
"Woi!Xana!"Teriak cewek dengan lantang dari arah belakang.
Saat itu adalah saatnya jam makan siang.Ia sudah memegang nampan dengan sejumlah lauk pauk di atas nampan tersebut.Xana melihat Lea dengan pasukannya berjalan ke arah Xana.Xana tidak takut,justru ia menatap sinis ke arah Lea.Dari kejauhan Lea sudah geram dengan tatapan Xana yang tanpa takut padanya itu.
"Kenapa menatapku begitu?Kau tidak takut?!"Bentak Lea.
"Nggak tuh,"Jawab Xana singkat.
"Wah,udah berani ni anak."jawab Cewek lain di sampingnya sambil mendorong pundak Xana.
"Lo tuh ya,harusnya bersyukur bisa sekamar ama Cewe kek gue!Lea Si putri keluarga Valentino!"Teriak Lea keras dengan sombong memamerkan keluarganya.
"Terus?Gua harus gimana?"tanya Xana dengan santai tapi tatapan tajam mengasati Lea.
"B*j*ng*n!Ga ada takutnya,ya ni bocah!"Kesal teman Lea yang sudah sedikit maju hendak memukul Xana.
"Ngapain takut?toh sama-sama makan nasi?"ucap Xana lalu meninggalkan mereka dan duduk di pojok dekat jendela.
Lauknya kali ini ada udang dan Lobster.Xana tidak mau menghabiskan jam makan siangnya hanya karena orang-orang tidak penting itu.Apa gunanya bertengkar kalau ujung-ujungnya ia tidak jadi makan?
"Wah,anak itu berani sekali ya terhadap Nona Lea."bisik para cewe itu.
"Gede juga nyalinya,"timbal siswi lain.
Xana hanya makan dengan lahap dan tidak mau mengurusi mereka.Terserah pada mereka ingin mengurusi hidup Xana,itu hak mereka.
"Woi!Gue ada kabar bagus! buat semua cewe yang lagi makan disini gue yang traktir! khusus cewe kelas 1 aja,ya!!!"Teriak Lea.
"Yeaaayyy!! asiikk"Yang lain berteriak kegirangan.
"Kecuali Cewek di ujung sana.Ga ada makan siang gratis!"Lea sengaja melakukan hal itu.
Xana pergi ke kantin dan membayar bill.
"Berapa totalnya?"tanya Xana santai.
"2 juta 500 ribu"ucap kasir itu.
Xana mengeluarkan kartu banknya dan membayar bill itu.Cewe-cewe di belakangnya sontak Kaget dengan total bill yang dibayar Xana.Xana memilih Udang dan lobster yang paling mahal dan jarang laku karena saking mahalnya.Mereka saja hanya berani makan dengan biaya sebesar seratus ribu per hari.Tetapi Xana,Sekali makan bisa berjuta-juta.
Karena bill tadi menarik perhatian siswi lain yang kagum pada Xana,Lea marah karena perhatian itu seharunya miliki dirinya.Ia tidak suka ada orang lain yang diperhatikan selain dirinya.
"Ngapain bengong?!ambil aja sesuka kalian!Mau yang mahal kek! apa kek!Ga usah sungkan!"Seru nya lagi.
Ratusan siswi itu berebut makanan mahal karena jumlahnya terbatas.Xana sudah selesai makan dan akan mengikuti kelas bahasa.Lea masih kesal dengan tingkah Xana yang sok Kaya dengan makanan mahal.
"Apa hebatnya dia,Cih!dia menghabiskan jatah jajan sebulannya ya untuk bisa makan enak sekali?dasar bodoh!" Kesal Lea dalam batin.
Setelah para siswi selesai makan,Lea pergi ke bill bayaran dengan ketiga temannya.
__ADS_1
"Miss,berapa totalnya?"Tanya Lea dengan ligat sombong.
"Totalnya 1,45 miliar,Nona."Lea kaget bukan sembarang.
Makanan itu seharga dengan sekolahnya setahun di asrama.Ia membayar bill dengan cemas.Ayahnya akan mengetahui hal ini dan pasti akan memarahinya.Ia membayar makanan itu dengan gugup.Teman yang lain ikut shock tetapi mereka kembali tenang karena tahu bahwa Lea lebih kaya dari Xana dan mampu membayar makanan itu.
Pelajaran selesai di jam 4 sore hari.Semua siswi harus kembali ke asramanya masing-masing dan membersihkan diri.Xana sudah duluan ke sana.Lea melihat Xana sudah mandi dan sedang mengeringkan rambutnya.
"Ck! Hairdryer mu itu murahan,ya?berisik banget suaranya,"ujar Lea sambik mengambil handuk mandi.
"Iya,"Xana malas ribut.
Lea senang karena Xana mengaku barangnya murahan dan mandi.Xana sengaja karena ia tidak mau mencari masalah dengan Cewek sok kaya itu.
Setelah mandi,Lea tidak dapat menemukan Xana.Ia pun melihat-lihat barang Xana yang cantik.Selama ini Lea hanya berfoya-foya dan tidak memperhatikan kebutuhan dan kesenangannya.Ia berpikir akan membeli barang-barang cantik seperti milik Xana.Lea kemudian melihat pengering rambut milik Xana.Lea melihat sendiri bahwa pengering rambut milik Xana lebih trendy dan mahal dari pada miliknya.
"Sebenarnya siapa dia?"Lea begitu penasaran dengan Xana.
Sementara itu,Xana sedang berjalan-jalan keluar dan mencari angin.Ia suntuk dengan Lea dan segala masalah yang ia buat.Jika dilihat-lihat,taman di asrama ini cukup luas dan rapi.Xana berencana besok ia akan berlari pagi di taman yang segar ini.
"Aku ingin selfi,"Xana mengambil Hp dari sakunya.
"Bagus!Bunga matahari ini sangat cocok dengan cuaca sore hari begini,ya."Xana kegirangan.
"Ah aku menyukai udara yang segar seperti ini!"Xana menggeliatkan tubuhnya.
Tiba-tiba dari arah lain datang seseorang yang menghampiri Xana.Cewek itu berlari-lari kecil ke arah Xana.Tentu saja dia adalah Lea.
"Xana!Apa yang kau lakukan disini?!"tanya Lea terbata-bata.
"Menikmati pemandangan di Taman ini lah!emang ngapain lagi?!"Xana kesal.
"Astaga,kau kucari-cari dasar bodoh!"Kesal Lea.
"Ada urusan apa?"tanya Xana.
"Apa kau memiliki dua ponsel?"tanya Lea yang masih ngos-ngosan berlari.
"Bagaimana kau tahu?"tanya Xana spontan kaget.
"Nih,tadi ini berdering berkali-kali.Aku tidak tahu dari siapa,kau lihat sendiri."Lea memberikan ponsel milik Xana.
"Oh,thanks."Xana mengambil ponselnya.
__ADS_1
Xana membuka ponselnya.Dia melihat Melisa mengirim Foto lagi.Ia membuka foto itu di depan Lea.
[Kak,ini foto yang kuambil diam-diam waktu itu.Aku merindukanmu:(Perutku sakit sekali semalaman]
"Adikmu?Apa dia sakit?"tanya Lea.
"Bodoh,dia tidak sakit."Xana sedang membalas Chat Melisa.
"Lalu?"Lea kembali melihat ponsel Xana.
Xana: [sudah minum obat?jika masih sakit hubungi dokter]
"Hey,kau belum menjawab pertanyaanku."Lea mengkesal.
"Astaga,Kau kenapa sih?"Xana merasa risih.
"Hei,aku penasaran b*go! segera beritahu aku dia kenapa?!"Kesal Lea.
"Hamil,"jawab Xana.
"APA?! Kau serius?!"Lea kaget dan mencengkeram tangan Xana.
"ahh! iya,dia hamil."Xana pun melihatkan foto-foto lainnya.
"Bagaimana bisa adikmu hamil lebih dulu darimu?"Lea tambah penasaran.
"Dia tidak mengerti saat itu,jadi ya gitu."Xana bicara sambil berjalan.
"Lalu?"Lea mengikut Xana dari belakang.
"Lalu ya gitu deh hamil,"Xana menjawab santai.
"Gila!Kau sesantai itu ketika adikmu hamil?"Lea terkaget-kaget.
"Astaga dia hanya anak angkat,santai."Xana risih.
Siapa sangka setelah itu mereka sedikit demi sedikit tambah dekat dan akrab.
--Bersambung
PERHATIAN!!!
Ayo Dukung Penulis dengan Like,Favorite dan Vote juga komentar tentang Novel ini!(≧▽≦)
See you my readers!(人 •͈ᴗ•͈)
__ADS_1