
Keesokan paginya, setelah mandi dan bersiap, Putri merapihkan beberapa buku serta laptopnya untuk keperluan kuliahnya
Putri membuka laci, mengambil buku catatan tugasnya. Matanya tidak sengaja melirik ke sebuah kotak karton yang berisi beberapa bungkus alat tes kehamilan
Putri menghela nafas panjang
"Biasanya tiap bulan gue semangat banget buat tespack, tapi hasilnya ngga sesuai harapan..."
"Harusnya dua hari lagi datang bulan". Batin Putri sambil menatap kalender kecil yang ada diatas meja belajarnya
"Sedikit berharap gapapa kan? Semoga nanti ada kabar baik, mama tunggu ya, sayang". Batin Putri sambil menyentuh perutnya
"Sayang, udah belum? Yuk berangkat". Ucap Tahta saat muncul dari balik pintu
Putri mengangguk, ia segera melanjutkan kegiatannya dengan cepat dan menghampiri Tahta
"Nanti kak Raja mau jemput aku, boleh ngga?".
"Boleh, sayang. Tadi Raja udah ngomong ke aku, katanya mau kenalin kamu ke ceweknya".
"Wah, ngga sabar. Pasti cantik banget".
"Tapi ngga ada yang secantik istri aku". Ucap Tahta sambil menyentuh ujung hidung Putri
"Dasar, tukang gombal".
"Hehe, udah ngga mual-mual lagi kan, sayang?".
"Hmm, masih kerasa mual sih, kak. Tapi ngga parah kayak tadi subuh".
"Minyak anginnya dibawa?".
"Dibawa".
"Yaudah, pokoknya kalo nanti kamu ngerasa mual parah, ngga enak badan, kamu izin pulang ya, telfon aku, Raja atau bang Dewa buat jemput kamu. Ok?".
"Ok, sayang".
"Good girl". Ucap Tahta sambil mendaratkan kecupannya di puncak kepala Putri
Beberapa jam telah berlalu, Putri baru keluar dari kelasnya. Putri berlari kecil untuk menghampiri Nindi yang sejak pagi terus menghindarinya
Putri merasa bingung, apa alasan Nindi menjauhinya seperti ini. Padahal ia merasa tidak memiliki salah apapun dengan sahabatnya itu
"Nin, tungguin dong. Gue capek ngejar lu". Ucap Putri dengan langkah yang melambat
"Siapa suruh?". Tanya Nindi saat berbalik menatap Putri
"Lu kenapa jauhin gue? Yang punya masalah kan lu sama kak Dewa? Gue salah apa?". Tanya Putri
"Gue ngga suka lu ikut campur".
"Gue ngga ikut campur, Nin. Gini deh, gue cuma minta lu temuin kak Dewa, bicara baik-baik, demi kebaikan hubungan lu berdua".
"Kenapa lu ngga suruh kakak lu yang temuin gue? Kenapa harus gue?".
"Loh, kan yang salah elu. Lu jalan sama Ren saat ada masalah".
"Tapi awal mula masalah itu dari kakak lu, dia terlalu cemburu sama hal sepele, gue ngga suka".
__ADS_1
"Oh, jadi karna cemburu? Lu itu calon istrinya Nin, wajar kalo kak Dewa punya rasa cemburu berlebih. Masa lu ngga ngerti?..."
"Berarti awal masalah ini karna lu? Lu bikin kak Dewa cemburu sampe jadi masalah kayak gini, bukannya di bicarain baik-baik lu malah jalan sama Ren. Bikin kak Dewa mikir yang engga-engga".
"Lu nyalahin gue?".
"Ngga juga. Udah deh, gue cuma minta lu temuin kak Dewa".
Putri berjalan melewati Nindi yang masih mematung di posisinya
"Nanti gue kerumah lu, mau nganter nyokap check up dulu". Ucap Nindi
"Ok". Ucap Putri sambil tersenyum, lalu kembali melangkahkan kaki meninggalkan gedung fakultasnya
"Panas banget. Kak Raja belum dateng, lagi".
Putri menghela nafas panjang, ia memutuskan untuk berdiri dibawah pohon, menunggu kedatangan Raja yang baru tiba sepuluh menit kemudian
Tin tin
"Kak Raja"
"Ya ampun, maaf ya kakak kelamaan, kakak isi bensin dulu tadi". Ucap Raja sambil mengusap keringat yang ada di dahi Putri
"Kasihan kepanasan". Sambung Raja
"Ngga apa-apa, kak". Ucap Putri
"Ayo, masuk". Ucap Raja sambil memasukkan Putri kedalam mobil
"Kakak ada minum, nih. Minum dulu ya". Ucap Raja membuka botol minumannya untuk Putri
"Sama-sama".
Raja segera melajukan mobilnya menuju restoran tujuan yang sudah direncanakan untuk bertemu dengan Nagita, kekasihnya yang akan dikenalkan dengan Putri
Setibanya disana, Raja memesan dua gelas minuman dan camilan untuk ia dan Putri, sambil bercerita dan menunggu kedatangan Nagita yang masih dalam perjalanan
"Belum kepikiran buat menikah secepatnya, pacaran aja baru empat bulan". Ucap Raja
"Gapapa dong kak, emang nunggu apa lagi? Kakak udah mapan, karirnya juga sukses". Ucap Putri
"Kakak mau kenalin dia sama kamu dulu, habis itu sama Tahta, sama Dewa. Biar lebih akrab. Soal nikah bisa diomongin nanti..."
"Seenggaknya nunggu Dewa nikah dulu. Kasihan, udah dilangkahin sama Tahta, masa dilangkahin lagi sama kakak".
"Hmm, bener juga sih, kak". Ucap Putri sambil mengangguk
"Oh iya kakak lupa bilang, tadi bibi ngabarin kalo sepeda kamu udah dateng". Ucap Raja
"Serius?". Tanya Putri diangguki oleh Raja sambil tersenyum
"Yeay, nanti ajarin aku ya, kak".
"Pasti, kakak ajarin dan kakak awasin biar kamu ngga jatoh sama sekali".
"Hehe, makasih kak".
Byur
__ADS_1
"HAH". Putri terbelalak saat tiba-tiba ada seorang wanita yang menyiram kepala, wajah serta tubuhnya dengan jus strawberry yang dipesan oleh Raja sebelumnya
Putri bangun dari duduknya, begitu pun dengan Raja yang tidak kalah terkejutnya dengan Putri. Pemandangan itu pun tidak luput dari perhatian pengunjung resto lainnya
"NAGITA!". Ucap Raja berteriak
"Kamu apa-apaan sih?!". Tanya Raja
"Nagita? Jadi kakak ini pacarnya kak Raja? Tapi kenapa aku disiram kayak gini?". Tanya Putri
"Berisik, gue ngga tertarik ngobrol sama lu". Ucap Nagita
"Dia ini Putri kan? Adik angkat sekaligus mantan pacar kamu?". Tanya Nagita pada Raja
"Kamu tau dari mana? Aku kan belum cerita apa-apa". Ucap Raja
"Ck, ngga penting aku tau dari mana. Aku ngga suka liat dia ada disini". Ucap Nagita melirik sinis kearah Putri
"Kak, aku ke toilet ya". Ucap Putri pada Raja
"Kakak anterin". Ucap Raja
Putri mengacuhkan Raja dan segera berlari kecil menuju toilet
"Ya ampun, kok jadi gini sih. Apa yang dia tau tentang gue? Sampe keliatannya benci kayak gitu". Batin Putri sambil membasuh wajahnya dengan air bersih
Pandangannya pun beralih pada pakaiannya yang penuh dengan noda kemerahan akibat siraman dari jus strawberry tadi
"Kotor semua, lengket. Ini gimana, ya..."
"Ngga bawa jaket, lagi"
Putri mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya untuk menghubungi Tahta
"Halo, kak?"
"Iya, cantikku. Ada apa?"
"Kakak dimana?"
"Kafe. Kenapa, sayang? Udah pulang ngampus belum?"
"Udah, aku lagi di resto sama kak Raja. Tapi ada masalah kak, kakak bisa jemput aku ngga?"
"Loh, emang masalah apa?"
"Nanti aku ceritain, kakak jemput aku dulu ya, aku di restoran cahaya kak"
"Iya, iya. Kakak kesana sekarang. Tunggu, sayang"
"Iya, kak"
Putri memutus sambungan telfonnya dan kembali membasuh beberapa bagian tubuhnya
"Waaaw. Tadi itu adegan yang sangat menarik, ya". Ucap seorang wanita yang baru masuk kedalam toilet, wanita itu terlihat melepas topi dan maskernya
"Vivi?"
---
__ADS_1
Bersambungggg