pengen buru-buru ke tempat balapan, kak. Jadi agak lari turun tangganya".
"Hmm, coba gerakin pelan-pelan". Ucap Raja, Putri mengangguk patuh dengan ucapan Raja
"Masih sakit ngga?". Tanya Raja
"Sedikit, tapi ngga sakit kayak tadi".
"Mput, kamu kenapa, sayang?". Tanya Tahta saat memasuki pintu utama
"Tadi kekilir di tangga, kak". Jawab Putri
"Ya ampun, terus jatoh ngga?".
"Engga".
"Kenapa bisa kekilir? Ini kamu mau kemana pake jaket?".
"Buru-buru mau ke tempat kakak balapan, habisnya udah jam satu belum pulang".
"Maaf, sayang. Ini udah diurutnya?". Tanya Tahta menatap Raja
"Udah". Jawab Raja mengangguk
"Yaudah, kita kekamar ya". Ucap Tahta sambil menggendong Putri
"Thanks". Ucap Tahta pada Raja, Raja mengangguk kecil
"Makasih, kak". Ucap Putri
"Iya, sama-sama". Ucap Raja
Setibanya dikamar, Tahta mendudukkan Putri diatas ranjang, setelah itu ia memasuki kamar mandi untuk mencuci wajah, tangan dan kakinya, lalu mengganti pakaian dan menyusul Putri yang sudah berbaring di posisinya
"Kakak kok baru pulang? Kenapa aku telfon ngga diangkat, aku chat ngga dibales?". Tanya Putri
Tahta menghela nafas panjang, dan mengambil posisi berbaring miring menghadap Putri, tangannya ia gunakan untuk menopang kepalanya menjadi lebih tinggi
"Maafin aku, ya. Sebenarnya selesai balapan aku langsung pulang..."
"Tapi dijalan aku kebut-kebutan sama temen-temen aku, sampai perempatan sini, depan komplek..."
__ADS_1
"Jadi ngga sempet ngecek HP". Jawab Tahta sambil menyingkirkan anak rambut di kening Putri
"Tumben pada langsung pulang? Kalah?".
"Iya, aku finish kedua".
"Hahaha, ternyata ada yang lebih jago lawannya".
"Ya ada dong, sayang. Aku sih belum ada apa-apanya".
"Yaudah, gapapa. Yang penting sekarang kamu udah pulang..."
"Aku khawatir banget, takut kamu kenapa-napa". Ucap Putri sambil menangkup wajah Tahta yang ada diatasnya
Tahta tersenyum lalu mencium sekilas bibir mungil Putri
"Udah datang bulan?". Tanya Tahta
"Belum". Jawab Putri
"Udah tespack?".
"Aku ngga mau tespack, takut kecewa lagi sama hasilnya".
"Emang ngga penasaran?".
"Engga, pasti cuma telat beberapa hari dan ujung-ujungnya tetap datang bulan, kayak sebelum-sebelumnya".
Putri menarik nafas dalam sebelum melanjutkan ucapannya
"Aku kan udah bilang ngga mau terlalu berharap". Ucap Putri tersenyum tipis
"Yaudah, terserah kamu aja". Ucap Tahta, Putri mengangguk pelan
"Kakak capek ngga?". Tanya Putri sambil menekan-nekan pipi Tahta dengan telunjuknya
"Engga, ngeliat kamu capek aku langsung hilang". Jawab Tahta sambil tersenyum
"Mulai deh, tukang gombal".
"Hehe, kenapa? Mau ber cinta? Making love?".
"Ih, pertanyaan kamu yang bener dong". Ucap Putri mencubit hidung Tahta
"Loh, ngga salah kan aku nanya? Ayo aja kalo mau ber cinta, kan udah rutinitas setiap har-"
"Aaah, stop". Ucap Putri saat membungkam mulut Tahta dengan telapak tangannya
"Aku malu denger kamu ngomong gitu". Ucap Putri
"Hmm, malu-malu tapi mau..."
"Ayo, sayang. Aku tancap gas sekarang". Ucap Tahta sambil bangun dari posisinya dan membuka kaosnya dengan cepat
"Pembalap, tancap gas terus".
"Harus dong, sampai jadi Tahta junior".
Cup, Tahta kembali mengecup lembut bibir Putri. Sebagai pembuka kegiatan olahraga malam yang akan berlangsung sangat panas seperti biasanya
---
"Ayo, gowes pelan-pelan, kakak pegangin dari belakang". Ucap Raja
"Ini ngga bakal jatoh kak?". Tanya Putri sedikit cemas
"Engga, percaya sama kakak. Ngga akan kakak lepasin sebelum kamu bisa". Jawab Raja meyakinkan Putri
Putri menarik nafas panjang, mengumpulkan keberanian untuk menggowes sepeda pertama kalinya
Ia pun menaruh satu kakinya diatas salah satu pedal sepedanya. Perlahan-lahan, sepeda itu melaju, sangat pelan. Keseimbangan sepeda itu masih dijaga oleh Raja dari belakang, agar Putri tidak terjatuh
"Lebih cepat lagi". Ucap Raja
"Segini aja, kak. Takut jatoh". Ucap Putri yang mencoba tetap fokus mengendalikan sepedanya
"Ngga bakal jatoh. Ayo, cepatin dikit, masih kakak pegangin kok".
Putri pun mengangguk patuh, ia sedikit mempercepat gowesan pada kakinya, tidak berlangsung lama, hanya lima detik. Putri segera menghentikan sepedanya
"Loh, kok berhenti? Baru mau kakak lepas".
"Ih, jangan dilepas dulu, kaki aku lemas kak. Takut jatoh kalo cepat kayak tadi".
"Tadi itu belum cepat, cintaku".
"Ehem, cintaku, ya?". Ucap Tahta dari arah gerbang
---
waduh, keknya ada yang keceplosan nih😚
Bersambung guys. maafin ya kalo slow update.
Jangan lupa dukungannya, tenchuuu
__ADS_1