Aku Dan Ketiga Kakakku

Aku Dan Ketiga Kakakku
Sosis Bakar Jumbo


__ADS_3

Setelah mengantar oma Ratna dan yang lainnya sampai depan pintu utama. Mereka semua kembali ke ruang keluarga


"Oma ngasih kalung apa sih Mput?". Tanya Tahta


"Kalung khusus calon bini". Jawab Raja


"Hahaha kalung turun temurun kak, kata oma kalung warisan". Jawab Putri


"Ooh, yang kalung permata warna biru?". Ucap Dewa


"Kok kakak tau?". Tanya Putri


"Tau, mama nitipin ke oma kan waktu mama sakit". Jawab Dewa


"Kok kakak tau lagi sih?". Tanya Putri


"Cerewet, aku cium nih..."


"Titipin tuh kalungnya sama Dewa, biar gak ilang". Ucap Raja


"Mau nitip ke kakak? Kakak masukin ke brangkas". Tanya Dewa pada Putri


"Boleh nih, aku juga ngga punya brangkas". Ucap Putri sambil memberikan kotak perhiasannya pada Dewa


"Di simpen, jangan lu jual". Ucap Raja pada Dewa


"Gila kali". Ucap Dewa


"Hahahaha sekelas kak Dewa masa ngejual perhiasan". Ucap Putri


"Bos besar ya Mput". Ucap Tahta


"Aamiin". Ucap Dewa sambil tertawa kecil


"Kakak simpen ya". Ucap Dewa


"Iya kak". Ucap Putri


Dewa beranjak meninggalkan ruang keluarga menuju ruang kerjanya


"Mput nanti malem keluar yuk, malem minggu nih". Ucap Tahta


"Aku kan ngga bisa jalan kak". Ucap Putri


"Ngga jalan kaki sayang, dimotor aja, kita keliling sambil jajan". Ucap Tahta


"Ngga mau naik motor". Ucap Putri


"Eh iya maksud kakak naik mobil, mau ngga?". Tanya Tahta


"Hmmm...boleh aku keluar sama kak Tahta?". Tanya Putri pada Raja


"Yaudah..."


"Jagain yang bener, jangan sampe kenapa-napa lagi". Ucap Raja pada Tahta


"Siap siap". Ucap Tahta


"Emang kakak ngga ngerjain skripsi?". Tanya Putri


"Males, besok aja. Ngapain tiap hari mantengin skripsi, ke rajinan". Ucap Tahta


"Yaudah mandi dulu yuk, bentar lagi terapi". Ucap Raja sambil mengusap rambut Putri


"Yuk". Ucap Putri


Raja segera membawa Putri menuju kamarnya untuk membersihkan diri


"Kemarin abis diterapi rasanya gimana? Udah agak enakan?". Tanya Raja


"Belum lah sayang, baru juga sekali". Ucap Putri


"Ohh iya ya, pengen cepet-cepet kamu sembuh hehe..."


"Sekarang kita mandi dulu". Ucap Raja sambil melepaskan satu persatu pakaian Putri setelah itu membawanya menuju kamar mandi


"Aku mau berdiri aja mandinya". Ucap Putri


"Emang udah kuat berdiri?". Tanya Raja


"Kalo udah gemeteran pegangin lah hahaha". Ucap Putri


"Yaudah, pegangan dulu. Aku mau buka baju". Ucap Raja sambil menepi kearah keranjang pakaian kotor. Sementara Putri mulai membasuh tubuhnya perlahan dengan tangan yang ia paksakan untuk bergerak


"Aaaaakh, ngilu banget, tapi harus dicoba". Batin Putri sambil meringis saat ia mencoba mengangkat salah satu tangannya untuk membasuh puncak kepalanya


"Sayaaang biar aku aja". Ucap Raja


"Gapapa, aku mau nyoba sendiri. Tolong tuangin shampo nya ya kesini". Ucap Putri sambil membuka telapak tangannya


Raja pun mengangguk dan segera mengikuti permintaan Putri. Setelah itu ia membiarkan Putri untuk melakukan kegiatannya sendiri sambil terus ia perhatikan setiap gerakan tangannya


"Bisa sayang? Sakit ngga?". Tanya Raja


"Sedikit hehe tapi pelan-pelan kok". Ucap Putri dan diangguki oleh Raja


"Akhh..."


Bruk, tubuh Putri pun ambruk tepat diatas tubuh Raja, beruntung Raja dengan sigap memeluk Putri meskipun tubuhnya terdorong sampai terbentur pada dinding


"Aaghh punggungkuuu". Ucap Raja sambil meringis


"Maaf, kaki aku sakit. Ngga kuat lagi". Ucap Putri


"Hehe gapapa. Yang penting kamu ngga jatoh, duduk aja ya. Aku mandiin". Ucap Raja sambil mengangkat Putri menuju bathup


"Padahal pengen mandiri malah dimandiin lagi, maaf ya ngerepotin kamu terus". Ucap Putri


"Jangan ngomong gitu, aku ngga suka dengernya". Ucap Raja


Raja meraih sebotol sabun cair favorite Putri dan mulai ia aplikasikan ke seluruh permukaan kulit Putri


"Aku aja, kamu lanjutin mandinya". Ucap Putri sambil menahan tangan Raja


"Yaudah". Ucap Raja


---


Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, Putri sedang duduk diatas ranjang sambil menekan perut bagian bawahnya yang terasa nyeri akibat tamu bulanannya yang baru "berkunjung" beberapa jam yang lalu


Ceklek, Putri melirik kearah pintu kamar saat mendapati pintu kamarnya terlihat dibuka oleh seseorang


"Sayang, ngga jadi jalan-jalannya?". Tanya Raja sambil membawa segelas minuman ditangannya


"Engga, perut aku sakit banget". Ucap Putri


"Kenapa? Mules? Ayo ke kamar mandi". Ucap Raja


"Bukan, lagi dapet". Ucap Putri


"Dapet apa?". Tanya Raja


"Datang bulan". Ucap Putri

__ADS_1


"Yaaah, dede nya ngga jadi dong". Ucap Raja


"Gimana mau jadi sih orang ngga pernah bikin". Ucap Putri


"Hahaha terus Tahta kemana? Ngga keliatan". Tanya Raja


"Keluar, beli minuman buat aku". Ucap Putri


"Minuman apa?". Tanya Raja


"Minuman datang bulan". Jawab Putri


"Ngga mau ini aja? Seger loh". Ucap Raja sambil menunjukkan gelas ditangannya


"Ngga". Jawab Putri


"Hmmm...udah pake pembalut?". Tanya Raja


"Udah". Jawab Putri


"Kapan? Emang bisa pake sendiri?". Tanya Raja


"Barusan, pake sendiri. Bawel ih nanya mulu". Ucap Putri


"Hahaha yaudah sih biasa aja". Ucap Raja sambil mencolek dagu Putri


Ceklek, pintu kamar Putri terlihat dibuka oleh Tahta yang sudah kembali membawa bungkusan ditangannya


"Nih Mput, kakak juga beli sosis bakar, kan jalan-jalannya ngga jadi, jadinya kakak beliin ini aja". Ucap Tahta sambil menaruh bungkusan tersebut diatas nakas


"Hehe makasih kak". Ucap Putri


"Iya sama-sama, mau minum dulu?". Tanya Tahta sambil menyodorkan botol minumannya kepada Putri


"Engga, makan sosis dulu hehe". Jawab Putri


Tahta membuka bungkus makanan tersebut dan memberikannya kepada Putri yang sudah terlihat antusias. Sementara Raja hanya menatap sambil menyesap minuman ditangannya


"Waaw gede banget kayak punya kamu". Ucap Putri pada Raja saat melihat sosis bakar berukuran jumbo


Uhuk uhuk, Raja terkejut sampai tersedak minumannya saat mendengar ucapan Putri, begitu pun dengan Tahta yang sempat tercengang kemudian tertawa keras


"Pftt, hahahahaha astaga Mpuut Mpuut". Ucap Tahta sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Jujur banget sih kamu, emang segede gitu? Hahaha". Ucap Tahta


"Bacot, lu ngapain nanya-nanya". Ucap Raja pada Tahta


"Hahaha iya kak emang gede banget, enak-"


"Diem ngga, emang ngga malu ngomong kayak gitu". Ucap Raja sambil menutup mulut Putri dengan tangannya


"Hahahahaha ngakak banget, udah ah kakak keluar aja, sakit perut lama-lama ketawa mulu". Ucap Tahta sambil berjalan meninggalkan kamar Putri


"Haduh bener-bener..."


"Putri...ngga boleh ngomong gitu lagi di depan orang ya sayang". Ucap Raja


"Orang tiba-tiba keinget". Ucap Putri


"Tapi ngga usah diomongin, untung tadi Tahta, coba kalo ayah atau ibu, ngga kebayang gimana reaksinya". Ucap Raja


"Hehe iya maap, kamu mau ngga?". Tanya Putri menunjukkan makanannya


"Engga". Jawab Raja


"Bagus deh, buat aku semua hehe". Ucap Putri


Putri melahap seluruh bagian sosis tersebut kedalam mulutnya dengan raut wajah yang terlihat sangat menikmati dan menghayati, membuat Raja termangu sambil menatap heran kearah Putri


"Makan nya ngga usah sambil ngebayangin yang lain". Ucap Raja


"Hehe tau aja kalo ngebayangin punya kamu". Ucap Putri sambil mengunyah makanannya


"Astaga, ni bocah. Kalo ngga lagi dapet udah aku abisin kamu". Ucap Raja


"Hehehe tapi emang mirip sayang". Ucap Putri


"Oh ya? Enakan mana sama sosis punya aku?". Tanya Raja


"Enakan punya kamu lah, juara". Ucap Putri


"Hahahaha dasar, gregetan ih". Ucap Raja


Arghh, Putri meringis saat pipinya di gigit oleh Raja


"Hmm kok di gigit, sakit". Ucap Putri sambil mengusap pipinya


"Hehehe gemes". Ucap Raja


"Oh iya aku boleh ngga bobo sama kak Dewa?". Tanya Putri


"Dih ngga boleh, apa-apaan sih..."


"Nanti kalo pipis gimana? Sama Dewa gitu? Ngga boleh". Ucap Raja


"Engga aku ngga pipis. Aku mau bobo sama kak Dewa, kangen". Ucap Putri


"Ngga boleh sayang, kalo kangen temuin aja tuh dia lagi dibawah. Tapi jangan bobo bareng". Ucap Raja


"Ngga mau, maunya bobo bareng". Ucap Putri


"Ngga boleh Putri". Ucap Raja


"Iihh kamu kenapa sih, aku ngga boleh bobo sama kak Tahta, sama kak Dewa juga. Emangnya kenapa kalo kakak adik bobo bareng". Ucap Putri


"Kalo aku bilang ngga boleh ya ngga boleh". Ucap Raja


"Pelit! Keluar sana! Aku juga ngga mau bobo sama kamu! Keluar!". Ucap Putri sambil berteriak


"Lah ngamuk". Ucap Raja


"Keluar!". Ucap Putri


"Iya iya, aku ngerjain tugas dulu nanti kesini lagi". Ucap Raja


"Ngga usah, aku mau bobo sendiri". Ucap Putri


"Yaudah iya". Ucap Raja sambil bangkit dari duduknya dan meninggalkan kamar Putri


"Nyebelin, sekarang pelit banget..."


"Liat aja, gue kunci pintunya biar ngga bisa masuk". Batin Putri


Putri menurunkan kedua kakinya dengan perlahan dari ranjang untuk berjalan menuju pintu kamarnya


"Aakhh..."


Putri memaksakan kakinya untuk melangkah sedikit demi sedikit sambil menahan rasa sakit di area lututnya


Tok tok tok


"Put, udah tidur?". Tanya Dewa dari balik pintu

__ADS_1


Putri menyunggingkan senyumannya saat mendengar suara Dewa didepan pintu kamarnya


"Belum kak, masuk aja". Ucap Putri


Dewa segera membuka pintu kamarnya dan menghampiri Putri yang berdiri tidak jauh dari posisinya


"Loh mau kemana?". Tanya Dewa


Bruk, Putri berhambur memeluk Dewa dengan erat, Dewa pun dengan sigap menahan dan merengkuh tubuh mungil Putri dipelukannya


"Kenapa sayang? Kenceng banget meluknya". Ucap Dewa


"Kangen". Ucap Putri


"Hehe tumben deh. Duduk aja ya, nanti sakit kakinya". Ucap Dewa sambil membopong Putri ke ranjangnya


"Lagi berantem ya sama Raja?". Tanya Dewa


"Engga, cuma kesel, aku mau bobo sama kakak tapi ngga boleh". Ucap Putri


"Hehe ya jelas, dia cemburu sayang". Ucap Dewa


"Aku kan adiknya kakak, kenapa cemburu". Ucap Putri


"Iya, tapi tetep aja dia ngga mau liat kamu bobo sama orang lain". Ucap Dewa sambil merapihkan anak rambut Putri


"Oh iya perutnya masih sakit ngga?". Tanya Dewa


"Masih, bantal nya rusak kak, ngga bisa dipake". Jawab Putri


"Bantal kecil yang biasa kamu pake buat penghangat perut?". Tanya Dewa


"Iya". Jawab Putri


"Yaudah kakak beliin yang baru ya, tunggu sebentar". Ucap Dewa sambil mengusap kepala Putri


"Iih besok aja kak". Ucap Putri


"Kenapa? Nanti ngga bisa bobo kalo perutnya sakit". Ucap Dewa


"Bisa, besok aja belinya". Ucap Putri


"Yaudah, Raja dimana?". Tanya Dewa


"Dikamar nya, kakak mau kan bobo disini?". Tanya Putri


"Kakak temenin aja ya sampe kamu bobo, nanti kakak keluar". Ucap Dewa


Mendengar ucapan Dewa, Putri berdecak pelan sambil menghela nafasnya, Dewa pun menatap kearah Putri dengan tatapan bertanya


"Kenapa?". Tanya Dewa


"Kakak udah ngga sayang sama aku". Ucap Putri


"Kok ngomong nya gitu, kamu kan kesayangannya kakak..."


"Yaudah sekarang bobo ya, istirahat". Ucap Dewa


"Kakak bobo disini kan". Ucap Putri


"Engga, kakak usap-usap aja ya". Ucap Dewa


"Ngga mau, maunya kakak bobo disini". Ucap Putri sambil mengguncang tangan Dewa


"Hmm manja, yaudah yaudah kakak bobo disini". Ucap Dewa


Mereka pun berbaring diranjang secara bersamaan, kemudian Dewa menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua


"Mau peluk kakak, kangen". Ucap Putri sambil mendekat kearah Dewa. Dewa pun tersenyum dan memasukkan Putri kedalam pelukannya


"Perasaan makin mungil aja nih kamu". Ucap Dewa


"Hahaha bukan aku yang mungil, tapi kakak yang ketinggian". Ucap Putri


"Makanya kalo makan tuh yang banyak, biar tinggi". Ucap Dewa


"Ih ngga ngaruh. Lagian udah ngga bisa tinggi, mentok 155 centi haha..."


"Kakak ngeledek nih mentang-mentang tinggi". Ucap Putri


"Hehehe tapi lucu sih...dipeluk gini nyaman, kayak meluk guling". Ucap Dewa sambil mengeratkan pelukannya, Putri pun menyunggingkan senyuman didalam dekapan sang kakak pertama


"Kak". Ucap Putri


"Apa". Ucap Dewa


"Aku sayang banget sama kakak". Ucap Putri


"Kakak juga sayang sama kamu, sayang banget". Ucap Dewa sambil mengusap kepala Putri


"Kak, aku boleh nanya ngga?". Tanya Putri


"Boleh, nanya apa?". Tanya Dewa


"Kakak belum punya pacar? Hmm maksudnya belum deket sama cewek?". Tanya Putri


"Belum. Belum kepikiran buat deket sama cewek". Ucap Dewa


"Kenapa? Kan kakak udah mapan, tinggal nyari calon istri hehe". Ucap Putri


"Masih fokus karir dulu sayang. Dan yang paling penting nganter Raja ke pelaminan sama kamu". Ucap Dewa


"Jadi kakak setuju aku nikah sama kak Raja?". Tanya Putri


"Loh sejak kapan kakak ngga setuju?". Tanya Dewa


"Hmm bukannya kakak lebih setuju aku sama kak Tahta?". Tanya Putri


"Hahaha ngga gitu sayang, itu cuma rencana kakak sama Tahta. Itung-itung ngasih peringatan ke Raja biar ngga seenaknya lagi sama kamu". Ucap Dewa


"Ooh gitu". Ucap Putri


"Tapi kakak ngga tau gimana perasaan Tahta ke kamu, entah dia beneran punya rasa sama kamu apa engga. Cuma dia yang tau". Ucap Dewa


"Hmmm...hehe yaudah deh ngga usah dibahas. Besok kerumah ayah yuk kak, mau ngga". Ucap Putri


"Boleh, kakak juga belum jenguk ayah sejak ayah siuman". Ucap Dewa


"Aku juga, besok bareng-bareng aja kak". Ucap Putri


"Iya sayang, yaudah sekarang bobo dulu ya". Ucap Dewa sambil mengusap punggung Putri


"Hmmm, good night kak". Ucap Putri


"Good night peri kecil". Ucap Dewa


Cup, Dewa mendaratkan kecupannya di puncak kepala Putri setelah itu menemani Putri sampai tertidur pulas


"Ooh lagi ngelonin Mput, nih hp lu bunyi mulu, ada yang nelfon". Ucap Tahta saat memasuki kamar Putri sambil membawa ponsel milik Dewa


Dewa pun mengangguk dan segera beranjak keluar dari kamar Putri bersama Tahta


---

__ADS_1


__ADS_2