
"Gimana dokter?". Tanya Tahta
"Mbak Putri baik-baik aja mas, tadi hanya sedikit mengalami trauma otak karna otak mbak Putri masih belum stabil..."
"Belum bisa memikirkan hal-hal berat yang memaksakan kinerja otaknya. Saran saya, untuk saat ini hindari pembicaraan yang membuat mbak Putri tertekan atau menimbulkan stress". Ucap dokter tersebut
"Baik dok, terima kasih". Ucap Tahta
"Sama-sama mas. Mbak Putri, sehat-sehat ya". Ucap dokter tersebut sambil menyentuh lengan Putri
"Iya dokter, terima kasih". Ucap Putri
Dokter itu pun mengangguk sambil tersenyum sebelum meninggalkan ruangan Putri
"Makanya kalo ngomong jangan ngegas dong, jadi sakit kan kepalanya". Ucap Tahta sambil mendudukan bokongnya di kursi sebelah ranjang Putri
"Lagian dia dateng bikin emosi doang". Ucap Putri
"Hehehe yaudah ngga usah dibahas..."
"Oh iya belum minum obat kan, minum obat dulu ya trus bobo". Ucap Tahta
"Iya kak". Ucap Putri
Tahta segera menyiapkan obat-obatan Putri serta air mineralnya. Kemudian sedikit membangunkan tubuh Putri agar lebih mudah untuk meminum obatnya
"Udah, waktunya bobo". Ucap Tahta
sambil menidurkan Putri
"Ngga mau". Ucap Putri
"Eh bobo dulu. Istirahat". Ucap Tahta
"Mau bobo sambil dipeluk trus diusap-usap kakak, sini kakak naik". Ucap Putri sambil menepuk sisi disebelahnya
"Eh masih siang, nanti ada yang liat". Ucap Tahta
"Engga, kakak tutup aja nih tirainya". Ucap Putri sambil menunjuk gordyn panjang yang mengelilingi ranjang tidurnya
"Ayo kak, kalo kakak ngga mau, aku ngga mau bobo". Ucap Putri
"Hmm manja". Ucap Tahta sambil mencubit hidung Putri
Tahta pun bangkit dari duduknya dan meraih gordyn untuk menutupi ranjang tidur Putri
"Yeay...udah kangen pengen bobo sama kakak". Ucap Putri
"Hayo kapan terakhir bobo bareng?". Tanya Tahta
"Kayaknya belum lama deh, itu pun udah jarang". Ucap Putri
"Hehe kan udah ngga sekamar. Kalo dulu tuh dari kecil sampe SMA sekamar, bobonya bareng terus". Ucap Tahta
Setelah menutupi ranjang Putri dengan gordyn, Tahta pun merangkak naik kesisi Putri
"Ayo bobo, kakak kelonin". Ucap Tahta
Putri pun mengambil posisi miring dan masuk kedalam pelukan Tahta. Ia jadikan lengan Tahta sebagai bantalan kepalanya
"Tangannya sakit ngga?". Tanya Tahta
"Engga". Jawab Putri
"Yaudah bobo ya, nanti sore bangun, kakak bawa kamu jalan-jalan keluar". Ucap Tahta
"Asiik, makasih kak". Ucap Putri
"Hahaha iya sayang". Ucap Tahta
Tahta pun segera mengusap-usap punggung Putri seperti kebiasaan mereka sejak kecil. Dimana Putri akan menjadi lebih manja pada dirinya jika sedang sakit seperti ini
Beberapa menit telah berlalu, Putri pun sudah tertidur pulas dipelukannya, Tahta mengecup lembut kening Putri sebelum turun dari ranjangnya
"Cepet sembuh sayang". Ucap Tahta sambil mengusap pipi Putri
Tahta pun segera membuka gordyn penutup ranjang Putri dan kembali duduk di kursi sambil memainkan ponselnya
__ADS_1
---
Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, Putri sudah terbangun dari tidurnya. Disana pun juga sudah ada Dewa dan Melly yang datang bersama untuk menemui Putri
"Kak, ayo katanya mau jalan-jalan". Ucap Putri pada Tahta
"Oh iya, ayo". Ucap Tahta
"Tuh tadi kakak minta dibawain kursi roda, pake aja". Ucap Dewa pada Putri
"Hehe makasih kak". Ucap Putri
"Iya sayang". Ucap Dewa
Tahta pun membawa kursi roda tersebut menuju ranjang Putri lalu mendudukkan Putri diatasnya
"Udah siap?". Tanya Tahta
"Hahaha kayak mau kemana aja, ya siap lah kak, ayo..."
"Kak, ibu, Putri keluar dulu ya". Ucap Putri pada Dewa dan Melly
"Iya". Ucap Dewa dan Melly kompak
Tahta pun segera membawa Putri keluar dari kamarnya meninggalkan Dewa dan Melly yang sedang mengobrol
---
Ditaman rumah sakit, Putri melihat pedagang es krim yang sedang berhenti didekat parkiran, ia pun jadi ingin memakan es krim sambil menikmati waktunya di taman
"Kak aku mau es krim". Ucap Putri sambil menunjuk pedagang es krim disisi mereka
"Eh emang boleh? Kan lagi sakit". Ucap Tahta
"Kan bukan batuk pilek kak, beliin ya. Aku pengen". Ucap Putri
"Yaudah sekali-kali deh, ngga tega liat kamu kepengen gini, tunggu ya". Ucap Tahta
Tahta mengusap kepala Putri dan segera menuju pedagang es krim, sementara Putri menunggu sambil memperhatikan anak-anak kecil dengan pakaian yang sama dengan dirinya sedang bermain bersama ditaman
"Loh ini...tangannya...Raja?". Batin Putri
Putri pun segera menoleh dan mendapati Raja yang sedang berdiri di belakangnya
Melihat Raja yang membawakannya es krim, tentu Putri pun celingukan mencari keberadaan Tahta
"Kak Tahta, kak Tahta mana". Ucap Putri dengan panik
"Heeey ada aku. Kenapa nyari Tahta?". Tanya Raja
"Aku ngga mau ketemu kamu, aku mau sama kak Tahta, kak Tahta dimana". Ucap Putri
Dengan satu tangan, Putri berusaha untuk memutar roda pada kursi rodanya namun ia kesulitan, ditambah Raja sudah menahan kursi rodanya
"Sayang kamu kenapa sih? Kamu benci sama aku gara-gara aku pergi sama temen aku? Iya?". Tanya Raja
"Aku mau kekamar, aku mau sama kak Tahta". Ucap Putri
"Mput..."
"Lu ngapain?". Tanya Tahta pada Raja
"Kakak dari mana? Aku mau kekamar". Ucap Putri pada Tahta
"Maaf sayang kakak ke toilet dulu, ayo kekamar". Ucap Tahta sambil memegang kursi roda Putri
"Engga, dengerin aku dulu, kita selesain masalah kita ya". Ucap Raja sambil memegang tangan Putri
Tahta pun menyingkirkan tangan Raja yang sedang memegang tangan Putri
"Bang, kalo lu peduli sama Putri, kasih Putri waktu, jangan lu paksa kayak gini, kepala Putri bisa sakit lagi". Ucap Tahta
"Ayo kak". Ucap Putri
Tahta mengangguk dan segera membawa Putri kembali kekamarnya. Sementara Raja mendudukan bokongnya dikursi dan menahan air matanya yang hampir tumpah
Lagi-lagi ia harus tersingkirkan oleh kehadiran Tahta disisi Putri. Membuat posisinya di hati Putri menjadi terancam
__ADS_1
---
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Tahta masih setia menemani Putri dirumah sakit, sementara Dewa sudah pulang kerumah setelah mengantar makanan serta beberapa pakaian ganti untuk Tahta
"Hoaam..."
"Ngantuk kak, aku udahan nontonnya". Ucap Putri
"Yaudah bobo yuk". Ucap Tahta
Tahta mengangkat Putri dari pangkuannya dan mendudukkan Putri diranjang tidurnya
"Susunya habisin dulu ya". Ucap Tahta sambil memberikan segelas susu hangat untuk Putri
"Besok kakak bimbingan, jadi baru bisa kesini malem". Ucap Tahta
"Yaaah, ibu bisa ngga ya nemenin aku sampe kakak dateng". Ucap Putri
"Kalo ibu dirumah sibuk, bang Dewa aja ya". Ucap Tahta
"Iya, asalkan bukan kak Raja, aku udah males ketemu kak Raja". Ucap Putri
"Kok gitu? Bukannya cinta banget ya sama Raja?". Tanya Tahta
"Tapi kalo dia nya kayak gitu aku males lah kak, aku cinta aja dia masih jalan sama cewek lain". Ucap Putri
"Ngga jadi dong nikahnya? Apa mau nurutin permintaan papa sama mama aja? Menikah sama kakak?". Tanya Tahta
"Emang kakak serius sama surat wasiat itu?". Tanya Putri
"Tergantung kamu, kalo kamu mau ayo. Kalo ngga mau yaudah". Jawab Tahta
Ting *dering notifikasi pada ponsel Tahta. Tahta segera meraih ponselnya yang berada diatas meja
"Kak Dewa ngirim foto?". Tanya Putri saat melihat layar ponsel Tahta
"Iya nih, foto apaan ya". Ucap Tahta sambil membuka pesan dari Dewa
"Loh, foto cewek? Eh ini dirumah kan?". Tanya Putri
"Iya dirumah, ruang tamu. Tapi ini siapa". Ucap Tahta
"Cewek ini dateng lagi kerumah, tapi Raja belum turun. Jangan kasih tau Putri".
Putri termangu membaca pesan dari kakak pertamanya. Tahta pun buru-buru mematikan layar ponselnya
"Ooh..."
"Haha, udah malem gini masih dateng kerumah". Ucap Putri sambil tertawa getir
"Mpuuut, sabar ya". Ucap Tahta sambil mengusap tangan Putri
"Jadi dia mohon-mohon ke aku, itu semua bullshit, padahal sampe sekarang mereka masih ketemu". Ucap Putri
Tahta bangkit dari duduknya dan memeluk erat Putri
"Udah gak usah dipikirin ya, kamu ngga boleh stress nanti kepalanya sakit". Ucap Tahta
"Ngga habis fikir kak, buat apa dia minta maaf ke aku". Ucap Putri
"Udah, besok kalo dia kesini kamu obrolin aja sama dia ya". Ucap Tahta
"Iya, aku mau akhirin hubungan aku. Aku mau menikah sama kakak". Ucap Putri
Tahta melepas pelukannya dan menatap lekat kedua mata Putri
"Kamu mau menikah sama kakak? Jadi istri kakak?". Tanya Tahta
"Iya, aku mau". Jawab Putri
Tahta tersenyum sambil mengusap lembut pipi Putri
---
Bersambung gesss
Likenya doooong
__ADS_1