Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
BAB 21 KAMBING HITAM (2)


__ADS_3

Pagi ini seperti biasanya Xana dan Lea sudah bangun sebelum fajar datang. Mereka sudah berpakaian rapi hendak ke sekolah. Sementara Xana sedang makan sarapan roti sandwich nya,Lea sedang mengemasi barang sekolahnya. Xana sendiri masih ikut berpikir atas perihal semalam.


"Ga mungkin juga si Lea bohong terus mau jebak aku,toh kemarin aku bareng dia?" batin Xana yang terus berpikir.


"Sial! Kalau beruntung menemukan mereka,Aku akan menghukum mereka habis-habisan!" Lea menyiapkan sarapan.


"Apa kau tidak curiga dengan teman-temanmu itu? Kita pergi bermain sampai sore kemarin,kan?" Xana meminum susu untuk hidangan penutup.


"Ga mungkin, memangnya mereka berani?!" Lea memakan spagheti hangat yang sudah matang sejak tadi.


"Astaga,siapapun berani jika mereka nekat" Xana tidak habis pikir dengan pemikiran Lea.


"Ya,tapi kan....oh! Aku ingat sesuatu!" Xana tiba-tiba berteriak sambil menjentikkan jarinya.


"Apa?" Lea menoleh.


"Bukankah di depan lorong pintu kamar kita ada sebuah CCTV?" Tanya Xana.


"Benar! Wah aku bahkan ga kepikiran," Lea tersenyum ceria.


Setelah menyelesaikan sarapan,mereka pergi ke ruang keamanan sekolah lalu mengecek CCTV. Mereka berdua meminta mengecek rekaman dari jam 2 siang hingga jam 4 sore di depan pintu kamar mereka. Benar saja, pada pukul 3 sore ada yang masuk ke kamar kami. Bukan hanya satu orang tetapi ada tiga orang.


"Eh,loh?" Lea mulai mengenali mereka.


"Apa kubilang,ckckck" Xana sudah mengetahuinya.


Lea tidak habis pikir akan mereka,ketiga teman yang sudah dia anggap akrab dan berteman baik, Oliv,Henna,dan Sella. Kenapa mereka tega? Apa yang mereka rencanakan?


"Lea,sementara kita jangan gegabah dulu deh. Kita lihat apa reaksi mereka dan biarin mereka jalanin rencana mereka. Mereka melakukan ini pasti karena suatu alasan," Xana menenangkan Lea.


"Iya,Xana. Aku sendiri akan mengikuti alur mereka dan diam. Tapi yang jelas, ga ada yang gratis di dunia ini." Lea mengepalkan tangannya.


Akhirnya Xana dan Lea langsung pergi ke kelas seolah tidak tahu apapun. Lea dan Xana duduk di bangku yang sama dan mulai mengobrol. Dari pintu kelas sudah ada ketiga temannya mengintip. Mereka heran kenapa Lea tidak marah pada Xana. Apa rencana mereka gagal?


"Guys, rencana kita ga gagal,kan?" Oliv mulai khawatir.


"Ada kemungkinan gagal,tapi ada kemungkinan juga Lea belum buka kulkas nya," Henna masih tenang dan mengikuti rencananya.


"Ayo kita masuk dan mulai menyerang," ajak Sella.


Ketiga temannya pun masuk dan berjalan menghampiri Xana dan Lea. Xana dan Lea terlihat biasa saja akan kehadiran mereka. Tentu mereka merencanakan sesuatu.


"Hai Lea, how are you?" Sella membuka obrolan.


"Fine," Lea menjawab singkat.


"Lea,euummm.... nanti aku mau minta stok minuman kalengmu ya?" Oliv memancing.


"Sorry guys kulkas ku kosong ga tau siapa yang ambil semua makanan di dalamnya," Lea menunjukkan ekspresi sedihnya.


"What? Kok iso?" Oliv dengan logat Jawa.


"Udah tau siapa pelakunya belum?" Henna mulai menjalankan rencananya.

__ADS_1


"Belum,gue ga mau curiga sembarangan,"Lea kembali sedih.


"Eh,Lea lo ga curiga apa ke Xana? Lihat aja dia mukanya kayak ga ada masalah aja." Oliv si rambut keriting melihat ke Xana.


"Apa ini yang disebut mengadu domba? Dan aku kambing hitamnya?" Xana mengerutkan dahinya dan berpikir.


"Oh ya? Kenapa aku? Kau memangnya punya bukti?" Xana seolah bodoh.


"Ckckck, Lea buktinya Xana kemarin ga ada di kamar lo.Gue ga tau lo kemana tapi gue yakin si Xana abis ngosongin kulkas langsung di buang atau di sembunyiin," Sella mulai adu domba.


"Iya tuh, si Xana kan sering di olok mungkin dia dendam sama lo Lea," Henna mencibir Xana.


"Gue mau tanya sama kalian, emang ada bukti wahai anak kelas rendah?" Xana mulai mengolok.


"Apa katamu?!" Sella panas duluan.


"Sella Sella.... Haha tadi bukannya katanya gue ga ada di kamar pas Lea ga ada kan?" Xana berdiri.


"Iya, soalnya lo pergi bunyiin semua makanan Lea!!" Teriakan Sella mengundang penonton.


"Terus,kok lo bisa tau gua ga ada di kamar jam segitu? Apa lo masuk ke kamar kita? Atau.... Ada barang yang lo ambil?" Xana mulai membongkar kebohongan mereka.


"Ap-apa?! Heh! Kami tahu karena kami teman Lea dan mencarinya ke kamar." Oliv membela.


"Iya,lalu jam 4 aku dan Lea kembali ke asrama dan udah kek gitu," Xana mendekati Sella.


"Huh! Kamu mau nuduh kami sekali pun ga ada gunanya Xana!! Lo ga ada bukti!!" Henna mulai meninggikan suaranya.


Ketiga orang bodoh itu kaget bukan kepalang melihat rekaman itu. Mereka kehabisan kata-kata untuk dikatakan karena sudah ada bukti jelas.


"Buat apa kalian gini?" Lea mulai angkat bicara dari tempat duduknya.


"Eh,Lea lo itu ga tau terima kasih atau gimana sih? Sewaktu SMP dulu lo ga ada temen,berhubung kita kasian yaudah kita ajak lo ke club kami," Henna mendekati meja Lea.


"Lalu?" Lea mengangkat alisnya.


"Terus Lo jadi bagian dari kami lah! Dan sekarang apa? Lo malah tinggalin kami tiba-tiba dan deketi si anak Cupu ini?!" Kesal Oliv.


"Ckckck emang ada teman tapi manfaatin uangnya. Kalian pikir selama ini aku bodoh?" Lea tersenyum jahat.


"Lu mau buat masalah sama kami?!" Sella mulai membentak.


"Hahaha, seperti kata Xana, kau bisa apa wahai anak kelas rendah?" Lea berdiri dan mendekatkan wajahnya ke Henna.


"Ck! Jangan mentang-mentang lo ada di asrama kelas atas jadi bisa lakuin segalanya!" Sella mulai kesal.


"Bisa dong, rekomendasiin kalian supaya dikeluarin aja bisa,apalagi ini, EASY!!" Xana mulai mendekatkan wajahnya ke Sella.


Mereka tampak kaget dan gugup. Benar saja jika mereka mengadukan ini pada kepala sekolah atau guru bagian bimbingan konseling,mereka pasti kena jatah entah di keluarkan atau di skors.


"Hah! Memang kalian berani?! Lapor aja,kami masih punya Sherly!" Oliv sombong.


"Sherly? Siapa?" Lea mulai menjauhkan wajahnya dan duduk di atas meja.

__ADS_1


"Lihat,mereka bahkan ga tau Nona Sherly! Dasar,kalau kalian sudah berhadapan dengan dia,kalian akan dikeluarkan!" Hardik Henna


"Ya ya ya, Sherly si anak Kepala Sekolah itu? Dia juga EASY MEN!!!" Xana menarik Lea pergi.


"Woi! Mau kemana kalian?!" Teriak Oliv.


"Ke kantor KepSek," Xana keluar dari kelas dan melewati kerumunan.


Selama perjalanan mereka ke ruangan KepSek, trio bodoh sudah mencari Sherly dan meminta bantuan. Sementara itu Lea,dia tidak mau berhadapan anak KepSek, karena ia tahu pasti mereka akan kalah dan kena hukuman.


"Xana Xana, jangan deh mending kita kasih pelajaran sendiri ke mereka," Lea mulai panik.


"Apaan sih! Selama lo bener gausah takut Lea!" Xana sudah memantapkan niatnya itu.


"Iya Xana,tapi lo coba pikir deh! Trio tadi pasti akan mengadu yang aneh-aneh supaya Sherly percaya dan menolong mereka." Ujar Lea.


"Ck! Jadi kau takut Kepala Sekolah justru membela anaknya?" Xana kesal.


"Mau sehebat apapun nama keluarga gue,tapi ga sanggup lawan tu bapak Sherly,Xana." Lea semakin panik.


"Udah, lo tenang aja. Ada gue disini," Xana menenangkan Lea.


"Iya ada Lo, tapi kita gabakal bisa lawan mereka." Lea masih sedikit panik.


"Liat aja nanti," Xana yakin.


Entah apa yang ada di pikiran Xana,ia selalu punya ribuan rencana di kepalanya dan ratusan trik di benaknya. Tidak mungkin Xana kalah dalam perdebatan.


Akhirnya mereka memasuki ruangan Kepala Sekolah Asrama yang besar itu. Kapala Sekolah pria dengan badan tinggi tetapi tua itu sedang duduk dan mengerjakan pekerjaannya.


"Permisi,pak." Xana meminta izin.


"Silakan," Pak Kepala Sekolah mempersilakan mereka duduk.


Setelah duduk,Xana dan Lea mulai menjelaskan apa yang terjadi. Kepala sekolah yang selalu mengutamakan keadilan itu marah pada trio tadi. Kepala sekolah merencanakan bahwa ia ingin memberi Skors pada mereka bertiga.


Tapi beberapa saat kemudian datanglah ketiga orang tadi dengan membawa Sherly,anak kepala Sekolah. Ya,Xana tahu bahwa akan ada pertempuran sengit di sini.


"Ayah! Mereka ini berbohong!" Sherly membentak.


"Anakku jangan berteriak,ayo bicarakan baik-baik," Ayahnya santai bicara.


Sherly dan trio geblek duduk di sofa dekat Lea dan Xana. Kepala Sekolah mendekati Sherly dan kami pun mulai berdebat.


--BERSAMBUNG


PERHATIAN!!


KARYA INI DIBUAT MURNI DARI IDE DAN PIKIRAN AUTHOR DAN TIDAK MENIRU KARYA ATAU PLAGIAT KARYA LAIN!!! JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH,TEMPAT,ATAU SEDIKIT ALUR,ITU ADALAH TINDAK KETIDAKSENGAJAAN DARI SAYA DAN MOHON MAAF!!


-MORTOON


Yuk,dukung penulis dengan Like,Vote,Favorite dan Komen apa saja tentang cerita ini~!!(人 •͈ᴗ•͈)

__ADS_1


__ADS_2