
Karena ketakutan pada Ayah, Kepala Sekolah pun pasrah memaksa putrinya untuk menyiapkan hidangan untuk Nona Xana. Xana melihat jelas bagaimana Ekspresi Sherly saat itu. Ini belum apa-apa bagi Xana karena masih ada kejutan yang belum di berikan.
"Xana, hari ini lo yakin ga mau kasih pelajaran Sherly?" Lea bertanya.
"Bukan ga mau, tapi sedang menjalankan!" Jawab Xana.
"Eh? Kok udah menjalankan aja?" Lea bingung.
"Karena udah dari kami masuk tadi, rencana sudah siap nan matang." Jawab Reva sembari tersenyum licik.
Sherly telah pergi selama satu jam, mungkin ia memesan dulu makanan lewat aplikasi. Itu alasan yang di dengar Xana dari Ayah Sherly sendiri.
Dari kejauhan sudah terlihat Sherly dengan makanannya. Xana tampak senyam senyum melihat kedatangan Sherly. Memang membabukan Sherly itu menyenangkan, tetapi apa yang terjadi sebelum dan setelah nya lebih menyenangkan.
"Ini makanan anda Nona," Sherly memberikan makanan yang dipesan Xana tadi.
"Thank you, Ada apa dengan wajahmu? Kenapa memerah?" Tanya Xana seolah kebingungan.
"Ah, ini... Ini..... Saya kepanasan membeli ini diluar jadi mungkin ini efeknya," jawab Sherly yang langsung gugup.
"Tetapi celanamu basah kayanya, kamu gapapa?" tanya Xana seolah penuh perhatian.
Dalam hati, Sherly bertanya-tanya kenapa Xana peduli padanya.
"Saya baik-baik saja, Terima kasih," jawab Sherly yang langsung mengundurkan diri.
Sherly kembali duduk ke tempatnya. Tetapi, Ketika Xana melirik kepada Sherly, ia bisa melihat tingkah laku Sherly yang gelisah, Cemas dan tak karuan.
"Ada apa Sherly? Apa kau merasa tidak nyaman di bagian bawah? HAHAHHAAH Jangan salahkan aku, aku hanya memberitahumu siapa itu Xana," Xana tertawa jahat dari dalam hati.
Sudah ada sekitar 6 ucapan selamat terucap dari Kakak Senior yang akan lulus. Saat panitia akan menaiki panggung tiba-tiba saja layarnya mati.
"Permainan dimulai~" bisik Xana.
Lea mendengarnya, tetapi ia masih tidak paham apa yang terjadi.
Tep! Layar kembali hidup dengan menyajikan tontonan menarik.
"Kamu? Ngapain kamu disini?!" Tampak jelas ada Sherly dengan seorang pria kurir yang mengantar makanan.
"Sherly, Bisakah kita memperbaiki masa lalu kita? Aku mohon..." Ucap pria kurir itu.
__ADS_1
"Ga ada! Gua udah kecewa sama lo! Mending lo kerja aja deh sana! Bukannya ngejer-ngejer gue!" Bentak Sherly.
Tampak jelas Sherly merebut kotak makanan yang ia pesan lalu melempar uang dengan kasar. Sang Pria tampak kesal dan menarik tangan Sherly, ia meletakkan kuenya dahulu lalu mendorong Sherly ke tembok.
"Sayang~ Anak kita... Seharusnya sudah lahir beberapa bulan lalu kan?" tanya Pria itu sembari tersenyum jahat.
"Kamu, Kamu mau apa?!" Sherly tidak bisa melepaskan diri.
"Masa anaknya cuman satu? Buat lagi dong~ kan bibitnya ganteng kek aku, lagian... Kamu kan paling suka nge s*x dengan ku?" Pria itu berbicara tepat di telinga Sherly.
Sherly yang tadi memberontak tiba-tiba tenang. Matanya melihat kanan kiri dan memastikan sekali lagi jika tidak ada orang.
Kemudian, Sherly pun mulai nakal. Ia balik melingkarkan tangannya ke leher pria itu dan berciuman. Layaknya drama, ciuman itu di sertai dengan adegan remas- remas.
Apa yang Sherly lakukan selanjutnya adalah hal yang membuat Xana senang. Itu adalah Poinnya, Sherly yang tampak memberontak kini malah menyerang balik.
Sherly membuka baju pria itu, kemudian begitu pula sebaliknya. Mereka masih melanjutkan ciuman mereka.
Pria itu telah melepas celananya dan terlihatlah dunia bagian bawah. Sherly dan pria itu benar-benar melakukan nya di belakang Aula yang sepi dan ada tempat sender nya.
Des*han Sherly terdengar jelas, ia tampak sesekali menaikkan posisinya. Di Video itu, Sherly seperti yang paling posesif dan tidak sabaran. Bahkan satu ronde masih kurang, Ia menghabiskan beberapa ronde dan diakhiri dengan kissing.
Video pun selesai.
"Pemerkosaan? Tetapi anakmu juga menikmatinya," ujar Xana sambil memakan makanannya yang hampir habis.
"Nona, aku yakin putriku tidak seperti itu, mungkin dia khilaf," jawab Pria tua itu.
Astaga Kakek tua ini, kau mengatakan Sherly khilaf sedangkan pria itu memerkosanya?
"Laporan seperti itu, dengan bukti begini.... Apa paman yakin akan di percaya pak polisi? Banyak Saksi loh yang melihatnya~" ujar Xana menggoda.
Terlihat raut wajah Sherly yang panik dan khawatir. Xana menyukai nya, betapa menyenangkannya dia bisa dapat penderitaan dan di permalukan begitu saja seperti ini. Tentu ini adalah bagian terbesarnya.
"Sherly, Kau.... Sudah punya anak?" Tanya Xana sedikit mengejek.
Sherly menatap Xana, ia seperti sedang berpikir sesuatu tetapi ekspresinya kalem.
"Xana! Ini semua pasti ulahmu,kan?! Iya kan! Kamu ga suka lihat aku bahagia sedikit aja gitu ya?!" Sherly langsung menyerang Xana dengan kata-katanya.
"Sherly! Papa ga nyangka kamu bisa berbuat tidak senonoh seperti ini! Papa kecewa denganmu Sherly!" Bentak Papa Sherly yang sudah terbawa emosi.
__ADS_1
Sherly tidak bisa berkata-kata, Bagaimana ia akan membela dirinya sendiri sekarang? Haruskah ia berbohong? Tetapi semua orang sudah melihat video itu.
"Pa, dengerin Sherly dulu Pa..." Ujar Sherly mencoba menenangkan Ayahnya.
"Nak, Mama sudah sangat percaya padamu, tapi kenapa kamu bisa berbuat lalu tidak jujur kepada kami? Apa kamu tahu bahwa yang kamu lakukan sudah membuat kami tidak akan mempercayai mu lagi, Sherly?" Ibu nya menangis terisak isak.
Sherly merasa hancur melihat Ibunya menangis. Wanita yang selama ini memanjakannya dan tidak pernah memukulnya itu menangis karena kebodohannya sendiri. Ia benar-benar merasa bersalah dan remuk.
"Mama, ma... Maafin Sherly, Sherly ga bermaksud Ma... Tolong Mama jangan begini," Sherly memohon dan berlutut kepada Ibu dan Ayahnya.
"Sherly! Lepaskan kakiku! Kamu bukan anakku! Mama sudah berusaha membesarkanmu menjadi anak yang benar, tetapi apa ini Sherly!!! APA?!" Ibunya Membentak.
Bentakan itu memekik di setiap Telinga hingga membuat Xana bosan.
"Yahh, masa cuma gini sih? Ga ada adegan tampar-tamparan gitu?" Xana menguap dan menyenderkan wajahnya ke pundak Kak Sean.
"Kalau ingin permainan lebih seru, maka tambah pionmu supaya mencapai keseruan Maksimal," jawab Kak Sean.
Xana menangkap maksud dari perkataan Kak Sean. Kak Sean ingin Xana menunjukkan Semua kebusukan Sherly agar dapat membuat pertunjukkan semakin seru.
"Piiippp saya agen 005, ada yang bisa dibantu Nona?" ucap pria dari earphone sebelah kanan Xana yang memiliki tombol khusus.
"Jalankan Rencana C," ucap Xana.
"Siap! Agen 005 menerima perintah! Segera laksanakan!" Ucap pria yang berbicara itu.
Video yang tercantum besar infokus itu sejak tadi berulang-ulang. Kini layarnya mati, kemudian berganti video baru. Di situ ada Sherly yang membully Xana. Tampak jelas pula dari 3 sejoli menumpahkan sesuatu ke kepala Xana.
Lea tersenyum, ialah yang merekam video itu. Xana sengaja membuat dirinya seakan lemah kemudian menyuruh Lea merekam diam-diam.
"Akhirnya kerja kerasku terbayarkan," ujar Lea yang terlihat begitu senang.
"Yeah, Kau sudah bekerja keras," jawab Xana.
Video itu sengaja diputar untuk mengacu Ayahnya, Lant Wijaya untuk memecat Kepala Sekolah. Tentu saja turut diikuti oleh anaknya.
"Tidak disangka! Putri bungsu kesayanganku satu-satunya ini di bully oleh anak-anak kaum rendahan sepertimu! J*L*NG!" Ayah tampak benar-benar marah besar.
"Tuan Lant! Ini kecerobohan Saya sebagai Ayah Sherly! Mohon ampuni kami Tuan Lant! Saya mohon!"
Kepala Sekolah dengan istri nya bersujud sedangkan Sherly masih bertekuk lutut. Ia masih meratapi nasibnya sekarang. Ia benar-benar akan hancur karena kebodohannya sendiri.
__ADS_1
-Bersambung....