
Gresha mengetuk pintu rumah papa dan mama nya dengan iringan isak tangis serta tangan yang dingin. Di tangannya juga masih menggenggam erat koper yang berisi baju-bajunya. Dan tak lama kemudian terlihat pintu itu di buka oleh asisten rumah tangga kedua orang tuanya.
"Mama sama papa ada Bi? " Tanya Gresha dengan suara yang lemah.
"Ada mbak! "
Bibi lalu mengantar Gresha untuk bertemu kedua orang tuanya yang tengah tertawa bahagia saat menyaksikan sebuah acara di televisi. Lalu langkah Gresha yang semakin mendekat itu pun memalingkan pandangan mereka berdua ke arah datangnya Gresha.
"Gresha kamu kenapa? " Tanya Mama nya Gresha panik.
Gresha langsung saja di hampiri oleh kedua orang tuanya dan di dudukan di sofa. Tanpa basa-basi Gresha langsung memeluk erat tubuh mama nya sambil terus menangis.
"Kamu kenapa? Kamu bertengkar dengan Ardiya? " Tanya Mama Gresha.
__ADS_1
Asisten Rumah Tangga mereka lalu datang membawakan segelas minuman untuk Gresha. Mama nya pun langsung memberikan minuman itu untuk Gresha agar Gresha lebih tenang. Dan setelah beberapa saat, akhirnya Gresha pun mulai terlihat lebih tenang dan lalu dia menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya. Cerita tentang masa lalu Ardiya dan Rafandra juga cerita tentang alasan Ardiya ingin menikahi Gresha.
kedua orang tua Gresha pun nampak terkejut dengan apa yang Gresha ceritakan. Mereka juga tidak menyangka kalau ada sebuah masa lalu yang tragis antara Rafandta dan Ardiya.
"Gresha ternyata cuma dijadiin alat buat Ardiya balas dendam sama Rafandta Ma Pa! " Ucap Gresha dengan bibir yang bergetar.
"Tapi Ardiya terlihat tulus sayang sama kamu Gresh! " Ucap Pak Bimo.
"Benar Gresh, mama juga merasa kalau Ardiya memang tulus sayang dan cinta sama kamu! " Tambah Bu Bimo.
"Ya uda kamu tenangin dulu fikiran kamu, kamu istirahat dulu aja! " Ucap Bu Bimo sambil mengelus rambut putrinya itu.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Ardiya datang ke rumah mertua nya tanpa sepengatuhan Gresha. Saat Ardiya datang pun Gresha masih tidur. Pagi ini Ardiya menjelaskan apa yang telah terjadi kepada kedua mertua nya, karena dia takut kalau ada kesalahpahaman nanti.
__ADS_1
"Saya sekali lagi mohon maaf kepada Papa sama Mama, saya bukan menjadikan Gresha sebagai alat untuk saya membalas dendam, tapi saya memang mencintai Gresha sejak pertama saya melihat dia. Dan setelah itu saya bertekad untuk mendapatkan Gresha, tapi mungkin cara saya yang salah karena merebut nya paksa dari Rafandra! " Jelas Ardiya dengan sopan.
"Papa sama Mama juga bisa merasakan ketulusan kamu Ar, mungkin saat ini Gresha masih belum bisa menerima kenyataan saja, kami mohon agar Ardiya memaklumi nya, Gresha ini kan masih belum cukup dewasa untuk menghadapi masalah, apalagi dulu kami terlalu memanjakan dia! "Jelas Pak Bimo.
" Iya Pa, makanya sekarang saya biarkan dulu Gresha disini biar dia lebih tenang, sambil saya menyelesaikan semua masalah saya dengan Rafandra! "
"Ya lebih baik Gresha disini dulu, dan untuk masalah Ardiya sama Rafandra, Papa sama Mama cuma bisa mendoakan semoga semuanya cepat selesai, dan tidak ada lagi dendam diantara kalian. Meskipun sekarang kami juga tahu kalau Ardiya pernah melewati masa lalu yang begitu sulit! "
Setelah cukup lama berbincang akhirnya Ardiya pergi dan kini ada satu rumah lagi yang menjadi tujuannya. Dan setelah beberapa saat menempuh perjalanan akhirnya sampai juga Ardiya di rumah Rafandra, Ardiya merasa kalau dia perlu bertemu dengan Mama tiri nya dan saudara tiri nya itu untuk membicarakan masalah ini. Masalah yang seharusnya bukan mereka yang menceritakan kepada Gresha.
Follow
Ig : Rahayu_nrahma
__ADS_1
Tiktok : Rahayunr30