Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 87 (Gagal)


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, tapi mobil Ardiya saja bahkan belum terlihat parkir di dalam garasi. Greshapun tidak bisa menghubungi Ardiya karena ponsel Ardiya sepertinya tengah mati saat ini. Gresha terus menunggu Ardiya sambil berbaring di atas tempat tidurnya dengan bermain ponsel, hingga lama kelamaan dia pun tertidur tanpa bertemu Ardiya  terlebih dahulu.


Suara nyaring alarm membangunkan Gresha dari alam tidurnya, dia segera bangun dan mengucek matanya, lalu segera melihat hanphonenya untuk melihat jam berapakah ini.


“Aduh aku ketiduran, jam berapa ya ini ,Ardiya uda pulang belum ya!” Gumam Gresha sambil mencari ponselnya.


Dan betapa terkejutnya dia saat melihat jam di ponselnya menunjukan pukul 06.30 pagi.


“Hah? Uda pagi? Alamakkk gagal dong tadi malam!” Rengek Gresha.


Dengan wajah yang ditekuk Gresha segera masuk ke kamar mandi dan setelah itu bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Setelah semuanya siap, Gresha lalu segera turun dan melihat Ardiya juga baru saja keluar dari kamarnya untuk menuju ke meja makan.


Gresha dengan buru-buru mengejar langkah Ardiya, dan akhirnya mereka bersamaan sampai di meja makan.


“Kamu semalam pulang jam berapa?” Tanya Gresha dengan jengkel.


“Jam 11, kenapa?”


“Kenapa malam banget sih, aku kan nungguin kamu sampai ketiduran!” Ucap Gresha kesal.


“Lagi banyak kerjaan dan banyak masalah di kantor!”


“Apa masalah Vio juga yang membuat kamu semalam pulang telat?” Tanya Gresha sambil memajukan wajahnya ke arah Ardiya. Ardiya lalu mendorong pelan wajah Gresha agar tidak terlalu mepet dengan wajahnya. 


“Sedikit!” Ucap Ardiya singkat. 


“Terus kenapa semalam tidur di kamar bawah? Kenapa nggak ke kamar atas? Padalah aku uda siap-siap!”


“Siap-siap apa?”


“Aku uda beli baju tidur sexy yang sangat sexy buat nyambut kedatangan suamiku semalam!” Goda Gresha. 

__ADS_1


Ardiya hanya melirik Gresha dan tersenyum tipis lalu mengusap puncak kepala istrinya itu. 


Mereka berdua lalu menikmati sarapan mereka, tetapi sangat terlihat jelas bahwa Gresha masih terlihat kesal dengan rencananya yang gagal tadi malam. 


Sedangkan Ardiya sedikit tersenyum sambil mengingat kejadian malam tadi. Sebenarnya saat Ardiya pulang, dia sempat mampir ke kamar Gresha, tapi Ardiya mendapati Gresha sudah tidur terlelap dengan baju tidur yang sebenarnya sangat menggoda iman Ardiya malam tadi. Tapi melihat Gresha yang tidur begitu nyenyak Ardiya mana tega membangunkannya. Ardiya juga yang memasukan badan Gresha dalam balutan selimut, karena sangat terlihat kalau Gresha sedang kediginan. Ardiya juga diam-diam sempat mengecup manis kening Gresha sebelum dia meninggalkan Gresha. Ardiya memang hanya sebentar saja di kamar Gresha, karena sungguh dia takut semakin tidak tahan malawan dirinya sendiri kalau terlalu lama melihat Gresha dengan pakaian yang sangat menggoda itu. 


Pagi ini Ardiya juga mengantarkan Grehsa ke kampus, dan sebenarnya Ardiya juga ingin bertemu dengan Vio. Saat sampai di kampus, Ardiya turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Gresha, adegan itupun disaksikan puluhan pasang mata . karena teman-teman kampus Gresha juga belum pernah melihat langsung wajah Ardiya. Dan ternyata hampir semua mahasiswa perempuan disini terpana melihat ketampanan yang dimiliki oleh Ardiya. Dan betapa terkejutnya semua orang yang disana saat mengetahui kalau Gresha juga muncul dari balik mobil itu. 


“Itu suaminya Gresha? ganteng banget ternyata!” Bisik-bisik para mahasiswa perempuan disana.


Ardiya pun terlihat menggandeng tangan Gresha dengan erat. 


“Kamu mau ngapain?” Bisik Gresha.


“Nganterin kamu ke kelas!”


“Jangan! Aku bisa sendiri!”


“Ssstttt!”


“Raf lo nggak apa-apa?” Tanya Raka.


“Santai aja Ka gue nggak apa-apa kok!”


Saat sampai di depan kelas Gresha, ternyata disana juga ada Vio. Vio terlihat terkejut melihat kedatangan Ardiya. Tapi sebenarnya dia saat ini juga merasa sedikit takut dengan Ardiya. Karena pasti berita yang kemarin dia buat telah sampai di telinga Ardiya.


“Hai Vio!” Sapa Ardiya.


Dan semua mata yang ada disana kini tengah menatap Vio dan Ardiya.


“Saya minta maaf ya kalau kamu kecewa sama saya dan Gresha, apalagi kecewa saat mengetahui saya ternyata sudah beristri. Saya dan Gresha punya alasan kenapa kami menyembunyikan pernikahan kami,tapi yang jelas Gresha tidak pernah meminta saya untuk memutuskan hubungan Kerjasama saya dengan perusahaan papa kamu. Justru kamu sendiri yang membuat hubungan kerja sama ini berakhir. Dendam dan sakit hati kamu sendiri yang membuat masalah ini menjadi semakin besar!” Ucap Ardiya dengan penuh wibawa dan tangan yang terus mengenggam erat tangan Gresha.

__ADS_1


Semua orang disana pun kini terdiam mendengar suara gagah dari Ardiya. Viopun terlihat gemetaran dan tidak berani menatap wajah Ardiya dan Gresha.


“Sayang kamu masuk dulu ya, aku mau ada janji ketemu sama ketua Yayasan kampus ini!” Ucap Ardiya pada sang istri.


“Hah? Ada urusan apa?”


“Kemarin aku uda menyumbangkan dana ke Yayasan ini, dan mulai sekarang aku jadi donator tetap di kampus ini!” 


Bukan hanya Gresha, tapi semua orang yang mendengar itu semua juga ikut melongo mendengarkan ucapan Ardiya. Bahkan Vio kini semakin gemetaran saat tahu kalau Ardiya menjadi donator tetap di yayasan kampusnya itu. 


“Apa kalau gue bikin masalah gue bakalan di depak dari kampus ini?” Batin Vio.


Ardiya lalu mengusap manja puncak kepala Gresha dan meninggalkan senyum yang sangat manis untuk istrinya itu.


“Yum titip Gresha ya!” Ucap Ardiya pada Yumi.


“I..i..iya!” Ucap Yumi gugup.


Bahkan Yumi sama gugup dan terkejutnya mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut suami sahabatnya. Tapi Yumi juga senang karena melihat Vio yang terlihat ketakutan dan mungkin bentar lagi dia akan mengompol di celana. 


“Ayo masuk!” Ajak Gresha.


Yumi dan Gresha lalu segera masuk ke dalam kelas dan diikuti oleh mahasiswa yang lainnya, setelah melihat kedatangan Ardiya tadi dan mendengarkan ucapan Ardiya kini beberapa mahasiswa terlihat sudah tidak sinis dan sudah mau menyapa Gresha lagi.


“Kenapa pada senyum-senyum sama gue?” Bisik gresha kepada Yumi.


“Mereka pada takut kalau di depak dari kampus ini sama suami lo, kan suami lo sekarang donator tetap disini. Eh lihat tuh Vio, uda kek mau mati berdiri dia!” Ucap Yumi sambil menahan tawa. 


“Gue juga nggak tahu kenapa tiba-tiba Ardiya jadi donator disini, gue bingung juga sama apa yang dia pikirkan, gampang banget ngeluarin duit!”


“Eh gimana semalam lo berhasil?” Bisik Yumi.

__ADS_1


“Gagal”


Yumi pun tertawa sejadinya mendengar ucapan sahabatnya itu, dia tidak habis fikir bisa-bisanya dia gagal menggoda suaminya padahal sudah menyiapkan baju yang sangat amat sexy. 


__ADS_2