Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 67 (Cctv)


__ADS_3

Rafandra mendengar teriakan dari Sherly di lantai bawah, sambil memegang kertas yang berisi terror, Rafandra segera berlari menuju ke sumber suara itu. Ternyata di ruang tamu sudah ada Sherly yang terlihat panik dan ketakutan. Rafandra sontak berlari ke arah Sherly dan menanyakan apa yang terjadi pada Sherly. Sherly lalu menunjuk sebuah kotak berwarna hitam yang tergeletak di lantai, terlihat wajah Sherly penuh keringat, badannya juga gemetaran saat menunjuk ke arah kotak hitam itu. Rafandra lalu mengambil kotak itu dan melihat apa isi dari kotak itu. Dan ternyata di dalam kotak itu terdapat foto Naya yang berlumuran darah, dan juga ada kertas dengan tulisan.


...“Rafandra, kamu sudah membunuh Naya!”...


“Kurang ajar, siapa lo sebenarnya!” Gumam Rafandra.


“Tidak….tidak….Naya…..!” Teriak Sherly sambil menangis histeris.


Sherly menangis histeris sambil terus memanggil nama Naya, Rafandra lalu mencoba menenangkan mamanya itu dan membawa Sherly ke dalam kamar. 


“Mama…mama tenang ya, aku pasti akan cari tahu siapa peneror ini!” Ucap Rafandra sambil mengelus punggung mamanya itu.


“Kamu…kamu…pembunuh Naya Raf!” Ucap Sherly sambil menyorot tajam mata Rafandra.


Mendengar mamanya mengucapkan kalimat itu sontak membuat bulu kuduk Rafandra merinding. 


“Ma…aku tahu aku salah tapi aku ngebunuh Naya!” Lirih Rafandra.


“Kamu pembunuh Raf…kamu pembunuh…!” Ucap Sherly sambil terus menangis.


Rafandra lalu terus menenangkan mamanya hingga mamanya terlelap tidur. Dan lalu Rafandra keluar dari kamar Sherly, kemudian kembali ke kamarnya. Fifkirannya benar-benar kacau sekarang, lalu dia mengirimkan foto-foto terror itu kepada Raka dan mangajak Raka untuk membahas masalah ini besok. Tapi rasa aneh terus dia rasakan pada mamanya, dia semakin kebingungan melihat mamanya sekarang. Dan Rafandra tidak tahu apa yang membuat Sherly histeris hari ini. 


**** 


Cinta memang tidak tahu kapan datangnya, bisa hari ini esok atau mungki lusa. Hati juga tidak tahu kapan waktu yang tepat akan terbuka untuk cinta, semua seakan mengalir begitu saja bagaikan air. Cinta tidak dapat di atur akan berlabuh di hati siapa. Sekuat apapun berusaha ingin mencintai tapi kalau memang hati dan cinta belum bertemu di satu titik temu , apa yang bisa diperbuat selain menunggu waktu.


“Kalau lo emang uda mulai suka sama Ardiya lo jujur  aja sama hati lo Gres!” Ucap Yumi sambil memandang pemandangan di luar dari balkon kamar Gresha.

__ADS_1


Hari ini Yumi masih di rumah  Gresha karena semalam memang dia menginap di rumah Gresha. Semalaman Gresha menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dan Ardiya, serta menceritakan apa yang selama ini Gresha rasakan.


“’Gue nggak mungkin suka sama Ardiya Yum, gue cuma suka sama Rafandra!” Ucap Gresha membela diri.


“Tapi lo nggak mau kan ceraiin Ardiya? Dan lo juga ngerasa sakit hati kan pas Ardiya jauhin lo? Lo juga ngerasa bersalah kan waktu jebak Ardiya ketemu sama Vio?”


“I…iya…tapi….!”


“Tapi apa lagi? Lo uda nggak bisa nyangkal sekarang Gresh, lo itu uda ada rasa sama Ardiya, meskipun mungkin perasaan itu belum sebesar perasaan lo ke Rafandra tapi setidaknya sekarang hati lo uda mau menerima cinta Ardiya. Jadi saran gue lo selesaiin semua masalah ini dan jujur ke Rafandra dengan semua yang uda terjadi!” Tegas Yumi penuh emosional.


“Tapi kalau nanti Rafandra kecewa sama gue?”


“Ya pasti Rafandra akan kecewa sama lo, tapi lo cerita aja kejadiaanya seperti apa, dan kalau memang dia marah dan kecewa itu hak dia, tapi setidaknya lo uda nggak narik ulur perasaan Rafandra sama Ardiya. Jangan egois Gres, lepasin Rafandra secepatnya dan lo mulai semua dari awal bareng suami lo!” 


Semua ucapan Yumi memang benar, kini bukan lagi saatnya Gresha bermain-main dengan perasaan Rafandra dan Ardiya. Tapi Gresha sendiri masih sangat bimbang dengan hatinya, dia masih meraba-raba apakah benar hatinya kini sudah menerima Ardiya atau ini hanya perasaan kasihan semata. 


**** 


“Kita harus mulai penyelidikan ini dari mana Raf, kita sama sekali nggak ada petunjuk!” 


“Gue juga nggak tahu Ka, gue uda benar-benar nggak bisa mikir apa-apa sekarang. Kemarin-kemarin mungkin cuma gue yang dikirimin terror ini tapi sekarang uda mulai ke mama, gue takut mama kenapa-napa!” Ucap Rafandra gelisah.


“Kita pasang Cctv di depan rumah lo gimana sama di depan gerbang rumah lo? Jadi kita bisa pantau siapa orang yang naruh terror itu!” Ungkap Raka.


Rafandra menyetujui ide dari Raka itu dan dengan segera mereka pergi untuk membeli cctv dan segera memasang cctv hari ini juga. Karena mereka tidak mau sampai kecolongan. 


Hari sudah malam dan pemasangan cctv hari ini sudah selesai, Rafandra juga menghubungkan cctv yang dia pasang di rumahnya itu ke ponselnya agar mudah untuk dia pantau. 

__ADS_1


“Semoga cara ini bisa berhasil ya Ka!” Ucap Rafandra sambil mengotak-atik ponselnya.


Tiba-tiba Sherly datang menghampiri Rafandra dan Raka, Sherly seharian ini memang beristirahat di kamar, karena sejak kejadian kemarin malam konsdisi Sherly menjadi kurang baik.


“Raf, kamu ngapain?” Tanya Sherly lirih.


“Oh ini mah, tadi ada orang yang masang cctv  dan ini aku lagi ngecek di ponsel aku!” Ucap Rafandra sambil sedikit senyum diwajahnya.


“Cctv? Buat apa?”


“Ya biar kita tahu siapa yang selama ini nerror keluarga kita ma!” Jela Rafandra.


Sherly mendadak terdiam sendu dan menundukan kepalanya lesu. Sherly lalu duduk di sofa dan diikuti oleh Rafanda serta Raka. Tiba-tiba air mata Sherly menetes membasahi pipi Sherly. Rafandra dan Raka nampak kebingungan melihat Sherly menangis. 


“Mama kenapa?” Lirih Rafandra.


“Kenapa kamu biarin Naya pergi Raf? Harusnya kamu menjaga dia bukan menyelakakan dia!” Lirih Sherly.


Ucapan Sherly itu sungguh menyayat hati Rafandra, selama kematian Naya beberapa tahun lalu Sherly tidak pernah mengungkit masalah kematian Naya atapun menyudutkan dan menyalahkan Rafandra. Tapi kenapa sekarang Sherly seoalah-olah menyalahkan Rafandra atas kepergian Naya beberapa tahun lalu itu? 


“Ma apa yang sebenarnya terjadi sama Mama? Mama tahu kan aku nggak ngebunuh Naya, aku juga uda berusaha buat nolongin Naya, tapi takdir memang berkata lain Ma. Ini semua uda takdir Tuhan Ma, setelah sekian tahun kenapa Mama sekarang seperti ini?” Lirih Rafandra.


“Tuhan nitipin Naya ke kamu, dan kamu gagal buat jagain Naya. Harusnya mama nggak ngebiarin kamu pacaran sama Naya kalau akhirnya Naya harus kehilangan nyawanya karena kamu!” Lirih Sherly sambil menyorot tajam mata Rafandra.


Follow Me :


Ig : @rahayu_nrahma

__ADS_1


** : @rahayunr30


__ADS_2