Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 33 (Kejanggalan)


__ADS_3

Rafandra masuk dengan wajah terkejut saat melihat Gresha berbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Dengan sigap dia menghampiri kekasihnya itu, sedangkan orang tua Gresha tengah duduk di sofa panjang di dalam ruangan.


"Gres gimana keadaan kamu sayang?" Tanya Rafandra sambil mengusap pelan rambut Gresha.


"Aku uda mendingan kok, kalian tahu dari mana akua da disini? " Tanya Gresha kebingungan.


"Em, aku sempet ke rumah kamu dan bibi bilang kamu di rawat disini, sebenarnya kamu kenapa?”


"Aku kepleset di kolam renang!”


Saat Rafandra tengah sibuk mengkhawatirkan Gresha, Yumi membiarkan matanya untuk melihat seisi ruangan rawat inap Gresha, dia mencari Ardiya disana tapi ternyata tidak ada. Mata Gresha kemudian bertatapan dengan kedua mata Bu Bimo, dan seperti paham apa yang ada dalam fikiran Yumi, Bu Bimo menggelengkan kepalanya pelan. Yumi menghembuskan nafas lega, kali ini dia tidak perlu khawatir kalau saja Rafandra akan bertemu dengan Ardiya.


...****************...


Ardiya memarkirkan mobilnya di garasi lalu bergegas untuk masuk ke dalam rumah, Asisten Rumah Tangganya dengan segera membukakan pintu utama saat mendengar suara bel berbunyi.


"Pak Ardiya uda pulang, Mbak Gresha gimana pak?" Tanya Bibi dengan wajah khawatir.


"Dia sudah sadar bi, sudah mendingan dan sekarang ada mama sama papanya disana jadi saya pulang sebentar buat istirahat, sebelum nanti malam kesana lagi!”


"Baik Pak, mau saya buatkan kopi?”


"Nggak usah , saya mau langsung tidur aja!”


...****************...


Rafandra tak sedikitpun melepaskan genggaman tangannya dari tangan Gresha, haripun kini sudah berganti malam. Terlihat Rafandra sangat mencemaskan kekasih yang sangat dia sayangi itu, Gresha pun saat ini merasa lebih tenang bahagia karena kehadiran Rafandra.


"Yumi, bisa temenin tante beli minum sebentar?" Ajak Bu Bimo tiba-tiba pada Yumi yang tengah duduk di sofa bersama Raka.


"Iya Tante!”


Yumi dan Bu Bimo kemudian berjalan keluar dari dalam ruangan rawat Gresha dan menuju kantin. Dari gelagatnya sepertinya maksud utama Bu Bimo mengajak Yumi adalah bukan untuk sekedar menemani membeli minuman.


"Yum, suami Gresha sebentar lagi sampai rumah sakit. Kamu bisa ajak Rafandra pulang?" Tanya Bu Bimo sambil menyodorkan sebotol minuman ke Gresha.

__ADS_1


"Ardiya uda di jalan Tan?”


"Iya Yum, tante nggak enak kalau harus ngusir Rafandra, Gresha juga kelihatan bahagia ada Rafandra yang nemenin, tapi kamu tahu sendiri keadaanya sekarang seperti apa ! " Lirih Bu Bimo.


"Iya tante, Yumi akan bantu, Yumi akan bujuk Rafandra untuk segera pulang!" Ucap Yumi dengan pasti , meskipun sebenarnya dia tengah kebingungan, karena dia tidak tahu harus membujuk dengan cara apa supaya Rafandra mau segera pulang sedangkan Rafandra sangat mengkhawatirkan keadaaan Gresha.


Setelah kembali ke dalam ruangan rawat, Yumi berjalan pelan ke arah Rafandra dan menepuk pundak Rafandra.


"Kenapa Yum?”


"Raf, uda malam nih kita pulang ya!”


"Lo mau pulang? Ya uda lo sama Raka pulang aja, gue nginep sini aja nemenin Gresha!”


"Lo kan besok kuliah juga Raf, dan gue juga ogah balik berdua sama Raka, takut gue!”


“Takut kenapa lo sama gue?" Celetuk Raka yang sedari tadi tengah asyik bermain handphone.


"Raka tuh orangnya mesum, gue takut!" Lirih Yumi sambil bergidik.


"Eh gue denger ya, kurang aja banget bilang gue mesum!” Celetuk Raka sambil terus menatap layar ponselnya.


"Tapi sayang aku mau nemenin kamu disini, aku nggak tenang kalau harus ninggalin kamu!”


"Sayang, nggak usah berlebihan gitu deh, aku disini sama mama papa, jadi aman kok!" Ucap Gresha sambil tersenyum tipis, Gresha sebenarnya tahu alasan Yumi mengajak Rafandra pulang karena pasti sebentar lagi Ardiya akan datang.


"Ya uda aku pulang dan besok aku akan kesini lagi!” Lirih Rafandra sedikit kesal.


Rafandra, Yumi dan Raka kemudian berpamitan dengan Gresha dan orang tua Gresha. Yumipun mengajak mereka berdua untuk berjalan lebih cepat dengan alasan Yumi sudah sangat mengantuk. Tak lama berselang Ardiya datang dengan membawa bingkisan berisi makanan untuk mereka makan bersama di rumah sakit. Gresha dan orang tuanya lega karena Yumi berhasil mengajak Rafandra dengan tepat waktu tanpa bertemu dengan Ardiya.


...****************...


Sepanjang perkuliahan hari ini Rafandra sudah sangat tidak sabar ingin segera bergegas ke rumah sakit, dia terus memikirkan keadaan Gresha yang tengah berbaring lemas. Hari ini pun Rafandra mengajak Raka untuk menemaninya ke rumah sakit, sebagai seoarang sahabat yang sangat setia Raka pun bersedia menemani Rafandra. Saat mereka berdua sampai di parkiran mereka terkejut melihat ban mobil Rafandra sudah kempes, dan mereka semakin terkejut saat ke empat ban mobil Rafandra kempes semua.


"Anjing kenapa bisa kempes semua gini?" Ujar Rafandra kesal.

__ADS_1


"Ini nggak mungkin kempes gitu aja Raf, pasti ada yang sengaja ngelakuin ini semua!" Ucap Raka sambil memegang salah satu ban mobil Rafandra.


"Lo bener pasti ini ada yang sengaja sabotase mobil gue!”


Saat Rafandra berkeliling melihat keadaan ban mobilnya, dia melihat sebuah kertas yang menempel di ban mobil bagian belakang sebelah kanan, kertas itu ditusuk dengan sebuah paku sehingga menancap keras pada ban mobil.


...“Yang kamu anggap milik kamu sekarang bukan lagi milik kamu”...


"Arghhhhhh " Pekik Rafandra.


"Kenapa Raf?”


"Lihat nih, ini semua kerjaan peneror sialan itu" Ujar Rafandra.


"Anjing siapa sih lo keluar kalau berani!" Teriak Rafandra.


Raka mengambil kertas itu dan mengusap rambutnya kesal. Wajahnya terlihat penuh amarah, terlihat jelas dia sangat tidak terima sahabatnya mendapatkan terror seperti ini.


"Lo ngerti maksud dari kalimat ini nggak Raf?”


Rafandra menggelangkan kepalanya sambil bertolak pinggang.


"Lo ada barang , teman, saudara atau siapa gitu yang sekiranya lo dekat dan itu berharga buat lo tapi sekarang uda jauh sama lo gitu?”


Rafandra diam menatap Raka yang terlihat tengah berusaha menebak isi teka-teki itu.


"Maksud lo gimana sih? Nggak ngerti gue!”


"Gini gini, disini kan ditulis kalau yang lo anggap itu milik lo ternyata sekarang uda nggak milik lo lagi. Ya ibaratnya kayak lo punya pacar tapi pacar lo uda ditikung sama yang lain , jadi pacarnya orang lain gitu, dan bukan pacar lo lagi! "


Setelah mengucapkan kalimat itu Raka kemudian terdiam dan menatap Rafandra,Rafandra pun spontan menatap Raka saat mendengar penjelasan dari Raka.


"Gresha!" Ucap mereka berdua bersamaan.


“Apa yang dimaksud ini Gresha? Dan kenapa dengan Gresha, dia masih pacar gue sampai sekarang!”

__ADS_1


"Apa mungkin orang yang kirim terror ini berusaha ngrebut Gresha dari lo karena dia sebenarnya cinta sama Gresha?”


Mereka berdua terdiam sejenak lalu menghembuskan nafas mereka bersamaan, dan akhirnya mereka memutuskan untuk tidak jadi ke rumah sakit karena harus mengurus mobil Rafandra terlebih dahulu. Tapi teka-teki itu masih terus berputar memenuhi isi kepala Rafandra.


__ADS_2