
Melisa membantah untuk naik dan duduk di tempat Kak Petra.Kak Petra bukan hanya kesal dengan masalah sepele itu tetapi juga karena Melisa sudah membantah Perintah Xana.
"Melisa,apa kau tuli?aku menyuruhmu naik,"Xana kesal dan bicara dengan nada datar pada Melisa.
Semua melihat Melisa mengerutkan dahinya.Melisa naik keatas dengan menghantam-hantamkan kakinya.
"Baby Xana,kau yakin ingin mengajak dia jadi anggota keluarga kita?anak yang tidak ada sopan santun itu?"Tanya Albert.
Sekali lagi mereka dibuat tertegun dan terpelongo dengan kata-kata panjang Kak Albert serta panggilan Baby-nya.
"Ah,Kak dia masih kecil,"Jawab Xana yang masih Canggung.
"Iya,selain umurnya,otak dan pemikirannya juga kecil!Tsk!"Benci Kak Petra.
"Aku tahu.Bersabarlah,"ucap Xana lalu meminum teh hijaunya.
"Xana,Papa tidak melarangmu untuk berbuat baik,tetapi kita juga harus memilih yang terbaik."nasihat Ayah.
"Mama,Papa,Kakak-kakakku sekalian,Xana tahu apa yang kalian khawatirkan.Aku bukan orang yang bodoh dan juga lemah lembut pada sembarang orang.Aku tahu apa yang aku lakukan dan apa yang akan aku lakukan."jawab Xana tersenyum licik.
Seketika semua keluarga tahu bahwa Xana punya rencana sendiri.Mereka kemudian kembali tenang dan yakin akan rencana Xana.Xana mungkin hanya diam dan tidak berkutik tetapi di kepalanya sudah ada ratusan bahkan jutaan cara membunuh,menyiksa,membalas,bahkan tak tik yang tak terduga.
Sementara itu di atas,Melisa masih belum tidur dan duduk di atas kasurnya.
"Hmph!Sebentar lagi aku akan menjadi putri dari keluarga Kaya Raya dan menjadi adik Kakak-kakak Tampan itu!"ujar Melisa.
Melisa memiliki niat untuk menjadi anak kaya raya setelah tahu bahwa Xana anak dari keluarga Wijaya.Ia terpikir bahwa ia akan menjadi bagian dari keluarga itu.
"Aku tidak akan kembali ke rumah pak tua kumuh itu lagi!Aku akan jadi tuan putri dan mengenakan pakaian cantik dan megah seperti Kak Xana,bahkan Kakak-kakak tampan itu,Kyaaaaaa!!!"hanya dengan membayangkannya saja,Melisa sudah kegirangan.
××××××××××××××××××××××××××××××××
Esok paginya,Xana membangunkan Melisa yang masih terlelap tidur.
"Mel,Melisa,Bangun!ini sudah siang,aku harus berangkat ke sekolah."perintah Xana.
"Hummpphhh~ aku masih mengantuk,kak.Aku mau tidur sebentar lagi,ya?"Melisa menggeliat.
"Dengar,jika kamu masih ingin tinggal disini turuti perkataanku.Jika tidak,pergi dari rumahku,"Tegas Xana.
Lantas Melisa sigap bangun dan duduk.Ia menatap kesal Xana.Ia kesal akan kata-kata Xana barusan.
"Oh,gitu?Kakak mau usir aku?Kakak tega? Kan kakak sendiri bilang bakal buatin aku rumah sederhana?"Melisa mengerutkan dahinya.
"Itu jika kamu bekerja keras,kalo malas-malasan aku juga malas membuatkanmu rumah."jawab Xana dingin.
"Apasih! Ga adil Banget!!!"Bentak Melisa dengan keras.Xana benar-benar marah.
"B*bi! Aku sudah tidak tahan! Kemari kau!"Kak Petra yangs sedari tadi mendengarnya sudah emosi dan menarij Melisa keluar.
"Kak!!Kak Xana!Maaf Kak!Kumohon maafkan aku!! Aku salah! Aku salah!"Teriak Melisa.
Xana tersenyum sinis dan memegang tangan Kak Petra.
"Kak,Sabar Kak,"ucap Xana.
__ADS_1
"Sabar Katamu?apa kau gila?dia ini tidak tahu diri!"Kesal Kak Petra.
"Kak...please..."Xana tersenyum manis dan meluluhkan hati Kak Petra.Kak Petra melepaskan genggamannya.
"Melisa,ganti bajumu dan bekerjalah,"perintah Xana lagi.
Melisa pergi sambil menangis.Ia menutup pintunya dengan keras.
"Woi! Kalau rusak lo gue Cincang jadi lima tahu?!"Teriak Kak Petra lagi.
"Sudah,kak.Ayo,"Xana mengelus-elus dada kakaknya itu.
Mereka berangkat ke Sekolah.Xana diceramahi habis-habisan oleh Kak Petra saat dalam mobil.Xana memakluminya karena Kak Petea orang yang fanatik.
"Xana,apa rencanamu?"tanya Kak Albert.
"Mengikuti alurnya dan memberi pelajaran di akhir plot,hihi~"Xana tersenyum manis.
"Aku percaya padamu,jangan buat aku kecewa."Ujar Kak Albert.
×××××××××××××××××××××××××××××
"Emily,dimana teh ku?"Ibu memanggil pelayan kesayangannya itu.
"Ah,ibu ini teh untukmu,saya tahu ibu tidak suka manis,jadi saya kurangi gulanya,"Melisa datang dengan secangkir teh.
"Ibu?siapa yang kau sebut ibu?Panggil Aku Nyonya Lant,"hardik Ibu Xana.
Dibalik wajah anggun,lugu,manis dan lemah lembutnya ibu bisa begini jika ia benci dan kesal dengan lawan bicaranya.
"I-iya Nyonya."jawab Melisa.
"Dia mencuci pakaian."jawab Melisa.
"Apa?!kenapa dia mencuci pakaian?Emily!Emily!"Ibu berteriak kencang.
"Ma,ada apa?kenapa teriak?"Kak Sean datang turun dari atas.
Melisa melihat Kak Sean dengan penuh pesona.Ia terpaku akan ketampanan Kakak Xana yang tinggi itu.
"Ah,iya Nyonya,"Emily datang dan membungkuk.
"Kenapa kau tidak membuatkan ku teh malah mencuci pakaian,Emily?"tanya Ibu dengan nada kembali rendah.
"Sebenernya saya disuruh mencuci pakaian oleh Melisa,Nyonya.Dia berkata bahwa tugas itu selanjutnya akan menjadi tugas dia."jelas Emily.
Jelas Ibu marah akan hal itu.Apa maksud Melisa?Kak Sean menatap tajam Melisa.Kak Sean merasa jijik pada Melisa.
"Kak Sean!Aku bisa jelaskan!"Melisa memelas dengan wajah sok imutnya.
"Kenapa dengan anakku?Panggil dia Tuan Sean!"Ibu marah melihat Melisa bersikap seperti itu.
"Maaf,Tuan Sean."Melia menundukkan kepalanya.
"Ayo,Sean kita pergi."ajak Ibu.
__ADS_1
××××××××××××××××××××××××××××
"Hufftt~hari yang panjang,"Kak Petra membuka pintu dan....
PRRRAAANNNNKKKKK!!!!!
Suara pecahan terdengar dengan keras.Xana masuk dan langsung naik ke arah suara itu.Disana Xana melihat Melisa dengan vas yang sudah pecah berkeping-keping.Xana melihat Melisa takut dan gemetaran.
"Apa yang kau lakukan?"tanya Xana dingin.
"Ka-Kak Xanaa!!"Pekik Melisa dan memeluk Xana.
"Melisa!Aku bertanya apa yang kau lakukan?!"Xana membentak Melisa.
Melisa menangis kencang dan tidak mau berhenti.Xana kesal dengan tingkah Melisa yang kekanak-kanakan.
"Ada apa,nih?Melisa buat masalah lagi?"tanya Kak Albert.
"Huhu~tadi aku mau membersihkan ini,ta-tapi tidak sengaja tersenggol dan jatuh,kak eh Tuan Albert.Huhuhuuuu"Melisa menjelaskan tersedu-sedu.
"Cih!bocah,asal kau tahu itu adalah vas kesayangan Ibu yang harganya ratusan juta!"Tegas Kak Petra.
"Kak Xana,Gimana ini,"Melisa gugup dan gemetaran.
"Berani berbuat berani tanggung jawab,"Jawab Xana singkat kemudian naik ke atas.
"Sialan!dia tidak berguna sama sekali!" Gerutu Melisa dalam hati.
"Sekarang,Xana pun tidak akan bisa menolongmu,Gembel!"hardik Kak Petra.
Xana berpapasan dengan Kak Sean dan Ibu di atas.Ibu bertanya ada apa dan Xana menjelaskan semuanya.Ibu marah dan langsung ke bawah.Terdengar ibu membentak-bentak Melisa.Xana turun dan adegan itu masih berlanjut.Namun kali ini Melisa melawan.
"Nyonya!dengar,saya harus katakan berapa kali bahwa saya tidak sengaja agar Nyonya paham?!"bentak Melisa sambil menangis dengan gaya alay nya.
"Kau melawanku?!"Ibu marah besar kali ini.
Xana duduk dan menonton dari kejauhan.Melisa melihat Xana dan mencoba meminta bantuannya,namun ini urusan Melisa dengan Ibunya,jadi harus ia selesaikan sendiri.
Melisa terkena tamparan keras yang membuatnya tersungkur.Melisa malu karena dilihat oleh Ketiga cowok tampan alias Kakak Xana.Melisa berusaha tidak meneteskan air mata namun tamparan Ibu Xana yang belum pernah dilemparkannya pada anak-anaknya itu begitu sakit hingga membuat dirinya meneteskan air mata.
"Kak Xana...Huhuu tolong,kakk"ambek Melisa.
"Woi!Gembel!dia gabakal berkutik kalo Mamanya yang marah,"Teriak Kak Petra sambil tersenyum jahat.
Melisa melihat dalam mata Xana.Melisa melihat mata Xana seolah-olah mengejek dirinya.
"Awas saja kau,Xana!aku akan balas semua ini nantinya!!" batin Melisa sambik menatap benci Xana.
Xana tahu akan apa yang dipikiran Melisa dan tersenyum jahat.
"Cewek kayak kamu,ga pantes jadi bagian keluarga ini,t*lol!!" batin Xana dalam hati dengan senyumnya.
--Bersambung
PERHATIAN!!
__ADS_1
Yuk,dukung Penulis dengan Like,Favorite dan Vote agar penulis semangat!!(。•̀ᴗ-)✧
See you my readers✧◝(⁰▿⁰)◜✧