
Drrt drrt
Drrt drrt
Putri mengerjapkan matanya saat mendengar ponselnya yang bergetar diatas meja berkali-kali
"Siapa sih yang nelfon malem-malem gini"
"Kak Tahta?!"
Mata Putri terbelalak membaca nama Tahta dilayar ponselnya
"Kak Tahta dimana?". Batin Putri melirik ke sekitar kamarnya.
Tanpa pikir panjang, Putri segera menerima telfon dari suaminya itu, ia takut terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap suaminya
"Kak, kakak dima-"
"Selamat ulang tahun Mput, istriku tercinta"
Putri termangu sejenak, ia melirik kearah jam dinding. Sudah lewat pergantian hari, itu tandanya hari ini adalah hari ulang tahunnya dan ia baru menyadari itu
"Ish, kakak dimana?"
"Dimana ya? Coba tebak?"
"Kaaak, serius"
"Kakak dibawah, istriku, hehe sama ayah ibu, sini turun"
"Yaudah, tunggu aku"
Putri memutus sambungan telfonnya, ia gulung rambutnya keatas sebelum keluar dari kamarnya
"Eh, ini apa?"
Baru keluar dari pintu kamar, Putri sudah disambut dengan lilin lilin kecil yang menerangi suasana rumah yang saat itu gelap gulita
Putri berjalan perlahan menuruni tangga, sesekali memperhatikan lilin lilin yang turut menerangi setiap anak tangga dirumahnya
"Kak Tahta yang nyiapin ini?". Batin Putri sambil tersenyum
"Kak?..."
"Ayah?..."
"Ibu?..."
"Pada kemana?"
Putri melangkah menuju ruang keluarga, karena disana ia melihat cahaya kekuning-kuningan yang terpancar dari pantulan tembok
"Ya ampun"
"Happy Birthday My Wife"
Putri tersenyum membaca tulisan yang ada pada dinding ruang keluarga, tulisan dari balon berbentuk alphabet yang dikelilingi dengan lampu tumblr LED berwarna kuning yang berhiaskan beberapa tangkai mawar merah disekitarnya
Putri melirik ke sekitar ruang keluarga, kali fokusnya beralih ke sesuatu yang menarik perhatiannya
"Itu foto apa?"
Putri menghampiri lembaran-lembaran foto yang dijepit pada seutas tali. Ia meraih foto itu dan ia perhatikan dengan seksama
"Ini kan foto gue masih bayi"
Putri semakin penasaran, ia bergeser selangkah demi selangkah memperhatikan seluruh foto-foto yang sebagian besar belum pernah Putri lihat sebelumnya, entah dari mana Tahta mendapatkan semua foto-foto itu
Itu adalah foto-foto saat dirinya masih bayi hingga dewasa, foto itu seakan menjadi saksi tumbuh kembangnya selama dirawat oleh orang tua angkatnya
Disana juga terdapat foto-foto saat dirinya merayakan ulang tahun yang ke satu sampai usia dua puluh tahun
Dan satu hal yang cukup membuat Putri terharu, ternyata Tahta selalu hadir disetiap momen perayaan ulang tahunnya, tidak pernah sekalipun Tahta melewatkan momen hari bahagianya itu
Putri kembali meraih satu foto. Foto saat ia merayakan ulang tahunnya yang ketiga, disana Tahta terlihat memeluk bahu sambil mengecup pipinya, sedangkan ia sedang memeluk sebuah boneka beruang pemberian Tahta sebagai hadiah ulang tahunnya saat itu
Putri meneteskan air matanya. Ia merasa bahagia memiliki seorang kakak seperti Tahta yang selalu ada untuknya baik saat senang ataupun sedih. Dan bersyukurnya Putri karena saat ini Tahta telah menjadi suaminya, yang artinya Tahta adalah separuh dari hidupnya
"Kak Tahta, kamu ngga pernah gagal bikin kejutan buat aku"
"Happy birthday, sayang". Bisik Tahta tepat ditelinga Putri
Putri tersentak, ia segera berbalik arah
"Kakak?".
Putri menyingkirkan buket bunga yang digunakan Tahta untuk menutupi wajahnya, lalu memeluk erat tubuh Tahta
"Maaf ya, kakak cuma bisa siapin ini buat kamu". Ucap Tahta
"Engga kak, kayak gini aja aku udah senang, malah aku ngga kepikiran kakak bakal siapin ini..."
"Makasih banyak kak, kamu ngga pernah lupa sama ulang tahun aku".
"Mana bisa lupa sayang, kamu itu bagian dari hidup aku". Ucap Tahta yang diakhiri dengan memberikan kecupan pada kening wanita kesayangannya itu
"Eh, kamu habis nangis?". Tanya Tahta mengusap air mata yang tersisa di pelupuk mata Putri
"Hehe terharu liat foto-foto itu". Jawab Putri sambil melirik lembaran foto tersebut
"Hmm, oh iya kakak punya bunga buat kamu". Ucap Tahta memberikan sebuket bunga mawar merah untuk Putri
"Makasih kak. Sini deh, deketan". Ucap Putri sambil memberi tanda agar Tahta mendekati wajahnya, Tahta pun patuh dan menurunkan wajahnya kearah Putri
Cup, cup
Dua kecupan mendarat sempurna di kedua pipi Tahta
"Kirain mau bisikkin sesuatu" Ucap Tahta mengusap kepala Putri
"Hehe...ibu sama ayah mana kak? Kok ngga ada?". Tanya Putri celingukan
Tahta menjawab dengan sebuah lirikan sambil tersenyum
"Selamat ulang tahun anak ayah". Ucap Ibrahim yang sedang memegang sebuah kue ditangannya
"Selamat ulang tahun kesayangannya ibu". Ucap Melly
Putri membungkam mulut dengan telapak tangannya kemudian menghampiri Ibrahim serta Melly dan ia peluk bergantian
"Aaah...Putri senang banget, ini pertama kalinya Putri rayain ulang tahun bareng ayah sama ibu". Ucap Putri menggenggam kedua tangan orang tuanya
"Ayah juga senang". Ucap Ibrahim
"Ibu juga nak, ayo tiup lilin dulu, jangan lupa berdoa". Ucap Melly
Putri mengangguk sambil tersenyum, ia pejamkan kedua matanya lalu berdoa dan meminta harapan sebelum meniup lilinnya
"Sayang, kue ini nak Tahta yang bikin loh, sendiri. Nak Tahta juga yang hias". Ucap Melly melirik kue ulang tahun yang dipegang Ibrahim
"Masa sih bu?". Tanya Putri, Melly mengangguk cepat sambil tersenyum
__ADS_1
"Hahaha, jadi malu". Ucap Tahta
"Makasih ya kak". Ucap Putri
"Sama-sama, sayang". Ucap Tahta mengusap pipi Putri
Tiga puluh menit sudah berlalu, Ibrahim dan Melly berpamitan untuk kembali ke kamar terlebih dahulu, meninggalkan Putri dan Tahta yang masih duduk berhadapan dimeja makan
Tahta menopang dagu dengan tangannya, memperhatikan Putri yang sedang asik melahap kue ulang tahun buatannya
"Ngunyah mulu? Enak banget apa?". Tanya Tahta
"Iya, enak banget". Jawab Putri sambil mengangguk
"Syukurlah, kakak senang kalo kamu suka". Ucap Tahta
"Kok kakak bisa sih bikin kue seenak ini?". Tanya Putri
"Iya dong, ngga sia-sia kan kakak selalu bantuin ibu bikin kue". Ucap Tahta
"Hehe makasih ya kak". Ucap Putri
"Sama-sama, istriku. Senang ngga?". Tanya Tahta
"Banget. Oh iya, bertambah lagi satu foto kita dihari ulang tahun aku".
Ucap Putri sambil memegang satu lembar foto polaroid yang sempat diabadikan oleh sang ayah. Itu adalah foto dirinya dan Tahta yang sedang berpelukan sambil tersenyum menghadap kamera
"Jujur tadi aku sempet terharu kak, dari umur aku yang ke satu, sampai umur aku sekarang, kakak selalu ada di hari ulang tahun aku..."
"Tapi aku penasaran, kakak dapet foto-foto itu dari mana? Banyak foto yang belum pernah aku liat". Ucap Putri
"Kalo foto-foto ulang tahun kamu ada di album foto kakak, tapi foto kamu dari bayi sampai sekarang ada di album punya mama". Ucap Tahta
"Hmm. Sekali lagi makasih kak udah siapin ini semua buat aku". Ucap Putri.
"Iya sayang, apa sih yang engga buat kamu". Ucap Tahta mencubit hidung Putri
"Hehe, ke kamar yuk kak, aku mau kasih imbalan buat kakak". Ucap Putri
"Apa?". Tanya Tahta
"Kakak pasti tau lah". Ucap Putri tersenyum malu
"Hmm, imbalannya boleh sepuasnya ngga?". Tanya Tahta
"Boleh, sepuasnya kakak". Jawab Putri
"Serius?".
"Iya sayang, ayo!".
"Haha ngga sabaran ya, ayo".
Tahta bangun dari duduknya dan menggenggam tangan Putri menuju kamar mereka
"Kakak masih punya hadiah buat kamu". Ucap Tahta
"Ih, ada lagi? Apa?".
"Ada deh, nanti aja kasihnya. Kakak mau nerima imbalan kakak dulu".
"Hehe, yaudah, iya".
---
"Putri, bangun sayang, kamu ngga ke kantor?..."
"Eung...iya...bu".
"Kamu tuh ya, kalo tidur pake baju sayang". Ucap Melly menggeleng-gelengkan kepalanya
"Oh my God!". Putri terkejut mendengar ucapan sang ibu
Ia melirik tubuhnya yang hanya ditutupi dengan selimut
"Hehehe lupa bu, ngga sempet, keburu ketiduran".
"Dasar anak muda, yaudah mandi sana. Nak Tahta udah berangkat ke kampus dari tadi".
"Ih, kok ngga bangunin Putri?".
"Katanya ngga tega, kamu kecapekan, hahahahaha". Melly tertawa geli
"Sebentar lagi ibu bakal gendong cucu, dong?".
"Hehe, aamiin bu, doain aja. Yaudah Putri mandi dulu ya ibuku sayang".
"Yaudah sana". Ucap Melly sambil melangkah meninggalkan kamar Putri
Tidak sampai lima belas menit, Putri sudah selesai dan bersiap, ia harus buru-buru karena waktu sudah semakin siang, ia menuruni anak tangga dengan cepat dan menghampiri meja makan
"Loh, kak Dewa udah dateng?..."
"Dari tadi kak?". Tanya Putri saat melihat Dewa sedang duduk diruang keluarga bersama sang ayah
"Baru aja, sarapan dulu sana". Ucap Dewa diangguki oleh Putri
Setelah sarapan, Putri segera berangkat menuju kantor tempatnya magang diantar sang kakak
"Put?".
"Hmm? Kenapa kak?".
Dewa tersenyum tipis sambil meraih saty tangan Putri
"Selamat ulang tahun ya". Ucap Dewa sambil mengecup lembut tangan Putri yang di genggangamnya
"Makasih kak". Ucap Putri tersenyum
"Kakak ada kado buat kamu".
Dewa sedikit memutar tubuhnya kearah kursi belakang namun ia kesulitan karena ia sedang menyetir
"Aduh..."
"Ambil sendiri, sayang. Itu, paper bag pink". Ucap Dewa, Putri mengangguk patuh dan mengambil paper bag tersebut
"Hah!". Putri terbelalak melihat isi paper bag itu
Itu adalah sepasang sepatu edisi terbatas yang sempat Putri lihat di internet. Putri mengatakan kalau ia sangat menginginkan sepatu itu, namun ia mengatakannya pada Tahta, bukan Dewa
Putri pun bertanya-tanya, bagaimana sang kakak bisa mengetahui perihal sepatu ini?
"Kok kakak tau aku pengen sepatu ini? Aku kan ngomongnya ke kak Tahta?". Ucap Putri
"Gini, waktu kalian kerumah, kakak sempet liat Tahta lagi buka e-commerce..."
"Dia bilang kalo kamu pengen sepatu itu, hampir di check out sama Tahta, tapi kakak maksa buat kasih sepatu itu ke kakak karna tinggal sepasang, ngga ada lagi..."
"Awalnya dia ngga mau, terus ngalah deh hehe". Jawab Dewa
__ADS_1
"Hahaha nyari kado aja sampe rebutan". Ucap Putri
"Ya gitu lah, habisnya kakak juga bingung mau kasih apa". Ucap Dewa
"Hmm, makasih banyak ya kak, aku suka banget hadiahnya".
"Iya, sama-sama sayang". Ucap Dewa
Putri meraih wajah Dewa dan memberikan dua kecupan pada pipinya
"Semalem Raja kerumah ayah?". Tanya Dewa
"Semalem kapan?". Tanya Putri
"Jam dua belas? Dia bilang ke kakak mau rayain ulang tahun kamu dirumah ayah". Jawab Dewa
"Engga. Ngga ada kak Raja". Ucap Putri
"Oh, berarti ngga jadi".
"Untung ngga jadi, kalo jadi pasti mau ganggu aku sama kak Tahta deh".
"Hahahaha dasar, lagi bucin-bucinnya ya sama Tahta, ngga mau di ganggu".
"Oh iya ngomongin kak Tahta, aku jadi inget sesuatu deh kak".
"Apa?".
"Hmm, gini kak, kak Tahta pengen aku cepet hamil, dia bilang itu ada hubungannya sama kak Raja? Maksudnya apa ya?".
Dewa menyunggingkan senyumannya mendengar pertanyaan Putri
"Rupanya lu dengerin saran gue, Ta"
"Hehehe kalau kamu hamil, Raja akan nyerah buat ngerebut kamu dari Tahta". Ucap Dewa
Putri tersentak, kedua alisnya saling bertautan mendengar ucapan Dewa
"Jadi itu alasan kak Tahta semangat banget tiap kita...hmm...malu"
Putri menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya
"HAHAHAHAHA". Dewa tertawa keras, membuat Putri terlonjak kaget dan beralih menatapnya
"Raut wajah kamu udah menggambarkan semuanya hahaha..."
"Tahta kenapa sih? Jangan-jangan dia semangat banget ya? Seakan-akan lagi ngejar target hahahaha". Ucap Dewa
"Ish, kakak! Jangan gitu, ah. Aku malu".
"Hehe gapapa, wajar kok. Apalagi tujuan Tahta buat kebaikan hubungan kalian. Jadi ngga ada salahnya kan..."
"Semoga kakak cepat denger kabar baiknya ya, ngga sabar mau gendong keponakan". Ucap Dewa mengusap kepala Putri
Sore hari tiba, Putri telah menyelesaikan pekerjaannya. Saat ini ia sedang berjalan menghampiri Tahta yang sudah menunggunya di samping taksi yang sudah ia pesan sebelumnya
"Aku seneng banget bisa dijemput kakak lagi". Ucap Putri
"Kakak juga seneng bisa jemput kamu lagi. Istriku yang cantik". Ucap Tahta sambil merapihkan anak rambut Putri
"Hehe, kita pulangnya nanti aja ya kak, aku mau jalan-jalan dulu sama kakak".
"Nah pas banget, kakak juga mau ngajak kamu ke suatu tempat".
"Kemana?".
"Ikut aja, ayo".
Tahta membawa Putri memasuki taksi mereka menuju suatu tempat
"Showroom mobil? Kak Tahta mau beli mobil ya?"
"Ayo, sayang". Tahta menggenggam tangan Putri memasuki showroom tersebut
"Kak, emang mobil kakak udah ngga bisa dibenerin ya?".
"Udah rusak parah sayang, mending beli yang baru..."
"Kamu pilih ya, mau yang mana?". Tanya Tahta
"Ha? Aku?". Tanya Putri
"Iya, kakak mau beli mobil buat kamu". Jawab Tahta
"Ih, ngga mau. Buat apa". Jawab Putri
"Biar kamu gampang kalo mau kemana-mana". Ucap Tahta
"Loh, mobil kakak kan rusak, kenapa ngga beli buat kakak aja?".
"Kakak mau pake motor aja. Mobilnya buat kamu".
"Ngga mau kak, pokoknya aku ngga mau".
Putri melangkah cepat keluar dari showroom tersebut
"Kenapa tiba-tiba kakak mau beliin aku mobil? Kakak udah ngga mau ya anter jemput aku?".
"Hey, kok ngomongnya gitu? Kamu itu istri kakak, mana mungkin kakak ngga mau anter jemput istri kakak sendiri?".
"Terus kenapa tiba-tiba?".
Tahta menghela nafas dalam lalu menyunggingkan senyumannya
"Siapa yang semalam ngigo pengen punya mobil?". Tanya Tahta
"Siapa?". Tanya Putri
"Kamu". Jawab Tahta sambil menyentil dahi Putri
"Aku ngigo? Enggak tuh". Ucap Putri
"Kamu mana tau ngigo apa engga. Dah ayo, masuk lagi, pilih mobil yang kamu mau".
"Ngga mau kak. Cuma ngigo kok diseriusin?".
"Anggap aja itu hadiah ulang tahun".
"Kak, please, semalem kamu udah banyak kasih aku hadiah. Udah cukup buat aku kak".
"Terakhir, hadiah terakhir dari aku buat ulang tahun kamu kali ini".
"Ngga mau, titik".
"Ngga mau?".
"Engga. Udah ya, sekarang kita masuk, pilih mobil buat kakak, karna kakak lebih butuh mobil daripada aku". Ucap Putri sambil mendorong punggung Tahta
---
Bersambung, jangan lupa like, vote dan hadiahnya. tengchuuu
__ADS_1