Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 86 ( Baju Baru)


__ADS_3

Gresha menutup telfonnya dan tak lama dia pun mendapatkan notifikasi kalau dia baru saja menerima transferan uang sejumlah 50 juta. Hal itu pun sontak membuat Gresha melongo sambil terus menatap layar ponselnya.


"Gila ini waras nggak sih ngirimin uang sebanyak ini? " Celoteh Gresha.


"Kenapa lo Gresh? " Tanya Yumi.


Gresha lalu melihat ke arah Yumi dan langsung menarik tangan Yumi menuju ke pintu gerbang kampus.


"Lhah mau kemana? Kok malah keluar? "


Gresha tetap diam dan tidak menggubris pertanyaan Yumi. Tepat saat Gresha dan Yumi sampai di gerbang keluar, mobil yang dikendarai Pak Dede datang. Gresha langsung menarik Yumi untuk masuk ke dalam mobil.


"Eh ini mau kemana? Lo mau nyulik gue? " Tanya Yumi kebingungan.


"Iya gue mau nyulik lo, mau gue culik dan gue bawa shopping! " Jelas Gresha.


"Hah? Shopping? "


"Iya tadi Ardiya telfon gue dan kayaknya emang dia sudah tahu soal masalah Vio jadi dia minta gue buat pergi aja sama lo biar nggak makin pusing. Dan tenang aja gue uda di transfer duit kok, lo jangan khawatir, entar belanja aja sesuka lo! "


"I... I.. iya... suami lo ternyata baik juga ya! " Ucap Yumi dengan wajah yang masih bengong.


Sepanjang perjalanan menuju salah satu Mall itu Gresha sebenarnya masih terus kepikiran dan sedih dengan apa yang telah Vio tuduhkan. Apalagi ini telah melibatkan Ardiya, kini Gresha juga merasa cukup khawatir dengan keadaan suaminya itu. Gresha takut kalau saja masalah ini mengganggu pekerjaan Ardiya di kantor.


Saat sampai di Mall, Yumi dan Gresha langsung turun dari mobil. Tapi sebelum mereka berdua pergi, Gresha menengok ke arah Pak Dede.


"Pak Dede ayo turun dan ikut masuk! " Ajak Gresha.


"Masuk Mbak? Mbak Gresha butuh bantuan saya buat bawa barang? " Tanya Pak Dede sopan.


"Nggak Pak, saya mau ngajak Pak Dede makan, sama mau nraktir Pak Dede. Pak Dede boleh belanja apa saja yang Pak Dede suka! " Ucap Gresha riang.


"Tapi Mbak... "


"Udah ayo...! "


Dengan jantung yang berdebar dan wajah yang tersenyum lebar, Pak Dede keluar dari mobil dan mengikuti Gresha dan Yumi dari belakang. Mereka bertiga lalu berkeliling Mall dan membeli berbagai macam kebutuhan, dari baju, sepatu, skincare dan yang lainnya. Dan saat mereka melewati sebuah toko yang menjual aneka jenis pakaian tidur, Gresha pun mengajak Yumi untuk masuk di toko tersebut.

__ADS_1


"Saya tunggu disini aja ya Mbak! " Ucap Pak Dede dengan menundukan wajahnya.


Gresha pun mengangguk dengan tawa yang terlihat lebar dibibirnya. Pak Dede pasti akan merasa akward sekali kalau sampai ikut masuk karena semua baju tidur di toko tersebut terlihat sangat sexy sekali.


Gresha pun segera melihat-lihat dan memilih baju mana yang bagus untuk dirinya.


"Yum bantuin pilihin dong yang sexy! " Ucap Gresha.


"Hah sexy? "


"Iya lah , buat gue pakai nanti malam! " Bisik Gresha.


"Buat apaan? "


"Buat godain Ardiya lah! " Ucap Gresha cengengesan.


Melihat tingkah Gresha saat ini membuat Yumi menggelangkan kepalanya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau sahabatnya itu sekarang sudah menjadi bucin. Dan lebih parahnya Gresha kini bucinnya sama Ardiya bukan lagi sama Rafandra.


...****************...


Rafandra dan Raka berjalan menuju ke parkiran mobil karena mereka sudah selesai kuliah dan ingin segera pulang, tapi saat Rafandra sampai di mobilnya, dia melihat sebuah amplop yang di tempelkan di kaca mobil Rafandra bagian depan. Rafandra segera mengambil amplop berwarna putih itu dan membuka isi amplop itu. Didalamnya terlihat sebuah kertas dengan sebuah tulisan.


Rafandra meremas kertas itu dan mengepalkan tangannya keras.


"Sialan! " Gumam Rafandra.


"Teror lagi Raf? " Tanya Raka.


"Iya, tapi kayaknya gue tahu siapa orang dibalik teror sialan ini! "


"Siapa? "


...****************...


Ardiya terlihat begitu pusing saat menatap layar laptopnya. Dan berkali-kali juga ponselnya berdering dan berkali-kali juga dia harus menjelaskan kepada semua orang yang menghubunginya kalau apa yang tersebar di media sosial itu tidaklah benar. Ternyata berita yang Vio sebar ini bukan cuma membuat Gresha cemas, Ardiya pun kini tengah di buat pusing dan harus memutar otak untuk segera menyelesaikan masalah ini. Dan di tengah kepusingan yang dia alamai, Pak Dio yang tak lain adalah Papa dari Ardiya pun datang dan langsung duduk di kursi depan meja Ardiya.


"Kenapa bisa perempuan itu berkata seperti itu? " Tanya Pak Dio.

__ADS_1


"Kayaknya dia sakit hati Pa sama aku, karena dia menerima kenyataan kalau aku udah nikah sama Gresha, dan nggak terima kalau aku mutusin hubunhan kerja sama sama kantor Papanya! "


"Terus kamu mau biarin semua kegaduhan ini? "


"Nggak Pa, Papa tenang aja semua nya uda aku urus. Papa nggak usah khawatir! "


"Papa nggak mau kalau kamu kalah ya! " Tegas Pak Dio.


Pak Dio lalu berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan anak laki-lakinya itu.


Ardiya memandang sendu punggung Papanya, punggung yang selama ini telah bekerja keras untuk membangun semua kesuksesan yang dinikmati sekarang. Dan Ardiya pun kini menanamkan pada otaknya untuk segera menyelesaikan masalah ini. Dia tidak mau mengecewakan Papanya itu. Pak Dio memang lah orang yang sangat perfectionist, dia selalu detail dalam melakukan suatu pekerjaan. Dan dia bukan lah orang yang suka menunda-nunda pekerjaan. Maka dari itu sebisa mungkin Ardiya tidak mau melakukan kesalahan sedikitpun demi menjaga nama baik Papanya.


...****************...


Hari sudah semakin petang, setelah mengantarkan Yumi pulang, Pak Dede dan Gresha pun segera kembali pulang. Senyum dibalik wajah Pak Dede pun tak sedikitpun luntur, karena tadi dia sudah banyak berbelanja. Bahkan kali ini Gresha juga membelikan pakaian untuk Pak Basuki dan Bibi. Saat sampai di rumah, Gresha segera masuk ke dalam rumah dengan menenteng tas belanjanya yang begitu banyak.


"Saya bantuin Mbak! " Ucap Bibi yang berjalan menghampiri Gresha.


Bibi lalu meraih tas belanjaan yang Gresha pegang dan Bibi membantu Gresha untuk naik ke kamar. Saat sampai di kamar, Gresha langsung memberikan satu kantong belanja yang berisi pakaian untuk Bibi. Sedangkan milik Pak Basuki sudah dia titipkan pada Pak Dede.


"Ini buat Bibi! " Ucap Gresha sambil mengulurakn tangannya.


"Ini apa Mbak? " Tanya Bibi penasaran.


"Oleh-oleh buat Bibi! "


"Waduh beneran Mbak? Makasih ya Mbak! "


Bibi lalu meraih kantong belanja itu sambil mengukir senyum yang lebar.


Gresha lalu segera mandi dan mengenakan pakaian tidur yang baru saja tadi dia beli. Dia sungguh tidak sabar menunggu kedatangan suaminya untuk memamerkan baju tidur sexy yang baru saja dia beli.


"Dengan baju se sexy ini nggak mungkin dong kamu sanggup diam aja! " Gumam Gresha di depan kaca.


Follow Me :


Ig : Rahayu_nrahma

__ADS_1


TikTok : Rahayunr30


__ADS_2