Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
BAB 39 Perjodohan


__ADS_3

Pagi yang cerah dengan matahari yang terik. Pagi-pagi sekali Xana sudah membersihkan diri dengan Esra. Lea yang masih menginap di rumahnya pun ikut sudah siap.


Drama pagi di Keluarga Wijaya itu masih ada, Xana masih membujuk Kakaknya Sean untuk sarapan ke bawah. Hari itu Xana ingin menghabiskan waktunya dengan Ibu, Esra dan Lea.


Sekitar Jam 10 pagi, Ketiga Kakak Xana sibuk menjalankan rutinitasnya. Kak Sean saat ini tentu sedang melatih otot-otot perutnya di gedung gym pribadi belakang rumah keluarganya. Kak Albert jalan pagi mengelilingi taman dengan Kak Petra.


"Mama, lihat deh.... Kayaknya udah ada Baby sitter baru aku tuh," ejek Xana pada Lea yang sedang mengasuh Esra.


"Hahaha, Iya nih.... Lea ga punya adek?" tanya Mama sembari memakan cemilan ringan kami di ruang tengah, ruang tamu.


"Punya Tante, tapi ga kandung semua jadi serasa Asing....." Lea menjawab dengan senyuman manis di wajahnya.


Xana sudah lama tahu bahwa Lea adalah anak haram di keluarganya seorang diri. Tetapi juga kemanjaan Ayahnya karena Almarhumah Ibu Lea adalah kekasih gelap kesayangan ayahnya dulu.


Tiba-tiba seorang pelayan datang,"Nyonya ada tamu yang ingin bertemu dengan Nyonya."


"Siapa?" tanya Mama Xana.


"Saya tidak diberitahu, tapi katanya penting!" ujar Pelayan itu menunduk.


"Siapa ma? Temen Mama?" tanya Xana yang bersiap naik dan mengambil Esra dari gendongan Lea.


"Nggak tuh, Mama ga ada undang siapa-siapa ke rumah?" Mama tampak Bingung.


"Yaudah, kita lihat dulu" Xana yang hendak berdiri kini duduk kembali.


Para Tamu tadi sudah di persilakan masuk. Setelah melihat wajah mereka Mama pun mengenalinya.


"Ohh, Bu Retta.... Kirain siapa pagi begini dateng," sambut Mama. Tampak ada banyak yang ikut dibelakangnya. Ada apa ya?


Para Tamu disuguhi teh. Semua mata memandang Xana yang menggendong seorang putra. Entah mengapa.... Tidak ada yang bertanya itu anak siapa. Mungkin mereka bertanya jawab dalam hati mereka sendiri?


"Begini loh... Kan keluarga kita selama ini sudah terikat begitu lama. Saya sendiri menganggap bahwa kita sudah seperti terikat tali persaudaraan...." Ny. Retta memulai topik.


"Iya, saya sendiri juga merasa bahwa beruntung mengenal keluarga anda baik-baik...." timbal Mama.


"Yahh.... Bagaimana kalau kita mewujudkan tali persaudaraan itu dengan anak-anak kita? Toh ini juga akan menguntungkan kedua pihak sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan," Wanita tua itu mulai mengatakan kepentingannya.


Xana menduga-duga bahwa dirinyalah yang akan dijodohkan. Mengingat bahwa keluarga Ny. Rietta memiliki seorang Putra sulung yang umurnya setara Kak Petra.

__ADS_1


"Maksudnya bagaimana ya? Saya sedikit tidak paham..." Mama seolah bingung dan mengode Xana dengan sorotan matanya.


"Maksud saya adalah kita menjodohkan kedua anak kita untuk mempererat rasa kekeluargaan yang selama ini terukir, Nyonya." Jawab Wanita itu kemudian meminum teh nya.


"Ah... Perjodohan ya... Sayang sekali, Keluarga Wijaya tidak pernah melakukan perjodohan ataupun memaksa para generasi untuk menjadi barang talian. Saya harap Nyonya Rietta mengerti ini." tolak Mama.


"Ekhem! Maaf menyela, kalau boleh tau ingin menjodohkan siapa?" tanya Xana.


"Nona Xana? Ah ini lhooo putri kami Sheyla menyukai Kakakmu yang bernama Kak Sean... Dan saya melihat ada kesempatan bagus untuk 2 keluarga bersatu." jawab Nyonya Rietta dengan senyuman di wajahnya.


Oh, ternyata putrinya yang keganjenan. Bahkan memanfaatkan nama baik kedua keluarga, sungguh licik. Tentu Ibunya tidak akan bisa mengelak apalagi tidak ada Ayah di rumah. Wanita tua itu akan membujuk Ibu hingga ia mau. Dasar Licik! Kakakku tidak akan menjadi menantumu!


"Sayang sekali, Kakakku tidak membuka lowongan saat ini." jawab Xana yang kemudian meminum tehnya.


"Adik Xana, saya tahu pasti berat untuk melepas Kakakmu. Tapi percayalah, Aku akan menjaganya dengan baik." ucap seorang wanita yang duduk berjarak dengan Nyonya Rietta.


"Oh, Kau Sheyla?" pandangan mata Xana tertuju ke wanita itu.


"Benar, Saya Sheyla Mahardika. Keluarga Mahardika kami akan sangat senang jika terus menjalin hubungan dengan Keluarga Wijaya." Perkataan Sheyla diiringi senyum setiap baitnya.


"Oh ya? Tapi aku tidak setuju tuh?" jawab Xana yang menyenderkan wajahnya ke tangan yang menyanggah kursi sofa. Esra diberikan kepada Lea lalu pergi.


"....."


Itu yang ingin Xana dengar. Ancaman abal-abal yang sama sekali tidak mempan itu.


"Lalu apakah Anda tahu akibat dari membuat saya marah?" tanya Xana balik.


Pertentangan ini menimbulkan konflik nantinya. Xana harus berusaha menemukan jalan keluar sembari sedikit menyalakan api.


"Nona Xana! Apa maksudmu? Kau ingin menghancurkan putriku?!" Bentak Nyonya Rietta yang kemudian berdiri dan mengambil pose melindungi Sheyla.


"Loh? Kenapa heboh? Kan saya ga bilang kalo itu Sheyla, tapi....... Satu keluargamu," jawab Xana yang tersenyum jahat dan mengsiniskan matanya.


"Mama, mungkin Adik Xana belum terima untuk melepaskan kakaknya, biarkan saja dahulu," tahan Sheyla


Tahan saja dulu? Maksudmu nanti akan diulangi lagi? Ckckckck


"Aduuhhh, seumur hidup ga pernah deh dipanggil adek sama orang Asing! Kakakku juga paling ga suka ada yang memanggil diriku adek!" ujar Xana yang kemudian berdiri.

__ADS_1


"Maaf! Kalau begitu Nona Xana...." Jawab Wanita itu kembali.


Dasar, dia berakting dengan buruk di depanku. Aku akan memberitahunya apa itu akting!


"Mama, apa jadinya jika Papa tahu ada yang membentakku? Apa lagi orangnya adalah Tante Rietta?" tanya Xana yang kemudian memeluk manja ibunya.


Seketika wanita tua itu bermuka masam karena sebutan "Tante".


"Sayang, kau tahu kan bahwa Papamu tidak suka orang lain membentakmu? Tentu nasibnya akan sama dengan paman John yang membentakmu kemarin. Kudengar dia sudah dimusnahkan serta keluarganya," Mama Xana membantunya berakting.


"Benarkah?" tanya Xana manja.


"Benar,"


Seketika raut wajah dari kedua wanita di depannya pun suram. Mereka telah melakukan kecerobohan di depan suhu nya.


"Nona Xana~ maafkan aku ya, tadi aku ikut terbawa emosi.... Jadi maafkan aku tolong...." Mohon Ny.Rietta dengan menyatukan kedua telapak tangannya.


"Iya deh, Aku kasihan melihat kalian begini," ejek Xana sengaja.


HAHAHAHAHAHHA Tampak jelas wajah kesal Sheyla. Seorang gadis yang berpura-pura lugu dan polos itu pasti menyimpan rahasia tersembunyi!


"Kalau begitu saya pergi dulu ya.... Saya masih ada urusan!" Pamit Ny.Rietta.


Mereka pun pergi. Mama menghela napas panjang dan mengelus dadanya. Ia tak habis pikir bahwa ada yang ingin main jodoh-jodohan dengan keluarganya, bahkan putra sulungnya sendiri!


"Ini akan menjadi masalah besar jika tidak diselesaikan," bingung Mama.


"Ma, tidak perlu khawatir! Aku akan menyelesaikan ini semua dengan baik! Percayalah padaku!" Seru Xana menenangkan Mamanya.


"Nak, Mama selalu percaya padamu, tapi ini adalah keluarga Mahardika. Mereka pasti tidak akan tinggal diam mulai sekarang...." Ibu cemas.


"Huh! Masalah kecil Ma! Aku akan mengatasinya untukmu dan juga Kak Sean," Xana meyakinkan.


"Hah~ entah apa yang membuatmu yakin, tapi Mama akan berusaha percaya padamu, Xana." Mama Xana memeluk hangat putrinya.


"Sudah berani membuat Mamaku cemas dan kepikiran, Aku akan memberi pelajaran seumur hidup kepada kalian!"


...****************...

__ADS_1


Di sisi lain, Lea membawa Esra ke taman belakang rumah yang ada kolam belakang. Lea masih berpikir bahwa yang akan dijodohkan itu adalah Xana. Membayangkan Xana menjadi monster ganas tidak mau dijodohkan membuat Lea bergidik sendiri. Esra mungil yang tidak tahu apa-apa tetap bermain dengan Baby Sitter lainnya.


-BERSAMBUNG.....


__ADS_2