
“Apa yang lo lakuin di depan rumah bokap gue?” Teriak Ardiya.
Laki-laki berbadan tinggi itu terlihat menunduk dan tidak berani menatap mata Ardiya.
“Raka lo ngapain disini?” Tanya Gresha penasaran.
“Jawab!” Maki Ardiya.
“Gue nggak tahu kalau ini rumah bokapnya Ardiya, gue cuma lewat terus gue capek jadi gue numpang parkir disini sebentar!” Ucap Raka dengan bola mata yang memutar.
“Nggak usah bohong lo, pasti lo kesini ada hubungannya sama Rafandra kan?” Cecar Ardiya.
“Ngaco sih kalian, gue mau pergi aja kalau gitu!”
Raka lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kencang.
Ardiya dan Gresha menatap mobil abu-abu gelap itu pergi meninggalkan mereka berdua. Mereka berdua jelas tidak percaya begitu saja dengan alasan yang diberikan oleh Raka. Mereka merasa aneh dengan Raka yang berada di depan rumah Pak Dio dan ini semua bukan hanya kebetuan belaka kan? Fikir Ardiya dan Gresha.
__ADS_1
“Ya uda ayo masuk dulu, kita bicarakan di dalam!” Ucap Ardiya sambil merangkul pundak istrinya yang terlihat sedang berfikir
Ardiya dan Gresha lalu masuk ke dalam rumah, Ardiya juga meminta satpam rumah papanya itu untuk memasukan mobilnya ke dalam garasi.
Saat masuk ke dalam rumah mereka berdua langsung menuju ke ruang keluarga yang luas dengan perabot yang identic dengan warna coklat.
“Malam pa!” Sapa Ardiya pada lelaki yang usianya sudah lebih dari setengah abad itu yang tengah melihat sebuah album foto.
“Kalian mau kesini kok nggak bilang-bilang?” Tanya Pak Dio sambil meletakan album foto itu di atas meja.
“Dari makam Naya ? Papa tahu kok!” Potong Pak Dio.
Ardiya dan Gresha lalu duduk di sofa di ruangan yang besar itu, Pak Dio lalu mengambil album foto yang tadi dia letakan di atas meja dan lalu mengulurkan album foto itu ke Gresha. Dan dengan segera Gresha pun mengambil album foto itu.
“Disana banyak foto-foto masa kecil Ardiya dan juga Naya, bahkan ada foto masa kecil Rafandra juga!” Ucap Pak Dio dengan mata yang berbinar.
Dengan tangan yang bergetar Gresha pun membuka album foto yang telah dia pegang itu. Merinding rasanya saat akan melihat foto-foto yang pasti penuh kenangan dan penuh makna itu.
__ADS_1
Saat memasuki halaman pertama terlihat ada 2 buah foto, foto yang paling atas adalah foto Rafandra dan Naya yang masih bayi dan terlelap dalam pangkuan Rafandra. Rafandra kecil terlihat tersenyum manis dengan gigi ompongnya. Gresha tersenyum kecil saat melihat foto itu, tapi dalam hatinya juga sangat sedih.
Lalu dibawah foto itu terdapat sebuah foto Naya yang terlihat tengah memegang mainan berupa bola warna-warni, mungkin saat itu Naya baru saja beranjak ke usia 2 tahun. Gresha lalu membuka halaman-halaman yang lain lalu Gresha terlihat meneteskan air mata saat melihat foto Rafandra memeluk tubuh mungil Naya yang saat itu berusia sekitar 3 tahun. Naya nampak sangat cantik dan menggemaskan.
Lalu di foto berikutnya hanya terlihat foto-foto Rafandra sendiri.
“Foto Naya kecil sudah habis?” Celetuk Gresha.
“Naya sudah ikut mamanya ke luar negeri!” Suara parau Pak Dio menembus telinga Gresha.
Gresha lalu terdiam dan kembali melanjutkan melihat foto-foto yang lain dan lalu terlihat foto dua orang anak laki-laki yang sama-sama tersenyum lebar sambil memegang raket bulu tangkis di tangan mereka.
“Ini?” Tanya Gresha sambil menunjuk foto tersebut.
“Iya itu Rafandra!” Ucap Ardiya sambil tersenyum tipis.
“Mereka berdua tampak sangat dekat dan bahagia dulu!” Batin Gresha yang saat ini benar-benar terasa sangat rapuh.
__ADS_1