
Bruk, Dewa tumbang diatas tubuh Tahta
Dengan sigap Tahta menahan tubuh Dewa lalu memapahnya menuju sofa diruang keluarga untuk membaringkan sang kakak
"Ambil minum dulu". Ucap Tahta sambil berjalan kearah dapur
"Kak, kok mabok sih. Kakak kenapa?". Ucap Putri sambil mengusap-usap kepala Dewa
"Sayaaang". Ucap Dewa sambil tersenyum
"Kenapa kak? Lagi ada masalah ya?". Tanya Putri
"Semuanya...hancur...". Ucap Dewa
"Apanya?". Tanya Putri
"Minum dulu bang". Ucap Tahta
Putri membantu Dewa untuk meminum airnya. Setelah itu ia menyandarkan kepalanya di salah satu bahu Putri. Putri pun memeluk kepala Dewa sambil ia usap dengan lembut
"Istirahat dikamar yuk kak". Ucap Putri, Dewa pun menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai jawaban
"Kakak kenapa? Kalo ada masalah cerita kak, soalnya seharian ini kakak keliatan gak semangat. Kayak lagi ada pikiran". Ucap Putri
"Bener, biasanya semangat banget ngobrol sama ayah, tapi tadi kebanyakan ngga nyambung". Ucap Tahta
"Iya, kayak kurang fokus. Mikirin apa kak?". Tanya Putri
"Semuanya udah hancur, bangkrut". Ucap Dewa
"Hah? Bangkrut apanya?". Tanya Putri
"Perusahaan kakak". Jawab Dewa
"Serius bang?". Tanya Tahta
"Kakak serius ngga sih?". Tanya Putri
"Serius sayang...staff kakak ada yang main curang, dia manipulasi keuangan dan ninggalin hutang di beberapa perusahaan klien, jadi kakak harus ganti rugi milyaran". Ucap Dewa
"Ya ampun, kok bisa gitu sih". Ucap Putri
"Jeblosin orang nya lah bang, jangan diem aja". Ucap Tahta
"Gue udah suruh orang buat nyari dia. Dapet info katanya dia udah cabut ke Swiss". Jawab Dewa
"Haduh, kabur dong". Ucap Putri
"Iya, soal itu orang-orang kakak yang ngurusin..."
"Kakak cuma mikirin gimana caranya ganti rugi sebanyak itu, plus harus tetep bayar gaji staff yang udah kakak berhentiin". Ucap Dewa
"Banyak banget ya kak?". Tanya Putri
"Semuanya hampir sembilan M". Jawab Dewa
"Anjir". Ucap Tahta sambil menghela nafas berat
"Oh iya, waktu itu kan papa jual gedung kantor, dapet tiga koma lima miliar kan kak..."
"Pake uang itu aja, biarpun ngga nyampe sembilan M tapi lumayan kan buat nambah-nambah..."
"Uang yang di aku belum aku pake, aku bisa nambahin pake uang tabungan juga, kayaknya sih nyampe satu M lebih..."
"Aku juga bakal ngomong ke kak Raja. Siapa tau dia mau bantu". Ucap Putri
"Bener kata Mput, lo pake aja uangnya, belum gue pake juga". Ucap Tahta
"Engga. Uang itu udah jadi hak kalian, pemberian papa. Bukan buat nutupin hutang". Ucap Dewa
"Gapapa kak, papa pasti ngerti kok". Ucap Putri
"Tapi kakak gak mau ngebebanin adik-adiknya kakak. Biar kakak cari sendiri solusinya". Ucap Dewa
"Kaaak. Kakak punya aku, kak Raja, kak Tahta. Udah seharusnya kita saling bantu..."
"Selama ini kakak udah kerja keras sendirian buat bangun perusahaan kakak, buat kita juga..."
"Sekarang kakak ada masalah kayak gini masa kita diem aja. Aku gak tega". Ucap Putri
"Hehe makasih udah ngertiin dan mau bantu kakak. Tapi kakak bener-bener gak mau bikin kalian repot..."
"Terutama Raja. Dia perlu biaya buat pernikahan kalian". Ucap Dewa
"Ya ampun kak, pernikahan gak harus mewah, kak Raja pasti ngerti lah, dia pasti mau bantu". Ucap Putri
"Engga engga, dari awal kakak gak mau kalian terlibat soal ini. Ini udah jadi tanggung jawab kakak". Ucap Dewa
"Ngebantu doang apa salahnya". Ucap Tahta
"Gue ngga mau". Ucap Dewa
__ADS_1
"Terus apa yang bakal kakak lakuin? Dari mana kakak dapet uang sebanyak itu?". Tanya Putri
"Gue yakin uang tabungan lu juga gak bakal cukup buat nutupin semuanya". Ucap Tahta pada Dewa
"Dih sayang kok belum bobo sih". Ucap Raja sambil berjalan keruang keluarga
"Kok udah pulang?". Tanya Putri
"Iya, males lama-lama". Jawab Raja sambil mendudukkan bokongnya disamping Putri
"Temen lu bawa jabl*y kan?". Tanya Tahta
"Iya anjir, bawa empat, gobl*k bener dah". Ucap Raja
"Hahahahaha apa gue bilang". Ucap Tahta
"Ini pada ngapain sih?". Tanya Raja
"Abang lu tuh". Ucap Tahta sambil melirik Dewa
"Kenapa?". Tanya Raja
"Perusahaan nya bangkrut". Jawab Tahta
"Hahaha bercanda aja lu, udah malem". Ucap Raja
"Serius bego". Ucap Tahta
"Tau nih, siapa yang bercanda". Ucap Putri
"Eh bau nya kok gini ya. Kamu abis minum sayang?". Tanya Raja sambil menghirup tubuh Putri
"Bukan aku, kak Dewa". Jawab Putri
"Ooh..."
"Lu mabok? Jadi beneran bangkrut?". Tanya Raja dan diangguki oleh Dewa
"Kok bisa tiba-tiba gini, gimana ceritanya". Ucap Raja
"Namanya juga kecolongan, staff gue ngubah data keuangan, semuanya dibawa". Ucap Dewa
"Terus orangnya mana? Udah ditangkep?". Tanya Raja
"Belum, lagi dicari. Kabur ke Swiss". Ucap Dewa
"Wiih langsung liburan". Ucap Raja
"Haha bercanda...terus gimana? Klien lu kan banyak, pasti ganti rugi kan?". Tanya Raja
"Iya". Jawab Dewa
"Hampir sembilan M, kamu bisa bantu kak Dewa ngga?". Tanya Putri pada Raja
"Engga Putri, gak usah". Ucap Dewa
"Masih kurang banyak? Kalo mau gue bisa bantu, ada satu koma lima..."
"Lu juga pernah beliin gue unit kan, jual aja. Gak kepake juga dari pada kosong". Ucap Raja
"Gak usah, itu semua tabungan lu, simpen aja buat Putri sama anak-anak lu nanti". Ucap Dewa
"Yaelah tenang aja sih...itu rencana buat bikin mall..."
"Nih nyonya kadang minta dibikinin mall kalo lagi ngambek". Ucap Raja sambil melirik Putri
"Hahahaha ngaco, sejak kapan aku minta mall". Ucap Putri
"Hahaha..."
"Pake aja dulu, nanti gue transfer". Ucap Raja pada Dewa
"Gak usah". Ucap Dewa
"Lah kalo lu ngga ganti rugi nanti lu dikejar klien, belum lagi pegawai lu minta bayaran kan". Ucap Raja
"Iya kak, kita patungan ya". Ucap Putri
Dewa terdiam, ia sedang menimang-nimang bantuan dari ketiga adiknya. Sesungguhnya ia tidak mau membebani ketiga adiknya dalam permasalahan perusahaannya
Namun sepertinya ia tidak punya pilihan selain menerima bantuan untuk bertanggung jawab atas permasalahannya
"Lama, terima aja sih. Jangan sampe lu jual ni rumah sama mobil". Ucap Tahta pada Dewa
"Mau dijual juga gak bakal cukup". Ucap Raja
"Iya udah lah kak jangan kelamaan, yang penting keluar dulu dari masalah ini. Kakak bisa mulai dari nol lagi kalo udah mulai stabil". Ucap Putri
"Gue gak ngerepotin?". Tanya Dewa pada Raja dan Tahta
"Engga". Jawab mereka berdua kompak
__ADS_1
"Serius mau bantu kakak Put?". Tanya Dewa
"Serius kak, udah seharusnya". Ucap Putri
Dewa menghela nafas panjang mendengar jawaban ketiga adiknya. Ia benar-benar bersyukur mempunyai saudara yang siap sedia membantu dirinya disaat sedang kesulitan
Ajaran dan didikan yang diterapkan oleh mendiang kedua orang tuanya memang berhasil. Terbukti dari sikap ketiga adiknya yang peduli terhadap sesama
"Ngantuk sayang, bobo yuk". Ucap Raja pada Putri
"Ni orang malah bengong". Ucap Tahta sambil menyenggol kaki Dewa
"Hahahaha semuanya nungguin kak Dewa nih. Malah bengong..."
"Gimana kak? Mau kan?". Tanya Putri
"Yaudah, kakak mau". Ucap Dewa
"Dari tadi kek". Ucap Raja
"Tapi gue anggap ini pinjaman ya, gue bakal usahain buka bisnis lagi dan balikin semua uang kalian..."
"Gue bener-bener gak enak". Ucap Dewa
"Terserah". Ucap Raja
"Iya gampang lah, yang penting lu selesain dulu masalah lu". Ucap Tahta
"Yaudah, thanks udah mau bantu gue..."
"Puuut, makasih ya udah mau bantuin kakak". Ucap Dewa sambil mengusap tangan Putri
"Iya sama-sama kak". Ucap Putri
"Kamar yuk". Ucap Raja dan diangguki oleh Putri
"Besok gue transfer". Ucap Raja sambil menggendong Putri
"Iya, thanks". Ucap Dewa
Raja segera menggendong Putri menuju kamarnya, meninggalkan Tahta dan Dewa yang masih diruang keluarga
"Kok belum bobo sih, tumben". Ucap Raja
"Gak bisa, mikirin kamu terus". Ucap Putri
"Halah paling mikirin yang engga-engga, overthinking". Ucap Raja
"Hehe iya kok tau sih". Ucap Putri
"Kebiasaan jelek kamu gitu tuh". Ucap Raja
"Hmmm namanya juga takut". Ucap Putri sambil menyandarkan kepalanya dibahu Raja
"Dasar cewek..."
"Takut kenapa kali, aku aja gak ngapa-ngapain". Ucap Raja
"Namanya juga overthinking sayang, mikirnya udah jauh kemana-mana. Takut kamu kegoda sama cewek lain". Ucap Putri
"Aku kegoda sama kamu doang, paling se xy dimata aku". Ucap Raja
"Hahaha mulai deh..."
"Eh kok ke kamar kamu?". Tanya Putri saat memasuki kamar Raja
"Bobo disini aja". Ucap Raja sambil membaringkan Putri di ranjangnya
"Mau pipis gak? Sekalian yuk". Ucap Raja
"Udah". Ucap Putri
"Sama siapa?". Tanya Raja
"Kak Tahta". Jawab Putri
"Lah terus-"
"Nunggu diluar sayang". Ucap Putri
"Ooh hehe yaudah aku pipis dulu". Ucap Raja sambil menaruh ponselnya diatas nakas lalu berjalan menuju kamar mandi
Putri pun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan bersiap untuk berbaring. Namun gerakannya terhenti saat mendengar ponsel Raja yang berdering singkat dan menampilkan sebuah pesan di layarnya
"Gimana sayang? Puas ngga sama yang tadi? Jangan lupa besok ke apart ku ya"
Putri tercengang membaca pesan singkat tersebut. Pikiran buruk pun mulai memenuhi isi otaknya
"Ini...maksudnya apa?". Batin Putri
---
__ADS_1