Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Kalung Warisan


__ADS_3

"Dulu kak Gisel deket kan sama kak Raja? Aku masih inget waktu kakak sama kak Raja lulus SMA tukeran kado, iya kan hehe". Ucap Putri


"Kamu masih inget? Ya ampun udah lama banget ya. Iya dia ngasih aku kalung bentuk hati..."


"Yang bisa dipisah, bisa disatuin..aku masih nyimpen loh, kenang-kenangan hehe". Ucap Gisel


"Oh ya, masih ada kak hehe". Ucap Putri


"Masih. Kira-kira Raja masih nyimpen ngga ya". Ucap Gisel


"Engga, udah lama dibuang sama kak Raja waktu pindah kamar". Ucap Putri


"Serius?". Tanya Gisel


"Iya, kan sempet tukeran kamar sama kak Dewa, trus waktu beres-beres dia nemuin kalung itu, dibuang deh". Jawab Putri


"Hahaha dia percaya gue boongin soal kalung, padahal gue ngga tau apa-apa". Batin Putri


"Hmm gitu ya. Ya wajar sih kalo dia buang. Mungkin itu pas udah ngga deket lagi sama aku Put..."


"Soalnya kan aku deket sama cowok lain. Kayaknya dia sakit hati hehe". Ucap Gisel


"Kenapa deket sama cowok lain kak?". Tanya Putri


"Dia ngga pernah ada waktu buat ketemuan, main mulu sama temen-temennya". Ucap Gisel


"Ooh, iya sih. Dari kecil aku juga kurang deket sama kak Raja, soalnya main keluar terus". Ucap Putri


"Ya kan? Sampe sekarang masih suka main keluar ngga?". Tanya Gisel


"Engga, mungkin karna udah dewasa ya, udah mikirin masa depannya. Kalo main mulu gimana sama kuliahnya". Ucap Putri


"Iya bener. Oh ya abis deket sama aku dia pernah deket sama cewek lain ngga?". Tanya Gisel


"Ada, waktu baru masuk kuliah, dia pernah sekali bawa cewek kerumah, dikenalin ke papa mama..."


"Tapi mama ngga suka, aku juga ngga tau kenapa. Dan itu terakhir kalinya..."


"Hmm berarti itungannya udah hampir enam tahun kak Raja ngga deket sama cewek lagi". Ucap Putri


"Baru deket lagi sama kamu ya, pas tau kamu bukan adiknya". Ucap Gisel


"Iya". Ucap Putri


"Tapi kamu yakin dia anggap kamu sebagai pacar? Ya selama ini kan hubungan kalian kakak adik..."


"Kalo dia ngga serius gimana?". Tanya Gisel


"Gapapa kak kalo ngga serius, paling dia minta putus". Jawab Putri


"Hehehe keliatannya kamu juga ngga serius ya? Emang susah sih maksain perasaan..."


"Yang tadinya kakak adik tiba-tiba pacaran. Kalo dia minta putus aku mau kok bisa deket lagi sama dia..."


"Soalnya menurut feeling aku ya Put, dia pacarin kamu karna bosen ngejomblo hehehe". Ucap Gisel


"Astaga gue pengen ngakak kenceng denger omongannya". Batin Putri sambil mengatupkan bibirnya rapat-rapat


"Yaudah lah aku sih terima aja kalo dia minta putus, mau gimana lagi". Ucap Putri


"Kan masih ada Tahta, calon suami kamu yang sebenernya". Ucap Gisel


"Iya kak Gisel bener". Ucap Putri sambil tersenyum


Tok tok tok


"Kak Isel, dicariin oma". Ucap Arka dari balik pintu kamar Putri


"Eh oma nyariin aku, aku kebawah dulu ya". Ucap Gisel sambil bangkit dari ranjang Putri


"Iya kak". Ucap Putri


Setelah kepergian Gisel dari kamarnya Putri tertawa kencang dibalik bantal yang ia pegang


"Seru juga ya ngobrol sama orang munafik, sok sok-an selamat ya beruntung dapetin Raja bla bla bla..."


"Eh ujung-ujungnya aku mau kok deket lagi sama dia, hahaha udah ngga kaget sama orang kayak Gisel". Ucap Putri sambil tertawa kecil


---


Setengah jam berlalu, Raja masuk kedalam kamar Putri untuk mengisi daya ponselnya. Ia menghampiri Putri yang sedang duduk bersandar sambil asik memainkan ponselnya


"Kamu ngomong apa sih sama Gisel? Kamu bilang mau putus sama aku?". Tanya Raja


"Ngomong apaan, ngga kok". Jawab Putri sambil menatap layar ponselnya


"Liat aku kalo aku lagi ngomong". Ucap Raja sambil merebut ponsel milik Putri


"Ih ribet". Ucap Putri


"Kamu ngomong apa sama Gisel?". Tanya Raja


"Ngga ngomong apa-apa". Jawab Putri


"Serius Putri". Ucap Raja


"Aku serius Raja". Ucap Putri


Raja menghela nafas berat dan duduk disisi ranjang berhadapan dengan Putri


"Terus kenapa dia ngomong kamu mau putus sama aku?". Tanya Raja


"Ngga gitu juga, aku tuh cuma mau tau dia masih suka sama kamu apa engga". Jawab Putri


"Terus?". Tanya Raja

__ADS_1


"Ya dia masih suka sama kamu, dia bilang mau pdkt lagi kalo kita putus". Ucap Putri


"Astaga...kamu ngga takut dia gangguin hubungan kita?". Tanya Raja


"Coba aja kalo bisa". Ucap Putri


"Dih, ngga ngerti lagi sama kamu, kenapa kepo sama hal kayak gitu. Ngga penting sayang". Ucap Raja


"Penting buat aku. Kalian pernah deket, saling suka. Apa salahnya kalo sekarang aku nyari tau?..."


"Aku ngga mau lah ada cewek lain yang suka sama kamu apalagi masih saudara. Gampang buat dia ketemu kamu". Ucap Putri


"Ya ampuuun...lagian aku udah ngga suka sama dia. Kenapa kamu takut". Ucap Raja


"Kalo dia minta oma buat nikahin kamu sama dia gimana". Ucap Putri


"Ngga mungkin sayang, mikirnya kejauhan nih". Ucap Raja


"Oh iya soal kalung couple, kamu masih nyimpen?". Tanya Putri


"Kalung couple? Emang kita punya?". Tanya Raja


"Bukan kita, tapi kamu sama dia". Ucap Putri


"Ngaco. Mana ada?". Ucap Raja


"Masa sih. Kalung love yang kamu kasih ke dia waktu perpisahan SMA". Ucap Putri


"Oh. Udah ngga tau kemana". Ucap Raja


"Bohong. Kalo kamu masih nyimpen mendingan buang". Ucap Putri


"Astaga, udah ngga tau kemana. Gak pernah liat". Ucap Raja


"Hmm trus dia ngasih kamu apa?". Tanya Putri


"Action figure, tapi udah aku buang". Jawab Raja


"Serius?". Tanya Putri


"Serius cintakuuuu...coba kamu kekamar aku emang ada action figure? Ngga ada satu pun". Ucap Raja


"Siapa tau kamu simpen biar ngga rusak". Ucap Putri


"Terserah kalo ngga percaya". Ucap Raja


"Hehehe ngambek". Ucap Putri sambil mencolek dagu Raja


"Kok kamu bisa nanya gitu ke aku? Abis ngobrol berduaan ya?". Tanya Putri


"Ngga berduaan, dibawah rame-rame pas lagi main PS". Jawab Raja


"Ooh...oma sama tante lagi ngapain?". Tanya Putri


"Oma lagi istirahat, om sama tante lagi ke toko bunga yang didepan". Jawab Raja


"Mau turun ngga?". Tanya Raja


"Males, kamu aja sana. Gisel nyariin tuh". Ucap Putri


"Mulai...aku cium nih". Ucap Raja


Raja mendekatkan wajahnya pada ceruk leher Putri lalu menciumi sambil menggigit-gigit kecil lehernya


"Eungh...udah, nanti bekasnya keliatan". Ucap Putri


Ceklek, Putri dan Raja terkejut saat mendengar suara pintu kamar Putri yang dibuka oleh seseorang


"Eumm...maaf ganggu Put, ngga ngetok dulu hehe". Ucap Gisel


"Gapapa kak, ada apa?". Tanya Putri


"Kamu ditunggu oma dikamar". Jawab Gisel


"Oh yaudah nanti aku turun". Ucap Putri


Gisel mengangguk dan kembali menutup pintu kamar Putri


"Dia ngeliat kamu nyium aku, patah hati deh". Ucap Putri


"Bodo amat, ayo turun. Temuin oma". Ucap Raja


"Ntar dulu, kira-kira mau ngapain ya? Jangan-jangan oma mau ngebahas soal wasiat lagi..."


"Kalo oma nyuruh aku nurutin wasiat itu gimana?". Tanya Putri


"Engga, oma tau kamu sama Tahta ngga mau, oma ngga akan maksa. Temuin dulu ya". Ucap Raja sambil mengusap pipi Putri


"Yaudah yuk". Ucap Putri


Raja segera bangkit dari posisinya dan membawa Putri menuju kamar tamu untuk menemui sang nenek


"Putri nya dudukin disini sayang". Ucap oma Ratna sambil menepuk sisi ranjang


"Iya oma". Ucap Raja sambil mendudukan Putri


"Raja tinggal ya". Ucap Raja


"Hey kamu disini aja, duduk disitu". Ucap Ratna sambil menunjuk kearah sofa,


"Yaudah". Ucap Raja sambil berjalan menuju sofa


"Sayang, oma mau ngasih sesuatu buat kamu". Ucap Ratna sambil mengeluarkan sebuah kotak kayu berukuran sedang yang dipenuhi dengan ukiran


"Itu apa oma?". Tanya Putri

__ADS_1


Ratna pun membuka kotak tersebut dan ia tunjukkan kepada Putri


"Hah, kalung...berlian". Putri termangu saat melihat sebuah kalung berlian dengan liontin batu permata berwarna biru


"Bagus ngga sayang?". Tanya Ratna


"Bagus oma, bagus banget". Jawab Putri


"Ini kalung berlian turun temurun dari nenek moyang oma terdahulu. Kalung ini selalu diwariskan ke setiap calon menantu perempuan, dan terakhir kalung ini menjadi milik mama kamu, Berliana..."


"Harusnya mama kamu yang memberikannya langsung untuk kamu, tapi dia menitipkannya sama oma sebelum meninggal. Karena kamu akan menjadi menantunya..."


"Sekarang kalung ini menjadi milik kamu, kamu terima ya sayang". Ucap Ratna sambil mengusap tangan Putri


"Oma, Putri kan belum jadi istrinya kak Raja". Ucap Putri


"Hehe iya sayang. Kalung ini memang diberikan untuk setiap calon menantu perempuan..."


"Kalung ini bertujuan untuk menghindarkan calon pengantin dari marabahaya dan mengeluarkan aura kecantikan pengantin saat hari pernikahannya..."


"Dan kalung ini dipercaya membawa keberuntungan dan kebahagiaan dalam pernikahan. Tapi meski begitu, jangan lupa untuk tetap berdoa dan lebih percaya pada kuasa Tuhan..."


"Karena bagaimana pun juga kalung ini hanya simbolis dari nenek moyang terdahulu. Yang memang kebetulan selalu memberikan kebahagiaan dalam pernikahan pemilik-pemilik sebelumnya..."


"Kamu bisa liat contohnya, oma dan mama kamu, pernikahan kami bahagia, harmonis, hampir jarang tertimpa masalah besar ataupun kecil, kami dikaruniai anak-anak yang pintar dan pernikahan kami terjaga sampai maut memisahkan..."


"Untuk itu, oma mau kamu terima dan jaga kalung ini baik-baik ya. Kamu anggap kalung ini sebagai doa dari nenek moyang kamu untuk pernikahan kamu dan Raja nanti". Ucap Ratna


"Putri ragu oma. Putri takut ngga bisa jaga kalung ini". Ucap Putri


"Bisa, kamu jaga kalung ini seperti kamu menjaga hubungan kamu sama Raja. Kalau kamu yakin sama pilihan kamu untuk menikah dengan Raja, oma yakin semua akan berjalan dengan baik, dan kalung ini akan membawa manfaat untuk pernikahan kalian nanti..."


"Jadi jangan ragu, nenek moyang kamu, oma dan mama selalu mendoakan yang terbaik untuk pernikahan kamu..."


"Sekarang kamu ambil kalung ini ya, boleh kamu pakai boleh kamu simpan". Ucap Ratna


"Iya makasih oma, Putri akan jaga kalung ini baik-baik..."


"Hmm boleh ngga Putri pakainya pas hari pernikahan Putri aja? Putri takut kalungnya rusak atau hilang oma". Ucap Putri


"Yasudah gapapa, yang penting kalung ini harus dijaga ya..."


"Raja, kamu denger semua ucapan oma kan?". Tanya Ratna pada Raja


"Iya oma". Jawab Raja


"Kalung ini diwariskan ke setiap calon istri untuk dijaga. Kamu bantu Putri untuk menjaga kalung ini". Ucap Ratna


"Siap my princess, tenang aja". Ucap Raja sambil tersenyum


"Halah kamu nih persis papa kamu, princes, princess..."


"Sudah mau menikah kurangin main-main diluar, kasihan Putri kalau ditinggal terus". Ucap Ratna


"Iya oma, Raja juga udah jarang main keluar". Ucap Raja


"Bagus kalo begitu. Oma kira kamu masih suka keluyuran..."


"Yasudah kita keluar yuk, oma mau siap-siap pulang". Ucap Ratna


"Kok ngga nginep aja oma? Padahal besok Putri mau jemput ayah sama ibu, mau Putri kenalin ke oma". Ucap Putri


"Ngga bisa sayang, besok oma ada undangan dan udah rencana berangkat pagi sama teman-teman oma disana..."


"Lain waktu oma kesini lagi ya untuk bertemu orang tua kamu". Ucap Ratna


"Kalo engga nanti kita yang bawa ayah sama ibu kerumah oma". Ucap Raja pada Putri


"Iya boleh juga kayak gitu, kalau kamu sudah sembuh, main kerumah oma ya". Ucap Ratna


"Yaudah oma". Ucap Putri


Putri, Raja dan oma Ratna keluar dari kamar tamu bersama-sama menuju ruang keluarga, dimana semua orang sudah berkumpul disana


"Loh, itu kan isinya kalung warisan punya oma, jadi dikasih ke Putri? Beruntung banget sih". Batin Gisel saat melihat kotak perhiasan ditangan Putri


"Sudah liat-liat tanamannya?". Tanya Ratna pada Gina


"Udah ma, aku beli beberapa buat dirumah hehe, mama mau pulang sekarang?". Tanya Gina


"Iya yuk, oma kan cuma mau ngasih kalung ke cucu menantu oma yang cantik ini". Ucap Ratna sambil mengusap tangan Putri


"Makasih ya oma, tante, om udah main kesini. Nanti gantian Putri yang main kerumah oma, sekalian bawa ayah sama ibu". Ucap Putri


"Iya sayang, kami tunggu ya". Ucap Ratna


"Jangan lama-lama kak, aku kan kangen". Ucap Arka


"Ehem". Raja berdehem sambil menatap tajam kearah Arka


"Apa? Ngga boleh aku kangen sama kak Putri?". Ucap Arka pada Raja


"Hehehe yaudah nanti kakak kerumah kamu ya ganteng, nunggu kakak sembuh". Ucap Putri sambil mengusap pipi Arka


"Bener ya kak, bang Raja jangan diajak, ngeribetin". Ucap Arka


"Hehe iya iya". Ucap Putri


"Hahaha saingan kamu anak SMP". Ucap Bagas pada Raja. Raja hanya berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Yaudah, kita pulang". Ucap Gisel


"Yuk". Ucap Ratna


---

__ADS_1


 


__ADS_2