
"Kak, buburnya diabisin ya, obatnya jangan lupa diminum". Ucap Putri sambil menyisir lembut rambut Tahta dengan jemarinya
Tahta hanya bisa tersenyum menerima perlakuan manis dari sang adik. Sebenarnya ia hendak menahan Putri agar lebih lama lagi bersamanya, namun Raja terlihat bersandar dipintu kamarnya dengan kedua tangan yang ia lipat diatas dadanya, sambil mengawasi mereka dengan tatapan yang amat serius
"Makasih ya Mput, maaf kalo kakak ngerepotin kamu terus". Ucap Tahta
"Cih".
Putri dan Tahta kompak menoleh kearah pintu mana kala mendengar Raja berdecih pelan sambil tertawa kecil,
Putri pun mengabaikan Raja dan mengangkat tangannya untuk mengusap dagu runcing sang kakak ketiga
"Kakak ngga perlu bilang makasih, aku akan selalu ada buat kakak kalo kakak butuh aku..."
"Yaudah aku berangkat dulu ya kak, nanti sore atau malem aku kesini la-"
"Udah, udah, kelamaan, nanti telat". Ucap Raja sambil menggenggam tangan Putri dan membawa Putri keluar dari kamar Tahta
"Ih aku lagi pamit sama kak Tahta tau!". Ucap Putri sedikit kesal
"Pamit sambil ngusap-ngusap gitu?".
Pertanyaan yang Raja lontarkan untuk Putri masih terdengar ditelinga Tahta, membuatnya tersenyum simpul, ia tahu bahwa sang kakak memang tidak senang jika Putri menaruh perhatian lebih untuknya
Namun Tahta bukan tersenyum karena berhasil membuat Raja cemburu, melainkan ia tersenyum karena mulai hari ini ia harus berlomba-lomba dengan Raja untuk mencuri perhatian Putri dengan tujuan meluluhkan perasaannya agar mau menerima cintanya, meskipun ia tahu itu sedikit sulit.
---
"Biasanya makan siang dimana?". Tanya Raja sambil merapihkan anak rambut Putri
"Kadang di kantin, kadang di warung makan samping kantor".
"Hmm, kalo keburu nanti siang aku kesini ya, kita makan siang bareng, nanti aku kabarin".
"Ok". Ucap Putri sambil mengangguk dan tersenyum
"Hai Putri!". Ucap Vano dari arah belakang Raja
Putri pun sedikit menengok ke balik tubuh tegap Raja yang sedang berdiri dihadapannya, Raja yang penasaran dengan sosok yang memanggil wanitanya itu sedikit memutar tubuhnya ke belakang
Raja mengernyit dengan wajah dinginnya saat bertatapan dengan Vano
"Hehehe, pagi, bang, hmm, Put, ayo masuk". Ucap Vano dengan langkah kecil
"Eh, lu ngapain disini?". Ucap Raja sambil menahan tas Vano
"Ampun bang, ampun, saya cuma, magang".
Mendengar jawaban Vano, Raja melepas genggaman tangannya pada tas Vano
"Magang? Satu kantor sama Putri?". Tanya Raja
"Iya, bang".
Raja mengangguk paham, sedangkan Vano masih berdiam diri ditempatnya
"Yaudah sana masuk, ngapain disini?". Tanya Raja
"Oh iya, iya bang iya". Ucap Vano sambil berlari kecil memasuki gedung kantor, Putri pun tertawa melihat tingkah Vano
"Sayang, kenapa kamu gak cerita kalo satu kantor sama dia?". Tanya Raja
"Gak penting juga buat diceritain". Jawab Putri
"Ck, dia gak macem-macem kan?".
"Engga sayang, tenang aja. Dah sana ke kampus nanti kalo kesiangan macet".
"Yaudah deh, awas ya jangan macem-macem". Ucap Raja sambil mencubit pelan hidung Putri
"Siap Raja ku".
---
Tiga puluh menit lagi waktu makan siang akan tiba, Putri yang sudah menyelesaikan pekerjaannya bersantai sejenak sambil memainkan ponselnya setelah mengirim pesan singkat untuk Raja
"Putri, laporannya udah kamu kirim ke saya belum?". Tanya Aksa, rekan satu divisi Putri
"Udah kak, saya juga udah e-mail ke pak Wahyu".
Aksa mengangguk puas
"Good job". Puji Aksa
"Hehe thanks kak". Ucap Putri
"Oh iya kamu udah tau belum besok ada acara makan malam di kantor kita?". Tanya Aksa sambil menyusun beberapa Map dilemari
__ADS_1
"Belum kak, emang dalam rangka apa?".
"Hahaha kirain udah tau, lusa kantor kita ulang tahun, biasanya malam sebelum pesta, seluruh atasan dan staff lainnya makan malam bersama. Ya itung-itung menyambut hari anniversary. Kamu harus dateng soalnya bakal seru banget".
"Saya ikut kak? Kan cuma anak magang, ngga enak sama yang lain". Ucap Putri
"Gapapa, anak magang boleh ikut kok, dari tahun ke tahun anak magang selalu ikut serta". Ucap Aksa
"Hmm gitu ya".
Aksa mengangguk sambil tersenyum
"Pacar kamu aja dateng masa kamu engga".
Putri terbelalak mendengar ucapan Aksa, seketika ia terdiam untuk mencerna ucapan sang rekan kerja
"Pacar aku ikut? kak Raja? Masa sih".
Melihat Putri yang tampak berfikir, Aksa tertawa kecil sebelum melanjutkan ucapannya
"Pacar kamu yang anak divisi pemasaran itu bukan sih? Yang suka makan siang bareng kamu?".
"Hah? Maksudnya Vano?!". Pekik Putri
"Oh namanya Vano, saya ngga tau, saya cuma denger katanya dia ikut". Ucap Aksa
"Tapi dia bukan pacar saya kak, dia, dia, hmm-"
"Siapa? Mantan?". Tanya Aksa
Putri mengangguk pelan lalu disambut gelak tawa dari Aksa
"Mantan ya? Tapi keliatannya dia masih nempelin kamu". Ucap Aksa
"Dia emang gitu, gak sadar diri". Ucap Putri
"Hmm". Aksa berdehem sambil mengangguk
"Tapi ngomong-ngomong kamu udah punya pacar belum? Ya ngga mungkin juga sih cewek secantik kamu jomblo, ya kan hehehe?".
"Udah kak".
"Tuh kan, siapa cowok-"
"Eumm kak, maaf ya, saya angkat telfon dulu".
Putri memotong ucapan Aksa saat ponselnya menerima panggilan masuk dari Raja
"Iya kak, makasih, saya permisi dulu". Ucap Putri sebelum meninggalkan ruangan kerjanya
--
"Selamat siang istriku".
Cup, Raja melabuhkan kecupan lembutnya diatas kening Putri saat Putri baru memasuki mobilnya
"Hehe lebay. Mau makan dimana?". Tanya Putri
"Di tempat biasa yuk, mau ngga? Tapi kalo kamu bosen ditempat lain aja". Ucap Raja sambil memakaikan seatbelt ditubuh Putri
"Engga, di tempat biasa aja. Aku kangen sama capcay nya hehe". Ucap Putri
"Ok, let's go tuan puteri".
Setelah sama-sama memakai seatbelt, Raja segera melajukan mobilnya meninggalkan area kantor menuju tempat makan langganan mereka
"Istirahatnya lama nggak?". Tanya Raja
"Lumayan, satu jam". Jawab Putri
"Hmm. Oh iya sayang, minggu depan sidang pertama kasus Vivi". Ucap Raja sambil sesekali menoleh menatap Putri
"Ya ampun aku sampe lupa tentang Vivi".
"Lupa? Tandanya kamu udah gak mikirin kasus itu lagi dong?".
"Bukan gitu, aku beneran lupa kalo dia di penjara".
Raja mengangguk pelan sambil terus menyetir mobilnya
"Hmm, kamu mau ngga anterin aku jenguk dia?".
"Buat apa? Nanti kan ketemu di persidangan, lagi pula dia lagi sakit sayang, katanya kena penyakit kulit" Ucap Raja
"Iya aku udah denger dari Nindi, tapi aku mau liat kondisi dia sebelum persidangan, janji ini yang terakhir, nanti kalo udah di vonis aku gak akan jenguk dia lagi". Ucap Putri
Raja terdiam sejenak sambil menyisir rambut nya kebelakang dengan satu tangannya
__ADS_1
"Sayang? Boleh ngga? Sebentar aja". Pinta Putri sambil menyentuh lengan kekar Raja
"Yaudah, setelah makan siang kita kesana". Ucap Raja
"Iya, ok". Ucap Putri sambil tersenyum
---
Tiga puluh menit berlalu, Putri dan Raja sudah tiba di kantor polisi setelah makan siang bersama. Mereka pun sudah duduk dikursi yang disediakan disebuah ruangan
Tidak berselang lama, sosok Vivi muncul didampingi seorang polisi wanita di belakangnya
"Waktunya lima menit". Ucap sang polisi wanita, Putri mengangguk paham lalu menatap Vivi yang kini duduk dihadapannya
"Apa kabar?". Tanya Putri
"Mata lu buta? Ngga bisa liat keadaan gue?". Tanya Vivi dengan sinis. Sangat berbanding terbalik dengan Putri yang bertanya dengan baik
"Biasa aja, Vivi". Ucap Raja
"Kak Raja ngapain sih bawa dia kesini? Aku benci ngeliatnya". Ucap Vivi sambil menggaruk lengannya yang terasa gatal akibat penyakit kulitnya, pandangan Putri pun ikut beralih pada gerakan tangan Vivi
"Ya ampun, ternyata parah penyakitnya".
"Ngga usah liat-liat! Puas lu liat gue kayak gini?! Ini semua gara-gara lu Put!". Bentak Vivi
"Ngga usah marah-marah Vi, Putri dateng kesini baik-baik, dia juga bawain kamu buah-buahan, katanya biar kamu lebih sehat, lebih seger badannya". Ucap Raja sambil memberikan sekantong berisi buah-buahan
"Terus? Udah kan? Puas lu liat gue kayak gini?! Lu seneng liat gue kayak gini?". Tanya Vivi
"Ngga ada yang seneng. Apalagi lu pernah jadi orang yang deket sama gue. Justru gue sedih liat keadaan lu". Ucap Putri
"Cih, munafik. Hati lu busuk Put. Lu seneng kan liat kayak gini?!".
"Engga-"
"Sayang, udah, mending kita pergi. Dia ini udah kena penyakit, dikasihanin malah ngga tau diri". Ucap Raja sambil meraih jemari Putri
"Kak Raj-"
"Padahal Putri sempet minta kakak buat cabut tuntutan kamu karna dia ngga tega. Tapi liat sikap kamu kayak gini kakak jadi ngga setuju. Sampai ketemu di persidangan". Ucap Raja sambil bangun dari duduknya dan menarik tangan Putri
"Kak, kak Raja, tunggu kak". Ucap Vivi sambil menarik ujung jaket yang dipakai Raja sampai Raja menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Vivi
"Apa?". Tanya Raja
"Hmm, kak Raja, beneran mau cabut tuntutan aku?". Tanya Vivi dengan pelan
"Bukan kakak, tapi Putri". Jawab Raja sambil melirik Putri disebelahnya
Pandangan Vivi beralih pada Putri, ia perhatikan Putri dari kepala sampai ujung kaki
"Sial, ini cewek kenapa makin cantik, makin modis lagi. Kata Nindi lagi hamil anaknya kak Raja juga?".
"Put, bener yang dibilang kak Raja?". Tanya Vivi dengan hati-hati
Putri mengangguk pelan sambil tersenyum tipis
"Tadinya gitu, tapi gue berubah pikiran. Kayaknya emang lebih baik lu nerima hukuman lu dulu, setelah itu bebas". Ucap Putri
"Puuut, please lah". Ucap Vivi dengan nada memohon
"Jujur gue kecewa sama sikap lu sekarang, lu belum berubah, lu masih sombong meski udah ditahan dan kena penyakit kayak gini". Ucap Putri
"Tuh dengerin, harusnya pinter-pinter dapetin maafnya Putri, biar dibebasin". Sambung Raja pada Vivi
Vivi terdiam sejenak lalu tersenyum sinis
"Lu ngga mau cabut tuntutan gue?". Tanya Vivi
Putri menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai jawaban
"Cih, emang dasarnya lu itu jahat, licik. Ok, ngga masalah, gue bakal bales perbuatan lu nanti. Dasar jal*ng!".
"HENTIKAN!!". Ucap polisi wanita dengan suara lantang saat melihat tangan Vivi hendak meraih ujung rambut Putri yang terurai ke depan, beruntung Raja dengan sigap menjauhkan Putri dari Vivi dan tangan Vivi pun segera ditahan oleh sang polisi wanita tersebut yang langsung membawa Vivi kembali ke dalam
"Kamu ngga pa-pa kan sayang?". Tanya Raja
"Ngga pa-pa, cuma kaget aja". Ucap Putri
"Dia udah stress kayaknya. Yaudah yuk aku anterin kamu ke kantor".
Putri mengangguk. Mereka pun segera pergi meninggalkan kantor polisi tersebut
---
Dear para readers setiaku, maaf yang sebesar-besarnya karna udah hiatus lebih dari sebulan huhu š¢
__ADS_1
Maklum lagi sibuk banget di RL dan baru ada ide buat nulis lagi. Semoga kedepannya aku lebih konsisten lagi buat nulis ya
Terimakasih buat yang masih setia nunggu ceritaku, kalian semua jadi penyemangatku. Sarangeeeeā¤