
Karena kesal dengan sikap aneh Lea seharian ini yang mengabaikan mereka dan justru mendekati Xana,trio kawan Lea berpikir merencanakan sesuatu untuk menjauhkan mereka.
"Bisa gila aku dengan Lea yang sifatnya berubah-rubah!!"Kesal Henna.
"Iya,mau gimana lagi kita ga bisa apa-apa karen Lea belain cewe sialan itu terua!!"Oliv mengingat lagi bentakan Lea padanya.
"Kita ga bisa biarin ini kan?kita harus berbuat sesuatu,kan?"Si rambut pendek mulai berbicara.
"Iya,tapi Lea ga bakal biarin kita deket-deket sama si Xana" jelas Oliv.
"Hah,ngapain deket-deket sama si gembel itu,toh ga ada untungnya, ckckck" ucap rambut pendek.
"Woi Sella, jelasin dong maksud lo apa??" Henna penasaran.
"Gini loh guys,kita tuh harus berpikir lebih pinter, kalau kita ga bisa deketin si Xana, kita masih bisa deketin Lea" Sella mulai menjelaskan.
"Kita harus buat mereka marahan,Kita cuma bisa menjadikan si Xana kambing hitamnya. Otomatis mereka akan marahan dan perang hebat," Sella melanjutkan perkataannya.
"Dan Lea jadi milik kita lagi,Yuhuuu~" Henna senang dan tertawa terkekek.
"Kita harus mulai buat rencana dari sekarang," Oliv langsung berdiri dari tempat duduknya.
Sementara itu Lea dan Xana sedang jalan-jalan di taman. Mereka mengobrol seolah tidak ada yang terjadi sebelumnya. Menurut Xana ga masalah mau berteman dengan siapapun.Xana bisa membawa diri yang baik.
"Well, katanya ada danau kecik di dalam area Asrama. Deket Asrama cowok lagi,kesana yuk?"Ajak Lea.
Asrama Cewek pisah gedung dengan asrama cowok,tapi bukan berarti pisah lokasi. Mereka masih di dalam Pagar Sekolah Asrama Aernitas School. Hanya saja letaknya agak dijauhkan dan dipisahkan dengan pohon-pohon dan tanaman.
"Boleh,tapi kita kena marah ga kalau ke sana?" Xana ragu.
"Hei,siapa yang berani memarahimu selama ada aku!! Hahhah!!" Lea tertawa keras.
"Ya,siapa tahu..."Xana merendahkan hati.
"Sudah,yuk! bagus tau katanya!" Lea menarik tangan Xana.
Mereka menyusuri pepohonan Apel yang terlihat ga jauh dari Asrama mereka. Xana bingung kenapa ga pernah ada rumor kalau ada siswa pria ke asrama putri.
"Kita sampai!! wahh sejuk juga ya. ini cukup dekat dengan asrama cowok. Nanti kita kesana main-main,"Ajak Lea.
"Loh? bukannya dilarang keras ya?" Xana duduk di kursi yang telah disediakan.
"Emang,tapi apa ada yang berani denganku?"Sombong Lea.
"Bodoh,sekalipun kau anak orang berlatar belakang baik dengan uang trilyunnan kesana pun tetap kena marah," Pikir Xana.
"Tapi tidak padaku yang sedang berpura-pura jadi anak miskin ini," Xana tersenyum kecil.
"Kau tersenyum? kenapa?"Lea memperhatikan Xana.
__ADS_1
"Ah,ngga aku senang melihat pemandangan dari sini."Jelas Xana sambil tersenyum lagi.
"Ayok ke Asrama Cowok!!" ajak Lea.
Cewek yang ada di depanku ini baru kemarin rasanya menganggap dia musuh. Hari ini justru menggandeng tanganku. Kenapa dia? aku sengaja mengikuti kemauannya agar bisa tahu apa yang ia inginkan. Tapi dari tadi ia sama sekali tidak berbuat nakal pada Xana.
Tak lama kemudian mereka sampai ke gedung asrama pria. gedungnya berwarna biru langit. Tampak cukup banyak cowok di sana. Tentu saja karena ini Asrama Khusus cowok.
Xana dan Lea melewati beberapa Cowok di lapangan itu. Tentu saja kami jadi bahan tontonan dan godaan para pria di sana. Di mata Xana tidak ada yang setara dengan Leon, kekasihnya.
"Wah,Nona berambut Pirang kemerahan apa kau mencari jodoh? Aku disini loh..."goda salah seorang pria.
Xana hanya menatap dingin mereka. Benar juga,masuk ke asrama pria sama dengan bunuh diri karena tidak ada perempuan satu pun di sana termasuk guru-gurunya. Lea tampak tidak nyaman. Lea menggenggam erta tangan Xana dan membisikkan bahwa ia ingin pulang. Xana punya rencana agar mereka bisa keluar tanpa kesalahan.
"Ah,Kita salah jalan ya rupanya. Danau tadi sih berada di tengah-tengah perbatasan!"Xana mulai menarik Lea pergi.
"Hei Nona main sama kami yuk~" Seorang pria menyentuh bokong Xana.
PLAAAAAKKKKKK!!!!!
"Jangan berpikir aku cewek jadi tidak bisa membalas ya," Xana menatap tegas cowok tadi.
"Cantik,hari mulai gelap. kamar tidurku siap menyambutmu kok," seorang pria menyentuk bokong Xana.
BUUUUGHHHHH!!!!
"Ayo Lari Lea!!" Xana menarik tangan Lea dan lari.
Mereka pada akhirnya lari dari kerumunan pria mesum itu. Mereka berhenti sejenak di dekat danau tadi. Mereka kewalahan berlari.
"Xana, kau hebat ya. Jika tidak ada dirimu,aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku..."Lea tampak menyesal.
"Ga masalah,Mereka lah yang tidak tahu Biadap!!"Kesal Xana.
"Ayo,pulang Xana."Lea tertatih-tatih.
"Ya," jawab Xana singkat.
Mereka kembali ke asrama dan langsung rebahan di kasur masing-masing.
"Hei,Xana lo asal usulnya darimana si?" Lea bertanya terengah-engah.
"Gua.... bukan siapa-siapa tuh,cuma siswi biasa aja," Xana menjawab santai.
"Oh,ya? Ayahmu kerja apa?" Lea kemudian duduk dan menghidupkan AC.
"Ayahku? cuma pekerja kantoran." Xana duduk dan menikmati AC.
"Oh, gitu ya... Ayahku adalah pedagang yang terkenal dan paling diakui. Tapi dia terlalu sibuk hingga melupakan anak gadisnya." terlihat di wajah Lea ada rasa sedih bercampur rindu.
__ADS_1
"Ayahku pengertian,meski jadwal nya padat."Cana meminum air mineral yang ada di kulkas.
"Huh~ enak banget ya,punya ayah yang pengertian akan anaknya."Lea berdiri dan mendekati kulkasnya sendiri.
"Ya," Xana begitu dingin dan lelah.
"Eh,loh kok?" Lea tampak kebingungan.
"Kenapa?" tanya Xana sambil meminum lagi airnya.
"Kok semua stok makananku hilang?padahal masih banyak," Lea benar-benar bingung.
"Masa sih?" Xana mendekat.
"Kok bisa ya? siapa yang masuk tanpa izin? ini kan ruangan khusus yang sudah di tandai," Lea kesal.
Area kamar kami memang ruangan khusus untuk anak orang kaya. Xana tidak sengaja memesannya karena itu kehendak ayah Xana. Di peraturan, Anak-anak dari kelas bawah tidak boleh masuk ke ruangan Anak-anak kelas atas tanpa izin.
"Gila,masa tetangga kamar kita si? parah!! tau gini gua kunci tadi b*bi" Kea benar-benar kesal.
"Udah ambil aja punyaku di kulkas," Xana kembali ke tempat duduknya.
"Thanks ya Xana" Lea kemudian mengambil minuman mineral yang sama.
"Kukira setelah melihat isi kulkasku ia akan mengambil susu atau air lemon yang segar,masih tahu diri rupanya"Xana teesenyum kecil.
"Ahhh,Aku menikmati kesegaran tapi masih kesal dengan isi kulkasku," Lea benar-benar tak habis pikir.
"Hemm anggap aja sedekah," jelas Xana.
"Ya,meskipun sebenernya ini kesialan bagiku," Lea kembali menggerutu.
Malamnya mereka akan tidur. Xana menutup korden miliknya karena terlalu mengerikan di malam hari ketika melihat keluar. Temoat tidurnya berdempet dengan dinding yang ada jendelanya baik dari samping atau pun atas kepalanya,maka dari itu bukankah mengerikan?
Sedangkan Lea di sisi samping nya hanya ada dinding yang sudah ia tempeli stiker. Hanya di atas kepalanya ada jendela.
"Selamat malam,"Xana mematikan lampu meja miliknya.
"Malam~,"Lea mematikan lampu mejanya lalu berselimut.
--Bersambung
PERHATIAN!!
KARYA INI DIBUAT MURNI DARI IDE DAN PIKIRAN AUTHOR DAN TIDAK MENIRU KARYA ATAU PLAGIAT KARYA LAIN!!! JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH,TEMPAT,ATAU SEDIKIT ALUR,ITU ADALAH TINDAK KETIDAKSENGAJAAN DARI SAYA DAN MOHON MAAF!!
-MORTOON
Yuk,dukung penulis dengan Like,Vote,Favorite dan Komen apa saja tentang cerita ini~!!(人 •͈ᴗ•͈)
__ADS_1