Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
BAB 13 BUBUK CABE


__ADS_3

Setelah dipermalukan semalaman,Melisa menjadi sok cuek dengan Xana. Pagi-pagi sekali Melisa sudah bangun dan membereskan pekerjaannya.Ia tak mau Xana membangunkannya dan Kak Petra seperti kemarin.Melisa sudah tahu bahwa Xana tidak bisa makan makanan yang ada cabe rawitnya atau terlalu pedas.Maka ia sengaja memasukkan bubuk cabe ke dalam makanan steak Xana.


"Aku mungkin ga bisa balas kamu dengan terang-terangan,Xana.Tapi aku dapat membalasmu secara halus,HAHAHAHAHHAHAHAH" Cewek itu tertawa dalam batinnya.


Waktu makan tiba dan Semua anggota keluarga turun.Para pelayan menyajikan makanana yang sudah di masak.Xana duduk di tempat biasanya dan Melisa sudah mengatur siasatnya.Ketika Xana akan mengunyah,Xana mencium bau bubuk cabai.Setelah tahu ada bubuk cabe di dalamnya dengan takaran yang berlebihan Xana tahu siapa yang melakukannya.


"Emm Melisa,kemarilah.Duduk dan makan bersamaku,"ajak Xana.


"Eh,ng-nggak usah Kak,Gapapa."Tolak Melisa dengan gemetar.


"Melisa,ini perintah!"Ibu menegaskan.


Ayah dan Kakak-kakak lain melihat itu sangat kaget.Ibu membela Xana dan menyuruh anak itu duduk.


"Ba-baik,"Melisa duduk disamping Xana.


"Kemari,aku suapi."Melisa tersenyum pada Melisa.


"Ti-tidak aku-aku bisa makan sendiri,kak!"Melisa langsung menjauh dan menolaknya.


"Gembel!dikasih hati ga tau diri banget,sih!Makan ga lu?!kalau ga gw usir,nih!"Bentak Kak Petra geram.


Melisa ketakutan dan akan memakan daging steak itu.Ia bisa memakan makanan pedas,tapi tidak dalam dosisi sebanyak yang ia berikan tadi.


"Kalo gini,mah sama dengan senjata makan tuan,Sial!" Kesal Melisa.


Melisa memakan potongan daging steak itu.Mula-mulanya pedasnya tak terasa namun Xana menyuapkannya lagi dan lagi sehingga rasa pedasnya menjadi sangat pedang dan menggerogoti tenggorokanya.Melisa tidak percaya ia gagal dalam membalas dendam ke Xana.


"UHUKKK!!UHUUKKK!!!"Melisa mulai tersedak tidak tertolong.


"Kenapa?eum Emily kau cobalah,"perintah Xana.


"Eum baik Nona,"Emily mencobanya dan ikut terbatuk-batuk.


"Kenapa dengan kalian?Apakah ini ada bubuk cabainya?"Xana pura-pura tidak tahu.


"Xana,sayang jangan dimakan!Tenggorokanmu bisa sakit jika dimakan."perintah Kak Sean.


"Aku tahu,Kak.Tetapi bagian yang mengurus makananku adalah mereka berdua dan aku ingin salah satu dari kalian mengaku."ucap Xana santai.


"Baby Xana,makan punyaku saja."tawar Kak Albert.


"He?!"Kejut Xana.Bisa-bisanya di suasana canggung begini Kak Albert mulai bertingkah aneh.


Xana memakan daging milik Kak Albert.Tentu saja Kak Albert minta dibuatkan lagi dan makan belakangan.Xana menyuruh mereka berdua,Emily dan Melisa merenungi kesalahan mereka.Xana menyuruh mereka ke halaman belakang yang cukup gelap.

__ADS_1


"Melisa!ini pasti ulahmu,kan?"teriak Emily di belakang.


"Heh!memangnya kenapa jika ulahku?s*alan!ini memang salah Xana kenapa dia harus menggegerkan masalah sepele seperti ini!"Kesal Melisa.


"Heh!Kau yang salah!kenapa justru menyalahkan Nona!sialan kau!!"Emily yang sudah bekerja bertahun-tahun itu menampar Melisa.


PLAAAAKKKKK!!!!


"B*doh!apa yang kau lakukan padaku?!Asal kau tahu aku bisa saja mengadukan ini pada Kak Xana!"Bentak Melisa membela.


"Aku tidak suka orang baru yang tidak tahu diri sepertimu menjelek-jelekkan nona ku dari belakang!kau bersikap sok manis seolah-olah kau adiknya!"bentak Emily lagi.


"Cih!tunggu sampai aku menjadi anak angkat di keluarga ini,akan kukeluarkan kau!"bentak Melisa dengan sedikit merengut.


"Jangan mimpi!!Kau tidak tahu betapa dimanjanya Nona Xana kami,ga bakal ada putri lain yang dapat menggantikannya!"kesal Emily.


"Sialan kau!!"Xana mencoba menampar Emily namun Emily menampisnya.


Rupanya ketika Xana sedang memberikan makanan steak pedas tadi kepada Emily,Xana memberikan Perekam suara kecil agar dapat membongkar kedok Melisa di belakangnya.Emily sengaja memanas-manasi Melisa agar Melisa mengakui perbuatannya dibelakang Xana.


Setelah hukuman mereka selesai,Emily ke atas dan memberikan rekaman itu kepada Xana.Xana berterimakasih pada Emily karena telah membantunya.


"Nona,saya sendiri tidak menyangka bahwa Melisa bisa berpikir begitu pada anda,"Ucap Emily sedih.


Emily berumur 23 tahun dan masih muda.Ibunya bekerja di tempat Xana sejak Ayah dan Ibunya pengantin baru dan meninggal akibat sebuah insiden kecelakaan dan meninggalkan Emily.Untuk membalas jasanya,Ibu Xana menganggap Emily anak angkatnya sendiri namun berstatus pelayan sekaligus mata-mata pribadi.


"Kapanpun anda butuhkan,Nona."Emily menunduk mengambil rekaman itu dan pergi.


"Hemm yang kau inginkan adalah kedudukan dan kekuasaan rupanya,ck! Naif sekali dirimu,"Xana tersenyum picik seolah segala rencana sudah ada di benaknya.


Esoknya Ibu Xana menyuruh Melisa untuk berbelanja.Ibu memberikan Uang sebesar 2 juta dan memberi daftar belanjaan dengan detil.di akhir daftar belanjaan ada kembalian sekitar 350 ribu.


"Baik,Nyonya."Melisa menunduk.


"Hati-hati,"ucap ibu lalu pergi.


××××××××××××××××××××××××××××××××


Saat Melisa dalam perjalanan Pulang,ia memegang uang sekitar 350 ribu.Tiba-tiba ada seorang pria tampan yang menggodanya.Melisa terpaku akan ketampanan pria itu.Pria itu dibawah standar Xana,Namun tidak dimata Melisa.


"Nona,siapa namamu?dan dimana rumahmu?"Ucap pria itu mencium rambut Melisa.


"Namaku Xana,Rumahku ada di keluarga Wijaya,"Ucap Melisa angkuh.


Yap!Melisa menggunakan identitas Xana pada orang tidak dikenal.

__ADS_1


"Wah,Maaf kan saya telah lancang,Nona Xana,"Pria itu membungkuk.


"Ah,tidak tidak! Tidak perlu aku tidak suka dihormati berlebihan seperti itu,"ucap Melisa malu-malu.


"Nona,dimana pelayanmu?kenapa jalan jalan sendiri?"tanya Pria itu sambil menoel pipi Melisa.


"Ah,saya sendiri karena bosan jadi belanja saja,"ucap Melisa.


"Nona,maukah datang ke Cafe di sana nanti malam ada yang ingin saya obrolkan dengan nona cantik,"Pria itu mencium pipi Melisa.


Melisa tentunya menerima itu karena pria itu begitu tampan di matanya.Pria itu kemudian meminta uang.Melisa memberikannya begitu saja.Ketika Pulang Ibu menanyakan kembaliannya.


"Ah,Ibu eh Nyonya,Saya tadi kena jambret! Tas dan uang saya raib diambil."Melisa pura-pura sedih dan cemberut.


"Yasudah,"Ibu tidak ingin berdebat.


×××××××××××××××××××××××××××××


Pada malamnya,Xana izin pada Xana untuk keluar.Ia mengatakan bahwa ia punya janji kepada teman lamanya.Xana mengizinkannya karena malas berdebat ataupun bertanya.Melisa Keluar dengan ditutupi jaket.Ketika akan sampai di Cafe sesuai tempat perjanjian,Melisa melepas jaketnya.Siapa sangka didalam jaketnya Melisa sudah berpakaian Seksi dengan dada sedikit terbuka dan rok pendek diatas paha.


"Nona Xana,anda benar-benar datang,sayangku,"Pria itu sudah mabuk rupanya.


"Astaga,aku lupa menanyakan namamu,siapa namamu?"tanya Melisa sambil memesan minuman.


"Namaku Jack!kau bisa panggil aku sayang!"ucap pria itu sambil memeluk Melisa dari belakang.


"Ah,benarkah?"Xana tersipu malu pada jack yang memakai baju dada terbuka.tampak bidang dadanya sangat lebar.


"Iya,tentu saja,sayang."Jawab Jack sambil minum.


Malam itu Xana menghabiskan waktunya untuk minum-minum sampai mabuk berat bersama Jack.


"Sayang,uuuhh~Sayangku Xana,"Pria itu meraba paha Melisa yang mabuk.Melisa menyukai hal itu.


"Kau suka,Sayang?"tanya Jack samvil tersenyum.


Melisa mengangguk dan tampak menikmatinya.Melisa dan Jack sudah tidak akan ***** mereka.


"Nona,saya pesan sebuah kamar,ya"pinta Jack pada pelayan itu.


Pelayan itu kemudian memberikan kunci pada Jack.Jack merangkul Xana alias Melisa ke kamar dan mengunci kamar itu.


--Bersambung


PERHATIAN!!!

__ADS_1


Yuk,dukung Penulis dengan Like,Favorite dan Vote agar penulis semangat!(≧▽≦)


see you readers✧◝(⁰▿⁰)◜✧


__ADS_2