
Jam menunjukkan pukul tujuh malam, setelah Putri dan Raja makan malam bersama, Raja membantu Putri meminum obatnya setelah itu kembali mengerjakan tugas akhirnya yang hampir selesai
Sementara Putri, duduk bersandar sambil memainkan ponselnya. Tidak berselang lama, Dewa dan Tahta datang berkunjung keruangan Putri
Dewa mengambil posisi duduk dikursi yang ada disebelah ranjang Putri, sedangkan Tahta duduk di sofa yang berseberangan dengan Raja
"Pantesan ngga keliatan, lagi disini". Ucap Dewa pada Raja
"Kenapa? Lu ngga seneng?". Tanya Raja
"Heh kok ngomongnya gitu sih". Ucap Putri pada Raja
"Haha santai aja kali..."
"Gimana keadaan kamu sayang? Kepalanya masih sering sakit ngga?". Tanya Dewa sambil mengusap kepala Putri
"Engga kak, udah jarang, kata dokter besok aku udah boleh pulang, tinggal penyembuhan tangan sama kaki aja". Jawab Putri
"Oh ya, syukur lah". Ucap Dewa
"Pulang kerumah kakak ya Mput, biar kakak bisa jagain kamu". Ucap Tahta
Perkataan Tahta sukses membuat Raja menatapnya sambil memicingkan kedua matanya
"Hehe gimana ya kak, tadi sih kata ibu terserah aku mau pulang kemana..."
"Tapi kayaknya lebih baik pulang kerumah ayah". Ucap Putri
"Iya bener, menghindari keributan". Ucap Dewa
"Yaelah emang apa yang mau diributin sih". Ucap Tahta
"Emang ribut apa kak? Siapa yang ribut?". Tanya Putri pada Dewa
"Engga kok hehe". Ucap Dewa sambil tersenyum
"Yaudah gapapa nanti kakak sering-sering kerumah ayah ya nemenin kamu". Ucap Tahta
"Iya kak". Ucap Putri
"Oh iya Mput gimana yang kemarin kita omongin? Udah dipikirin?..."
"Jadi mau nikah sama kakak?". Tanya Tahta
"Hmmm..."
"Engga". Jawab Putri dengan suara pelan
"Ooh hahaha yaudah, ternyata emang labil". Ucap Tahta
"Maaf kak". Ucap Putri
"Gapapa, kakak ngga bisa maksa juga". Ucap Tahta
"Kok bisa berubah pikiran? Kata Tahta kamu setuju mau nikah sama dia?". Tanya Dewa
__ADS_1
"Duh kenapa pada bahas ini sih, ngga liat tuh muka Raja udah kesel gitu". Batin Putri
"Hehe kan dari awal kakak tau aku sama kak Tahta udah sepakat buat ngga nikah". Ucap Putri
"Hmm ya sih". Ucap Dewa
"Hahaha berarti Mput emang bukan jodoh kakak ya". Ucap Tahta
"Janur kuning belum melengkung Ta". Ucap Dewa pada Tahta
Sekali lagi, Raja yang sedang mengerjakan tugasnya merasa terprovokasi dengan ucapan kedua kakak beradik yang ada dihadapannya ini
Putri pun melirik kearah Raja yang sedang menatap Dewa dengan raut wajah tidak suka
"Hahaha lu nyuruh gue nikung bang?". Tanya Tahta pada Dewa
"Ngga gitu juga, cuma ya selama belum sah itu tandanya seseorang belum resmi jadi jodohnya". Ucap Dewa
"Hehe apaan sih kak, lagian surat-surat pernikahan aku sama kak Raja udah selesai..."
"Oh iya kakak kan udah janji mau nyiapin wedding dream buat aku". Ucap Putri pada Dewa
"Iya-"
"Ngga usah, aku juga bisa". Ucap Raja dengan ketus
"Hehe yaudah sayang". Ucap Putri sambil tertawa kecil
"Tapi kan kakak udah janji". Ucap Dewa
"Hmm yaudah gapapa kalo maunya gitu". Ucap Dewa
"Perasaan obrolan dari tadi ngga enak banget, keliatan Raja ngga suka". Batin Putri
"Hoaaaam". Putri berpura-pura menguap seolah mengantuk
"Mau bobo sayang? Udah makan? Minum obat?". Tanya Dewa
"Udah kak, tadi makan plus minum obat sama kak Raja". Jawab Putri
"Yaudah, bobo gih, kakak temenin". Ucap Dewa sambil mengusap tangan Putri
Putri mengangguk dan segera memejamkan matanya namun sebenarnya ia hanya berpura-pura tidur agar suasana dikamarnya tidak setegang saat mereka masih mengobrol tadi
Dan setelah dirinya memejamkan mata, kamarnya pun menjadi lebih tenang, Raja kembali fokus dengan tugasnya sementara Tahta bermain ponselnya
Hampir sepuluh menit suasana diruangannya hening, Dewa dan Tahta memutuskan untuk meninggalkan kamar Putri
"Raja, gue balik ya". Ucap Dewa
"Hmmm". Jawab Raja sambil menatap layar laptopnya
Setelah mengecup kening Putri, Dewa bangkit dari kursinya dan keluar dari kamar Putri, diikuti dengan Tahta yang keluar begitu saja tanpa sepatah kata
Putri sedikit membuka matanya untuk memastikan keberadaan Dewa dan Tahta. Saat mendapati hanya ada Raja dikamarnya, Putri pun membuka lebar kedua matanya
__ADS_1
"Sayang". Ucap Putri
"Eh, kenapa, bukannya udah bobo". Ucap Raja sambil berjalan ke ranjang tidur dan duduk disebelah Putri
"Belum, kamu kesel ya sama obrolan kak Dewa sama kak Tahta?". Tanya Putri
"Hehe gapapa kok". Ucap Raja
"Aku ngerasa kak Dewa sama kak Tahta sengaja deh..."
"Sebenernya ada apa sih? Lagi ngga akur ya? Soalnya kamu diem aja". Ucap Putri
"Engga sayang, cuma kayaknya Tahta masih kesel sama aku, gara-gara aku kamu begini..."
"Dia marah, dia mukulin aku waktu aku tau kamu kecelakaan". Ucap Raja
"Hah? Dia mukulin kamu? Ngga biasanya kak Tahta main tangan". Ucap Putri
"Dia terlalu khawatir sama kamu, dia ngga mau aku nyakitin kamu terus, dia ngancam aku bakal rebut kamu kalo ini terjadi lagi". Ucap Raja
"Kok jadi gini sih ya". Ucap Putri
"Karna Tahta udah cinta sama kamu, ngga liat Dewa ngedukung Tahta kayak gitu?". Tanya Raja
"Apaan sih. Kamu salah nangkep, kak Tahta ngga gitu kok". Ucap Putri
"Kamu ngga bisa bedain, karna sikap dia ke kamu dari kecil sampe sekarang sama aja, bagi kamu dia masih anggap kamu adik, tapi dia engga". Ucap Raja
"Kamu ngaco deh, lagian dia ngancam kamu cuma bercanda kali". Ucap Putri
"Hehe yaudah kalo ngga percaya. Aku, Dewa bisa cinta sama kamu, kenapa Tahta engga? Apalagi dia yang paling tau kamu dari kecil..."
"Yaudah ngga usah dibahas. Bobo aja, aku mau lanjutin tugas aku". Ucap Raja sambil mengusap tangan Putri
"Aku belum ngantuk". Ucap Putri
"Tadi udah nguap-nguap". Ucap Raja
"Hehe cuma pura-pura, biar kak Dewa sama kak Tahta pulang". Ucap Putri
"Hmm mau berduaan sama aku ya". Ucap Raja
"Dih engga, biar pulang aja. Soalnya obrolan mereka kayak mancing-mancing kamu". Ucap Putri
"Alesan..."
"Yaudah sekarang mau bobo ngga? Kalo mau bobo aku usap-usap, kalo ngga mau, aku mau lanjutin tugas". Ucap Raja
"Aku belum ngantuk, mau main hp". Ucap Putri
"Yaudah, cium dulu". Ucap Raja
Raja meraih wajah Putri dan mencium bibirnya sebelum melanjutkan kembali tugas kuliahnya
---
__ADS_1