Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Magang


__ADS_3

"Gisel diusir sama kak Raja?". Tahta mengangguk, "Disewain apartment sama bang Dewa".


"Ooh gitu". Mengobrol dengan Putri, Tahta baru menyadari satu hal, yaitu adanya bekas ciuman berwarna merah pekat pada ceruk leher Putri, Tahta pun paham, siapa lagi yang dapat memberikan ciuman tersebut selain Raja


"Udah baikan sama Raja, Mput?".


"Udah hehehe". Tahta mengangguk sambil tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan rasa sedih dan cemburunya


"Kakak mau siap-siap ke kampus ya". Ucap Tahta sambil mengusap kepala Putri


"Ok kak".


---


"Sayang liat deh, aku beli softcase di online shop buat HP kita, couple-an hehe". Putri menunjukkan dua buah softcase dengan gambar yang sama namun warna yang berbeda


"Dua-duanya gambar beruang?". Putri mengangguk, "Nih, yang kuning buat aku, yang pink buat kamu". Raja tercengang


"Yang pink buat aku? Yang bener aja sayang? Udah beruang, pink lagi?". Putri mengangguk lagi, "Emang kenapa sih? Kan lucu, ayo pake".


Raja menggelengkan kepalanya, "Malu sayang kalo diliat temen".


"Ih! Kalo ngga mau pake aku marah nih!". Jerit Putri, "Eh jangan dong, iya aku pake, tapi yang kuning yaaa".


"Ngga boleh, kamu yang pink, titik!". Raja menghela nafas berat, "Yaudah iya sayangku, cintaku, aku pake ya". Raja malepas softcase berwarna hitam pada ponselnya dan menggantinya dengan softcase keinginan Putri


"Uuuh tuh kan gemeeees". Putri tersenyum gemas melihat ponsel Raja, "Ada-ada aja kamu sayang". Putri tertawa kecil sambil memakaikan softcase pada ponselnya


"Pokoknya kalo dilepas aku marah".


"Siap nyonya Raja".


"Oh iya besok aku magang, ngga sabar deh hehehe".


"Jangan genit ya".


"Mau genit ah, mumpung ngga ada kamu, siapa tau dapet gebetan orang kantor". Raja melotot mendengar ucapan Putri


"Coba aja kalo berani, aku kurung kamu dikamar".


"Siapa takut". Ucap Putri sambil menjulurkan lidahnya


---


Keesokan harinya dimeja makan

__ADS_1


"Iya iya, gue nganterin cewek gue dulu". Putri, Dewa dan Tahta menatap Raja yang sedang berjalan menuju meja makan sambil menerima telfon


"HP Putri?". Tanya Dewa


"HP gue lah". Tahta tertawa keras mendengar jawaban Raja, "Ada angin apa lu ganti case unyu begitu?".


"Demi istri". Lagi-lagi Tahta tertawa, "Bucin banget dah".


"Oh iya Put, hari ini mulai magang ya?". Putri mengangguk sambil mengunyah makanannya, "Semangat Mpuuut".


"Makasih kaaak".


Setelah sarapan, Raja segera mengantar Putri menuju sebuah Perusahaan tempat Putri menjalankan program perkuliahannya,


Putri melepas seatbelt dan bersiap untuk turun, "Makasih sayang udah nganterin aku".


"Iya cintaaa, nanti aku jemput ya". Putri mengangguk, Raja meraih wajah Putri, mereka pun berciuman selama beberapa detik sebelum Putri turun dari mobil, "Semangat istriiii".


"Hahaha iyaaa". Ucap Putri sambil melangkah mendekati gedung perusahaan


"Selamat pagi". Putri menghentikan langkahnya saat berhadapan dengan Vano, "Vano? Ngapain disini?".


"Ngapain hayo?".


"Ya gue nanya?".


"Magang? Disini? Di kantor ini?". Tanya Putri sambil menunjuk


"Iya, kantor om aku". Putri terkejut mendengar jawaban Vano, "Om? Jadi om Heri-"


"Loh kamu kenal om Heri?". Putri mengangguk, "Kalo om Heri om lu, berarti kak Panji sepupu lu dong?".


Vano mengangguk, "Kamu kenal juga sama Panji?".


"Hmmm temen kecil. Kenapa lu ngga magang dikantor bokap lu?".


"Disana ngga nerima anak magang". Putri mengangguk paham, "Gue masuk dulu".


"Ikuuut". Ucap Vano sambil berlari kecil menyusul Putri, "Duh kok bisa satu kantor sih, kalo Raja ngeliat gue deket-deket Vano bisa ngamuk".


---


"Wah Putri, kamu pintar ya, cepat tanggap, semua yang saya jelaskan bisa kamu kerjakan dengan baik dan hasilnya bagus". Putri tersenyum mendengar pujian dari Aksa, staff bagian keuangan yang bekerja bersama Putri, "Makasih kak".


"Ya sudah kamu istirahat gih, nanti setelah istirahat balik ke ruangan saya lagi ya". Putri mengangguk patuh, "Putri permisi kak".

__ADS_1


Di kantin belakang kantor, "Raja lagi ngapain ya". Putri membuka ponselnya dan mengirim pesan singkat untuk Raja


"Eh ternyata udah ngechat duluan". Batin Putri sambil tersenyum


^^^"Aku baru istirahat, kamu lagi ngapain?".^^^


"Aku juga baru istirahat, lagi di kantin".


"Kamu tau ngga aku diledekin temen-temen pake case pink beruang gini 😭"


Putri menahan tawa saat membaca balasan pesan dari Raja. Sejujurnya Putri memang sudah membayangkan kalau Raja akan menjadi bahan bulan-bulanan temannya karena softcase tersebut. Namun niat Putri bukanlah untuk mempermalukan Raja


^^^"Terus kamu malu? Mau kamu lepas?".^^^


"Engga kok hehe, aku ngga mau kamu marah".


^^^"Bucin".^^^


"Hehehe kata temen-temen aku emang bucin".


"Sayang jangan lupa makan, yang banyak. Minumnya jangan yang manis-manis terus, air putih".


^^^"Iya, kamu juga jangan lupa makan".^^^


"Putriiii". Putri menoleh saat mendengar seseorang memanggil namanya dan seketika langsung menghela nafas berat


"Aku duduk disini ya". Belum sempat menjawab Vano sudah terlebih dahulu duduk disebelahnya


"Masih ngerokok?". Tanya Putri saat melihat Vano menaruh sebungkus rokok serta korek gas diatas meja


"Iya".


"Lu pengen cepet mati?". Vano tertawa mendengar ucapan Putri, "Haha ngga gitu Put, mulut asem kalo ngga ngerokok".


"Ck, terserah lah, mau lu sakit kek, mati kek gue ngga peduli, susah dibilangin". Vano menoleh menatap Putri, "Kalo masih peduli bilang aja kali Put, kamu takut aku kenapa-napa kan?".


"Dih ngga ada untungnya".


"Ya ampun, heran deh sama kamu kenapa sekarang jadi galak banget, jutek, persis cowok kamu".


"Bukan urusan lu". Putri bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan kantin


---


 

__ADS_1


 


__ADS_2